Kaleidoskop Kegiatan FPKM dan Aneka Kegiatan di Malang - Liputan oleh: Haryo Bagus Handoko
Acara pertemuan rutin Forum Penulis Kota Malang yang berlangsung pada tanggal 21 Desember 2008 membahas tentang dunia kepenulisan dan sastra. Kali ini pembicaranya adalah Mbak Vita Priyambada yang menceritakan pengalaman-pengalamannya dalam kegiatan menulis. Acara ini sekaligus dijadikan sebuah momen untuk saling bertukar informasi seputar peluang dan kesempatan menulis bagi para penulis dan sastrawan di kota Malang. Acara ini seperti biasa, berlangsung secara santai dengan duduk-duduk ngobrol di ruang lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang.
Bedah Cerpen karya Carolina Neolen
Pertemuan rutin FPKM (Forum Penulis Kota Malang) pada hari Minggu, 14 Desember 2008, kali ini mengulas tuntas dan membedah karya cerpen Carolina Neolen, salah satu penulis yang juga anggota FPKM. Mbak yang satu ini cukup sibuk, dalam kesehariannya bekerja di sebuah perusahaan bursa Saham dan bursa komoditi membuat jadwalnya cukup padat karena harus memantau pergerakan index saham maupun index komoditi. Hobi menulis tidak pernah ditinggalkannya. Sebagian karyanya memang merupakan karya cerpen, puisi dan juga esai. Walau karya-karyanya dibuat sebagian besar untuk dikoleksi atau pun sebagai bahan diskusi sastra, namun Mbak yang satu ini terus berkarya. Cerpen-cerpennya memang termasuk cukup unik dan tidak biasa, sehingga ciri khas inilah yang menjadi daya tarik bagi para pembacanya.
Pameran dan Obral Buku Penerbit Erlangga
Sebuah pameran buku kembali diadakan di kota Malang yang berlangsung pada bulan November hingga Desember 2008. Buku-buku yang dipajang sebagian besar adalah buku-buku bertema pendidikan dan juga buku-buku Anak. Walau demikian, para pengunjung yang kebanyakan mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum tetap memadati area pameran yang bertempat di ruang lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang. Harga buku-buku yang ditawarkan memang sedikit miring dan lebih murah dari harga pasar. Umumnya para pengunjung membeli buku-buku tersebut untuk anak-anak mereka, namun ada pula beberapa pengunjung yang membeli buku hanya untuk dikoleksi, karena buku-buku anak terbitan Erlangga memang ilustrasi gambarnya cukup bagus dan menarik, bahkan sebagian besar menggunakan sampul hardcover sehingga penampilan buku lebih menarik.
Seminar dan Pelatihan Kiat Meningkatkan Kecerdasan Otak di Kota Malang
Sebuah acara seminar dan pelatihan bertajuk “Seminar & Workshop Neuroscience, Scud Memory and Brain Gym” berlangsung di kota Malang pada hari Minggu, tanggal 9 November 2008. Seminar ilmiah mengenai berbagai teknik bagaimana meningkatkan kecerdasan otak ini dipandu oleh pembicara Bapak Bambang Anggrayanto dan Ibu Dr. Martina Sylviarini SW (trainer “Rumah Cerdas”). Dalam seminar sekaligus pelatihan ini, diungkap beberapa rahasia cara mengoptimalkan potensi otak kanan sehingga terjadi peningkatan dalam kemampuan menghafal sehingga menjadi lebih mudah dan daya ingatnya menjadi lebih tahan lama. Dibahas pula kiat-kiat bagaimana memotivasi kemauan belajar, serta rahasia menjadi jenius dan sukses dalam waktu singkat. Seminar ini terbukti menarik perhatian para pengunjung yang datang dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum di kota Malang.
Pameran Fotografi di Kota Malang
Sebuah pameran foto karya Mamuk Ismuntoro digelar di kota Malang. Pameran berjudul Viver - Dare to Live ini mencoba mengungkap sisi kehidupan rakyat kecil yang dengan gigih mencoba bertahan hidup dengan berjuang keras dalam mengarungi kerasnya kehidupan di jaman modern sekarang ini. Pameran foto yang berlangsung mulai 1 November hingga 30 November 2008 ini digelar di Malang Meeting Point yang beralamat di Jalan Kediri No.4 Malang. Selain pameran foto, terdapat pula diskusi dan dialog yang diselenggarakan pada hari Minggu sore, 2 November 2008, Pkl. 15.00 WIB. Acara ini banyak menarik perhatian para peminat seni, pecinta fotografi maupun juga peminat seni dan masyarakat umum kota Malang. Acara ini terselenggara berkat kerjasama antara Mamipo, Matanesia, serta Indonesia Discovery.
Diskusi Ide Cerita untuk Penulisan Cerita Pendek di Malang
Forum Penulis Kota Malang mengadakan pertemuan dan diskusi santai di ruang lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang pada hari Minggu, tanggal 2 November 2008. Pertemuan ini dihadiri oleh para anggota dan pengurusnya. Walau berlangsung cukup santai, pertemuan sekaligus diskusi tentang ide cerita pada penulisan cerita pendek ini berlangsung cukup unik. Sebagai pembicara yaitu David Ardy, seorang penulis puisi sekaligus penulis cerita pendek yang tak lain adalah juga ketua komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Secara bergiliran, para anggota dan pengurus komunitas penulis ini saling mengutarakan ide-ide menarik sebagai bahan dalam penulisan sebuah cerita pendek yang mengambil tema “Berlari”. Ide-ide yang lucu serta tidak biasa hingga yang paling aneh pun bermunculan. Kumpulan ide tersebut selanjutnya akan dirangkum menjadi sebuah cerita pendek. Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah imajinasi dan daya kreativitas para penulis yang sering kali merasa kesulitan menggarap sebuah cerita pendek yang ringan, unik namun berbobot. Dengan latihan semacam ini diharapkan para penulis di kota Malang akan dengan mudah menuangkan berbagai macam ide cerita yang unik ke dalam sebuah cerita pendek yang akan ditulisnya.
Seminar Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual
Sebuah seminar dengan tema cukup menarik digelar di kota Malang. Bertempat di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, seminar yang berlangsung pada tanggal 1-2 November 2008 ini mengambil tema “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual”. Sebagai pembicara yaitu Bpk. Andrian Hamzah, seorang pakar di bidang kecerdasan emosi (Emotional Quotion/ESQ). Setiap peserta seminar mendapat sebuah buku yang mengulas tentang ESQ dan juga diberikan sertifikat seminar. Tujuan dari penyelenggaraan seminar psikologi seperti ini tak lain adalah untuk menjadikan kita sebagai seorang yang visioner yang memiliki visi jauh ke depan dalam menata kehidupan, membentuk karakter baru dengan membangkitkan potensi kita melalui emosional dan spiritual. Kira-kira demikianlah pesan yang ingin disampaikan dalam seminar psikologi yang cukup menarik ini.
Peluncuran dan Bedah Buku Bertema Pembangunan di Malang
Liga Alam, salah satu pengurus “Forum Penulis Kota Malang” yang sekaligus juga ketua komunitas penulis “Aksara Tumapel”, baru saja meluncurkan buku tulisannya yang terbaru pada hari Rabu, tanggal 29 Oktober 2008. Buku yang berjudul “Melangkah Bersama Untukmu Bumi Arema – Refleksi Pesta Demokrasi 2008 dan Panca Program Pembangunan Kota Malang” ini diterbitkan oleh Perpustakaan Kota Malang. Acara peluncuran buku tulisan Liga Alam ini sekaligus diwarnai pula dengan acara bedah buku. Dalam acara bedah buku ini hadir pula sebagai pembicara/pembahas yaitu Walikota Malang - Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP yang ternyata juga seorang penulis sekaligus pemerhati seni budaya maupun pecinta filsafat. Hadir pula dalam acara bedah buku kali ini yaitu Bpk. Dr. H. Soekarwo, SH. M.Hum, seorang politikus sekaligus pakar pemerintahan yang berperan sebagai pembanding yang turut pula memberikan pujian atas terbitnya buku bertema keberhasilan pembangunan di kota Malang ini. Acara bedah buku ini dihadiri pula oleh para wartawan dan jurnalis berbagai media maupun televisi-televisi lokal di kota Malang. Pengunjung tampak memadati acara bedah buku ini. Hal ini tidak mengherankan karena setiap pengunjung yang hadir mendapatkan buku tulisan sang penulis secara gratis, sehingga banyak yang tertarik dan datang berbondong-bondong pada acara bedah buku ini. Acara yang sifatnya terbuka untuk umum ini dihadiri oleh berbagai aktivis komunitas seni budaya, komunitas penulis, tokoh masyarakat, tokoh budaya, para guru maupun dosen, para pelajar dan mahasiswa serta segenap warga kota Malang yang cukup peduli dengan pembangunan di kota Malang, khususnya pembangunan di bidang pendidikan, pariwisata, kesehatan serta pembangunan berbagai sarana dan prasarana infrastruktur demi kesejahteraan rakyat kota Malang. Dalam acara ini pula dibahas mengenai rencana proyek raksasa pembangunan perluasan kota dan tata kota yang tertib dan berdaya guna, rencana pembangunan monumen budaya dan pariwisata di pusat kota Malang, pembangunan infrastruktur Malang Cybercity sebagai kota pertama jaringan dunia maya terintegrasi di Indonesia, maupun peningkatan pelayanan publik berbasis teknologi informasi dan internet demi menghemat waktu dan meningkatkan kepuasan pelayanan masyarakat.
Halal Bihalal dan Obrolan Sastra Forum Penulis Kota Malang
Forum Penulis Kota Malang (FPKM) mengadakan acara halal bihalal pada hari Minggu tanggal 19 Oktober 2008 di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Walau agak terlambat akibat banyaknya kesibukan diantara teman-teman penulis, namun setidaknya acara seperti ini bertujuan untuk meningkatkan dan mempererat tali silaturahmi di antara teman-teman penulis di kota Malang. Acara berlangsung penuh kekeluargaan, silaturahmi, obrolan santai seputar dunia kepenulisan, berbagai peluang menulis buku, serta kabar terkini mengenai kegiatan serta aktivitas teman-teman penulis di kota Malang yang telah berhasil menelurkan sejumlah karya mulai dari buku novel, aneka buku hobi, hingga karya sinetron yang telah berulang kali tayang di sebuah saluran televisi nasional.
Bedah Buku Kumpulan Puisi “Ruang Lengang” di Kota Malang
Forum Lingkar Pena Cabang Malang (FLP cabang Malang) mengadakan acara peluncuran buku kumpulan puisi sekaligus acara bedah buku puisi “Ruang Lengang” karya Epri Tsaqib. Buku kumpulan puisi ini berisi aneka puisi karya Mas Epri Tsaqib yang kaya akan permainan rima kata, maupun permainan susunan huruf yang ditata secara unik sehingga menarik perhatian para pembacanya. Acara peluncuran sekaligus bedah buku puisi ini berlangsung di Gedung Perpustakaan Kota Malang pada hari Sabtu, tanggal 18 Oktober 2008, pukul 10.00 WIB pagi hingga siang hari. Turut hadir dalam acara peluncuran dan bedah buku puisi ini, sang penulis yaitu Mas Epri Tsaqib maupun penyair kota Malang yaitu Mas Abdul Mukhid sebagai pembahas isi dari buku kumpulan puisi yang cukup unik ini. Buku yang juga dijual pada saat acara bedah buku tersebut dan dibandrol dengan harga Rp30.000,- ini cukup diminati oleh para peminat sastra puisi maupun penyair di kota Malang.
Novel Best Seller “Laskar Pelangi” Diangkat ke Layar Lebar
Novel-novel best seller tampaknya mulai tren untuk diangkat menjadi film layar lebar. Fenomena inilah yang akhir-akhir ini mulai tampak. Setelah cerita sukses Ayat-Ayat Cinta yang novelnya sempat best seller dan diangkat menjadi sebuah film layar lebar, kini giliran novel Laskar Pelangi. Laskar Pelangi yang mendulang sukses lewat penjualan novelnya yang best seller, tampaknya mengulang sukses dengan peluncuran versi film layar lebarnya. Dengan sutradara Riri Riza di bawah bendera Miles Film dan Mizan Production, film yang diangkat dari kisah nyata karya Andrea Hirata ini begitu banyak dinanti. Saat pemutaran perdananya secara serentak di berbagai kota, pada 25 September 2008, antrean pengunjung membludak dan sempat mengular di berbagai bioskop yang ada di kota Malang. Bahkan banyak pengunjung yang tidak mendapat tiket walau sudah mengantri cukup lama. Walhasil, banyak di antara pengunjung yang berburu tiket dengan berkeliling kota Malang dari gedung bioskop yang satu ke gedung bioskop yang lain. Mulai dari Bioskop Malang Town Square 21, hingga di Mandala Theathre di Plasa Malang. Rata-rata tiket terjual habis 1,5 jam sejak loket dibuka. Benar-benar fenomenal. Kita patut bergembira karena ini adalah awal yang baik bahwa novel maupun film Indonesia mulai menjadi tuan di negerinya sendiri.
Acara Bedah Buku Religi di Radio Mas FM di Malang
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bedah buku. Acara bedah buku kali ini berlangsung pada tanggal 13 September 2008 di radio Mas FM yang bertempat di Jl. Dr. Cipto, Kota Malang. Buku yang dibahas adalah buku bertema religi karya Wahyu Indah Retnowati yang juga adalah salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang. Buku berjudul “Hapus Gelisah dengan Sedekah” terbitan Penerbit Qultum Media ini mencoba mengungkap sisi religi dan hikmah dari sedekah ditinjau dari agama Islam. Ternyata dengan banyak beramal dan bersedekah, hati dan pikiran kita akan menjadi lebih tenang, terhindar dari kegelisahan dan rasa gundah, demikian yang ingin dikemukakan dalam buku ini. Dengan bahasa yang cukup mudah dicerna dan cara penulisan yang cukup baik, buku ini sangat bermanfaat untuk dibaca, sekedar sebagai siraman rohani penyejuk jiwa. Acara bedah buku rutin dua mingguan yang berlangsung di radio Mas FM ini memang merupakan kerjasama antara Forum Penulis Kota Malang dengan radio Mas FM yang memang cukup punya nama di kota Malang. Sekedar untuk memberikan berbagai informasi tentang dunia perbukuan mengingat warga kota Malang cukup mempunyai minat baca yang besar.
Seminar Kiat Negosiasi Bisnis di Kota Malang
Bertempat di gedung baru Guest House Universitas Brawijaya – apple room, yang beralamat di jalan MT.Haryono 169, Malang, sebuah seminar kiat bisnis yang cukup menarik digelar pada hari Sabtu siang, tanggal 13 September 2008. Acara yang berlangsung hingga sore hari ini mengambil tema “The Five Rings for Technique Negotiation (Jurus Jitu Lima Lingkaran dalam Memenangkan Negosiasi). Seminar bertema bisnis ini membahasa aneka trik dan tip untuk mengasah kepercayaan diri demi mencapai deal (kesepakatan) yang gemilang. Seminar ini menghadirkan seorang pembicara yang juga pakar di bidangnya, yaitu Ar. Helmi – pendiri lembaga training JIWA (Jaringan Informasi Wahana Aplikasi). Pembicara yang juga seorang penulis buku laris “Motivasi Tiada Henti” ini membeberkan berbagai pengalaman, serta tips yang bermanfaat bagi para peserta seminar. Seminar ini tidak saja dihadiri oleh para praktisi dunia usaha, namun juga para pelajar mahasiswa serta para pendidik di kota Malang yang ingin tahu lebih banyak mengenai aspek motivasi dan pembangunan kepercayaan diri demi keberhasilan dalam negosiasi bisnis.
Acara Dialog mengenai Minat Baca dan Tulis di Kota Malang
Pada tanggal 7 September 2008 berlangsung acara dialog tentang dunia perbukuan dan minat baca yang bertema “Dari Budaya Membaca ke Budaya Menulis”. Sebagai pembicara atau narasumber dalam acara dialog ini adalah Vita Priyambada, seorang kolektor buku dan penulis yang juga merupakan pengurus komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Materi yang dibahas adalah tulisan artikel narasumber yang pernah dimuat di salah satu media nasional yang membahas mengenai budaya dan kebiasaan membaca sebagai stimulan untuk memulai kegiatan menulis. Beberapa pendapat yang sedikit berbeda dengan pendapat narasumber dibahas dan didiskusikan dalam acara dialog ini. Ternyata dari hasil diskusi disimpulkan bahwa kegiatan membaca maupun kegiatan menulis adalah dua buah kegiatan yang berlangsung dua arah dimana dengan membaca seseorang bisa terinspirasi untuk menulis, dan demikian pula sebaliknya dengan semakin sering menulis, seseorang akan semakin termotivasi untuk lebih banyak membaca. Menulis terkadang juga dimotivasi oleh pengalaman seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman hidup seseorang serta pahit getir usahanya untuk mencapai sebuah kesuksesan sering kali bisa menginspirasi seseorang untuk membagi pengalamannya dalam bentuk tulisan. Jadi, kegiatan membaca memang erat hubungannya dengan kegiatan menulis. Seorang penulis memang harus banyak membaca untuk menambah wawasan dan paradigma berpikirnya.
Kompetisi Bakat Seni untuk Anak di Kota Malang
Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang bekerjasama dengan AIESEC Local Committee Universitas Brawijaya, dan Indosat IM3 menggelar acara kompetisi bakat seni untuk anak di kota Malang. Dengan tema “Kids Global Competition Fair” yang digelar pada tanggal 30 - 31 Agustus 2008, acara ini mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat kota Malang. Berbagai lomba digelar untuk memeriahkan acara kompetisi bakat seni ini, antara lain lomba baca puisi, kontes/lomba pidato, lomba bercerita/mendongeng, lomba menggambar poster, cerdas cermat hingga lomba hasta karya. Semuanya digelar dengan tujuan untuk mengembangkan bakat dan potensi seni pada anak-anak di kota Malang. Dengan iming-iming hadiah berupa uang, piala/trophy serta sertifikat penghargaan, kompetisi bakat seni ini berlangsung meriah.
Bedah Buku Reliji di kota Malang
Sebuah acara reliji sekaligus bedah buku Islami dengan tema “Keluargaku Di Bulan Ramadhan” digelar di kota Malang. Bertempat di Gedung Gema Insani Press Malang Lt. 3, Jl. Raya Tlogo Mas No. 119, Malang, acara yang disponsori oleh Penerbit Gema Insani Press ini berlangsung pada hari Minggu, 24 Agustus 2008, sejak siang hingga sore hari. Pembicara dalam acara ini adalah Bapak M.Fauzil Adhim. Acara ini terbukti menarik minat warga kota Malang, terlihat dari jumlah pengunjung yang hadir dalam acara ini.
Bedah Sastra Cerpen Psikologi di Kota Malang
Forum Penulis Kota Malang kembali menggelar acara bedah sastra cerita pendek pada tanggal 24 Agustus 2008. Pembicara dalam acara ini adalah Carolina Neolen yang membahas cerita pendek karyanya yang berjudul “Sabun Terang”. Sebuah cerita pendek dengan tema psikologis yang diwarnai dengan alur cerita yang tidak biasa ini terbukti menarik minat dan rasa ingin tahu dari para peserta diskusi sastra yang hadir saat itu. Carolina Neolen yang di waktu senggangnya juga menjadi asisten penulis novel Ratna Indraswari Ibrahim, sering menyempatkan diri untuk menulis berbagai karya, mulai dari cerita pendek hingga puisi-puisi unik. Mahasiswi yang sedang kuliah di semester akhir sebuah universitas terkemuka di kota Malang ini mengaku sangat menggemari buku-buku bacaan bertema filsafat dan juga psikologi. Mungkin hal ini pula yang turut mewarnai sebagian karya-karyanya yang tergolong tidak biasa.
Workshop Pembelajaran Inovatif di kota Malang
Sebuah workshop bertema “Pembelajaran Inovatif Teknik Senam Otak (Brain Gym) dan Pembelajaran yang Menyenangkan (Joyfull Learning) digelar pada tanggal 24 Agustus 2008. Bertempat di ruang aula Perpustakaan Kota Malang lantai satu, workshop/seminar ini menghadirkan beberapa pembicara pakar, seperti Dr.Vivi - Trainer Rumah Cerdas (Neuroscience: The Miracle of Human Brain), dan juga Ibu Rahmawati, seorang trainer dari lembaga Premierindo yang menjadi pusat pelatihan senam otak untuk melejitkan kecerdasan anak. Seminar bertema menarik ini banyak dihadiri oleh para orang tua dan juga pelajar di kota Malang. Dewasa ini semakin banyak saja metode menarik untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar dengan berbagai teknik dan cara. Tentu saja seminar semacam ini semakin menarik karena dikemas secara inovatif dan juga informatif.
Seminar Motivasi Belajar untuk Anak di kota Malang
Dalam usaha untuk memotivasi minat belajar pada anak, pada tanggal 24 Agustus 2008 digelar sebuah seminar dengan judul “Bincang Kiat Sukses Memotivasi Belajar pada Anak Sejak Dini”. Acara seminar yang dibawakan oleh pembicara M.Fauzil Adhim – seorang trainer quantum parenting, serta pengasuh kolom majalah suara Hidayatullah dan juga penulis buku ini berlangsung cukup semarak. Bertempat di aula lantai 3 Gedung Perpustakaan Kota Malang, Jalan Raya Ijen 30A – Malang, acara yang berlangsung sejak pagi hari ini baru diakhiri pada siang hari. Tampaknya para hadirin yang mengikuti seminar ini akan memperoleh begitu banyak manfaat dari materi seminar yang disuguhkan.
Pameran Buku Murah Agustusan di Kota Malang
Demi memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah pameran buku bertajuk “Pameran Buku Murah Agustusan” digelar di Gedung Perpustakaan Kota Malang dan di Ruang Pameran Anjungan Ken Arok yang masih satu lokasi dengan halaman Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara pameran buku super murah ini berlangsung mulai tanggal 21 hingga 31 Agustus 2008, dengan beberapa partisipan seperti Penerbit Agromedia, Penerbit Kanisius, Toko Buku Togamas dan Toko Buku Diskon Yusuf Agency. Buku yang dijual cukup beragam, mulai dari buku-buku hobi, aneka buku non fiksi hingga buku-buku novel best seller terbitan dalam dan luar negeri. Diskon yang digelar pun cukup ugal-ugalan mulai 15% hingga lebih dari 50%. Bahkan ada obral buku yang dijual dengan harga mulai dari lima ribuan hingga dua puluh ribuan. Seperti biasa, pengunjung pameran ini pun membludak, di mana para pengunjung utamanya adalah para pelajar, mahasiswa dan pecinta buku di kota Malang.
Lomba Mengarang dan Menulis Cerpen dalam Rangka Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan RI yang keenam puluh tiga, Perpustakaan Umum Kota Malang menyelenggarakan lomba menulis cerita pendek serta lomba mengarang pada tanggal 21 Agustus 2008. Lomba yang diselenggarakan di perpustakaan yang beralamat di Jalan Raya Ijen 30A ini memperebutkan hadiah berupa trophy walikota Malang, hadiah uang serta sertifikat penghargaan dari walikota Malang. Acara lomba berlangsung meriah dan terbukti mendapat respon serta sambutan yang positif dari segenap warga kota Malang, khususnya di kalangan pelajar.
Pameran Buku di Jombang, Jawa Timur
Sebuah pameran buku berskala nasional digelar di kota Jombang pada tanggal 14-20 Agustus 2008. Pameran buku dengan tema “Gebyar Merdeka, Membaca Untuk Semua”, ini digelar di GOR Merdeka, kota Jombang. Dengan didukung oleh para penggiat seni dan budaya, sejumlah acara kesenian pun akan turut menghiasi pesta buku kali ini. Mulai dari Festival Tari, Festival Teater, Lomba Karawitan, Lomba Al Banjari (nyanyian dan tarian Islami), Pertunjukan Gambus Misri, Parade Band hingga acara pentas seni. Acara ini dimeriahkan pula oleh program Workshop Penulisan Untuk Guru, Bengkel Penulisan Untuk Remaja, Aneka Talkshow dan Bedah Buku dari berbagai penerbit, Diskusi Budaya, Workshop Jarimatika, Workshop Ketrampilan, Lomba Mewarnai dan Program Beli Buku dapat TV 21 inci. Acara pameran buku ini disemarakkan pula oleh adanya acara jumpa fans dan temu bintang bersama Melanie Subono. Acara pameran buku yang dikemas cukup apik dan menarik ini adalah merupakan kerjasama antara Kantor Parbupora, Panitia Pekan Budaya Jombang, Dinas Pendidikan Kab. Jombang, Radar Mojokerto, dan juga Buka Buku Production.
Bedah Buku Reliji Ilmiah di Jombang
Sebuah acara bedah buku reliji Islami berjudul “Ayat-Ayat Semesta” digelar di Masjid Ar-Roudloh, Jombang. Acara bedah buku reliji ilmiah ini berlangsung pada hari Minggu pagi, 10 Agustus 2008. Buku reliji yang dikemas secara unik dan ilmiah ini berusaha memadukan antara unsur reliji Islam dan juga sains/ilmu pengetahuan. Bahkan dibahas pula tentang berbagai teori fisika modern seperti teori ruang dan waktu, teleportasi kuantum, dan proses terbentuknya supernova, yang dikaji dan bersumber langsung dari ilmu pengetahuan yang terkandung dalam Al-Quran. Bedah buku ini cukup menarik karena menampilkan buku reliji yang lain daripada yang lain, dengan pembahasan yang cukup ilmiah pula. Dengan dihadiri oleh narasumber, yang juga sekaligus penulis bukunya, Bapak Agus Purwanto, acara ini tampil semarak dengan para hadirin yang tampak antusias mengikuti jalannya acara. Buku yang banyak memperoleh endorsement (pujian) dari para pakar dan pemerhati fisika modern, seperti Dr. Freddy Permana Zen, Dr. Terry Mart, Dr. Armahedi Mahzar,M.Sc, hingga para rektor dan praktisi universitas seperti Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso (Rektor ITB), Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara (Guru Besar Filsafat Islam UIN Jakarta), Prof. Dr. Afif Muhammad (Direktur Pascasarjana UIN Bandung), terbukti menarik untuk dibaca dari sudut kajian manapun. Walau acara bedah buku ini hanya berlangsung selama 50 menit, namun setidaknya para peminat buku dan pecinta ilmu pengetahuan khususnya ilmu fisika modern, dapat terbuka wawasannya, untuk lebih mengembangkan ilmu pengetahuan bersumber dari ilmu agama. Sungguh paduan yang sangat menarik.
Pameran Seni Rupa dan Bedah Buku di Tuban, Jawa Timur
Pameran seni rupa dan lukisan bertajuk “Indonesia, How Are You to Day?” digelar di kota Tuban. Bertempat di Budaya Loka Jl. Basuki Rachmad, Tuban, Jawa Timur, acara yang berlangsung pada tanggal 4 - 9 Agustus 2008 ini menampilkan 40 karya patung, lukisan dan seni instalasi. Di samping acara pameran lukisan, ada juga pameran buku seni rupa serta diskusi interaktif bertema “Posisi Seni Rupa Daerah Terhadap Wacana Seni Rupa Kontemporer” dengan pembicara Agus Koecing, perupa yang juga kurator pameran dari Surabaya. Acara yang dimaksudkan untuk memperingati dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini juga disemarakkan pula oleh acara bedah buku “Mozaik Sosiologi” tulisan Henri Nurcahyo, yang juga seorang pengamat seni rupa asal Surabaya. Selain bedah buku, acara ini juga menyajikan acara pemutaran film secara gratis.
Seminar Teknologi Informasi untuk Guru dan Program Pencanangan Satu Guru Satu Buku Satu Laptop
Pada hari Minggu, 3 Agustus 2008, telah berlangsung sebuah seminar bertajuk “Pemanfaatan Teknologi Informasi Komputer untuk Pendidikan” yang dilaksanakan oleh Klub Guru daerah Malang. Dalam Seminar ini dihadiri oleh Dr H Shofwan, SH,M Si, (Pembicara kunci/nara sumber) yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dr Ir Gatot Hari Prijowirjanto, mantan Direktur Dikmenjur Depdiknas (sekarang Direktur SEAMOLEC), dan juga Ir. Didik Sukasdi, MT, General Manajer PT Telkom Malang. Acara seminar ini begitu menarik, karena pelaksanaannya boleh dibilang cukup unik, karena diikuti juga di 2 lokasi yang berbeda, yaitu di SMKN 1 Surabaya (untuk daerah Surabaya dan sekitarnya) serta di SEAMOLEC Jakarta (untuk daerah JABODETABEK) dengan didukung oleh program Video Conference yang juga dipancarkan melalui sistem satelit Multicast oleh program SEA EduNet. Hal yang menarik lainnya, adalah bahwa pada saat presentasi dari Direktur SEAMOLEC (Ir. Didik Sukasdi, MT), beliau menantang PT. Telkom untuk dapat memberikan tarif Rp. 50.000/bulan yang saat itu juga langsung disetujui oleh GM Telkom tersebut. Dengan adanya kemudahan ini, maka secara otomatis seluruh guru di daerah Malang langsung bisa mendaftar hanya dengan menunjukkan NUPTK dan akan memperoleh koneksi Speedy unlimited dengan tarif 50.000/bulan. Pada acara ini juga, diumumkan adanya program pencanangan 1 Guru 1 Buku 1 Laptop yang saat ini sedang dalam tahap pencarian sponsor. Dengan program ini, setiap guru yang berhasil menulis 1 buku dan diterbitkan, maka yang bersangkutan tersebut akan memperoleh sebuah laptop secara gratis. Motivasi seperti inilah yang perlu ditularkan ke berbagai daerah di Indonesia, agar minat baca tulis khususnya di kalangan pengajar/guru akan meningkat pesat dengan adanya iming-iming hadiah semacam ini.
Pameran Buku di Kediri
Dalam rangka memperingati HUT Kota Kediri yang ke 1129, Pemerintah kota Kediri bekerja sama dengan Korem 082/CPYJ, Buka Buku Production, dan Radar Kediri kembali menyelenggarakan Pameran Buku Nasional Ke-2 dengan tema “Dengan Buku Kita Bisa!”. Pesta buku super murah tahun 2008 ini berlangsung sejak tanggal 3 hingga 9 Juli 2008 di Gedung Nasional Indonesia, Jl. Mayjend Sungkono, Kediri. Acara pameran berskala Nasional ke-2 ini diikuti hampir 200 penerbit nasional dari Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, dan Kediri. Pada acara ini pula, para pengunjung dari pihak-pihak yang mendukung berkesempatan untuk melakukan aksi sumbang buku melalui Kotak Amal Buku yang tersedia di lingkungan pameran. Acara pameran ini dimeriahkan oleh berbagai atraksi kesenian tradisional, Dance Competition, Parade Band, Pentas Teater “Kanda”, Pentas Rebana, Lomba Lalaran, Workshop Penulisan Guru dan Remaja ( diselenggarakan oleh Agromedia Grup), Workshop Menulis Novel dengan Teknik NLP (diselenggarakan oleh Enerjik Karisma), Workshop Koperasi Komunitas, Pentas Musik Akuistik, Pentas Musik “Sudra”, Lomba Mewarnai, Lomba Putri Jilbab 2008, Temu Penulis dan aneka bedah buku, Diskusi Budaya Kediri, serta acara bagi-bagi buku gratis dan doorprize berhadiah TV 21 inci.
BEDAH SASTRA DI RADIO
Walau belum genap berumur dua tahun, Forum Penulis Kota Malang (FPKM), sebuah komunitas penulis di kota Malang telah mendapat kepercayaan dari stasiun radio MAS FM untuk mengisi acara dialog sastra, aneka topik seputar dunia kepenulisan dan juga acara bedah buku yang disiarkan secara langsung di radio. Acara talkshow yang digelar dua minggu sekali setiap hari Sabtu siang tersebut dibawakan oleh berbagai nara sumber, yaitu para pengurus dan anggota FPKM sebagian besar berasal dari kalangan penulis, wartawan, pengajar/guru, hingga seniman. Siaran radio dengan topik sastra ini tampaknya mendapat sambutan yang cukup baik dari berbagai kalangan di kota Malang, terbukti dari acara dialog interaktif lewat telepon biasanya selalu ramai oleh tanggapan maupun pertanyaan dari para pendengar radio yang umumnya adalah para pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum kota Malang. Biasanya setelah mendapat pengarahan maupun jawaban, para pendengar setia radio MAS FM segera bergegas menuju warung internet untuk mengakses berbagai informasi lebih detil mengenai kegiatan dan tutorial menulis yang terdapat di situs komunitas ini yang beralamat di http://www.fpkm.org .
DIALOG SASTRA PENULISAN NASKAH SKENARIO SINETRON
Acara dialog sastra yang diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang bertopik bahasan mengenai “Trik menulis buku serta tehnik penulisan ide cerita dan naskah skenario sinetron maupun FTV” dilaksanakan di kota Malang pada tanggal 27 Juli 2008. Bertempat di ruang lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang, acara yang lebih merupakan bincang santai sesama penulis ini dibawakan oleh penulis buku sekaligus penulis skenario sinetron yang telah beberapa kali karya sinetronnya tayang di SCTV, yaitu Wahyu Indah Retnowati. Penulis yang berdomisili di kota Malang, namun sering bolak-balik Jakarta – Malang ini mengaku bahwa profesinya sebagai penulis naskah skenario ini bermula dari hobinya menulis cerita bertema remaja, baik novel maupun cerita pendek. Dari hobi menulis tersebut, tidak diduga, bahwa kemudian Wahyu Indah mendapat perhatian dan kepercayaan dari sebuah rumah produksi sinetron ternama di Jakarta untuk menulis ide cerita dan kemudian berlanjut pada penulisan naskah skenario sinetron remaja maupun FTV. Dalam dialog sastra kali ini, Wahyu Indah menceritakan panjang lebar mengenai berbagai pengalamannya menulis ide cerita maupun naskah skenario sinetron, sebuah profesi baru dunia kepenulisan yang terbukti cukup menjanjikan dalam hal finansial. Yang istimewa dari acara ini adalah bahwa acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Tidak seperti acara-acara sejenis yang biasanya menarik biaya mahal hingga ratusan ribu rupiah, acara-acara dialog sastra yang diselenggarakan oleh komunitas Forum Penulis Kota Malang hampir tidak pernah mengenakan biaya sepeser pun, kecuali sumbangan sukarela, dan itu pun tidak ada ketetapan mengenai berapa besarnya nominal yang boleh disumbangkan. Bagi yang tidak memberikan sumbangan pun tidak apa-apa, karena komunitas ini sejak awal berdirinya memang murni bertujuan untuk membagikan ilmu secara cuma-cuma kepada masyarakat luas, khususnya di kota Malang.
Gramedia Book Fair – Pesta Buku Gramedia di Kota Malang
Toko buku Gramedia cabang Plaza Araya kota Malang kembali menggelar Pesta Buku atau yang lebih dikenal dengan Gramedia Book Fair 2008. Pesta buku kali ini berlangsung sejak tanggal 12 Juni hingga 29 Juni 2008. Berbagai jenis buku berkualitas dijual dalam acara pameran ini. Pesta buku ini bertabur diskon, mulai 15% hingga 80%, bukan main. Tentu saja acara obral buku semacam ini kontan mendapat perhatian yang cukup besar dari segenap masyarakat kota Malang, khususnya para pecinta buku. Rupanya tidak hanya penerbit buku Gramedia saja yang turut memeriahkan pesta buku kali ini, tapi juga beberapa penerbit besar lainnya turut berpartisipasi menggelar aneka jenis buku yang mereka terbitkan. Seperti lazimnya sebuah acara pesta buku, acara kali ini dimeriahkan oleh berbagai workshop dan juga permainan/lomba seperti misalnya lomba mewarnai untuk siswa TK dan Sekolah Dasar yang memperebutkan trophy dan hadiah menarik lainnya.
BEDAH SASTRA PUISI KARYA FERRY MONIAGARA
Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara bedah sastra puisi karya Ferry Moniagara pada hari Minggu, 22 Juni 2008. Penyair sekaligus penulis kota Malang ini menggelar karya-karya puisinya untuk dibedah dan dikaji. Bertempat di aula lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang, acara bedah sastra puisi ini berlangsung santai dan penuh kekeluargaan. Acara bedah sastra puisi ini turut dihadiri pula oleh editor buku Liga Alam, penulis novel dan skenario sinetron – Wahyu Indah, para seniman dan juga para anggota dan pengurus komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Puisi-puisi Ferry Moniagara yang selalu bernuansa suasana malam, merupakan suatu ciri khas tersendiri dari penyair yang satu ini. Aliran yang dipakai dalam menulis puisi pun cukup beragam, mulai yang beraliran absurdisme hingga puisi yang mengangkat tema sosial dan juga puisi cinta. Keunikannya terletak pada setting suasana malam yang seakan hidup dan mengejawantah dalam puisi-puisinya yang cukup unik.
SEMINAR MOTIVASI DI KOTA MALANG
Sebuah seminar dengan tema yang cukup menarik “Strategi Jitu Mencari Kerja & Membangun Pribadi Positif” digelar di kota Malang pada hari Minggu, 22 Juni 2008. Bertempat di Ruang De Club Ballroom – Hotel Montana I, Jalan Tumapel, kota Malang, seminar dengan para pembicara profesional ini cukup mendatangkan antusiasme dan minat warga kota Malang, khususnya generasi muda. Para pembicara dalam seminar ini antara lain adalah penulis buku laris “Becoming Magnet of Lucky” yang sekaligus praktisi manajemen bidang marketing dan produksi – Ir. Sucipto Ajisaka, MBA, Ira K Dewi (pengusaha muda), Yos Sidarta, SE (pakar bidang ekonomi), dan juga Eko Sudamar W, SE (pakar bidang ekonomi). Acara seminar ini berlangsung dari pagi hingga siang hari.
DIKLAT PENDIDIKAN DI KOTA MALANG
Acara bertema pendidikan sering dilaksanakan di kota Malang. Kali ini sebuah acara seminar dan diklat bertema pendidikan berlangsung pada hari Minggu, 22 Juni 2008 dengan bertempat di Gedung Dekopinda Kota Malang, Jalan Raden Panji Suroso, Kota Malang. Tema menarik yang diusung adalah “Diklat Praktek Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Sesuai Pakem dan Penilaian Sertifikasi Guru”. Dengan para pembicara pakar di bidangnya, seperti Dr. Siti M. Amin, MPd, Drs. Martadi, MSn, serta tim fasilitator majalah ilmiah guru Dwijakarya, acara ini berlangsung semarak dan dihadiri para praktisi pendidikan baik dari kota Malang, maupun kota-kota lain di Jawa Timur.
Peluncuran Buku Walikota Malang
Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto, M.AP. kembali meluncurkan buku tulisannya untuk yang kesekian kalinya. Bukunya kali ini berjudul “Demokrasi di Bumi Arema”. Buku setebal 132 halaman ini diterbitkan oleh Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang bekerja sama dengan Penerbit IndoPress. Editor buku ini adalah juga salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang, yaitu Mas Liga Alam. Bertempat di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang (UM), acara peluncuran buku yang berlangsung pada tanggal 14 Juni 2008 ini berlangsung meriah, dimulai sejak sore hingga malam hari. Buku bertema demokrasi ini juga mendapat sambutan serta endorsement dari Mantan Presiden RI - Ibu Megawati Soekarnoputri, yang telah berkenan memberikan kata sambutan di halaman pembuka dalam buku ini. Buku ini merupakan buku keenam yang ditulis oleh Walikota Malang. Beberapa bukunya yang lain berjudul “Wasiat Mpu Tantular: Kumpulan Catatan Budaya” (2006), “Di Balik Ramalan Joyoboyo” (2006), “Mari Menanam & Merawat: Konsep Penghijauan Massal” (2007), “Sekolah Seribu Bunga: Konsep Gerakan Penghijauan di Sekolah” (2007), dan “The Rise of The New Tumapel” (2007). Walikota yang cukup produktif dalam menghasilkan buku ini ternyata mempunyai perhatian yang cukup besar terhadap dunia pendidikan khususnya dunia kepenulisan dan perbukuan serta sastra nasional, hal ini tidak mengherankan karena latar belakang pendidikan beliau adalah juga di bidang pendidikan, sehingga semangat dan motivasi beliau untuk mengangkat isyu-isyu pendidikan sebagai ujung tombak pembangunan memang patut diacungi jempol. Dalam kesempatan ini pula, Walikota Malang memberikan santunan pendidikan bagi para anak jalanan dan pengamen kota Malang agar memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan dan kesempatan belajar. Tak lupa ditekankan pula bahwa peran gedung perpustakaan kota Malang juga cukup besar dalam memberikan kesempatan belajar bagi para anak jalanan untuk dapat mengejar ketertinggalan ilmu dan pendidikan. Minat baca masyarakat kota Malang memang harus lebih ditingkatkan lagi.
Rieke Dyah Pitaloka Hadir Saat Peluncuran Buku Walikota Malang
Dalam acara peluncuran buku walikota Malang yang berjudul “Demokrasi di Bumi Arema”, hadir pula artis sekaligus pemerhati seni dan demokrasi sekaligus hak asasi manusia - Rieke Dyah Pitaloka (pemeran Oneng dalam serial televisi “Bajaj Bajuri”). Pada kesempatan ini, Mbak Rieke turut memeriahkan acara dengan menyanyi bersama anak-anak jalanan kota Malang, serta pembacaan puisi bernuansa kritik sosial. Mbak Rieke tak lupa menyemarakkan acara dengan berdialog serta berdiskusi langsung dengan walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP sehubungan dengan isi buku yang bertema demokrasi tersebut. Obrolan santai dan juga guyonan khas Mbak Rieke turut memeriahkan acara yang dipadati oleh para warga kota Malang, seniman, komunitas-komunitas penulis, wartawan, maupun para reporter televisi. Turut hadir dalam acara ini, penulis serta sastrawan nasional – Ratna Indraswari Ibrahim. Di akhir acara, Mbak Rieke bahkan sempat mengenakan kaos khas “Arema” yang ditandatangani oleh walikota Malang, dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para pengunjung. Beliau juga menyempatkan diri menyapa dan beramah tamah dengan Ratna Indraswari salah seorang penulis senior dalam dunia kepenulisan tanah air. Tak lupa acara foto bersama dan bagi-bagi tanda tangan pun digelar sebagai sesi penutup acara ini.
Pelatihan Guru Profesional di Kota Malang
Seminar pendidikan tampaknya tak pernah habis diselenggarakan dan mendapat perhatian cukup besar dari warga kota Malang, khususnya guru sebagai praktisi pendidikan di kota ini. Pelatihan Guru Profesional dengan tema “Teknik Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching & Learning = CTL) berlangsung di Gedung Perpustakaan Kota Malang pada hari Minggu, 15 Juni 2008, sejak pagi hingga siang hari. Pembicara dalam seminar dan pelatihan ini adalah seorang praktisi pembelajar kontekstual dan assesor dari Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Sulthon, MPd. Kegiatan yang diselenggarakan dan dipanitiai oleh Komunitas Bengkel Kreasi Mandiri ini terbukti menyedot perhatian pengunjung, terutama para guru sebagai ujung tombak pendidikan.
Pameran Seni Rupa di Kota Malang
Pameran Seni Rupa Lentera Volume VII Rumah Pohon yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Rupa Lentera – Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 9 – 13 Juni 2008 dengan bertempat di Perpustakaan Kota Malang berlangsung meriah dan dipadati pengunjung. Pameran yang dibuka sejak tanggal 9 Juni 2008 ini di Perpustakaan Kota Malang, kemudian dilanjutkan dengan acara sarasehan seni pada tanggal 13 Juni 2008. Turut hadir dalam acara tersebut para pecinta seni, seniman, penulis, jurnalis, dan para pelajar serta mahasiswa di kota Malang. Tampaknya apresiasi seni dan perhatian warga Malang pada berbagai aspek kesenian semakin hari semakin mengemuka, terbukti dalam setiap acara pameran seni di kota Malang selalu mendapat tempat di hati para pengunjung.
Seminar Nasional Teknologi Informasi di Kota Malang
Peran serta dunia teknologi informasi tidak bisa dipungkiri lagi. Teknologi informasi telah begitu menyatu dengan dunia perbukuan, pendidikan dan keilmuwan. Pengaruh budaya luar akibat globalisasi seakan menyerbu negeri ini melalui dunia maya, dalam hal ini internet. Menyadari akan pentingnya hal tersebut, maka di kota Malang diselenggarakan sebuah seminar nasional bertema “Membuka Mata Dunia Terhadap Perkembangan IT di Jawa Timur” dan juga seminar “Teknik Memblokir Situs Porno” dengan pembicara dan nara sumber, pakar teknologi informasi terkemuka, Onno W Purbo. Acara seminar yang diselenggarakan sebagai kelanjutan dari Pekan Gebyar ICT (11 – 14 Juni 2008) dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Islam Negeri Malang ini juga dimeriahkan dengan pameran komputer dan teknologi informasi yang bertempat di Gedung Perpustakaan Universitas Islam Negeri Malang. Event kegiatan bertema dunia teknologi informasi ini terselenggara berkat usaha keras Forum Komunikasi Mahasiswa Teknologi Informasi Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Malang.
Bincang Sastra di Kota Malang
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bincang sastra dan diskusi cerita pendek pada hari Minggu, tanggal 8 Juni 2008. Kali ini membahas tips dan motivasi menulis sebuah karya sastra, khususnya mengenai penulisan cerita pendek. Sehubungan dengan itu diadakan pula bedah karya sebuah cerpen dengan judul “Pengakuan Jujur Seorang Penulis” karya Vita Priyambada, yang merupakan sebuah cerpen esai yang berhubungan dengan motivasi menulis seorang penulis dalam berkarya. Seperti biasa, acara bincang sastra ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan dilaksanakan secara lesehan di ruang lobby Gedung Perpustakaan Kota Malang. Turut hadir pula para pelajar, mahasiswa, guru pengajar, dan juga para praktisi dunia perbukuan di kota Malang, termasuk pula perwakilan dari pengelola toko buku yang ada di kota Malang. Dunia sastra di kota Malang memang mulai mengemuka, terbukti dari semakin maraknya kegiatan bernuansa sastra, maupun diskusi kepenulisan, seperti yang dilaksanakan kali ini.
Pameran Tunggal Fotografi Bencana Lumpur Lapindo
Sebuah pameran tunggal fotografi hasil jepretan Trisnadi (fotografer dari Associated Press) digelar di Anjungan Ken Arok – Perpustakaan Kota Malang, Jalan Raya Ijen 30A – Malang pada tanggal 31 Mei – 6 Juni 2008. Pameran foto dengan tema “Membincang Masa Depan – Dua Tahun Derita Lumpur Panas LAPINDO” ini mencoba menyentuh nurani masyarakat agar turut menyelami perasaan duka para korban lumpur panas LAPINDO. Taburan bunga tujuh rupa di sekitar pigura foto yang dipamerkan, turut mengangkat rasa haru dan iba para pengunjung saat menyaksikan foto-foto berukuran besar tersebut dipajang di galeri seni Ken Arok, Gedung Perpustakaan Kota Malang. Pameran ini lebih bertujuan amal daripada mencari keuntungan. Hasil penjualan foto rencananya akan disumbangkan untuk para korban lumpur panas LAPINDO yang hingga kini belum juga mendapat kepastian akan nasib dan penghidupan mereka.
Acara Talkshow Kick Andy dan Bedah Sastra Andrea Hirata di Malang
Pesona kota Malang sebagai kota pendidikan ternyata telah mengundang minat Andy F Noya untuk mengadakan syuting acara talkshow “Kick Andy” di kota Malang. Bertempat di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, acara talkshow yang diselenggarakan pada 6 Juni 2008 ini mengundang seorang penulis legendaris – Andrea Hirata sebagai bintang tamu. Seperti telah diketahui, Andrea Hirata yang buku-bukunya tidak saja laris di Indonesia, namun juga telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa asing dan beredar secara luas di Eropa, telah demikian populer dengan karya-karyanya yang demikian menyentuh. Para peminat dan penggemar buku-bukunya tidak saja berasal dari kalangan remaja namun juga orang dewasa, terbukti para penonton dan pengunjung acara ini penuh sesak memadati Dome Universitas Muhammadiyah. Aula gedung olahraga dengan kapasitas ribuan penonton ini dipadati oleh mahasiswa, pelajar, seniman, penulis, hingga masyarakat umum kota Malang yang ingin melihat dari dekat Andrea Hirata maupun Andy F Noya yang cukup populer itu. Bahkan lalu lintas di seputar Universitas Muhammadiyah Malang sempat macet menjelang acara dimulai. Padahal tiket untuk menonton acara ini sudah harus dipesan beberapa hari sebelumnya, dan masih banyak pengunjung yang tidak kebagian tiket nekat hendak menonton secara langsung. Sepertinya rasa antusiasme warga kota Malang akan dunia sastra begitu besar dan tidak dapat dibendung, terlihat dari jumlah penonton yang membanjiri area Dome Universitas Muhammadiyah Malang.
Bincang Santai Sastra Forum Penulis Kota Malang dengan Penerbit Graha Ilmu
Forum Penulis Kota Malang diundang oleh Penerbit Graha Ilmu dalam acara bincang santai sastra dan ilmu pengetahuan pada tanggal 3 Juni 2008. Bertempat di ruang lobby “UMM Inn”, acara ini berlangsung secara kekeluargaan. Dalam pembicaraan ini sempat dikemukakan berbagai peluang menulis yang ditawarkan kepada Forum Penulis Kota Malang oleh Penerbit Graha Ilmu yang telah terkenal dengan buku-buku materi kuliah yang telah beredar secara luas di Indonesia. Bahkan Direktur Penerbit Graha Ilmu, Bapak Jozep Edyanto, menyempatkan diri berkunjung ke Malang ingin bertemu langsung dan berdiskusi dengan pengurus maupun anggota Forum Penulis Kota Malang. Dengan didampingi oleh beberapa staf dari Penerbit Graha Ilmu acara ini berlangsung hingga malam hari dan diwarnai oleh semangat silaturahmi dan kekeluargaan demi merintis jaringan kepenulisan yang lebih luas dalam skala nasional.
Forum Penulis Kota Malang Merambah Dunia Pendidikan
Bermula dari keinginan untuk mempopulerkan dunia sastra di kota Malang, Forum Penulis Kota Malang (FPKM) yang berdiri pada 8 Oktober 2006 lalu, kian giat dalam meningkatkan budaya menulis dan membaca di kalangan generasi muda. Situs dan blog FPKM yang sarat akan bahan bacaan sastra maupun ilmu pengetahuan ilmiah ternyata menarik perhatian pemilik sekaligus pengelola situs web “Edu 2000” yang juga merupakan perusahaan content media yang cukup ternama baik di Indonesia maupun di Singapura. Dalam rangka semangat kepedulian terhadap dunia pendidikan dan sastra ini, maka Forum Penulis Kota Malang bersedia menyambut baik tawaran dari Bapak Ir. Kosasih Iskandarsjah selaku pengelola perusahaan multimedia berskala internasional yang berpusat di Singapura itu untuk mengisi content situs pendidikan Edu 2000. Jadi setiap tulisan maupun artikel yang ada di situs maupun blog FPKM juga akan ditayangkan pula di situs Edu 2000 maupun situs-situs jaringan pendidikan lainnya (www.edu2000.org , www.discoveryindonesia.com dan www.esolusi.co.id), yang akan dibaca dan dikonsumsi secara luas tidak saja di Indonesia, namun juga dengan target pasar di Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Walau sudah diketahui bahwa beberapa sudah sejak lama, situs Forum Penulis Kota Malang juga banyak dikunjungi oleh para peminat sastra tidak saja di Indonesia namun juga dari Eropa, Asia, Timur Tengah, hingga Amerika dan Canada.
Pameran Buku Islam di Kota Malang
Pameran buku tahunan bertema Islam “Islamic Book Fair” digelar kembali di kota Malang pada tanggal 30 Mei – 4 Juni 2008. Acara pameran buku yang digelar di Aula Skodam Brawijaya Malang yang tepat berada di dekat Kantor Kotamadya Malang ini diikuti oleh puluhan penerbit dan toko buku Islam se-Indonesia. Dengan berbagai acara menarik seperti bedah buku karya Afifah Afra maupun aneka doorprize dan pesta diskon, pameran buku ini dibanjiri oleh para peminat buku di kota Malang. Daya tariknya apalagi kalau bukan ingin melihat dari dekat penulis ternama seperti Afifah Afra maupun ingin mendapatkan buku dengan harga-harga yang jauh berada di bawah harga normal. Apapun jenis buku yang dipamerkan, asalkan ada pameran buku di kota Malang, pastilah selalu dibanjiri pengunjung. Selain untuk cuci gudang, acara pameran buku seperti ini juga merupakan ajang yang baik untuk mempromosikan berbagai buku-buku baru yang terbit di pasaran, maupun memperkenalkan penulis-penulis berbakat Indonesia kepada masyarakat pecinta buku, khususnya masyarakat kota Malang yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan.
Festival Malang Tempo Doeloe
Kota Malang dimeriahkan oleh sebuah event besar yang merupakan acara tahunan. Event yang terselenggara pada tanggal 22 – 25 Mei 2008 tersebut adalah Festival Budaya dan Nostalgia “Malang Tempo Doeloe” atau lebih dikenal dengan sebutan “Festival Malang Kembali”. Festival tahunan ini dimeriahkan oleh berbagai atraksi dan tontonan hiburan rakyat, seperti acara pementasan sendratari, ketoprak, wayang orang, lagu-lagu tradisional campur sari, pameran buku-buku kuno (buku-buku jaman penjajahan Belanda, jaman Jepang serta buku-buku langka yang unik serta menarik), pameran foto kota Malang saat jaman penjajahan, kendaraan kuno, pameran benda-benda pos tempo dulu, aneka lomba dan permainan tradisional, festival makanan dan jajanan tradisional khas Malang pada jaman kolonial, serta berbagai pameran pernak-pernik benda-benda kuno peninggalan jaman purbakala hingga saat jaman kolonial penjajahan Belanda di Malang. Yang unik dari festival budaya ini adalah bahwa setiap pengunjung, panitia, maupun peserta festival diwajibkan memakai busana nasional, ataupun pakaian jaman dulu saat negeri ini belum merdeka. Yang cukup menarik dari festival ini adalah bahwa setiap tulisan dan papan penunjuk arah yang merupakan ornamen pameran juga menggunakan ejaan jaman dahulu (ejaan yang dipakai saat jaman penjajahan Belanda). Desain setiap stan pameran juga bercorak seperti tahun 1920-1930-an. Berbagai poster berukuran raksasa memajang foto-foto kota Malang jaman dahulu kala, berbagai foto candi-candi kuno yang terdapat di kota Malang, serta foto-foto menarik yang membuat pengunjung seakan kembali berada di masa lalu.
Para pengunjung yang hadir serta para peserta festival ini memakai pakaian dan dandanan yang menarik, mulai dari yang memakai pakaian tradisional Jawa jaman dulu, hingga yang berpakaian ala polisi jaman Belanda yang memakai topi polka. Acara ini merupakan gabungan antara pesta kostum maupun festival budaya, makanan, festival buku, serta benda-benda seni yang diharapkan dapat mendongkrak potensi pariwisata di kota Malang. Benar saja, banyak dijumpai wisatawan asing, terutama dari Belanda dan Eropa, karena festival ini bahkan terdengar gaungnya hingga ke negeri Belanda, dan sempat diberitakan di berbagai majalah terkemuka di sana. Meniru berbagai festival sejenis yang banyak diselenggarakan di luar negeri demi mengenang kembali bagaimana suasana jaman perjuangan serta membangkitkan kembali rasa nasionalisme dengan memakai pakaian tradisional, acara tahunan yang diselenggarakan di sepanjang jalan raya Ijen kota Malang ini seharusnya juga dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia sehingga selain untuk menarik wisatawan juga untuk mengeksplorasi daya kreativitas seni dan sebagai hiburan atau tontonan yang menarik bagi masyarakat.
Pameran Buku “Malang Membaca” di Kota Malang
Acara pameran buku kembali diadakan di kota Malang. Kali ini dengan tema “Malang Membaca” – sebuah pameran buku yang cukup eksotik dan dahsyat yang diselenggarakan di Perpustakaan Kota Malang pada tanggal 10 – 20 Mei 2008. Acara pameran buku yang menggelar buku-buku best seller dan buku-buku top lainnya ini terwujud atas kerjasama antara Perpustakaan Kota Malang, Forum Penulis Kota Malang, Toko Buku TogaMas dan juga Penerbit Kanisius. Turut berpartisipasi pula dalam pameran buku ini, puluhan penerbit maupun toko buku terkemuka di Indonesia.
Pameran buku ini dimeriahkan pula oleh berbagai acara bedah buku dengan para pembicara penulis top seperti Raditya Dika (penulis novel remaja “Kambing Jantan” dan “Babi Ngesot”), Moeammar Emka (penulis buku “Jakarta Undercover”), Ratna Indraswari Ibrahim maupun juga Sigit Susanto (penulis buku catatan perjalanan “Menyusuri Lorong-Lorong Dunia”). Beberapa acara lain yang turut memeriahkan pekan pameran buku ini adalah acara lomba mewarnai dan lomba menggambar untuk siswa siswi sekolah dasar, lomba menulis esai untuk pelajar sekolah menengah, workshop “penulisan, mendongeng dan kartun”, mendongeng cerita anak, pemutaran film serta acara permainan dan pembagian door prize bagi para pengunjung.
Seperti lazimnya berbagai acara pameran yang biasa digelar di kota Malang, acara pameran kali ini cukup ramai dan dibanjiri oleh pengunjung yang jumlahnya bisa membludak hingga ribuan orang dalam sehari. Daya tariknya apalagi kalau bukan diskon besar-besaran buku-buku laris yang digelar dalam acara pameran. Buku-buku yang dijual bahkan didiskon besar-besaran dan dijual murah sehingga banyak digandrungi oleh para peminat buku maupun kolektor buku. Dalam hal ini terbukti bahwa minat baca dan tulis di kota Malang tidak kalah bila dibanding dengan kota-kota besar lain di Indonesia.
Pekan Karikatur di Kota Malang
Memeriahkan pekan karikatur “Katakanlah dengan Karikatur”, pada tanggal 11 Mei 2008 diadakan talk show (bincang santai) serta pelatihan dengan tema “Peranan Karikatur dalam Dunia Jurnalistik” dengan bertempat di Gedung PPI Universitas Brawijaya - Malang. Acara talk show (bincang santai) bertema dunia karikatur ini merupakan acara puncak pekan karikatur di kota Malang setelah sebelumnya diadakan lomba menggambar karikatur dengan tema “Pendidikan Kok Mahal” yang mendapat sambutan yang cukup baik dari para mahasiswa maupun para seniman karikatur kota Malang.
Seminar Pendidikan Nasional di Surabaya
Seminar bertema pendidikan kembali diadakan di Jawa Timur. Kali ini berlangsung di Surabaya pada tanggal 11 Mei 2008 dengan bertempat di Asrama Haji Sukolilo – Surabaya. Seminar yang mengambil tema “Kiat Sukses Sertifikasi dalam Sistem Pendidikan Nasional ini dibawakan oleh pembicara Prof. Dr. H. Muslimin Ibrahim yang merupakan asesor sertifikasi pendidikan sekaligus dosen pengajar UNESA Surabaya. Walau tidak gratis, seminar yang cukup bermanfaat ini banyak mendapat sambutan dari para guru pendidik yang ingin memperoleh pengetahuan lebih lewat seminar ini.
Seminar “Kiat Jitu Membuat Karya Tulis” di Kota Malang
Sebuah seminar pendidikan digelar di kota Malang pada tanggal 11 Mei 2008 dengan bertempat di Aula Gedung Perpustakaan Kota Malang, Jalan Raya Ijen 30 A - Malang. “Seminar Regional Guru Menulis” demikian tema seminar yang digelar. Dengan bahan diskusi seminar yang berjudul “Kiat Jitu Membuat Karya Tulis (Artikel, Buku dan Karya Tulis Ilmiah)”, seminar ini merupakan seminar angkatan yang kedua. Acara seminar yang dilaksanakan sejak pagi ini, hadir dengan para pembicara kawakan seperti M. Hasyim Ashari S,Pd (guru dan penulis), Dr. Bagyo Yanuwiadi (dosen MIPA Universitas Brawijaya Malang), para pemateri dari Penerbit Buku Erlangga dan juga komunitas Bengkel Kreasi Guru Insan Mandiri yang beralamat di Jalan Sunan Kalijaga 9A – Malang. Acara seminar seperti ini seharusnya sering-sering digelar di kota Malang, agar memberikan wawasan dan pengetahuan bagi warga masyarakat, khususnya para guru pendidik.
Pameran Buku “Malang Membaca” di Kota Malang
Acara pameran buku kembali diadakan di kota Malang. Kali ini dengan tema “Malang Membaca” – sebuah pameran buku yang cukup eksotik dan dahsyat yang diselenggarakan di Perpustakaan Kota Malang pada tanggal 10 – 20 Mei 2008. Acara pameran buku yang menggelar buku-buku best seller dan buku-buku top lainnya ini terwujud atas kerjasama antara Perpustakaan Kota Malang, Forum Penulis Kota Malang, Toko Buku TogaMas dan juga Penerbit Kanisius. Seperti halnya acara pameran yang digelar di kota Malang, acara pameran seperti ini biasanya cukup ramai dan dibanjiri oleh pengunjung yang jumlahnya bisa membludak hingga ribuan orang dalam sehari. Daya tariknya apalagi kalau bukan diskon besar-besaran buku-buku laris yang digelar dalam acara pameran. Buku-buku yang dijual bahkan didiskon besar-besaran dan dijual murah sehingga banyak digandrungi oleh para peminat buku maupun kolektor buku. Dalam hal ini terbukti bahwa minat baca dan tulis di kota Malang tidak kalah bila dibanding dengan kota-kota besar lain di Indonesia.
Diskusi Sastra Puisi di kota Malang
Pada tanggal 6 Mei 2008, UKMP Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan acara diskusi sastra khususnya mengenai sastra puisi. Dengan pembicara Komang Ira, seorang sastrawan yang datang jauh-jauh dari Yogya, acara yang berlangsung sejak pukul 18.30 WIB ini mengupas banyak hal seputar dunia sastra khususnya puisi. Komang Ira sendiri adalah seorang penyair yang cukup aktif dalam berkarya dan juga sempat menjadi nominator Pena Kencana Award. Acara diskusi yang berlangsung di kantor sekretariat UKMP Universitas Negeri Malang ini banyak dihadiri para mahasiswa maupun pecinta seni sastra di kota Malang.
Diklat Penulisan Buku di kota Malang
Pada bulan Mei 2008 berlangsung sebuah acara diklat / pelatihan pembuatan buku bahan pengajaran serta cara menerbitkan sendiri buku bahan pengajaran tersebut di kota Malang. Acara diklat ini terasa begitu menarik dan banyak diikuti oleh para guru di Jawa Timur. Dengan para pembicara seperti Bpk. Drs. Susilo, M.M (instruktur guru tingkat propinsi Jawa Timur) serta Bpk. M. Romzul Islam, ST (direktur penerbit dan percetakan CV. PenaSuci – Surabaya), acara yang berlangsung pada hari Minggu, 4 Mei 2008 di SMK Negeri 3, Jl. Surabaya 1 – Malang ini berlangsung cukup menarik dengan acara dialog dan tanya jawab seputar penulisan buku bahan pengajaran yang patut diketahui oleh para guru pengajar.
Pekan Jurnalistik dan Lomba Menulis di Universitas Brawijaya Malang
Universitas Brawijaya Malang kembali mengadakan acara workshop atau pelatihan jurnalistik. Acara yang berlangsung pada tanggal 3 Mei – 4 Mei 2008 ini dimeriahkan pula dengan acara talkshow atau bincang santai dengan penulis novel remaja – Boim Lebon. Bertempat di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang, acara pelatihan penulisan karya ilmiah populer maupun artikel jurnalistik ini dibawakan oleh pemateri-pemateri profesional seperti Erani (Dosen pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya) dan tak ketinggalan pula panduan praktis menulis yang dibawakan oleh Rohman Budianto (Pimpinan Redaksi Jawa Pos). Acara yang diprakarsai oleh Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini berlangsung cukup meriah dan banyak diminati baik oleh kalangan mahasiswa, wartawan maupun masyarakat umum. Pekan workshop jurnalistik ini diawali oleh beberapa kegiatan pendahuluan seperti acara lomba menulis resensi novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata yang diselenggarakan antara tanggal 5 – 30 April 2008, maupun lomba menulis esai untuk rektor dengan tema “Brawijaya Goes to Entrepreneurial University”. Tak ketinggalan pula gegap gempita acara “Book Fair & Pameran Fotografi” yang diselenggarakan di lapangan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, turut memeriahkan acara pekan workshop jurnalistik di tahun 2008 ini.
Kontes Membaca Berita di Kota Malang
Sebuah acara kontes bakat membaca berita dan lomba penyiar diadakan di kota Malang pada tanggal 26 – 27 April 2008 dengan bertempat di Aula Gedung Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM). Acara yang berjudul “News Reading Contest” ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa IPRI (Ikatan Pecinta Retorika Indonesia) Universitas Negeri Malang. Kontes lomba membaca berita ini mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat kota Malang. Tidak saja di kalangan mahasiswa dan pelajar, acara seperti ini juga menarik perhatian para warga masyarakat kota Malang, karena acara yang diselenggarakan ini memperebutkan piala trophy Walikota Malang, serta piala dari Kepala Dinas / Rektor Universitas Negeri Malang dan juga hadiah uang sebesar 1,2 juta rupiah. Tentu saja acara seperti ini tidak boleh dilewatkan begitu saja, terlihat dari sambutan yang cukup meriah di kalangan para peserta maupun penonton.
Acara Bedah Buku karya Naguib Mahfouz
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bedah buku. Kali ini buku yang dibedah adalah buku berjudul “Harafisi” karya Naguib Mahfouz, dengan pembicara oleh Santi Octavia. Acara bedah buku ini diselenggarakan pada hari Minggu pagi, 27 April 2008 bertempat di gedung perpustakaan kota Malang. Acara diskusi ini digelar cukup santai dengan lesehan dan temu akrab rutin para anggota komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Dalam acara ini dibahas pula beragam topik menarik mulai dari info kepenulisan hingga tukar-menukar alamat pos elektronik dan juga alamat redaksi penerbit buku dan majalah, maupun informasi mengenai berbagai event kegiatan lomba menulis dan berbagai informasi lain mengenai peluang menulis.
Acara Diskusi dan Bedah Film Ayat-Ayat Cinta di UIN Malang
“Ayat-Ayat Cinta” - sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berhasil diangkat ke layar lebar, terbukti telah banyak mendapat sorotan dan juga pujian dari masyarakat, termasuk juga warga kota Malang. Selain buku novelnya yang laris manis terjual, filmnya pun juga banyak diperbincangkan. Film yang telah banyak mendapat sambutan dari masyarakat ini akhirnya diangkat sebagai bahan diskusi dalam acara “Bedah film Ayat-Ayat Cinta” yang diselenggarakan di Gedung Sport Centre – Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Jawa Timur, pada tanggal 17 April 2008. Dengan pembicara seorang penulis skenario film – Salman Aristo dan juga aktor Fedi Nuril, acara yang banyak dihadiri oleh para mahasiswa, dosen maupun masyarakat umum di kota Malang ini terbukti sukses. Walau tidak gratis, namun dengan harga tiket masuk yang cukup murah (sekitar lima ribu rupiah), acara ini tetap menjadi pilihan bagi penggemar sastra, pecinta buku dan peminat film tanah air.
Acara Bedah Naskah Skenario Film di Perpustakaan Kota Malang
Acara bedah karya dua mingguan yang rutin diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang (FPKM) kembali digelar di kota Malang. Dengan bertempat di teras Gedung Perpustakaan Kota Malang, pada tanggal 13 April 2008, acara diskusi dengan cara lesehan kali ini membahas penulisan naskah skenario film yang masih dalam bentuk draft. Acara bedah karya dan diskusi ini dihadiri oleh segenap anggota dan pengurus komunitas penulis FPKM. Naskah skenario film yang dibahas, berjudul “Secercah Harapan”, buah karya Mas Jamsari (ZamZam) – seorang penyair dan juga penulis skenario yang merupakan anggota Forum Penulis Kota Malang. Naskah skenario film ini menceritakan sebuah cerita sosial dengan mengambil tema refleksi pendidikan yang dialami oleh sebagian besar anak bangsa ini – bangsa Indonesia. Proses kreatif dari penulisan naskah film ini sebenarnya diilhami oleh lahirnya demokrasi reformasi dalam dunia pendidikan di tanah air akhir-akhir ini dan dengan mengambil setting dan tokoh-tokoh masyarakat kelas bawah, naskah skenario film ini seakan mencoba mengais potret kehidupan warga miskin negeri ini yang berusaha menggapai cita-cita dalam memperoleh pendidikan yang lebih layak. Diceritakan bahwa seorang tokoh dalam cerita ini, yaitu seorang janda bernama Sumirah yang tinggal di desa kampung nelayan, memiliki anak semata wayangnya yang bernama Dino. Wanita ini harus hidup membanting tulang untuk menghidupi keluarganya sejak kepergian suami tercintanya (Dadang) menghadap Sang Pencipta. Di kala menghadapi kerasnya kehidupan bergelut dengan kemiskinan inilah, Sumirah berusaha keras untuk mewujudkan cita-cita anaknya yang bersikeras ingin menuntut ilmu dan tetap duduk di bangku sekolah, walau kemiskinan telah mendera mereka demikian kejamnya. Naskah cerita film yang sedikit unik ini seakan menjadi alternatif diantara begitu banyak cerita dan film bertema cinta remaja yang akhir-akhir ini banyak melanda tanah air. Tentu saja dengan cara bercerita dan alur cerita yang unik, naskah film ini menarik untuk dibahas dan bahkan mungkin diangkat ke layar televisi atau layar lebar. Bagi yang ingin menghubungi penulis naskah film ini (Mas Jamsari) sekedar untuk berdiskusi bisa menghubungi beliau di nomor telepon +62-085850556786 atau bisa juga melalui forum diskusi FPKM di mailing list internet yaitu yang beralamat di http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang/
Bedah Film dan Buku Fidel Castro di kota Malang
Forum Pelangi pimpinan Ratna Indraswari Ibrahim bekerja sama dengan Toko Buku Poestaka Rakjat kota Malang, mengadakan acara nonton bareng film “Looking for Fidel – Mencari Fidel” yang diikuti dengan diskusi buku-buku sastra politik yang membahas berbagai hal mengenai diri Fidel Castro, sang presiden Kuba. Bertempat di Rumah Budaya Ratna Indraswari di jalan Diponegoro kota Malang, acara yang diselenggarakan pada 28 Maret 2008 dan baru dimulai sejak pukul delapan malam, berlangsung semarak oleh kehadiran para peminat buku, seniman, penulis serta sekaligus para pecinta film dokumenter di kota Malang. Buku-buku mengenai biografi Fidel Castro sebagai seorang tokoh politik kontroversial seperti halnya Soeharto, memang cukup laris manis di pasaran. Apalagi di era keterbukaan seperti sekarang di saat buku-buku politik maupun sastra politik semakin bebas beredar di pasaran, maka tak pelak lagi minat masyarakat yang haus akan rasa keingintahuan tentang berbagai hal khususnya mengenai sejarah dunia dan politik dunia seakan terpuaskan dengan kehadiran buku-buku politik yang semakin banyak saja dijumpai di pasaran. Film “Looking for Fidel” lebih banyak mengupas tentang diri Fidel Castro sebagai seorang pribadi dan manusia yang berkebudayaan, juga diwarnai oleh begitu banyak wawancara ekslusif yang ditayangkan dalam film berdurasi dua jam tersebut. Seperti biasa, setelah film selesai diputar, baru kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tukar pikiran mengenai topik yang sedang dibahas. Forum Pelangi, pimpinan penulis nasional - Ratna Indraswari Ibrahim, memang selalu mengetengahkan berbagai topik bahasan unik di setiap pertemuannya. Jadi bukan hanya sastra fiksi saja yang dibahas, melainkan berbagai hal yang berhubungan dengan seni drama, puisi, kepenulisan dan tentu saja film, seperti topik yang sedang dibahas kali ini.
Bedah Buku Kumpulan Puisi Alejandra Pizarnik di Malang
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bedah buku yang merupakan kegiatan rutin dua mingguan. Kali ini buku yang dibahas adalah buku kumpulan puisi karya penyair Amerika Latin – Alejandra Pizarnik “Luka Tunggal Sang Pencinta” yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Buku aslinya sendiri ditulis dalam bahasa Spanyol, namun versi Indonesianya telah banyak beredar di toko-toko buku. Bedah buku kumpulan puisi yang diselenggarakan pada tanggal 23 Maret 2008 ini berlangsung santai dan penuh kekeluargaaan. Dengan gaya lesehan, acara bedah buku yang diselenggarakan di Anjungan Ken Arok, Gedung Perpustakaan Kota Malang ini dihadiri oleh para penikmat seni, khususnya penyair dan penulis. Sebagai pembicara dalam bedah buku ini adalah Fery Moniagara, seorang penulis sekaligus penyair kota Malang yang peduli dengan karya-karya besar penyair dunia abad ini.
Seminar Jurnalistik di Kota Malang
Seminar jurnalistik dengan topik menarik, “Intimidasi terhadap Profesi Wartawan” digelar di kota Malang, yaitu tepatnya pada tanggal 23 Maret 2008. Acara seminar yang cukup menggugah minat banyak kalangan dan menarik untuk diikuti ini diselenggarakan oleh Jurnalistik Fotografi Club (JUFOC) – Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Muhammadiyah Malang. Pembicara dalam acara seminar ini adalah Bpk. Iman D. Nugroho – ketua aliansi jurnalis independen (AJI) cabang Surabaya periode 2006-2007 dan juga Bpk. Andreas Wicaksono dari Media Nusantara Citra Surabaya. Turut pula hadir sebagai pembicara, pakar foto jurnalistik sekaligus fotografer senior Harian Kompas – Bpk. Eddy Hasby. Acara seminar yang bertempat di Gedung Theater Dome, kampus Universitas Muhammadiyah Malang ini terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa aktivis pers kampus, para wartawan dari berbagai media, hingga para praktisi pendidikan maupun masyarakat umum.
Seminar dan Lokakarya Dunia Kepenulisan di Kota Malang
Sebuah seminar dan lokakarya tentang dunia kepenulisan kembali digelar di kota Malang. Seminar yang mengambil tema “Mengarang Itu Gampang” dan diselenggarakan pada tanggal 19 Maret 2008 di gedung PPI Universitas Brawijaya ini terbilang cukup menarik. Bahkan sejak jauh-jauh hari panitia penyelenggara seminar sudah kebanjiran permintaan registrasi undangan lewat sms dari para calon peserta yang datang dari berbagai penjuru kota Malang. Maklum saja, seminar yang diselenggarakan oleh Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya yang bekerja sama dengan Grup perusahaan Sampoerna ini memang menyelenggarakan seminar secara gratis dan terbuka untuk masyarakat umum. Dengan pembicara para penulis kawakan Indonesia seperti, Arswendo Atmowiloto, Andrea Hirata dan Ratna Indraswari Ibrahim, tentu saja acara seminar kepenulisan seperti ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Topik-topik yang dibahas dalam seminar ini antara lain adalah kiat-kiat menulis, motivasi dan juga berbagai aspek dari dunia kepenulisan yang patut untuk diperhatikan. Acara seminar tentang dunia kepenulisan yang diselenggarakan di kota Malang ini sebenarnya merupakan tur promo peduli pendidikan untuk membangkitkan minat masyarakat terhadap hobi baca tulis. Kota Malang adalah kota kelima yang disinggahi para penulis ternama Indonesia ini dengan seminar “Mengarang Itu Gampang”. Sebelumnya, pertama kali seminar dengan tema “Mengarang Itu Gampang” diselenggarakan di Yogyakarta pada 10 Februari 2008 dengan bertempat di Auditorium FIB Universitas Gajah Mada. Kemudian seminar ini singgah di kota Semarang pada tanggal 23 Februari 2008 dan diadakan di Auditorium PLU Soenardi Universitas Diponegoro. Di Surabaya, acara seminar ini diselenggarakan di Auditorium Fakultas Sastra – Kampus B, Universitas Airlangga pada tanggal 6 Maret 2008. Sementara di Jakarta, acara seminar ini bertempat di Gedung P.101 dan P.102, Universitas Trisakti dan diselenggarakan pada tanggal 14 Maret 2008. Di Surabaya dan Jakarta, acara ini juga sempat dihadiri pula oleh penulis novel, Ayu Utami yang terkenal oleh novel-novel kontroversialnya.
Pelatihan Membaca Cepat di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang
Pada tanggal 17 – 18 Maret 2008, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang menyelenggarakan sebuah acara menarik. Event kegiatan yang bertepatan dengan acara tahunan “Economic Education Fair 2008” ini dimeriahkan oleh acara pelatihan membaca cepat, acara talk show (ngobrol bareng), dan nonton bareng film bertema motivasi “Pursuit of Happiness (Mengejar Kebahagiaan)” dan dilanjutkan dengan acara bedah film yang diwarnai diskusi meriah antara para pembicara dan para peserta acara ini. Acara yang bertempat di Widyaloka Convention Hall, Universitas Brawijaya ini dimulai sejak pagi hari yaitu sejak pukul sembilan pagi dan baru diakhiri menjelang sore hari. Kegiatan ini dimeriahkan pula oleh acara pameran anime Jepang dan lomba action figur (memakai kostum tokoh-tokoh komik dan film Jepang). Mungkin lomba unik yang turut memeriahkan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari acara festival budaya Jepang yang diselenggarakan pada tanggal 15 Maret 2008 di gedung PPI Universitas Brawijaya Malang.
Seminar Wira Usaha Bersama Bob Sadino di Kota Malang
Sebuah seminar kewirausahaan dengan pembicara para pakar wirausaha digelar di kota Malang pada hari Senin, 17 Maret 2008. Dengan bertempat di Gedung Fakultas Ilmu Administrasi lantai 4, Universitas Brawijaya, seminar entrepreneurship (kewirausahaan) yang dimulai sejak pagi hari ini menghadirkan beberapa pembicara yang pakar di bidangnya seperti Bob Sadino, Aldy Menzhu, Unggul Abinawa dan juga para staf perkreditan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tak lengkap rasanya bila seminar kewirausahaan tidak dibarengi dengan bursa buku bertema wirausaha. Panitia seminar juga menggelar bursa buku murah dengan aneka tema buku tentang dunia wirausaha. Acara ini mendapat sambutan yang baik dari para pebisnis muda kota Malang dan juga para pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum.
Bazaar Buku Jepang dan Festival Budaya Jepang di Universitas Brawijaya Malang
Kota Malang sebagai kota pendidikan di bulan Maret tahun 2008 ini dimeriahkan oleh adanya Festival Budaya Jepang yang diselenggarakan di Gedung PPI, Universitas Brawijaya. Acara yang diselenggarakan selama satu hari ini yaitu pada tanggal 15 Maret 2008 diikuti oleh siswa-siswi perwakilan sekolah-sekolah menengah atas dan universitas-universitas dari seluruh Indonesia. Dalam festival budaya ini diadakan lomba cerdas cermat dalam bahasa Jepang, juga aneka lomba menarik lainnya seperti pembacaan puisi berbahasa Jepang dan juga bazaar aneka pernak-pernik khas Jepang. Ada juga stand penjualan buku-buku yang ditulis dengan bahasa dan huruf Hiragana dan Katakana yang merupakan tulisan khas Jepang. Bahkan di pintu masuk menuju area festival dibuat sebuah pintu gerbang cantik berwarna merah dengan ornamen khas Jepang. Dalam acara ini juga dijumpai beberapa peserta maupun panitia yang memakai pakaian tradisional khas Jepang. Acara bazaar buku yang menggelar aneka buku komik, pernak-pernik miniatur tokoh action figur maupun buku-buku sastra berbahasa Jepang ini cukup meriah dan diminati terutama oleh para pelajar program studi sastra Jepang maupun masyarakat umum yang datang sekedar untuk melihat-lihat.
Bursa Buku Super Lengkap di Universitas Brawijaya Malang
Bursa buku super lengkap kembali digelar di Universitas Brawijaya Malang. Acara tahunan ini seperti biasa menawarkan berbagai buku dengan harga murah dan bertabur diskon. Acara yang digelar di Basement Gedung Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang sejak tanggal 3 Maret dan berakhir pada 13 Maret 2008 mulai pagi hingga sore hari, berlangsung marak dan dibanjiri para pengunjung yang sebagian besar adalah para mahasiswa. Bursa dan pameran buku memang sudah menjadi semacam tren di kota Malang yang terkenal sebagai kota pelajar. Ajang seperti ini biasanya mendapat sambutan yang baik dari masyarakat dan terutama para pelajar yang ada di kota Malang.
Bursa Buku Murah di Gramedia Malang Town Square
Toko buku Gramedia di kota Malang kembali mengadakan acara obral buku dan bursa buku murah yang diadakan di Toko buku Gramedia yang ada di Malang Town Square Plaza, Jalan Veteran, kota Malang. Acara bursa buku murah yang digelar sepanjang bulan Maret 2008 ini seperti biasa diminati dan dinanti-nantikan oleh para warga kota Malang yang gemar membaca buku. Buku-buku best seller seperti halnya novel anak berseri, “Spiderwick Chronicles” laris manis diserbu pembeli. Apalagi novel serial fantasi dengan tema petualangan anak-anak di dunia peri ini juga sudah difilmkan, dan saat ini sedang marak diputar di bioskop-bioskop kota Malang. Seperti halnya novel Ayat-Ayat Cinta yang merupakan karya anak bangsa yang sempat laris saat ceritanya difilmkan dan diputar di bioskop-bioskop, novel anak terjemahan yang satu ini rupanya mengikuti tren semacam itu. Tampaknya kesuksesan penjualan sebuah buku novel akan berlipat ganda bila ceritanya sudah difilmkan dan saat itu sedang tren diputar di gedung-gedung bioskop ternama.
Sinetron FTV Karya Penulis Kota Malang
Wahyu Indah Retnowati, salah seorang pengurus sekaligus anggota komunitas Forum Penulis Kota Malang, baru saja menuangkan ide kreatifnya yang berhasil ditayangkan dalam acara sinetron FTV di SCTV. Sinetron yang berjudul “Aroma Cinta Olen” ini ditayangkan pada tanggal 6 Maret 2008 pukul 22.45 WIB dan terbukti telah berhasil menggugah minat maupun semangat para penulis di kota Malang untuk terus memunculkan ide-ide kreatif dalam menulis. Semangat menulis hendaknya dimulai dari diri sendiri dengan terus menggali berbagai hal untuk bahan penulisan. Wahyu Indah Retnowati termasuk salah seorang penulis muda yang giat dalam aktivitas menulisnya. Penulis yang telah menelurkan dua buah buku ini, bertekad untuk terus maju dan membawa nama baik kota Malang di kancah dunia kepenulisan tanah air.
Bank BTPN Kota Malang Menyumbang Buku
Dalam rangka menyambut ulang tahun Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Bank BTPN) yang ke-50 yang jatuh pada tanggal 22 Februari 2008, Bank BTPN turut berpartisipasi dalam menyumbang puluhan buku pengetahuan dan pendidikan pada Perpustakaan Umum Kota Malang. Tema gerakan menyumbang buku ini adalah “BTPN Peduli Pendidikan”. Tampaknya niat baik dan perhatian Bank BTPN cabang kota Malang ini pada dunia pendidikan, disambut dengan baik oleh pihak Perpustakaan Umum Kota Malang yang saat ini telah mempunyai koleksi lebih dari 100.000 buku. Bank BTPN juga turut pula berpartisipasi dalam gerakan kebersihan kota Malang, terbukti sebelum dimulainya acara menyumbangkan buku ini, bank nasional yang genap berumur lima puluh tahun ini, pagi harinya sempat mengerahkan segenap karyawan dan pimpinannya untuk memunguti sampah dan membersihkan area pasar besar kota Malang. Acara bersih-bersih ini juga disambut baik oleh Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto yang turut hadir dalam acara bersih-bersih pasar besar di kota Malang ini. Memang sejak dahulu, titik berat perhatian pemerintah kotamadya Malang maupun kalangan ekonom kota itu lebih kepada pembangunan sumberdaya manusia yang diwujudkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pelestarian lingkungan dan kebersihan. Salut pada Bank BTPN! Selamat hari jadi yang ke-50.
Peluncuran Buku “Kemarin Lusa Sampai Besok Lusa – Antologi Sastra Pelajar” di kota Malang
Rumah Budaya Ratna Indraswari Ibrahim yang terletak di Jalan Diponegoro 3 kota Malang, kembali meriah oleh acara peluncuran buku “Kemarin Lusa Sampai Besok Lusa – Antologi Sastra Pelajar” yang diterbitkan oleh SMAK St. Albertus (SMA Dempo) bekerja sama dengan Penerbit Pustaka Kayu Tangan yang dimotori oleh penulis novel legendaris Ratna Indraswari Ibrahim. Acara peluncuran buku yang bertempat di kediaman Mbak Ratna Indraswari Ibrahim ini diselenggarakan pada tanggal 24 Februari 2008 sejak pukul 18.00 WIB ini berlangsung semarak hingga larut malam. Turut hadir pula dalam acara peluncuran buku ini, Romo Paulus Waris, O. Carm. (Pjs. Kepsek Dempo). Sebagai pengulas maupun moderator dalam acara peluncuran buku ini adalah Doniq Pr, seorang cerpenis kota Malang yang juga adalah seorang penterjemah. Hadir pula dalam acara ini, berbagai komunitas penulis yang ada di kota Malang, para praktisi sastra dan budaya kota Malang serta para seniman yang tak mau ketinggalan untuk mengikuti acara peluncuran buku kumpulan puisi karya pelajar ini.
Bedah Buku Novel “Aduh, Kawat Gigi” di Kota Malang
Forum Penulis Kota Malang kembali menyelenggarakan acara bedah naskah buku novel karya salah satu anggotanya, Wahyu Indah Retnowati. Penulis novel yang juga merupakan penulis ide cerita sekaligus penulis skenario sinetron ini memang terbilang cukup aktif dalam setiap kegiatan tulis menulis. Buku novel karyanya yang rencananya akan segera beredar dalam waktu dekat di toko-toko buku di seluruh Indonesia ini berjudul “Aduh, Kawat Gigi”. Buku novel yang gaya penceritaannya cukup unik ini mengangkat topik kawat gigi yang menjadi sumber dari segala permasalahan dan timbulnya cerita maupun konflik dalam novel remaja ini. Sebenarnya judul awal novel ini adalah “Secret Love Lily”, namun akhirnya judul itu diganti oleh sang penulis dengan pertimbangan bahwa semua alur cerita dalam novel ini diawali oleh kawat gigi Lily, sehingga judulnya pun kemudian diubah menjadi “Aduh, Kawat Gigi”.
Dikisahkan, seorang tokoh utama cerita yang bernama Lily yang mempunyai masalah dengan kepercayaan diri (minder), menjadi seorang pribadi yang semakin tertutup saat mendapatkan perawatan gigi yang mengharuskan dirinya memakai kawat gigi. Bahkan tokoh Lily dalam cerita ini akhirnya memutuskan pindah ke kota Malang akibat rasa percaya dirinya yang sangat kurang dalam pergaulannya di kota asal (Bandung). Di kota Malang inilah Lily akhirnya memperoleh kembali kepercayaan dirinya saat ia memperoleh seorang pacar yang benar-benar mencintainya. Akankah cintanya berlanjut atau kandas akibat kawat giginya, dan benarkah kematian sang nenek disebabkan juga oleh kawat gigi Lily?
Untuk mengetahui lebih lanjut cerita unik ini, sebaiknya Anda membaca sendiri kisah Lily dalam buku novel yang berjudul “Aduh, Kawat Gigi”. Buku novel dengan genre teenlit yang diterbitkan oleh Penerbit Citra Media Jakarta ini mungkin baru akan diluncurkan sekitar bulan April 2008, dan bisa diperoleh di Toko Buku Gramedia maupun di toko-toko buku terdekat di kota Anda.
Promosi Buku Boim Lebon di Toko Buku Gramedia Malang
Toko Buku Gramedia jalan Basuki Rahmad kota Malang, dipadati pengunjung yang ingin sekedar menyaksikan penulis kenamaan Boim Lebon yang sudah banyak menulis karya novel remaja, seperti serial Lupus (terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama) dan juga buku novel remaja terbarunya yang berjudul “Badman: Bidin!” yang diterbitkan oleh PT. Lingkar Pena Kreativa. Acara jumpa fans dan promosi buku-buku novel terbaru karya Boim Lebon begitu meriah dengan aneka games, kuis dan juga tanya jawab santai antara penulis buku novel remaja ini dengan para pengunjung Toko Buku Gramedia yang begitu antusias ingin berpartisipasi memeriahkan acara ini. Bahkan beberapa pengunjung banyak yang mengaku jauh-jauh datang dari kota lain, hanya untuk menyempatkan menonton dari dekat presentasi penulis novel Boim Lebon seputar karya-karyanya maupun diskusi seputar dunia kepenulisan dan sastra novel remaja. Sehari sebelumnya, Boim Lebon bahkan juga sempat mengunjungi kota Pasuruan, Jawa Timur, untuk mempromosikan buku novelnya sambil menghadiri peresmian berdirinya komunitas Forum Lingkar Pena Cabang Kota Pasuruan. Antusiasme pengunjung di kota Pasuruan tampaknya begitu besar, sehingga rupanya masih kurang puas ingin berdialog lebih banyak dengan penulis ini. Bahkan banyak para pecinta buku yang ada di kota Pasuruan akhirnya rela jauh-jauh menempuh perjalanan menuju kota Malang untuk sekedar mengikuti kelanjutan tur promosi buku penulis novel remaja yang juga sekaligus aktivis komunitas Forum Lingkar Pena ini. Penulis novel remaja yang saat ini bekerja di salah sebuah televisi swasta nasional di Jakarta ini dengan gayanya yang santai dan kocak banyak mengocok perut para pengunjung Toko Buku Gramedia dengan guyonan-guyonannya yang khas. Tak lupa ada pula acara pembagian hadiah door prize berupa buku-buku novel karya Boim Lebon serta beberapa buah edisi terbaru Tabloid Gaul kepada para pengunjung yang berpartisipasi dalam acara games maupun tanya jawab. Saat acara jumpa penggemar di Toko Buku Gramedia ini selesai sekitar pukul 16.30 WIB, acara jumpa penggemar ternyata masih diteruskan lagi dengan dialog santai yang bertempat di lobi Hotel Regents. Dalam acara dialog santai bersama Boim Lebon ini, dihadiri oleh para antusias sastra, para penulis, dan terutama para anggota dan pengurus komunitas penulis Forum Lingkar Pena cabang Malang serta beberapa anggota dari komunitas penulis di kota Malang yang dengan antusias senantiasa mengikuti jalannya acara. Buku-buku karya Boim Lebon bisa diperoleh dengan mudah di Toko Buku Gramedia maupun toko-toko buku terdekat.
Talk Show & Bedah Buku Bersama Habiburrahman El Shirazy dan Boim Lebon di Kota Malang
Pada tanggal 23 Februari 2008, Penulis novel Habiburrahman El Shirazy dan Boim Lebon (Penulis novel cerita remaja LUPUS) mengadakan acara jumpa fans dan konferensi pers sehubungan dengan tur promosi buku sekaligus acara bedah buku “Ayat-Ayat Cinta”. Acara fenomenal ini digelar di area lobi gedung perpustakaan kota Malang. Dalam acara tersebut sempat disinggung pula tentang kiat-kiat menulis novel yang baik serta ajakan pada para generasi muda kota Malang untuk tetap kreatif menulis.
Keesokan harinya, tepatnya pada tanggal 24 Februari 2008, kedua penulis ini menghadiri acara talk show/dialog bertema “Remaja Muslim Jatuh Cinta – Asyik Bangets” serta bedah buku novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih”. Acara yang bertempat di Gedung Aula Skodam Brawijaya – Malang, ini dipadati pengunjung yang sebagian besar merupakan pelajar dan kawula muda kota Malang. Acara yang diprakarsai oleh OSIS SMAN 3 Malang serta komunitas penulis Forum Lingkar Pena cabang Malang ini terbuka untuk umum secara gratis bagi pengguna kartu prabayar Indosat. Untuk memeriahkan acara talkshow ini juga diselenggarakan lomba menulis resensi atau sinopsis novel bertema Islami. Tak ketinggalan disisipkan pula beberapa tips menulis dan cerita pengalaman kedua penulis buku ini terutama mengenai proses kreatif mereka dalam menghasilkan karya. Buku novel “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih” saat ini sudah bisa diperoleh di toko buku Gramedia maupun toko-toko buku yang lain di kota Anda.
Bedah Buku Biografi Edgar Allan Poe di Kota Malang
Acara bedah buku “Biografi Edgar Allan Poe” digelar di kota Malang. Edgar Allan Poe yang terkenal dengan karya-karya sastra kanon tulisannya itu begitu fenomenal bahkan hingga kini. Sebagian besar karyanya yang mengupas ketegangan (thriller) itu cukup mengasyikkan untuk dibaca. Buku Biografi Biografi Edgar Allan Poe, sepertinya sebagai pengobat kerinduan para pecinta karya-karyanya. Dengan bertempat di Madrasah Aliyah Negeri Malang (MAN 3), acara yang cukup dibanjiri pengunjung ini berlangsung seru. Apalagi dihadiri pula oleh perwakilan dari pihak penerbit Interlude Yogyakarta yang menerbitkan buku ini sebagai nara sumber, dan juga pembahasan buku yang cukup apik oleh guru pengajar MAN 3. Acara yang disponsori oleh toko buku Poestaka Rakjat (baca: Pustaka Rakyat) ini mencoba menggugah minat baca warga kota Malang agar lebih perhatian pada karya-karya besar dan buku-buku yang mengulas pengalaman penulis besar seperti ini. Minat baca para pelajar maupun warga kota Malang memang tidak boleh dipandang sebelah mata, terbukti setiap acara bedah buku yang diselenggarakan di kota Malang selalu mendapat perhatian dari para pelajar maupun warga masyarakat kota Malang.
Pameran Tunggal Seni Fotografi di Perpustakaan Kota Malang
Sebuah event kegiatan seni kembali diadakan di kota Malang. Kali ini adalah dengan adanya pameran tunggal seni fotografi karya TP Sasongko yang mengambil tema “Kegalauan di Ambang Batas Ruang & Waktu” yang diselenggarakan pada tanggal 18 Februari 2008 dengan bertempat di ruang galeri seni Ken Arok – Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara ini terbukti menyedot pengunjung, karena begitu besarnya apresiasi seni dan antusiasme warga kota Malang. Hadir pula dalam acara ini, beberapa kalangan seniman, penikmat seni, para penulis, wartawan dan tokoh masyarakat kota Malang.
Bedah Buku Kumpulan Puisi Saut Situmorang
Pada hari Minggu tepatnya pada tanggal 17 Februari 2008, komunitas penulis dan seniman “Forum Pelangi” menyelenggarakan acara bedah buku Otobiografi Saut Situmorang, seorang penyair yang beraliran paham intertekstualisme, sebuah aliran baru dalam jagat sastra dan puisi. Buku “Otobiografi Saut Situmorang” yang tebalnya 282 halaman dan diterbitkan oleh penerbit SIC - Yogyakarta pada tahun 2007 ini, merupakan kumpulan karya puisi terbaik dengan berbagai tema, mulai yang bertema cinta, kehidupan sosial maupun yang bertema politik. Acara yang bertempat di “Rumah Budaya - Ratna Indraswari Ibrahim” di kota Malang ini terbukti berjalan sukses. Acara didahului dengan kata sambutan dari penulis sekaligus penyair, Saut Situmorang, kemudian dilanjutkan dengan acara nonton bareng rekaman video dokumentasi pementasan puisi karya Saut Situmorang saat sedang berada di Australia, dan beberapa karyanya yang lain seperti puisi keprihatinannya atas gempa Yogyakarta serta proses kreatif penulisan puisi dan esainya. Setelah itu barulah acara inti yaitu bedah buku dan pembacaan puisi segera dimulai dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Dengan begitu besarnya antusiasme seniman dan penulis kota Malang, acara yang digelar sejak pukul 19.00 WIB ini baru berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Para tamu yang hadir dalam acara bedah buku yang berlangsung santai dan penuh kekeluargaan ini sebagian besar adalah para anggota dan pengurus sejumlah komunitas penulis dan pecinta seni kota Malang, dosen dan guru bahasa Indonesia, para penyair kota Malang, serta tak ketinggalan pula beberapa wartawan dari sejumlah media surat kabar dan majalah serta para aktivis pers kampus yang ada di kota Malang.
Peluncuran Buku Walikota Malang di Tahun 2008
Pada tanggal 15 Februari 2008, walikota Malang, Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP meluncurkan buku hasil tulisannya. Buku terbaru hasil tulisan beliau ini berjudul “Paradigma & Implementasi Pelayanan Publik – Sumbangan Pemikiran Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Good Governance”. Buku setebal 90 halaman ini yang terdiri dari 5 bab ini diterbitkan oleh Penerbit Kanisius, Yogyakarta dan sempat mendapat tanggapan positif dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, mengingat selama ini belum ada buku yang mengupas mengenai pelayanan publik secara baik. Buku ini juga mendapat dukungan serta pujian dari Bpk. Drs. H. Soekarwo, SH, M.Hum, (sekretaris daerah propinsi Jawa Timur) yang selain memberikan kata pengantar dalam buku ini, juga turut hadir saat peluncuran buku ini pada tanggal 15 Februari 2008 lalu di studio Mahameru TV, kota Malang. Pada acara peluncuran buku tersebut juga dibagikan buku “Paradigma & Implementasi Pelayanan Publik – Sumbangan Pemikiran Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Good Governance” secara gratis kepada para undangan dan wartawan. Buku ini rencananya akan segera beredar di seluruh Indonesia sehingga bisa dibaca oleh semua orang, dan sudah mulai bisa diperoleh di toko-toko buku terdekat di kota Anda.
Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP yang juga peminat budaya, filsafat serta pelestarian lingkungan hidup ini sampai detik ini terbukti telah berhasil menulis sekian banyak judul buku. Beberapa diantara bukunya berjudul “Wasiat Mpu Tantular, Kumpulan Catatan Budaya” (2006), “Di Balik Ramalan Joyoboyo” (2006), “Mari Menanam & Merawat – Konsep Penghijauan Massal” (2007), “Sekolah Seribu Bunga – Konsep Gerakan Penghijauan di Sekolah” (2007), serta gagasannya perihal menyambut tantangan global yang tertuang dalam bukunya yang berjudul “The Rise of The New Tumapel” (2007). Pecinta budaya Jawa yang menguasai bahasa Sansekerta dan bahasa Inggris secara baik ini memang gemar menulis. Beliau juga sering menulis untuk buletin dan majalah pariwisata kota Malang serta beberapa majalah pemerintahan di lingkungan kotamadya Malang. Editor buku-buku beliau, Mas Liga Alam, yang juga merupakan salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang sempat berkomentar bahwa bagi Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP, tiada hari tanpa membaca dan menulis. “Bahkan beliau sendiri sering menyempatkan diri untuk membalas email-email yang masuk dari masyarakat kota Malang demi meningkatkan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat,” demikian menurut penuturannya.
Acara Bedah Buku Franz Kafka di Kota Malang
Bedah buku karya Franz Kafka yang berjudul “The Metamorphosis” yang diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang pada tanggal 10 Februari 2008 di area lobi gedung Perpustakaan Kota Malang berlangsung cukup meriah. Dengan narasumber yaitu Mbak Nasti Mudita - seorang pecinta buku sekaligus penulis yang saat ini sedang menuntut ilmu di Australia, acara ini terasa hidup oleh diskusi dan tanya jawab seputar karya-karya besar Franz Kafka, penulis berkebangsaan Austria yang telah banyak menelorkan beberapa buku novel beraliran absurditas. Tidak hanya Mbak Nasti Mudita yang jauh-jauh datang dari Australia demi menyempatkan diri membedah buku karya Franz Kafka, acara bedah buku ini selain dihadiri oleh para penulis kota Malang, juga dihadiri pula oleh Wawan Eko Yulianto – penterjemah beberapa buku yang karya terjemahannya sempat diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan beberapa penerbit besar lainnya.
Dalam acara bedah buku ini juga sempat disinggung mengenai tulisan resensi Wawan Eko Yulianto yang sempat dibajak habis-habisan oleh seorang dan sempat lolos terbit dalam sebuah surat kabar nasional. Kejadian ini sempat menghebohkan beberapa milis di internet. Protes tidak hanya dilontarkan oleh beberapa penulis asal kota Malang sebagai wujud solidaritas terhadap Wawan Eko Yulianto, namun juga banyak dikemukakan oleh milis komunitas penulis buku di Yogya, Jakarta dan Surabaya. Beberapa milis seperti komunitas Pasar Buku, milis Apresiasi Sastra dan juga milis Forum Penulis Kota Malang sempat ramai oleh tulisan-tulisan bernada protes terhadap fenomena bajak-membajak ini. Wabah pembajakan sinopsis seperti ini mulai marak. Para pembajak biasanya tinggal menyalin karya tulisan sinopsis mengenai buku-buku baru dari internet, terutama blog-blog pribadi para penulis maupun dari blog suatu komunitas penulis di internet. Dalam hal ini rupanya sang pembajak sempat menyalin sinopsis buku novel yang berjudul “Turquoise” yang dipublikasikan dalam blog milik Wawan Eko Yulianto maupun di blog Forum Penulis Kota Malang di http://klipingfpkm.multiply.com dan berhasil lolos terpublikasi secara luas di sebuah surat kabar nasional. Sang pembajak mengganti nama penulis sinopsis asli buku tersebut dengan nama dirinya seakan-akan sinopsis itu adalah hasil tulisannya sendiri. Tampaknya sang pembajak ini bukan kali ini saja berhasil mengelabui media massa, namun sudah berulang kali dan setiap kali melakukan aksinya selalu disertai permintaan maaf kepada yang naskah tulisannya dibajak, namun di kemudian hari ia kerap kali mengulangi perbuatannya dengan selalu meminta maaf dan meminta maaf lagi. Tampaknya budaya minta maaf seakan dijadikan senjata agar si pelaku untuk lolos dari etika moral dan tuntutan hukum. Padahal kalau diamati, sang pembajak ini bahkan pernah menulis endorsement di kaver belakang buku novel “Turquoise” . Kalau sudah begini, siapa yang patut disalahkan, sang pembajak ataukah si penulis resensi buku yang memampang karya tulisannya di blog pribadi. Tampaknya masalah bajak membajak seakan semakin menjadi tren di dunia tulis-menulis negeri ini. Sungguh sebuah fenomena yang memprihatinkan!
FORUM PENULIS KOTA MALANG MERAMBAH DUNIA
Komunitas penulis di kota Malang, Forum Penulis Kota Malang (FPKM) yang baru saja berulang tahun yang pertama di bulan Oktober 2007 yang baru lalu, kini sedikit demi sedikit mulai membentangkan semangat menulis tidak hanya pada para penulis yang berdomisili di Indonesia, namun juga bahkan mulai merambah mancanegara. Para TKI dan TKW yang bekerja di Hong Kong demi mengais dolar, juga mulai ketularan semangat menulis. Bahkan persatuan TKI dan TKW asal Indonesia yang bermukim di Hong Kong juga senantiasa berkomunikasi dan bertukar pikiran serta pengalaman dalam hal kesusasteraan khususnya tulis menulis fiksi dengan anggota dan pengurus FPKM. Tak jarang bahkan para TKI dan TKW asal Indonesia di Hong Kong juga menyumbangkan tulisan baik fiksi maupun puisi melalui milis FPKM. Kehadiran FPKM juga berfungsi ganda sebagai sarana bersilaturahmi antar negara. Tidak hanya dengan warga perantauan asal Indonesia yang bermukim di luar negeri, namun juga dengan warga negeri jiran, Malaysia yang juga mengenal FPKM lewat blog dan milis di internet. FPKM juga mulai dikenal di Kanada, Australia dan Jerman. Umumnya yang menjadi anggota FPKM di luar negeri adalah mahasiswa dan juga penterjemah bahasa. Bahkan baru-baru ini, salah satu anggota baru FPKM yang bermukim dan menuntut ilmu di Australia menyempatkan diri bersilaturahmi dan hadir dalam pertemuan dua mingguan komunitas penulis asal kota Malang ini. “Mumpung masih liburan semester, Mas, jadi saya sempatkan ikut pertemuan FPKM di kota Malang”, demikian komentar Dita, mahasiswi sebuah universitas ternama di Sydney Australia. Mumpung bertemu langsung dengan anggota baru yang bermukim di luar negeri, maka kesempatan ini tidak disia-siakan oleh FPKM untuk mencari peluang menerbitkan buku di luar negeri, seperti halnya di Australia, mengingat untuk menerbitkan buku novel atau non fiksi di luar negeri biasanya harus melalui agen perantara. Jadi tidak bisa langsung antara penulis dan penerbit, harus ada perantaranya. Untuk itulah FPKM sempat minta tolong pada Dita untuk mencoba menggali informasi lebih banyak mengenai bagaimana prosedur dan persyaratan bagi warga Indonesia untuk dapat menerbitkan bukunya di luar negeri seperti Australia misalnya. “Saya usahakan untuk mencari informasi mengenai hal itu,” demikian janji Dita. Semoga di masa mendatang akan semakin banyak penulis Indonesia yang bisa go internasional dan menghasilkan karya sastra yang tidak hanya kondang di negeri sendiri namun juga bisa merambah manca negara. Tidak ada hal yang mustahil tentunya bila kita mau berusaha.
Renovasi Perluasan Ruang Baca Perpustakaan Kota Malang
Minat baca warga kota Malang semakin besar. Perpustakaan Kota Malang sebagai wahana wisata baca telah terbukti menarik minat sebagian besar warga kota Malang, bukan hanya kawula mudanya, namun juga anak-anak, hingga kaum dewasa. Setiap harinya, perpustakaan yang terletak di Jalan Raya Ijen kota Malang ini senantiasa dibanjiri pengunjung yang jumlahnya sekitar 1500 orang, dan jumlah ini senantiasa meningkat, padahal di desa-desa juga sudah disediakan perpustakaan desa maupun mobil perpustakaan keliling. Ini berarti rasa haus akan ilmu pengetahuan di kalangan warga kota maupun desa di wilayah Malang raya seakan terobati. Namun demikian demi meningkatkan kenyamanan baca dan kapasitas tampung pengunjung, maka pihak perpustakaan kota Malang telah melakukan renovasi perluasan ruang di lantai dua sehingga ruang baca maupun ruang untuk koleksi buku lebih terasa lapang dan nyaman. Belum lagi, terdapat juga ketersediaan fasilitas internet wi-fi maupun begitu banyak colokan listrik yang bisa digunakan oleh para pengunjung yang membawa laptop guna berselancar di dunia maya secara gratis. Dengan adanya fasilitas yang nyaman, maka diharapkan para pengunjung perpustakaan akan betah berlama-lama membaca dan menimba ilmu di perpustakaan yang terkesan bersih dan rapi ini.
“Sampai awal tahun 2008 ini, koleksi buku di perpustakaan umum dan arsip kota Malang ini telah mencapai 100 ribu eksemplar lebih, yang terdiri dari 70 ribu judul buku, mulai dari buku fiksi dan non fiksi. Khusus untuk buku anak-anak di perpustakaan ini tercatat terdapat sekitar 10 ribu eksemplar buku. Koleksi buku yang sudah mencapai puluhan ribu dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini, membuat perpustakaan umum kota Malang menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Jumlah pengunjung yang mencapai ribuan setiap harinya ini diharapkan akan terus meningkat, mengingat kami juga telah membuka layanan kunjungan pada malam hari, serta pada hari Sabtu dan Minggu, karena perpustakaan merupakan media rekreasi edukatif,” demikian tutur Bapak Drs. Jemianto, Kepala Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang.
REKOR PENERBITAN MAJALAH “THE BULLETIN”
Majalah berita dan hiburan terbitan Australia, “The Bulletin” akhirnya mengakhiri perjalanan panjangnya sebagai salah satu media cetak dengan rekor terbit yang cukup lama sejak pertama kali terbit pada tahun 1880. Edisi terakhir majalah ini terbit pada 8 Januari 2008 lalu. Banyak pihak yang menyayangkan penutupan majalah yang sudah terbit lebih dari seratus tahun ini, namun tampaknya alasan pembiayaan dan pangsa pasar yang semakin menurun telah memaksa majalah ini gulung tikar. Pada saat pertama kali terbit di tahun 1880, sesuai namanya, majalah ini hanyalah sekedar buletin berita dan hiburan yang tampil dengan tampilan sangat sederhana dengan bahan kertas murahan dan ilustrasi berupa gambar coretan sederhana, sangat berbeda jauh dengan penampilan edisi terakhir yang terbit pada 8 Januari 2008 lalu dengan bahan kertas bertekstur halus dengan kualitas prima, kaver (sampul) yang elegan serta isi yang berbobot dan menarik.
Seperti halnya krisis media cetak yang melanda pasar Amerika akibat banyak konsumen yang beralih pada informasi yang berbasis internet, tampaknya hal ini juga mulai melanda Australia, walau dampaknya tidaklah separah seperti yang dialami oleh Amerika. Di Amerika konon bahkan kabarnya sudah puluhan media surat kabar dan majalah yang gulung tikar akibat banyak para konsumen pembaca yang beralih pada teknologi internet yang lebih murah. Beberapa media surat kabar dan majalah lainnya sebagian besar banyak yang beralih format dari versi cetak menjadi versi online di internet. Hal ini tidak mengherankan, mengingat pengguna teknologi internet di Amerika jumlahnya meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
ACARA BEDAH BUKU “VITA BREVIS”
Pada tanggal 27 Januari 2008, Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bedah buku novel fiksi bertema reliji yang berjudul “Vita Brevis - Pengakuan” karya Jostein Gaarder dengan pembicara Carolina Neolen. Bedah buku ini digelar di ruang lobi gedung Perpustakaan Kota Malang. Dalam buku novel fiksi tersebut dikisahkan bagaimana manusia ternyata senantiasa membutuhkan pengakuan dari sesamanya demi rasa percaya diri dan eksistensinya dalam menjalani kehidupan dan dalam berinteraksi sosial kemasyarakatan. Bagaimana dosa masa lalu dapat demikian menghantui kehidupan seseorang, bahkan terhadap seorang pemuka agama yang dihormati. Bayangan dosa dapat demikian menyiksa batin dan membawa seseorang pada penyesalan tanpa akhir yang akhirnya membawa penderitaan dan kematian. Pengakuan sesama manusia dan pemaafan diri setidaknya bisa menjadi obat untuk melupakan dosa masa lalu dan memulai lembaran baru kehidupan yang lebih baik dan lebih bijak. Mungkin itulah hikmah yang dapat dipetik dari buku yang berjudul “Vita Brevis” ini. Bedah buku novel ini dihadiri oleh para anggota dan pengurus Forum Penulis Kota Malang yang pada kesempatan tersebut banyak berdiskusi mengenai pro dan kontra pentingnya sebuah pengakuan dari sesama manusia demi rasa percaya diri dan juga demi bertumbuhnya semangat untuk terus berkarya dan berkreasi dalam setiap aspek kehidupan.
ACARA BEDAH BUKU “NOLI ME TANGERE”
Pada 13 Januari 2008, Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara bedah novel “Noli Me Tangere” (bahasa tagalog/Filipina = jangan sentuh aku) karya Jose Rizal dengan pembicara Trias Pratiwi, dan pokok bahasan dalam acara ini cukup menarik. Acara bedah buku ini bertempat di ruang lobi gedung Perpustakaan Kota Malang. Jose Rizal dikenal sebagai seorang penulis dan pejuang HAM Filipina yang sekaligus pahlawan nasional Filipina dalam memberontak terhadap bangsa Spanyol sebagai kaum penjajah yang saat itu memakai tameng pihak gereja demi mengukuhkan kekuasaannya di tanah jajahan. Karya besar buku Noli Me Tangere merupakan sebuah pengungkapan fakta kelam di masa lalu tentang kekejaman sebuah doktrin agama yang disalahgunakan sebagai alat pengukuhan penjajahan bangsa Spanyol di Filipina untuk menindas rakyat sekaligus kemanusiaan.
Trias Pratiwi berhasil mengangkat isu kemanusiaan di balik penulisan karya besar Jose Rizal ini. Bedah buku ini dihadiri oleh segenap anggota dan pengurus FPKM yang turut prihatin bahwa sudah sejak lama doktrin agama di berbagai peradaban bangsa di berbagai belahan bumi ini sering kali disalahgunakan demi pembenaran sebuah upaya penindasan dan penjajahan oleh suatu bangsa terhadap bangsa lainnya atau suatu golongan terhadap golongan lainnya. Dalam sejarah manusia sejak ribuan tahun lalu, sering kali agama disalahgunakan dan disalahartikan untuk membenarkan tindak kekejian pembunuhan terhadap sesama manusia. Untuk itulah demi alasan kemanusiaan, sudah seharusnya umat manusia belajar bersikap toleran terhadap agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Sesungguhnya ajaran Tuhan dalam agama mana pun adalah supaya saling mencintai dan kasih terhadap sesama umat manusia dan menerima segala perbedaannya demi kemanusiaan dan majunya peradaban, dan bukannya demi menebar bibit kebencian, permusuhan atau pun keangkaramurkaan yang pada akhirnya akan mengarah kepada kehancuran peradaban. Itulah intisari hikmah yang dapat dipetik dari bedah buku “Noli Me Tangere” karya Jose Rizal - seorang pejuang HAM dan sekaligus penulis dari Filipina yang akhirnya konon harus mati di tiang gantungan demi sebuah upaya kemanusiaan mengungkap ketidakadilan penjajahan bangsa Spanyol di Filipina yang menyalahgunakan ajaran agama demi mencapai tujuan-tujuannya.
PELUNCURAN BUKU NOVEL FENOMENAL ENDANG AXL
Mengawali tahun 2008, Endang Axl, penulis pemula yang juga merupakan anggota baru Forum Penulis Kota Malang yang bermukim di Jakarta, baru-baru ini meluncurkan novel fenomenalnya yang berjudul “Berdialog dengan Kematian”. Novel dengan gambar sampul yang demikian indah ini diterbitkan oleh penerbit Aditya Meliawan, Jakarta dan sudah bisa diperoleh di toko buku Gramedia maupun toko-toko buku terdekat di kota Anda. Novel unik dan tidak biasa ini sepertinya berusaha menggabungkan aliran absurditas, post modern, dan aliran klasik sedemikian rupa dengan lika-liku cerita yang enak untuk dibaca. Penggambaran yang sangat detil, dan mudah dicerna merupakan salah satu keunggulan novel anak negeri ini. Membaca novel ini membuat kita selalu penasaran untuk membuka halaman demi halaman berikutnya demi mengetahui bagaimana kisah ini berlanjut. Meski menurut penulisnya sendiri, ia adalah penulis pemula, namun alur dan gaya berceritanya enak untuk diikuti. Endang Axl berhasil membedah karakter tokoh-tokohnya, dengan bahasa yang mengalir lancar sehingga tidak membuat jenuh para pembacanya. Novel yang unik ini seakan mencoba mengkombinasikan tema klenik dan teknokrat futuristiknya Jules Verne, kehidupan purba dengan Lost World-nya Sir Arthur Conan Doyle, serta cerita horornya Alfred Hitchcock dan Stephen King. Benar-benar novel yang tidak biasa dan membangkitkan imajinasi para pembacanya. Bila Anda pembaca setia novel yang bosan dengan kisah-kisah klise percintaan, mungkin novel ini bisa menjadi alternatif untuk melengkapi koleksi buku Anda.
Komitmen Universitas Islam Negeri Malang Menerbitkan Buku
Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mulai merambah bisnis buku berbasis Islam. “Setiap judul buku yang diterbitkan rencananya ditargetkan harus laku minimal 1000 eksemplar,” demikian komitmen Universitas Islam Negeri Malang (UIN), menurut Pembantu Rektor I UIN, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo. “Buku yang sudah kami terbitkan mengupas tentang ilmu murni dan terapan, tetapi bedanya kupasannya ditinjau dari penelitian, Al-Quran dan Hadis,” tutur Prof. Dr. Mudjia Rahardjo. Pada tahap pertama ini paling sedikit sudah 50 judul buku yang kini sudah diterbitkan, salah satu diantaranya adalah yang berjudul “Memadu Sains dan Agama, Fisika dan Al-Quran”. Untuk tahap kedua nanti rencananya akan diterbitkan 94 judul buku berbeda, yang diantaranya bertema kesehatan mental Islam, hadis-hadis ekonomi serta Islam Jawa. “Untuk merealisasikan hal ini, target utama para pembaca tentu saja adalah para mahasiswa dan pelajar serta masyarakat umum, sementara untuk para penulis bukunya sendiri diharapkan para dosen UIN dapat bertindak sebagai pelopor. Untuk itu setiap dosen dari total 247 dosen UIN Malang, diharapkan dapat terus menerus menelurkan karya pemikiran yang tertulis dalam buku, sehingga mampu mengembangkan kualitas pembelajaran dan keilmuwan yang lebih spesifik dan lebih mendalam lagi. Tentunya setelah melakukan penelitian secara akurat sebelum menulis sebuah buku. UIN ingin menjadi lembaga yang akan mendobrak dikotomi agama dan keilmuwan itu. Satu-satunya cara yang paling efektif adalah dengan melalui penulisan buku, karena buku akan terus digunakan hingga bertahun-tahun,” demikian ungkap Prof. Dr. Mudjia Rahardjo. Hal ini bukanlah sekedar janji belaka, karena beberapa buku filsafat terbitan UIN terbukti telah menjadi best seller di pasaran.
Gramedia Book Fair 2008 di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah pameran buku fenomenal di awal tahun 2008 yang diprakarsai oleh Toko Buku Gramedia terbukti telah banyak menyita perhatian masyarakat kota Malang. Pameran dan obral buku terbesar yang digelar sejak 1 Februari hingga 17 Februari 2008 bertempat di Plasa Araya kota Malang ini memamerkan begitu banyak koleksi buku terbitan Gramedia dengan harga yang sangat fantastis. Diskon harga yang diberikan benar-benar menggiurkan para pengunjung pameran yang senantiasa memadati pameran buku ini. Bukan Gramedia kalau tidak semeriah ini. Pameran buku dengan koleksi lengkap buku-buku bermutu ini mengundang perhatian masyarakat kota Malang mulai dari kalangan anak-anak, remaja dan dewasa. Tidaklah mengherankan karena buku-buku yang dipamerkan adalah buku-buku bermutu mulai dari buku cerita anak, novel remaja, novel dewasa, buku hobi, aneka majalah, aneka alat tulis lengkap, buku ilmiah, buku pengetahuan, buku tanaman hias, dan banyak lagi. Bahkan terdapat juga aneka buku tips, aneka tabloid dan juga komik yang jumlah dan variasinya benar-benar memukau para pengunjung pameran ini. Toko Buku Gramedia di kota Malang memang tidak hanya menggelar obral diskon di kala pameran saja, namun di hari biasa pun, toko buku favorit warga kota Malang ini juga senantiasa memberikan potongan harga yang cukup menarik setiap harinya. Mulai dari obral aneka majalah hingga obral buku-buku best seller. Tak kenal maka tak sayang, mungkin itulah sebutan yang paling tepat bagi toko buku yang satu ini, karena tak bosan-bosannya selalu memberikan kejutan bagi masyarakat pecinta buku di kota Malang.
FORUM PELANGI – KOMUNITAS SENI DI KOTA MALANG
“Forum Pelangi”, demikian nama komunitas ini dikenal. Komunitas penulis, sastrawan maupun seniman di kota Malang ini mencoba merangkul semua aspek seni, baik seni tulis menulis, kewartawanan, seni puisi maupun para praktisi dan kritikus seni di kota Malang. Komunitas hasil binaan novelis kenamaan Ratna Indraswari ini para anggotanya terdiri dari berbagai lapisan umur maupun juga berbagai komunitas yang ada di kota Malang. Komunitas yang bermarkas di kediaman Ratna Indraswari Ibrahim di Jalan Diponegoro, Malang, ini juga dilengkapi dengan kehadiran toko buku “Tobuki” yang menyediakan buku-buku bermutu dengan harga yang cukup terjangkau. Sudah menjadi kebiasaan di kota Malang, antar komunitas seni yang satu dengan komunitas seni yang lain saling berkoordinasi dan berinteraksi. Dalam Forum Pelangi ini misalnya, para anggotanya juga merupakan anggota dan pengurus komunitas-komunitas yang ada di kota Malang, seperti para aktivis pers kampus, komunitas wartawan, komunitas penulis “Forum Penulis Kota Malang”, sanggar-sanggar seni (para pelukis, dramawan, seni topeng), toko-toko buku dan penerbit di kota Malang, maupun para penikmat seni secara umum. Tak kenal maka tak sayang, mungkin itulah kata yang tepat untuk komunitas yang satu ini.
Dalam setiap pertemuan, yang biasanya diadakan di akhir bulan, tema yang diangkat senantiasa beragam dan cukup variatif. Mulai dari kiat menulis, aspek pertelevisian, bedah buku, maupun dialog antar komunitas. Pertemuan bulanan ini biasanya dimulai pada sore hari hingga malam hari, dan terkadang hingga tengah malam, karena para anggota komunitas ini sangat tekun untuk saling berbagi dan berdiskusi mengenai banyak hal. “Yang paling sering biasanya kalau kumpul ya foto-fotoan, selain berdiskusi santai sambil makan penganan sekedarnya”, menurut salah satu anggota komunitas ini. Yang menarik, untuk menjadi anggota komunitas ini tidak dipungut biaya, jadi siapa saja, tua maupun muda boleh menjadi anggota, asalkan mempunyai minat dalam hal seni dan juga harus dituntut kreatif untuk terus berkarya.
Dengan didukung oleh toko buku “Tobuki”, toko buku milik Mbak Ratna Indraswari Ibrahim ini, maka biasanya kalau ada buku baru yang dipajang di toko buku tersebut, maka pada setiap pertemuan akan dibahas atau dijadikan bahan diskusi, terutama bila penulisnya adalah penulis yang bersedia hadir dalam acara komunitas ini. Sudah sekian banyak penulis buku turut meramaikan kegiatan bedah buku yang diselenggarakan oleh komunitas ini. Tentu saja, karena dengan kehadiran komunitas ini maka bisa menjadi ajang promosi bagi para penulis berbakat untuk mempromosikan buku tulisannya. Mulai dari buku bertema sastra, hingga yang bertema relijius pernah dibahas di komunitas ini. Biasanya para penulis yang bukunya dibedah di komunitas “Forum Penulis Kota Malang”, juga akan dibedah pula dalam acara diskusi di komunitas “Forum Pelangi” ini. Buku-buku yang dibahas bukan melulu buku-buku terbitan baru, namun juga buku-buku terbitan lama, atau bahkan buku-buku antik jaman Belanda atau era orde lama. Hal ini tidak mengherankan karena anggota komunitas ini ada juga yang mempunyai usaha dagang buku-buku antik, sehingga komunitas ini menjadi sarana yang tepat untuk mempromosikan buku-buku yang dijual di toko-toko buku di kota Malang.
Saking terkenalnya nama Ratna Indraswari Ibrahim dan komunitasnya, maka Mbak Ratna Indraswari bahkan pernah sempat diwawancarai dan diliput oleh kru Trans7 – sebuah televisi swasta nasional. Tentu saja tak ketinggalan acara foto-fotoan bersama kru televisi Trans7. Mas Agung, salah satu pengurus komunitas “Forum Pelangi” biasanya tampil sebagai moderator dalam setiap pertemuan komunitas ini dan juga berperan sebagai secretariat dan informasi bilamana ada yang tertarik untuk turut meramaikan kegiatan komunitas ini.
Sebagai seorang novelis senior tanah air, Mbak Ratna Indraswari Ibrahim dalam setiap pertemuan senantiasa memberikan motivasi dan juga berbagi pengalamannya sebagai seorang penulis pada rekan-rekan komunitas yang masih pemula dalam dunia tulis menulis dan seni. Jadi, dialog dan diskusi sepenuhnya berlangsung secara santai, tanpa ada istilah sungkan dan malu untuk bertanya. Siapapun akan dengan senang hati untuk membantu memecahkan masalah maupun pertanyaan yang dihadapi oleh para penulis pemula. Bahkan rekan-rekan wartawan baik dari komunitas pers kampus maupun wartawan koresponden berbagai surat kabar yang ada di Malang juga turut berbagi ilmu dan saling menimba pengalaman.
“Hidup adalah sebuah proses belajar, jadi tidak ada kata terlambat untuk menimba ilmu dan berbagi pengetahuan dengan orang lain!” Jadi semua orang perlu untuk terus belajar dan terus berkarya, karena dengan berkarya pengetahuan dan wawasan kita akan turut berkembang. Mengenai jadwal pertemuan biasanya diinformasikan dari mulut ke mulut antar para anggota baik lewat sms maupun lewat telepon. Karena para anggota komunitas ini juga merupakan anggota dan pengurus dari berbagai komunitas di Malang, maka setiap kali diadakan pertemuan, maka biasanya anggota komunitas ini yang hadir jumlahnya selalu membludak, bahkan pernah ada yang sampai hanya kebagian duduk di teras rumah karena ruang tamu rumah Mbak Ratna dipenuhi para anggota yang hadir. Tampaknya Mbak Ratna dan kreativitasnya telah mengundang banyak orang untuk turut berbagi dan menimba
BLOG FORUM PENULIS KOTA MALANG
Berganti tahun berarti berganti pula penampilan dan desain. Blog komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang (FPKM) yang baru saja genap berulang tahun yang pertama, kini memiliki alamat situs url yang baru, yaitu di http://forumpenuliskotamalang.blogspot.com . Perpindahan ini bukan tanpa alasan, selain untuk mengubah penampilan desain blog, juga terjadi perpindahan server dari server lama ke server baru. Tampilan yang baru kini lebih informatif karena memuat berbagai informasi terbaru di bidang dunia kepenulisan maupun dunia perbukuan di Indonesia.
PESTA TAHUN BARU FORUM PENULIS KOTA MALANG
Mengakhiri tahun 2007, komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang menggelar acara renungan dan sekaligus pesta tahun baru menyambut pergantian tahun 2008. Acara pesta kecil-kecilan berlangsung di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai permainan games khas penulis seperti permainan scrable bahasa Indonesia serta aneka permainan lainnya. Tak ketinggalan pula acara nonton bareng pesta kembang api tahunan yang berlangsung di sepanjang Jalan Raya Ijen Kota Malang. Juga acara foto bersama dan kilas balik kegiatan komunitas penulis serta aneka informasi penting dunia kepenulisan.
Pameran Buku Awal Tahun 2008
Mengawali tahun 2007, sebuah pameran buku Islam digelar di kota Malang. Pameran dan obral buku Islam terbesar ini berlangsung mulai tanggal 1 Januari 2008 hingga 7 Januari 2008 dengan bertempat di halaman parkir Gedung Perpustakaan Kota Malang, Jawa Timur. Acara pameran buku ini dimeriahkan pula dengan berbagai acara bedah buku, diskon super murah dan juga stand busana maupun mainan anak bertema Islam. Beberapa penerbit buku ternama turut berpartisipasi dalam ajang pameran tahunan ini. Acara pameran yang dibuka mulai pagi hingga malam hari ini terbukti mengundang perhatian sebagian besar masyarakat kota Malang terlihat dari jumlah pengunjung yang datang. Jumlah pengunjung perpustakaan kota Malang yang dalam sehari bisa mencapai 1500 orang dengan adanya event khusus seperti pameran buku ini jumlah pengunjung bisa bertambah berkali lipat. Walau sempat diguyur hujan pada hari pertama pembukaan pameran, namun antusiasme warga kota Malang telah membuktikan bahwa minat baca dan tulis di kota ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi harga buku dewasa ini semakin terjangkau dengan hadirnya banjir diskon seperti yang digelar dalam pameran buku kali ini.
Pameran Buku Akhir Tahun 2007
Toko buku Gramedia kembali mengadakan pameran buku di kota Malang. Kali ini demi menyambut perayaan akhir Tahun. Pameran buku terbesar dan terlengkap tahun ini diselenggarakan di Plaza Araya mulai 30 November 2007 sampai dengan 9 Desember 2007. Acara pembukaan pameran buku Gramedia kali ini berlangsung cukup meriah. Acara pameran buku ini dibuka secara resmi pada tanggal 30 November 2007 pukul 10.00 WIB pagi dengan dimeriahkan drumband siswa TK Al-Kautsar Malang yang beberapa saat lalu sempat menjuarai “Blast Open Marching Competition Jawa-Bali Tahun 2007” di posisi peringkat teratas. Menyusul dimeriahkan pula oleh Marching Band “Gita Swara” BA Restu – Malang yang beberapa waktu lalu sempat meraih juara II dalam parade marching band se-Malang Raya. Pada 30 November 2007 pukul 19.00 WIB malam, diadakan pula talk show demi memeriahkan pameran buku yang diprakarsai oleh Gramedia ini. Sebagai pembicara dalam acara talkshow tersebut adalah para penulis novel seperti Christian Simamora, Raditya Dika dan Windy Ariestanty. Tidak meriah rasanya sebuah pameran buku bila tidak dibanjiri oleh harga diskon. Dalam pameran buku Gramedia kali ini diskon yang diberikan antara 15% hingga diskon gila-gilaan yang mencapai 80%. Demi menyambut peluncuran buku Harry Potter edisi terbaru versi bahasa Indonesia yang rencananya akan terbit awal Januari 2008, dalam pameran buku kali ini ada juga kesempatan unik bagi para pengunjung pameran buku untuk berfoto dengan mengenakan atribut pakaian ala Harry Potter dari sekolah sihir Hogwarts. Tentu saja kesempatan langka ini langsung mendapat sambutan meriah dari para pengunjung pameran buku akhir tahun Gramedia.
Pameran Foto Peringatan 1 Tahun Gempa Yogya
Galeri seni Ken Arok yang bertempat di gedung Perpustakaan Kota Malang pada tanggal 20 – 27 November 2007 kembali dipenuhi pengunjung. Maklum saja pada tanggal tersebut digelar pameran foto peringatan 1 tahun musibah gempa Yogyakarta. Foto-foto indah dan ekspresif hasil jepretan Tarko Sudiarno banyak mengundang decak kagum dari para pengunjung pameran. Pembukaan acara pameran foto tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh para seniman, penikmat seni dan juga masyarakat kota Malang. Sastrawan terkenal seperti Sindhunata, dan banyak lagi turut hadir dalam acara ini dan mendapat banyak perhatian dari para penggemar sastra dan para penulis kota Malang. Obrolan santai pun sempat digelar bersama sesama penikmat seni dan seniman kota Malang, dan ini merupakan kesempatan yang cukup langka untuk bisa berdiskusi langsung dengan sastrawan legendaris sekaliber Sindhunata yang banyak diburu para penulis untuk dapat memberikan endorsement bagi buku-buku tulisan mereka. Walau acaranya seputar dunia fotografi, namun cukup banyak wartawan maupun penulis yang antusias untuk berdiskusi seputar dunia fotografi dan juga kepenulisan.
Lomba Penulisan Cerpen Tingkat SMU di Malang
Perhatian pemerintah kota Malang terhadap minat baca tulis khususnya di kalangan para pelajar ternyata cukup baik. Hal ini terbukti dengan diadakannya lomba penulisan cerpen di kalangan siswa sekolah menengah umum di seluruh Malang (Jawa Timur) yang diadakan oleh Perpustakaan Kota Malang bekerja sama dengan pemerintah kotamadya Malang. Dengan iming-iming hadiah yang menarik dan juga beasiswa, lomba cerpen ini terbukti banyak menarik minat para pelajar kota Malang. Semakin hari memang semangat menulis di kalangan pelajar kota Malang semakin tinggi, ini terbukti bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini saja, bahkan siswa-siswa SMP pun juga sudah banyak yang menelorkan karya berupa novel maupun artikel cerpen yang dimuat di berbagai media massa nasional. Semoga untuk ke depannya semangat membaca dan menulis tetap berkembang pesat demi kekayaan dan keanekaragaman karya anak bangsa negeri ini. Minat baca dan tulis warga kota Malang semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya para pengunjung perpustakaan sekolah, maupun perpustakaan umum di kota Malang, demikian juga membludaknya pengunjung setiap diadakan acara pameran buku maupun acara bedah buku. Dalam rangka menjembatani dan menumbuhkan minat menulis di kalangan generasi muda kota Malang, maka pada tanggal 28 November 2007 yang baru lalu diselenggarakan acara lomba penulisan cerita pendek bagi siswa-siswi SMU se-kota Malang. Dalam acara tersebut diadakan pula acara sarasehan dan demo cara menulis cerita pendek yang baik dan berkualitas yang diselenggarakan di gedung Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang. Acara yang berlangsung hingga sore hari dan mendapat sambutan yang cukup meriah dari warga kota Malang, khususnya para pelajar, mahasiswa dan pecinta sastra.
Temu Penggemar dan Bedah Buku Novel Karya Penulis Gagas Media
Suasana Perpustakaan Kota Malang tanggal 30 November 2007, kembali meriah dan gegap gempita dengan kehadiran beberapa penulis novel ternama di kota Malang. Kali ini yang hadir adalah para penulis novel terbitan Penerbit GagasMedia, seperti Raditya Dika, Christian Simamora dan Windy Ariestanty. Ketiganya hadir dalam acara jumpa penulis dan juga acara ngobrol santai yang diadakan di hall ruangan lobi gedung Perpustakaan Kota Malang. Dalam kesempatan dimeriahkan dengan acara bedah buku karya Raditya Dika yang berjudul “Radikus Makan Kakus” dan juga “Cinta Brontosaurus”. Acara ini berlangsung seru dan kocak karena diselingi humor-humor segar dan juga acara tanya jawab serta pembacaan puisi dari partisipan yang hadir. Sebagian besar pengunjung yang hadir dalam acara ini adalah para siswa-siswi SMU mengingat buku novel yang dibahas memang bertema novel teenlit. Di akhir acara ada pembagian doorprize bagi para pembaca puisi yang mengisi acara bedah buku ini, dan tentu saja doorprize yang dibagikan adalah buku-buku novel yang sempat dibedah serta dibahas dalam acara temu penggemar dan bedah buku kali ini.
Festival Buku Malang 2007 – Buku untuk Semua
Festival Buku Malang 2007 yang tahun ini mengambil tema “Buku Untuk Semua” kembali digelar di Gedung perpustakaan Kota Malang. Acara pembukaan festival buku kali ini begitu semarak dengan tarian barongsai yang dibawakan oleh kelompok “Barongsai 5 Benua” dari Malang sebagai atraksi acara pembukaan Festival Buku Malang 2007. Pameran Buku Tahunan kali ketiga ini dibuka secara resmi oleh Walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP. Kepala perpustakaan kota Malang, Drs. Jemianto, mengungkapkan bahwa penggemar buku serta pengunjung perpustakaan kota Malang dari tahun ke tahun cenderung meningkat dan diharapkan agar minat baca dan tulis dari warga kota Malang semakin nyata terwujud ke depannya. Festival Buku Malang 2007 yang kali ini mengusung tema “Buku Untuk Semua”, digelar selama tujuh hari berturut-turut mulai tanggal 29 Agustus 2007 hingga 4 September 2007. Kegiatan hari pertama Festival Buku Malang 2007 ini diawali dengan acara bedah buku bertema mistik yang berjudul “Dunia Mistik Orang Jawa” terbitan Penerbit LKIS yang diterjemahkan dari buku berbahasa Belanda. Acara bedah buku ini dipadati oleh para pengunjung yang sudah menunggu-nunggu sejak pagi. Dalam acara bedah buku ini, Walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP. yang juga seorang budayawan dan pecinta seni turut menjadi salah satu pembicara dalam acara bedah buku bergaya talkshow ini. Bedah buku yang digelar di ruang lobi Gedung perpustakaan Kota Malang pun segera saja dipadati oleh pengunjung. Sementara di areal stand pameran, para pengunjung bahkan sudah sejak pagi memadati berbagai stand penerbit dan toko buku yang ada. Bahkan sebelum acara pameran itu resmi dibuka, tampak kerumunan pengunjung yang sudah tidak sabar datang untuk melihat-lihat dan membeli beberapa buku yang dijual secara obral.
Beberapa stand penjualan buku bahkan sudah dipadati pengunjung seperti yang terjadi di stand toko buku rabat “Yusuf Agency” yang menjual aneka buku dengan harga super murah. Bayangkan saja, buku novel fiksi trilogi Lord Of The Rings dan The Hobbits terbitan Gramedia hanya dijual seharga Rp 25.000,- , sementara sebuah buku novel fiksi horor berjudul “Drakula” yang bersampul desain gothik hanya dijual seharga Rp 25.000,-. Novel Pramoedya Ananta Toer pun digelar dengan harga super murah yaitu hanya seharga Rp 25.000,-. Bisa dibayangkan bagaimana padatnya pengunjung yang berebut membeli buku dengan harga super murah tersebut. Yang fantastis, novel-novel cinta Harlequin maupun novel bertema horor karangan R.L. Styne terbitan Gramedia pun hanya diobral seharga Rp 5000,-. Bahkan di sela-sela rak yang berderet di stand pameran “Yusuf Agency” terdapat beberapa buah novel terbitan Amerika dalam bahasa Inggris yang diobral hanya seharga Rp 5000,-. Bukan hanya buku bertema fiksi saja yang dijual dengan harga super murah, buku non fiksi seperti halnya buku-buku motivasi, buku bertema kesehatan, agama Islam, filsafat, sejarah, gizi makanan, dan cerita anak hanya dijual dengan kisaran harga antara Rp 5000,- hingga Rp 20.000,- .
Penerbit KPG Gramedia pun tak mau kalah juga menggelar obral besar aneka jenis buku mulai dari buku fiksi, non fiksi seharga Rp 5000,- hingga Rp 20.000,- . Terdapat pula berbagai variasi diskon antara 15% hingga 20% untuk buku-buku baru terbitan Gramedia. Bahkan beberapa novel karya Pramoedya Ananta Toer dijual secara paket terdiri dari beberapa judul dengan harga super murah, bahkan ada sebuah novel karya Pak Pram yang hanya dijual dengan harga Rp 20.000,- sementara harga normalnya tentu saja di atas harga tersebut. Tentu saja hal ini mendapat sambutan yang cukup meriah dari para pengunjung pameran, terutama sekali para pecinta buku novel. Kebetulan salah satu penjaga stan pameran KPG Gramedia adalah juga salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang (http://komunitaspenulisfpkm.tripod.com). Penerbit Agromedia bahkan menggelar obral buku murah untuk beberapa novel hanya seharga Rp 5000,- padahal harga normalnya saja ada yang mencapai kisaran Rp 40.000,-. Masing-masing stand penerbit dan toko buku pada Festival Buku Malang kali ini tampaknya saling berlomba menjual berbagai tema buku dengan harga super murah. Bisa dibayangkan berapa uang yang bisa dihemat para pecinta buku apabila dari harga normal buku yang biasanya sekitar Rp 30.000,- hingga Rp 40.000,- menjadi diturunkan hanya sehingga hanya dijual dengan harga sekitar Rp 5000,- hingga Rp 10.000,- saja. Penerbit Andi dari Yogyakarta juga menggelar diskon buku yang cukup menarik mulai dari 15% hingga 20% untuk aneka buku bertema teknologi informasi dan komputer. Kemasan buku yang memang terlihat demikian menarik semakin banyak diminati karena disertai pula dengan potongan harga di bawah harga normal di pasaran. Penerbit Agromedia Pustaka, Media Kita dan Buku Kita juga menggelar aneka buku mulai dari buku bertema kesehatan, buku resep masakan hingga buku komputer dengan kisaran harga yang menarik dan tentu saja juga potongan harga yang lumayan. Bagi para penggemar buku Harry Potter terbitan Bloomsbury bisa mendapatkan tiga macam versi buku terbitan Inggris tersebut dengan harga spesial di stand toko buku Toga Mas yang posisinya berhadap-hadapan dengan stan toko buku rabat “Yusuf Agency”. Di stan toko buku Toga Mas bahkan digelar obral buku komik yang lumayan banyaknya hanya seharga Rp 4500,-an per judul buku. Aneka buku komik terbitan Elex Media Komputindo dan juga penerbit buku komik lainnya semuanya dipatok dengan harga super murah yaitu Rp 4500,- hingga Rp 10.000,- . Penerbit buku komputer Gava Media juga menggelar potongan harga yang lumayan untuk buku-buku bertema komputer yang dijual. Kebetulan salah satu penjaga stand penerbit Gava Media adalah salah satu pengurus komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang yang memang beberapa anggota dan pengurusnya selalu terlibat dalam setiap acara pameran dan bedah buku yang diselenggarakan di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Dalam pameran buku ini ada sebuah stand toko buku yang cukup menarik yaitu stand toko buku Poestaka Rakjat (baca = Pustaka Rakyat). Stand toko buku ini menjual beberapa buku kuno jaman kolonial Belanda, serta beberapa buku jaman Orde Lama dengan harga kurang dari Rp 100.000,- , padahal buku-buku yang dijual tergolong buku-buku bermutu dan lumayan tebal-tebal. Stand ini pun ramai dikunjungi oleh para antusias dan pecinta buku. Stand buku “Ar Ruzz” yang menjual aneka buku bertema Islam pun dikunjungi para kolektor dan pecinta buku bernuansa Islam, sementara stand buku “Dioma” yang selain menjual buku-buku bertema Kristen juga menjual buku-buku fiksi dikunjungi pula oleh pengunjung yang sebagian besar adalah para remaja. Penerbit Agromedia Group juga menggelar diskon buku-buku novel fiksi dengan harga Rp 5000,- hingga Rp 10.000,- padahal harga normalnya saja bisa berkisar antara Rp 30.000,- hingga Rp 50.000,-.
Di beberapa stand buku yang lain bahkan juga dijumpai beberapa novel fiksi yang dijual dengan harga hanya Rp 3000,- saja, padahal pada harga normalnya saja bisa mencapai kisaran Rp 20.000,-an hingga Rp 30.000,-an. Benar-benar fantastis!
Secara umum pameran yang diikuti sekitar 99 penerbit buku dan juga toko buku ini cukup meriah karena selain menawarkan aneka kisaran potongan harga atau rabat yang cukup menggiurkan, juga selalu disemarakkan dengan acara pembagian buku gratis sebagai door prize pada saat acara bedah buku. Seperti contohnya yang terjadi dalam acara peluncuran buku kumpulan puisi sekaligus bedah buku “Surat Kepada Poppy” karya M. Fadjroel Rachman pada tanggal 30 Agustus 2007 yang tak kalah gegap gempitanya dengan begitu banyak penonton. Seorang teman yang merupakan ketua Forum Penulis Kota Malang, David Ardy, bahkan memperoleh kenang-kenangan berupa buku kumpulan puisi tersebut yang langsung juga mendapat tanda tangan dari penulisnya sendiri, Mas M. Fadjroel Rachman. Malam harinya pada tanggal 30 Agustus 2007 kembali diadakan acara bedah buku berjudul “Starbuck The Experience” yang digelar juga di ruang lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang, dimana dalam acara tersebut diulas tentang pengalaman dan suka duka berbisnis waralaba kedai kopi asal Amerika itu yang telah ditulis dalam buku berjudul “Starbuck The Experience”. Dalam acara bedah buku bertema bisnis waralaba itu dibagikan tiga buah buku gratis bagi tiga penanya pertama saat acara bedah buku tersebut digelar.
Pada hari Jumat, 31 Agustus 2007, kembali terbukti respon para pecinta dunia sastra dan perbukuan di kota Malang yang begitu besar saat digelar acara jumpa penulis bersama novelis kawakan, Ratna Indraswari Ibrahim. Acara ini baru dimulai sekitar pukul 18.30 WIB. Seperti telah diketahui bersama bahwa Ratna Indraswari Ibrahim juga merupakan pengelola komunitas penulis Forum Pelangi di kota Malang dan juga mempunyai sebuah toko buku “Pustaka Kayutangan” di rumahnya yang beralamat di Jl. Diponegoro 3 Malang 65111. Alhasil dalam temu penulis ini menjadi ajang kesempatan bagi masyarakat umum dan juga dua komunitas penulis di kota Malang yaitu Forum Penulis Kota Malang dan Forum Pelangi untuk saling berbagi pengalaman, suka duka dan wawasan seputar dunia kepenulisan. Beberapa idealisme penulis juga sempat diungkap dan didiskusikan di sini. Acara temu penulis ini baru berakhir pada malam hari.
Keesokan harinya pada tanggal 1 September 2007 diadakan acara story telling yang diselenggarakan oleh Penerbit buku “Kanisius” pada pukul 10.00 WIB pagi hingga siang hari. Selanjutnya pada pukul 14.00 WIB digelar acara bedah buku novel fiksi bertema absurditas dan kehampaan hidup yang berjudul “Cerita Dante” karya Stefani Hid, yang dalam dalam buku novel ketiganya kali ini memperoleh endorsement yang cukup bagus dari penulis kawakan Budi Darma dan juga Richard Oh. Buku dengan ketebalan 126 halaman ini diterbitkan oleh penerbit Grasindo - Gramedia Widiasarana Indonesia dengan setting lokasi yang menarik baik di Indonesia maupun di Eropa Timur. Bahkan dalam novel ini juga disinggung setting lokasi dengan latar belakang kehidupan tokoh pelaku pasca musibah tsunami yang pernah melanda Nangroe Aceh Darussalam. Dalam bukunya yang ketiga ini sisi penceritaan Stefani semakin matang setelah dua novelnya yang berjudul “Bukan Saya, Tapi Mereka Yang Gila!” (Penerbit KataKita, 2004), dan “Soulmate” (Penerbit KataKita, 2004) yang konon kabarnya juga mengundang kontroversi akibat tema yang lugas dan cenderung provokatif. Malam harinya, yaitu pada pukul 19.00 WIB hingga selesai diadakan pagelaran musik akustik oleh kelompok seniman “Mas Abi CS” demi semakin memeriahkan acara Festival Buku Malang 2007 ini. Sambutan meriah datang dari para penonton yang menyaksikan acara ini.
Pada tanggal 2 September 2007 diadakan acara hiburan untuk keluarga yaitu “Lomba Menata Foto” untuk Anak-Anak dan Orang Tua, hasil kerja sama Perpustakaan Kota Malang bersama Lulu Album. Acara ini mendapat sambutan yang cukup meriah dari warga kota Malang terbukti begitu banyak peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Kemudian pada pukul 11.00 WIB siang, juga terlaksana sebuah talk show dan dialog interaktif penulis novel teenlit yang juga editor buku-buku Walikota Malang, sekaligus salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang, Mas Liga Alam. Dialog yang berlangsung cukup santai dan informatif ini banyak mendapat perhatian dari kalangan penulis di kota Malang yang ingin memperluas wawasan dan pengetahuan seputar dunia kepenulisan. Selanjutnya pada siang harinya yaitu sekitar pukul 13.00 WIB diselenggarakan acara pelatihan cara berhitung secara mudah untuk anak-anak dengan metode “Jarimatika” dengan dipandu oleh Mbak Aginita Kusumawardani.
Pada tanggal 3 September 2007 festival buku ini kembali dimeriahkan oleh acara lomba menggambar kartun bertema “Buku & Masyarakat” yang terbuka untuk masyarakat umum, diiringi dengan diskusi serta bedah puisi “Menjadi Penyair Lagi” bersama penyair nasional Acep Zamzam Noor.
Hari Selasa, tanggal 4 September yang merupakan hari terakhir sekaligus hari penutupan acara Festival Buku Malang 2007 diwarnai oleh dua kegiatan besar yaitu acara pelatihan dan workshop singkat “Mengerjakan Matematika Secara Cepat Ala Math Flash” yang diselenggarakan oleh penerbit buku Wahyu Media dengan dipandu oleh Mas Drajat Permadi. Selanjutnya pada siang harinya pada sekitar pukul 14.30 WIB hingga sore hari diadakan acara jumpa penulis, penerbit, penyalur buku dan pembaca buku dengan mengambil tema “Strategi Penjualan” yang juga memperoleh sambutan tak kalah meriah.
Seperti biasanya di hari terakhir penutupan Festival Buku Malang seperti halnya tahun-tahun yang lalu, menjelang acara penutupan pameran setiap penerbit dan stand toko buku seperti berlomba memberikan acara diskon dan potongan harga gila-gilaan untuk setiap buku yang dipamerkan. Bahkan untuk buku-buku yang pada hari-hari pameran hanya dipatok dengan potongan harga antara 15% hingga 20% di acara akhir penutupan pameran (biasanya antara pukul 20.30 WIB hingga malam hari menjelang penutupan pameran sekitar pukul 22.00 WIB) diskon yang diberikan bahkan bisa mencapai lebih dari 50% hingga 70%. Tentu saja para pengunjung yang sebagian besar merupakan para pecinta buku dengan setia selalu menanti momen-momen berharga ini demi memperoleh buku-buku bermutu dengan harga murah.
Kemenangan Harry Potter
Buku Harry Potter seri terakhir yang berjudul “Harry Potter and The Deathly Hallows” cukup membawa kehebohan tersendiri sebagai akhir dari kisah panjang Harry Potter - seorang tokoh penyihir yang bersekolah di sekolah sihir Hogwarts. Buku yang tebalnya 607 halaman ini dibawakan dengan cara bercerita yang begitu piawai oleh penulisnya, Joanne Kathleen Rowling. Joanne sendiri adalah seorang pecinta buku dan sudah dibiasakan gemar membaca sejak kecil oleh kedua orang tuanya. Rumah kedua orang tua Joanne Kathleen Rowling di Chepstow dipenuhi dengan begitu banyak buku. Joanne Kathleen Rowling menulis buku pertamanya di usia enam tahun dengan judul “Rabbit” (Kelinci) yang diberi judul sendiri olehnya.
Cerita dalam buku Harry Potter seri terakhir ini diawali dengan diadakannya pertemuan rahasia oleh Lord Voldermort yang berencana untuk membunuh Harry Potter dengan mengerahkan segenap kekuatan bala tentara sihir kejahatan beserta antek-anteknya. Severus Snape yang pada awal cerita ini menjadi salah satu antek Lord Voldemort diserahi tugas sebagai salah satu orang kepercayaan Sang Penguasa Kegelapan. Walau akhirnya pada akhir cerita, Severus Snape dibunuh oleh tangan Lord Voldemort sendiri, namun alur cerita Harry Potter seri terakhir ini demikian berliku dan seru.
Harry Potter yang memperoleh peringatan dari para pendukung setianya akan bahaya pembunuhan yang direncanakan Voldemort akhirnya memutuskan untuk mengungsi pindah dari rumah paman dan bibinya yang ada di Jalan Privet Drive. Harry yang akan mengungsi ke rumah keluarga Weasley harus dihadapkan pada bahaya pencegatan oleh kawanan Voldemort. Walau telah diantisipasi dengan menyulap segenap sahabatnya berubah menjadi Harry Potter gadungan dengan ramuan Polyjuice dan terbang berpencar untuk mengalihkan perhatian Voldemort dan anteknya, namun nyaris saja nyawa Harry Potter terenggut oleh Voldemort saat Harry membonceng sepeda motor terbang yang dikemudikan oleh Hagrid. Kalau saja tak ada dinding benteng sihir pelindung tak nampak yang dibuat oleh Ted Tonks dan Dromeda Tonks (kedua orang tua Nymphadora Tonks, salah satu sahabat Harry Potter), mungkin Harry Potter sudah tewas oleh kutukan sihir mematikan “Avada Kedavra” yang dilontarkan oleh Voldemort.
Harry Potter dan Hagrid yang jatuh di kubangan lumpur halaman kebun belakang rumah keluarga Tonks segera diketemukan dan dirawat oleh keluarga tersebut. Setelah keduanya sadar, barulah mereka segera melanjutkan perjalanan dengan melalui pintu teleportasi alias port key yang ada di rumah keluarga Tonks untuk mengantarkan Harry dan Hagrid dengan aman sampai di rumah kediaman keluarga Weasley. Kisah penyelamatan yang kacau ini belum-belum sudah memakan korban, Mad Eye Moody -salah seorang auror akhirnya mati di tangan Voldemort dan anteknya, sementara George Weasley (kakak Ronald Weasley, sahabat Harry Potter) harus kehilangan salah satu daun telinganya akibat diserang Severus Snape. Padahal beberapa hari lagi mereka semua harus bersiap merayakan pesta pernikahan Bill Weasley - kakak Ronald Weasley (yang asli Inggris) dengan Fleur Delacour (yang berasal dari Perancis).
Buku ini penuh dengan lika-liku perebutan horcruxes – semacam jimat rahasia kekuatan Voldemort, lika-liku kelicikan Voldemort, infiltrasi licik kawanan Voldemort yang berusaha menguasai Departemen Kementrian Sihir dengan menggunakan Imperius Curse – yang mengubah para anggota kementrian bagaikan zombie-zombie patuh yang taat melaksanakan perintah Voldemort. Satu per satu sahabat dan pendukung Harry Potter pun mati di tangan Voldemort dan anteknya. Begitu banyak kesedihan yang terungkap dalam buku cerita tebal ini, diungkapkan bagaimana orang-orang terdekat Harry Potter seperti Fred Weasley (saudara kembar George Weasley), Nymphadora Tonks, Dobby (kurcaci sahabat Harry Potter), Remus Lupin, Colin Creevey (fans berat Harry Potter sejak masa sekolah), dan 50 orang lain terpaksa harus mati demi membela Harry Potter. Walau akhirnya Voldemort sendiri akhirnya mati oleh pentalan sihirnya sendiri saat melontarkan japa-japu sihir “Avada Kedavra” yang bertemu dengan “Expelliarmus” japa-japu sihirnya Harry Potter. Kedua efek japa-japu sihir itu menimbulkan ledakan yang luar biasa besar sehingga mengenai tubuh Voldemort yang tongkat sihirnya sampai terpental jauh ke udara dan langsung ditangkap oleh tangan terampil Harry Potter yang sudah terbiasa bermain Quidditch. Kemenangan Harry Potter tercermin dengan kematian Voldemort dan dua tongkat sihir yang ada dipegang Harry Potter, tongkat sihir milik Draco Malfoy dan juga tongkat sihir milik Lord Voldemort sendiri.
Kalau boleh berpendapat, sebetulnya akhir ceritanya sedikit mengecewakan karena ternyata cuma sebegitu saja kekuatan dan kesaktian Voldemort yang mati konyol akibat pentalan japa-japu sihirnya sendiri. Namun secara keseluruhan, para penggemar dan fans berat Harry Potter bisa bernapas lega karena isyu yang selama ini menyebutkan kematian Harry Potter di akhir cerita sama sekali tidak terjadi. Bahkan sembilan belas tahun kemudian diceritakan bahwa Harry Potter akhirnya telah menikah dengan Ginny Weasley (adik Ronald Weasley, sahabat Harry Potter), dan dikaruniai tiga orang anak yang masing-masing diberi nama James Potter, Lily Potter, dan Albus Severus Potter, demi untuk mengenang kedua orang tua Harry Potter, James dan Lily Potter, mengenang kepala sekolah Hogwarts - Professor Albus Dumbledore dan juga guru pengajar - Severus Snape. Sementara itu Ronald Weasley, sahabat Harry Potter akhirnya menikahi Hermione Granger (juga sahabat Harry Potter) dan dikaruniai dua orang anak yaitu Rose Weasley dan Hugo Weasley. Diceritakan bahwa kedua keluarga yang bersahabat itu sedang mengantarkan anak-anak mereka ke stasiun kereta api King’s Cross di pusat kota London dimana kereta api sekolah sihir Hogwarts seperti biasa akan mengantarkan anak-anak mereka untuk berangkat menuntut ilmu di sekolah sihir Hogwarts. Semenjak tewasnya Voldemort, digambarkan bahwa dunia menjadi lebih baik. Kini tiada lagi bayang-bayang ancaman kekejian Voldemort. Dunia menjadi lebih aman bagi semua orang, baik bagi para penyihir maupun orang biasa (muggle). Yang cukup mengejutkan di sini adalah bahwa sahabat Harry Potter yang dulu terkenal tidak begitu pandai dalam ilmu sihir, yaitu Neville Longbottom, akhirnya bisa menjadi seorang pengajar di Hogwarts dan mengajar ilmu herbologi, ilmu tanaman obat sihir yang menjadi salah satu kurikulum pelajaran di sekolah sihir Hogwarts.
Bagi Anda yang penasaran untuk membaca lebih detil kisah Harry Potter seri terakhir dalam bahasa Indonesia, sayangnya baru bisa terwujud sekitar awal tahun 2008, karena menurut kabar, konon versi bahasa Indonesianya baru diterbitkan oleh Penerbit Gramedia sekitar awal tahun 2008. Bagi yang tidak sabar untuk segera membaca kisah cerita Harry Potter ini dalam bahasa aslinya bisa mendapatkan buku “Harry Potter and The Deathly Hallows” versi bahasa Inggris terbitan penerbit Bloomsbury (Inggris) yang sudah bisa diperoleh di toko buku Gramedia maupun di toko-toko buku lain di seluruh Indonesia, walaupun memang dalam persediaan yang sangat terbatas. Buku ini sangat menarik untuk dibaca karena kepiawaian J.K. Rowling dalam meramu cerita dan menghidupkan tokoh-tokoh ceritanya, sehingga tidaklah mengherankan bila buku ini kembali mengulang sukses dinobatkan sebagai salah satu buku best seller dunia.
Pameran Kartun 40 Tahun Oom Pasikom di kota Malang
Perpustakaan kota Malang pada hari Senin, 20 Agustus 2007 begitu dipadati pengunjung. Maklum saja, hari itu adalah hari pembukaan Pameran Kartun 40 Tahun Oom Pasikom – Peristiwa dalam Kartun tahun 1967 - 2007. Acara pamerannya sendiri baru dibuka untuk umum pada tanggal 21 Agustus 2007 hingga 29 Agustus 2007. Pada tanggal 22 Agustus 2007 juga dilaksanakan acara diskusi santai bersama GM Sudarta yang terbuka untuk khalayak ramai. Tentu saja seperti biasa acara yang digelar di Gedung Perpustakaan Kota Malang senantiasa mendulang sukses. Pada hari biasa saja, pengunjung rata-rata perpustakaan ini bisa mencapai sekitar 1500 pengunjung, apalagi bila ada momen acara khusus seperti ini. Perpustakaan yang buka mulai pagi pukul 08.00 WIB hingga malam hari pukul 20.00 WIB ini memang selalu dipadati pengunjung yang sebagian besar adalah generasi muda kota Malang.
Sudah sejak pagi para pengunjung menanti-nanti kehadiran kartunis ternama, GM Sudarta yang rencananya bakal hadir dalam pembukaan pameran kartun karyanya tersebut. Seperti telah diketahui, GM Sudarta adalah pria kelahiran Klaten, 20 September 1945. Sekitar tahun 1965-1967, beliau mengenyam pendidikan di ASRI Yogyakarta. Kemudian pada tahun 1967 GM Sudarta bergabung dengan surat kabar Harian Kompas yang memang baru saja lahir. Dalam partisipasinya di harian surat kabar tersebut, GM Sudarta menciptakan tokoh kartun “Oom Pasikom” yang mulai tampil pada bulan April 1967. Kartunis Indonesia ini telah beberapa kali meraih berbagai penghargaan baik di tingkat nasional maupun di kancah internasional, diantaranya adalah Hadiah Jurnalistik Adinegoro dan Tropi dari PWI (1983,1984, 1985, 1986, 1987), Best Cartoon of Nippon (2000), dan Gold Prize Tokyo No Kai (2004).
Para undangan yang datang langsung diberikan sebuah tas plastik berlogo surat kabar “Kompas” yang berisi selembar press release Pameran Kartun Oom Pasikom, sebuah brosur promosi dan selembar kaus T-shirt bergambarkan kartun karya GM Sudarta yang dipersembahkan oleh Cartoon T-Shirt Jangkrik 85 Bali (Istana Kuta Galeria BW2 -09/10, Central Parkir, Kuta – Bali). Acara pameran baru dibuka sekitar pukul dua belas siang, setelah sebelumnya dibacakan beberapa sambutan dan atraksi. Beberapa kata sambutan diantaranya dibawakan oleh kepala perpustakaan kota Malang, Drs. Jemianto, yang diikuti pemberian beberapa patah kata sambutan oleh GM Sudarta sendiri, serta seorang pejabat yang mewakili walikota Malang yang kebetulan berhalangan hadir. Acara ini dihadiri oleh beberapa pejabat di lingkungan pemerintah kotamadya Malang, wakil dari ABRI, wakil dari kepolisian, beberapa wakil dari universitas-universitas yang ada di Malang, para seniman, komunitas penulis (Forum Penulis Kota Malang dan Forum Pelangi), serta penulis kenamaan Ratna Indraswari Ibrahim. Acara diteruskan dengan pementasan musik rakyat oleh seniman kota Malang yang tergabung dalam grup musik rakyat “Isaku Iki” (Keahlianku Hanya Ini). Tampak kemeriahan yang begitu gegap gempita saat penyanyi transjender bernama “Ance” (bukan nama sebenarnya) membawakan beberapa lagu bertemakan isyu sosial. Panitia bahkan sempat melontarkan guyonan bahwa Ance – wanita transjender dari kota Malang ini adalah salah satu bentuk hidup dari karikaturnya GM Sudarta, yang kontan disambut gelak tawa oleh sebagian hadirin. Ance sendiri sempat melontarkan beberapa lawakan khas Malang demi mengomentari berbagai hal termasuk dirinya sendiri. Selanjutnya berlangsung acara tanya jawab singkat bersama GM Sudarta yang dipandu oleh pembawa acara. Setelah acara tanya jawab ini selesai, GM Sudarta sempat melukis kartun di hadapan para hadirin. Kartun yang dilukisnya bergambar tanaman gelombang cinta. Saat ditanya mengapa beliau menggambar tanaman tersebut, kartunis yang satu ini menjawab bahwa sebagai kota bunga dan tanaman hias, kota Malang juga sempat terkenal oleh adanya gerakan penghijauan “Malang Ijo Royo-Royo” sehingga dibawah tulisan “Gelombang Cinta”, beliau menuliskan kata-kata “Gelombang Royo-Royo” dan juga kata-kata “Gelombang Aremania” karena kota Malang selalu semarak oleh para suporter sepak bola Arema. Barulah di bagian paling bawah dari kanvas yang sedang dilukisnya, digambarkan tokoh Oom Pasikom yang legendaris. Lukisan karya GM Sudarta itu disumbangkan kepada Perpustakaan Kota Malang untuk dipajang di ruang lobby menemani berbagai karya lukisan seniman Malang yang memang sejak dulu sudah menghiasi lobby gedung perpustakaan di kota Malang ini.
Pameran yang bertempat di galeri pameran “Anjungan Ken Arok” yang merupakan salah satu bangunan di lingkungan perpustakaan kota Malang ini, disemarakkan oleh tak kurang dari 165 karya karikatur GM Sudarta mulai periode tahun 1967 hingga tahun 2007 yang tidak hanya melukiskan tokoh kartun Oom Pasikom saja namun juga menuangkan berbagai isyu kritik sosial lewat karya-karya kartun. Saat memasuki galeri Ken Arok, GM Sudarta yang diikuti oleh para pejabat pemerintah kotamadya Malang, para undangan serta wartawan surat kabar maupun televisi ini sempat juga berkenan memberikan kesempatan untuk para wartawan media mewawancarainya. Sesekali pula beberapa dari para undangan memperoleh kesempatan berfoto bersama dengan kartunis yang terkenal murah senyum ini. Demikian pula dengan salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang – Haryo Bagus Handoko, yang sempat berfoto bersama beliau dan diabadikan lewat jepretan foto dari wartawan Surabaya Post - Mbak Indah (yang juga merupakan warga kota Malang dan salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang). Tampak beberapa wartawan media surat kabar lainnya, diantaranya adalah Mas Sudharma Adi yang dulu sempat menuliskan profil komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang di Harian Surya maupun di Surya Online, salah satu situs surat kabar ini di internet. Beberapa wartawan media televisi lokal juga tampak, mulai dari wartawan Mahameru TV, hingga wartawan televisi lokal lainnya seperti Malang TV, Agropolitan TV, dan juga Batu TV.
Setelah selesai berkeliling di galeri pameran Anjungan Ken Arok, GM Sudarta memberikan kesempatan “temu penggemar” dan acara pemberian tanda tangan pada lembaran “Press Release” para undangan maupun pemberian tanda tangan di buku kumpulan kartun karya beliau yang tampak begitu indah bergambarkan beberapa kartun karyanya dan biografi singkat profil GM Sudarta. Buku kumpulan karya GM Sudarta itu memang sempat dibagikan kepada beberapa seniman senior kota Malang dan juga kepada penulis ternama Ratna Idraswari Ibrahim. Acara temu penggemar itu diiringi oleh senandung lagu yang kembali dibawakan oleh grup seniman rakyat “Isaku Iki”. Sambil mengobrol santai, hadirin berkesempatan menikmati hidangan rakyat secara gratis yang telah disediakan oleh panitia, diantaranya adalah lontong soto khas Malang, lontong sayur khas Malang, serta aneka jajanan Malang seperti pisang goreng dan tempe mendoan. Pameran kartun karya GM Sudarta di Perpustakaan Kota Malang ini adalah salah satu dari rangkaian tur pameran karya GM Sudarta, setelah sebelumnya sempat mengadakan pameran yang sama di Jakarta (Bentara Budaya, 4-12 Juli 2007), dan Yogyakarta (Bentara Budaya Yogyakarta, 4-10 Agustus 2007). Tur pameran karya ini juga akan dilanjutkan di berbagai kota lain seperti Surabaya (Balai Pemuda, 8-14 September 2007), Denpasar Bali (Danes Art Veranda, 19-28 Oktober 2007), Semarang (Galeri Semarang, 4-14 November 2007), dan Bandung (Galeri Soemardja, 18-27 Januari 2008). GM Sudarta juga pernah mengadakan pameran dan seminar kartun bertaraf internasional seperti yang pernah diselenggarakan Kyoto Internasional Cartoonist Congress di Kyoto, Jepang (1990, 1992, 1994, 1996, 1998, 2002, 2004, 2006). Hingga kini beliau masih menjadi kontributor untuk C&WS (Cartoonist & Writer Syndicate) dan beberapa media massa di Jepang. Mulai tahun 2008 nanti, rencananya beliau akan mengajar kartun di Cartoon Departement Seika University, Kyoto, Jepang.
Pameran Buku Gramedia di kota Malang
Di awal bulan Agustus 2007 ini di kota Malang diadakan acara pameran buku dan obral buku yang diselenggarakan oleh Toko Buku Gramedia. Dimulai dari tanggal 7 Agustus – 9 Agustus 2007, pameran dan obral buku dilaksanakan di Malang Town Square yang terbukti semarak dan dipadati para pengunjung. Selanjutnya pada tanggal 10 Agustus – 13 Agustus 2007, pameran dan obral buku Gramedia bertempat di Plasa Araya, kota Malang. Diskon harga yang diberikan terbukti cukup bervariasi dan menarik perhatian pengunjung. Berbagai buku, majalah, dan tabloid, dijual dengan harga super murah. Beberapa majalah maupun tabloid komputer edisi lama yang biasanya dipatok dengan harga beberapa puluh ribu rupiah, dalam pameran ini hanya dijual dalam kisaran harga antara Rp 2500,- hingga Rp 10.000,- . Bahkan beberapa komik manga khas Jepang yang harganya belasan ribu hingga puluhan ribu, hanya dijual dengan harga Rp 2500,- hingga Rp 4000,-. Selain itu ada pula beberapa buku best seller seperti buku Harry Potter seri pertama hingga seri keenam terbitan Gramedia, buku trilogi Lord Of The Rings, The Hobbit yang juga diterbitkan oleh penerbit Gramedia, hingga aneka buku Disney tampak menghiasi beberapa sudut rak yang dipajang dalam pameran buku tersebut. Aneka buku resep masakan dan majalah kuliner juga diobral dengan harga super murah antara Rp 5000,- hingga Rp 10.000,-. Alhasil setiap harinya pameran buku Gramedia ini selalu dipadati pengunjung mulai dari pagi hingga malam hari.
Dalam acara pameran buku ini juga diadakan workshop sehari cara mudah menggambar komik yang dipandu oleh Elex Media Komputindo, salah satu penerbit buku komik yang juga merupakan grup penerbit Gramedia. Hanya dengan membayar beberapa puluh ribu, maka para peserta akan diberikan kesempatan mengikuti workshop tehnik menggambar komik yang dibawakan secara jelas dan gamblang. Terdapat pula lomba anak-anak yang digelar dalam pameran ini, yaitu lomba mewarnai gantungan kunci dengan menggunakan bahan pewarna timbul yang juga bisa diperoleh di stan hasta karya. Tampak beberapa bahan hasta karya untuk anak-anak dijual pula dalam pameran buku ini. Mulai dari aneka krayon, spidol berisi cairan kental bahan pewarna timbul, hingga aneka jenis clay (tanah liat khusus untuk kerajinan tangan) warna-warni bisa diperoleh di sini. Beberapa orang tua tampak mengantarkan anak-anak mereka mengikuti lomba atau sekedar melihat-lihat.
Bagi para pengunjung yang membeli buku atau majalah dengan nilai nominal minimal Rp 50.000,- akan memperoleh sebuah kupon untuk mengikuti lomba meraup buku. Dalam lomba ini akan diundi kupon-kupon para peserta. Bagi peserta yang beruntung akan memperoleh kesempatan mengikuti lomba meraup buku. Masing-masing peserta diberi waktu sekitar beberapa puluh detik untuk meraup dan mengambil buku sebanyak-banyaknya dengan target minimal yang harus dicapai. Bila buku dan majalah yang diambil melebihi dari jumlah target minimal, maka buku dan majalah tersebut berhak dibawa pulang secara gratis. Namun bila buku dan majalah yang diambil peserta lomba tidak memenuhi target minimal, maka berarti peserta tersebut belum beruntung, dan buku harus dikembalikan lagi ke dalam wadah gerobak buku. Lomba ini terbukti menyedot perhatian para pengunjung. Pengunjung mulai dari usia muda hingga Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, turut serta berpartisipasi tak mau ketinggalan mengikuti lomba ini. Tentu saja setelah kupon mereka diundi terlebih dahulu oleh panitia dari Gramedia. Beberapa rekor yang pernah bisa dipecahkan oleh para peserta adalah beberapa diantara mereka bisa meraup lebih dari seratus buku, yang dicapai oleh baik peserta pria maupun wanita. Padahal rata-rata target minimal yang harus dicapai oleh setiap peserta yaitu harus berhasil meraup buku minimal 70 buku, bila ingin membawa pulang buku secara gratis. Namun tampaknya target ini bisa terlampaui, karena banyak diantara pengunjung yang berhasil meraup lebih dari seratus buku. Banjir hadiah ini tampaknya bukan hanya untuk para pembeli buku saja. Para pengunjung pameran yang hanya melihat-lihat alias cuci mata pun tidak ketinggalan bisa memperoleh kesempatan membawa pulang majalah atau komik secara gratis. Cukup dengan menukarkan brosur pameran buku yang bisa diambil di pintu masuk pameran, brosur ini selanjutnya bisa ditukarkan dengan aneka majalah atau komik gratis yang telah disediakan oleh panitia pameran. Jadi tidak sia-sia untuk mengunjungi pameran buku yang diadakan oleh Toko Buku Gramedia ini. Semoga acara seperti ini semakin sering diadakan, baik di kota Malang, maupun di kota-kota lain di Indonesia, tidak hanya oleh Toko Buku dan Penerbit Gramedia, namun juga oleh penerbit dan toko-toko buku lain yang ada di Indonesia.
Di Balik Penterjemahan Buku Sidney Sheldon – The Other Side Of Me
Pada hari Sabtu, 18 Agustus 2007, Wawan Eko Yulianto, salah seorang anggota Forum Penulis Kota Malang, secara simbolis menyerahkan sumbangan berupa buku hasil karya terjemahannya, yang berjudul Sidney Sheldon, Memoar – The Other Side of Me, Sisi Lain Diriku, (diterbitkan oleh Penerbit Gramedia), untuk menjadi salah satu koleksi buku komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Buku setebal 480 halaman ini cukup menarik untuk dibaca, khususnya bagi para penulis, baik penulis pemula maupun penulis yang sudah berpengalaman sebagai bahan referensi serta pembelajaran.
“Sebagai seorang penulis kawakan yang telah menulis 18 novel sekaligus penulis skenario lebih dari 25 film Hollywood, Sidney Sheldon tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam dunia tulis menulis,” demikian pengakuan Wawan Eko Yulianto saat ditanyai pendapatnya tentang penulis kawakan asal Amerika, Sidney Sheldon. Buku yang tergolong cukup laris ini diterjemahkan oleh Wawan Eko Yulianto dalam kurun waktu sekitar empat bulan dan baru selesai sekitar bulan Juli 2006. Cetakan pertama buku Sidney Sheldon, Memoar – The Other Side of Me, Sisi Lain Diriku, diterbitkan oleh Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama pada bulan Juni 2007. “Buku ini banyak memberikan pencerahan dan begitu banyak pelajaran yang bisa dipetik setelah membaca buku ini,” tutur Wawan Eko Yulianto, penterjemah buku ini. Pria yang gemar menulis aneka cerpen dan esai ini cukup aktif mengisi mailing list Forum Penulis Kota Malang (FPKM) di dunia maya,
http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang .
Wawan Eko Yulianto bisa dihubungi baik melalui mailing list FPKM atau pun dengan mengakses blog profil pribadinya yang beralamat di http://berbagi-mimpi.blogspot.com atau http://wawanekoyulianto.multiply.com . Penulis sekaligus penterjemah ini pernah menterjemahkan beberapa buku novel terbitan Penerbit JalaSutra selain menterjemahkan buku terbitan Gramedia. Saat ini Wawan Eko Yulianto sedang sibuk menyelesaikan penterjemahan salah satu buku pesanan Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. “Judulnya masih rahasia,” katanya. “Yang jelas sampai sekarang aku masih sibuk menyelesaikan terjemahan buku ini,” sambungnya lagi. Wawan Eko Yulianto cukup aktif dalam komunitas Forum Penulis Kota Malang baik dalam pertemuan mingguan maupun di dunia maya. Bahkan sering pula chatting baik di mailing list FPKM, maupun di yahoo.messenger serta di fasilitas chatting gmail pada saat waktu senggang dengan sesama anggota komunitas penulis FPKM. Saat ini Wawan Eko Yulianto bekerja sebagai penterjemah situs Universitas Brawijaya http://www.brawijaya.ac.id untuk menterjemahkan content web Universitas Brawijaya ke dalam bahasa Inggris.
Pembagian Buku Tulis Gratis bagi Pelajar Kota Malang Oleh Walikota Malang
Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto, M.AP, bekerja sama dengan Forum Penulis Kota Malang telah membagi-bagikan buku tulis gratis untuk para pelajar kurang mampu di wilayah kota Malang. Pembagian buku tulis gratis bergambar sampul walikota Malang - Drs. Peni Suprapto, M.AP, yang berdiri di tengah hijaunya pepohonan di taman kota Malang ini, sekaligus sebagai propaganda gerakan cinta lingkungan dan penghijauan di wilayah Malang Raya. Gerakan cinta lingkungan hendaknya dimulai dari lingkungan sekolah dan selanjutnya dilanjutkan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Pembagian buku tulis gratis ini sekaligus sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat menulis di kalangan para pelajar kota Malang. Sebagai tindak lanjut sejak diluncurkannya buku bertema penghijauan yang berjudul “Mari Menanam & Merawat” yang baru diluncurkan beberapa saat yang lalu, maka diharapkan dengan propaganda program penghijauan melalui pembagian buku tulis gratis kali ini dapat memberikan inspirasi bagi setiap warga kota Malang terutama para pelajar sekolah untuk senantiasa peduli pada pelestarian lingkungan yang dimulai dari lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar tempat tinggal. Sampai dengan saat artikel ini ditulis, program pembagian buku tulis gratis masih berlangsung. Bagi pelajar kurang mampu yang berdomisili di kota Malang dan membutuhkan bantuan buku tulis, dapat menghubungi Forum Penulis Kota Malang (yaitu menghubungi Sdr. Liga Alam selaku pelaksana distribusi buku tulis gratis) setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 11.00 siang, di kantor sekretariat Forum Penulis Kota Malang, Ruang Kearsipan, Gedung Perpustakaan Kota Malang, Jl. Raya Ijen 30 A, Malang 65100, Jawa Timur. Sdr. Liga Alam bisa dihubungi di nomor telepon (0341) 8126177. Setiap pelajar kota Malang yang kurang mampu berhak mendapatkan sekurang-kurangnya satu buah buku tulis atau maksimal lima buah buku tulis yang diberikan secara cuma-cuma (selama persediaan masih ada). Pembagian buku tulis gratis tahap I sudah lewat dan cukup sukses karena persediaan langsung habis beberapa waktu setelah dilakukannya peluncuran buku penghijauan “Mari Menanam & Merawat”, sementara saat ini sudah memasuki tahap II karena panitia sudah sempat memesan ke percetakan dalam jumlah yang cukup banyak sehingga bisa dibagikan secara gratis hanya untuk pelajar yang berdomisili di wilayah Malang raya.
Pameran Budaya Jepang di Perpustakaan Kota Malang
Suasana Perpustakaan kota Malang pada hari Jumat, tanggal 27 Juli 2007 begitu meriah dan dipadati pengunjung. Terutama sekali para pelajar, wartawan surat kabar, wartawan televisi lokal, dan masyarakat umum. Hari itu adalah hari pembukaan pameran budaya Jepang yang diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut di perpustakaan kota Malang. Walikota Malang hadir untuk secara resmi membuka acara pameran budaya tersebut. Hadir pula konsul dari konjen Jepang beserta rombongannya.
Acara dimulai dengan tari-tarian Jepang yang dibawakan oleh para mahasiswa Sastra Jepang Universitas Brawijaya. Atraksi seperti ini memang bukan hal yang biasa. Tari-tarian yang begitu indah dibawakan oleh para mahasiswi Universitas Brawijaya Malang ini seolah membawa imajinasi penonton melihat langsung budaya Jepang yang hadir di depan mata. Dengan pakaian tradisional kimono dan tata rambut khas Jepang, gerak tari gemulai tampak membius para hadirin yang datang. Semua mata mengamati setiap gerak tari yang dibawakan oleh para mahasiswi Malang tersebut. Demikian pula beberapa kamera televisi lokal di kota Malang tampak sibuk meliput jalannya acara. Setelah beberapa patah kata sambutan, maka secara resmi dibukalah acara pameran budaya Jepang.
Di urutan paling depan, Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto, M.AP, berjalan beriringan dengan Mr. Sato, wakil dari konjen Jepang yang kemudian diikuti oleh para pejabat baik dari konjen Jepang maupun dari kantor pemerintah kotamadya Malang. Di urutan selanjutnya adalah para undangan yang hadir, para anggota dan pengurus komunitas penulis – Forum Penulis Kota Malang, beberapa anggota dan pengurus komunitas penulis – Forum Pelangi (tampak pula Mbak Ratna Indraswari Ibrahim selaku pendiri Forum Pelangi, yang sekaligus merupakan novelis ternama Indonesia, juga turut hadir dalam acara ini), juga para seniman, wartawan media dan televisi, serta pengunjung / masyarakat umum. Tampak seorang kameraman dari televisi lokal – Mahameru TV terlihat mondar-mandir meliput acara demi acara. Rombongan pengunjung langsung dipandu menuju ruang galeri seni Ken Arok Gedung Perpustakaan Kota Malang, yang sering menjadi ajang berbagai pameran seni, budaya dan pameran buku. Tampak beberapa anggota pengurus dari Forum Penulis Kota Malang menjadi panitia dan penjaga stan pameran.
Saat memasuki galeri pameran, para pengunjung seakan dibawa mengunjungi negeri Jepang. Berbagai kerajinan tradisional khas Jepang, aneka lampion khas Jepang, hiasan bunga sakura tiruan, aneka alat permainan, miniatur bangunan-bangunan bersejarah di Jepang, serta aneka boneka Jepang yang biasa digunakan saat upacara adapt Jepang tampak berderet menghiasi masing-masing stan pameran. Tak lama kemudian tampak beberapa wartawan media surat kabar dan televisi memanfaatkan waktu untuk mewawancarai Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto, M.AP maupun Mr. Sato, wakil dari konjen Jepang.
Saat keluar dari gedung galeri di sisi kanan kiri tampak berjajar aneka stan pameran yang menjual aneka penganan dan jajanan khas Jepang. Tak ketinggalan pula stan penjualan komik anime yang ternyata merupakan hasil karya para seniman komik kota Malang yang mencoba mengusung pesona anime dalam bentuk buku komik. Stan buku komik ini dipenuhi pengunjung, dan aneka buku komik yang dijual laris manis bak kacang goreng diserbu para penggemar komik maupun penggemar buku. Tampak pula beberapa orang generasi muda kota Malang berpakaian khas Jepang, mulai dari pakaian tradisional Jepang, hingga berkostum para tokoh komik dan action figur Jepang. Stan pameran aneka permainan khas Jepang terbukti pula dipadati para pengunjung yang ingin tahu lebih dekat mengenai bagaimana permainan tradisional khas Jepang. Berbagai alat permainan tradisional yang terbuat dari kayu, tampak begitu indah dipajang di area pameran. Alat-alat permainan ini ternyata boleh dimainkan dengan dipandu oleh beberapa petugas penjaga stan pameran. Kontan saja, para pengunjung, tua maupun muda langsung asyik mencoba aneka permainan yang ada, karena ada iming-iming hadiah suvenir yang asli didatangkan dari Jepang. Di salah satu stan yang lain, tampak pula stan penjualan aneka suvenir miniatur tokoh-tokoh film anime Jepang yang terbuat dari karet maupun plastik. Walaupun harganya agak mahal, namun tampaknya begitu banyak pengunjung yang turut memadati stan penjualan aneka suvenir tersebut.
Para pengunjung pameran pun dimanjakan oleh berbagai jenis penganan dan jajanan Jepang yang ternyata disediakan pula secara gratis. Berbagai jenis sushi (makanan tradisional Jepang, semacam kue lemper) dan makanan khas Jepang lainnya disediakan secara gratis bagi para pengunjung yang penasaran untuk mencicipi makanan tradisional Jepang tersebut.
Tidak lama kemudian diselenggarakan acara pemutaran film presentasi budaya Jepang serta aneka slide yang menggambarkan aneka festival tradisional tahunan yang biasa dilaksanakan di Jepang. Antusiasme pengunjung pun tidak dapat dibendung. Ruang seminar yang ada di lantai satu Gedung Perpustakaan Kota Malang segera dijejali oleh pengunjung yang jumlahnya membludak. Beberapa terpaksa harus berdiri karena keterbatasan ruang dan tempat duduk yang disediakan. Di akhir acara pemutaran film dan slide tersebut diadakan acara tanya jawab langsung dengan para pejabat dari konjen Jepang dengan dibantu oleh penterjemah. Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para pengunjung sehubungan dengan budaya Jepang hingga cara memperoleh beasiswa studi di Jepang. Setiap penanya berhak memperoleh hadiah suvenir kenang-kenangan yang didatangkan langsung dari Jepang.
Keesokan harinya, yaitu hari Sabtu tanggal 28 Juli 2007 digelar workshop gratis seni menulis indah khas Jepang (semacam kaligrafi Jepang). Sebagai pembicara adalah seorang ahli seni menulis indah yang didatangkan dari Jepang. Dengan dibantu oleh seorang penterjemah, para pengunjung perpustakaan kota Malang pun memadati area ruang lobby yang disulap menjadi ruang acara workshop singkat menulis Jepang itu. Para peserta workshop yang berhasil menuliskan namanya sendiri dengan gaya tulisan paling indah akan memperoleh hadiah uang tunai. Antusiasme pun semakin menjadi-jadi, beberapa pengunjung semakin asyik mengikuti petunjuk dan pengarahan dari tutor wanita memang yang asli orang Jepang itu.
Setelah acara worshop gratis menulis Jepang, acara pun dilanjutkan dengan pemutaran berbagai film yang bertempat di ruang lobby perpustakaan kota Malang. Mulai dari film dokumenter, seni budaya hingga film anime Jepang diputar hingga sore hari. Tempat duduk yang disediakan pun penuh sesak oleh para pengunjung. Beberapa lainnya terpaksa harus rela berdiri bila ingin menyaksikan aneka film yang secara nonstop diputar hingga sore hari.
Pada hari Minggu, 29 Juli 2007, perpustakaan kota Malang semakin dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan dari dekat dan turut aktif dalam workshop gratis seni melipat kertas (origami tiga dimensi). Acara workshop gratis ini dibawakan oleh seorang pakar origami pengelola klub origami kota Malang, yang juga sekaligus dosen Sastra Jepang Universitas Brawijaya Malang. Para pengunjung yang hadir disediakan pula aneka kertas warna-warni secara cuma-cuma. Bagi yang ingin mengetahui lebih banyak tentang berbagai kreasi origami yang lain, disediakan pula buku origami yang dijual dengan harga cukup terjangkau. Buku ini terbukti cukup laris diserbu pembeli. Sebagian memang merupakan para peserta workshop yang semakin penasaran setelah mengetahui lebih dekat seni melipat kertas khas Jepang itu. Berbagai kreasi yang diajarkan antara lain yaitu tehnik membuat pembatas buku cantik dari kertas, boneka penguin dari kertas, boneka beruang teddy dari kertas, boneka ikan dari kertas, hingga wadah kertas tisyu berbentuk angsa cantik yang terbuat dari kertas. Acara workshop origami ini berlangsung hingga sore hari. Di sisi lain bangunan perpustakaan kota Malang juga masih digelar aneka stan pameran, mulai dari stan buku komik Jepang, kerajinan tangan khas Jepang, hiasan dinding khas Jepang, aneka miniatur, boneka upacara adat, hingga stan penjualan aneka penganan khas Jepang. Acara pameran budaya Jepang baru ditutup sekitar pukul empat sore. Tampaknya setiap acara yang diselenggarakan di Gedung Perpustakaan Kota Malang selalu saja dipadati oleh para pengunjung dan berjalan cukup sukses.
ACARA BEDAH BUKU “MARI MENANAM & MERAWAT” DI KOTA MALANG
Tak biasanya Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang ramai dikunjungi warga kota Malang dan para pejabat Pemkot serta perguruan tinggi di Malang. Malam itu menjadi istimewa karena Walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP. meluncurkan buku berjudul “Mari Menanam & Merawat: Sekolah Seribu Bunga” dan Mari Menanam & Merawat: Panduan Gerakan Lingkungan bagi Kawasan Perkotaan. Di tengah-tengah kesibukannya, Inep (panggilan orang nomor satu di kota Malang ini) masih meluangkan waktu menulis dua buku. Peluncuran buku ini dilanjutkan dengan bedah buku. Hadir dalam kesempatan ini Prof. Dr. H. Suparno (Rektor Universitas Negeri Malang) dan Prof. Ir. Respati Wikantiyoso, M.SA, Ph.D. Buku ini digagas oleh Drs. Peni Suparto, M.AP. Seiring dengan Gerakan Malang Ijo Royo-Royo (Gerakan Kota Malang yang Hijau Subur) yang sudah mencapai pada tahap ketiga penghijauan di seluruh pelosok kota Malang dan juga Gerakan Malang Sejuta Bunga yang digagas untuk segera direalisasikan demi indahnya kota Malang. Buku yang tebalnya 114 halaman ini dihiasi oleh begitu banyak ilustrasi dan foto-foto kegiatan penghijauan dan penanaman bunga di kota Malang. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Metrofile bekerjasama dengan UMM Press ini disunting oleh Liga Alam, seorang penulis buku biografi, dan penulis novel.
Acara peluncuran dan bedah buku karya Walikota Malang, Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP yang berjudul “Mari Menanam & Merawat – Panduan Gerakan Lingkungan Bagi Kawasan Perkotaan” yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2007 di Gedung Perpustakaan Kota Malang, Jl. Raya Ijen 30 A Malang, berlangsung cukup semarak dengan dihadiri lebih dari 200 pengunjung serta terbuka untuk umum. Acara dimulai pada pukul 19.00 WIB yang didahului dengan acara ramah tamah dan santap malam di ruang lobby Gedung Perpustakaan Kota Malang. Baru sekitar pukul 20.00 WIB, acara bedah buku dimulai dan kegiatan ini dilaksanakan di Studio Mahameru TV yang terletak di lantai 3 Gedung Perpustakaan Kota Malang dan berlangsung selama kurang lebih tiga jam karena baru berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Para pengunjung dan para undangan yang hadir antara lain para pejabat di lingkungan Kotamadya Malang, Rektor Universitas Brawijaya Malang dan Universitas-Universitas di Malang, Remaja Karang Taruna di Kotamadya Malang, pelajar, mahasiswa, dosen, guru pengajar, praktisi dan pecinta lingkungan, wartawan dari berbagai media cetak dan televisi lokal kota Malang, para seniman, penulis serta para pecinta buku di kota Malang. Buku ini digagas oleh Walikota Malang, Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP, seiring dengan Gerakan Malang Ijo Royo-Royo (Gerakan Kota Malang yang Hijau Subur) yang sudah mencapai pada tahap ketiga penghijauan di seluruh pelosok kota Malang dan juga Gerakan Malang Sejuta Bunga yang digagas untuk segera direalisasikan demi indahnya kota Malang.
Kecantikan dan keindahan Kota Malang (yang sering menghiasi halaman-halaman majalah majalah manca negara seperti misalnya Majalah Moesson terbitan Belanda) akan semakin ditingkatkan dan dipertahankan. Dengan bekerja sama dengan berbagai sekolah dan universitas di Malang, gerakan penghijauan dan penanaman bunga di seluruh pelosok kota Malang ini ke depannya diharapkan akan dapat menularkan ide yang sama ke seluruh kota-kota di Indonesia. Untuk itu Kepala Perpustakaan Kota Malang, Bpk. Drs. Jemianto berencana akan mendukung publikasi buku karya Walikota Malang ini dengan mengirimkannya kepada Kepala-Kepala Daerah di Seluruh Indonesia dan juga berbagai perpustakaan yang ada di seluruh Indonesia. Buku yang tebalnya 114 halaman ini dihiasi oleh begitu banyak ilustrasi dan foto-foto kegiatan penghijauan dan penanaman bunga di kota Malang yang diharapkan dapat menginspirasi seluruh rakyat Indonesia agar mencintai lingkungan dan melestarikan serta merawat tanaman serta lingkungan sekitar. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Metrofile bekerjasama dengan UMM Press ini cukup menarik untuk dibaca demi menumbuhkan kesadaran nasional untuk mencintai lingkungan. Editor buku ini kebetulan dipercayakan kepada Mas Liga Alam seorang penulis buku biografi, dan penulis novel yang kebetulan adalah juga salah satu anggota dari komunitas penulis “Forum Penulis Kota Malang” .
BEDAH BUKU “PEREMPUAN KEMBANG JEPUN” KARYA LAN FANG
Acara bedah buku “Perempuan Kembang Jepun” karya Lan Fang, yang digelar Forum Penulis Kota Malang di hall ruang lobby Gedung Perpustakaan Kota Malang berlangsung pada hari Sabtu, 26 Mei 2007. Dengan pembicara yaitu penulisnya sendiri, Lan Fang yang jauh-jauh datang dari Surabaya, acara bedah buku ini baru dimulai pukul setengah satu siang. Sebagai pembanding sekaligus moderator yaitu penulis novel teenlit Liga Alam yang juga merupakan salah satu anggota dari komunitas penulis FPKM. Acara bedah buku ini berlangsung cukup semarak dengan begitu banyak pengunjung yang memadati ruangan, karena kehebohan sang penulis yang tanpa tedeng aling-aling membahas beberapa bagian dari bukunya yang berisi isu seputar gender, pelecehan seks pada wanita Indonesia di era penjajahan Jepang, serta korelasi antara cinta, nafsu, kasih sayang, kebersamaan, kebutuhan materi dan juga kebutuhan penghargaan atau emansipasi, serta harkat martabat wanita yang ditandingkan dengan keterpaksaan dari segi ekonomi sehingga mendorong tokoh utama dalam buku ini untuk mau menjadi wanita peliharaan seorang pria pribumi yang sama sekali tidak kaya. Dengan setting kota Surabaya yang multi etnis di era 1940-an, buku novel ini mencoba mengungkapkan suatu sudut pandang lain mengenai upaya keras dua orang wanita berbeda bangsa yang bergulat untuk memperjuangkan hidup di jaman serba sulit saat penjajahan Jepang di Indonesia. Acara bedah buku baru berakhir sekitar pukul empat sore hari.
SEMINAR KEPENULISAN DAN WORKSHOP DI KOTA MALANG
Sebuah seminar kepenulisan yang berjudul “Recipes of Depth Emotic On Short Story” digelar pada tanggal 3 Juni 2007 di Gedung Kuliah Bersama Universitas Brawijaya Malang. Acara yang digelar oleh Forum Penulis Kota Malang (FPKM) bekerja sama dengan Writing Club Universitas Brawijaya Malang ini bertujuan untuk menggugah semangat dan minat baca tulis para warga kota Malang. Seminar dan workshop yang dipadati oleh para pelajar, mahasiswa dan seniman ini semarak oleh berbagai pertanyaan dan diskusi seputar penulisan karya cerita pendek, tips-tips praktis dalam menulis sebuah karya cerita pendek serta cara mengajukan naskah cerita tersebut ke penerbit majalah dan surat kabar. Para peserta workshop begitu antusias mengikuti jalannya acara, dan bahkan CD kompilasi FPKM yang berisi kumpulan e-magazine berformat PDF (e- majalah) laris manis terjual bak pisang goreng. Hal ini membuktikan begitu besarnya minat baca di kalangan warga Malang, terutama para pelajar dan mahasiswanya.
PAMERAN BUKU ISLAM DI PERPUSTAKAAN KOTA MALANG
Pameran buku Islam yang digelar di halaman perpustakaan Kota Malang – Jawa Timur, dipadati oleh para pengunjung yang mayoritas adalah para pecinta buku di kota Malang. Acara pameran yang berlangsung sejak 1 Juni hingga 7 Juni 2007 ini dimeriahkan oleh berbagai acara pendukung seperti aneka bedah buku bertema Islam, gerakan amal hibah buku nasional, talkshow seputar dunia kepenulisan, pemutaran film, konser musik nasyid, lomba penulisan esai, hingga jumpa fans dan bedah buku novel “NAGA BONAR 2” yang sempat dihadiri oleh Akmal Nasery Basral, penulisnya. Acara pameran buku yang dipadati oleh ribuan pengunjung setiap harinya ini cukup sukses mengingat antusiasme warga Malang yang sangat mencintai dunia perbukuan dan kepenulisan. Apalagi bertempat di halaman gedung perpustakaan kota Malang yang setiap harinya saja selalu dipadati pengunjung sekitar 1500 orang. Untuk momen penting seperti halnya pameran buku yang diselenggarakan setiap tahun, jumlah pengunjung bisa melonjak berkali lipat dari hari kunjungan biasa. Memang terbukti saat pelaksanaan pameran, pengunjung tak henti-hentinya terus berdatangan mulai pagi hari sekitar pukul delapan hingga pukul sepuluh malam.
DIALOG SANTAI ANTAR PENULIS
Acara diskusi santai antar penulis yang tergabung dalam komunitas Forum Penulis Kota Malang dengan penulis novel “NAGA BONAR 2”, Akmal Nasery Basral berlangsung akrab di sebuah kafe lesehan di kawasan Payung, Kotamadya Batu, Malang, Jawa Timur. Obrolan seputar dunia perbukuan, sastra, hingga tips seputar dunia kepenulisan pun berlangsung cukup akrab, dengan diwarnai acara foto bersama, tukar menukar alamat telepon, alamat mailing list, URL situs serta alamat pos-el masing-masing anggota dengan penulis novel sekaligus wartawan Tempo, Akmal Nasery Basral. Dalam kesempatan itu dibicarakan pula mengenai ide untuk mengadakan acara bedah buku antologi puisi Mila Duchlun, di mana sang penulis sendiri (Mila Duchlun) juga sempat turut bergabung dalam acara dialog santai tersebut. Acara baru berakhir pukul sepuluh malam, dan rombongan pun kembali bertolak menuju pusat kota Malang.
PEREMPUAN BERSAYAP, SEBUAH ANTOLOGI PUISI MILA DUCHLUN
Acara bedah buku karya penyair muda berbakat, Mila Duchlun, dengan buku kumpulan puisinya yang berjudul PEREMPUAN BERSAYAP, berlangsung dengan semarak di Toko Buku Toga Mas - Malang, Jawa Timur, pada hari Kamis, 14 Juni 2007. Acara bedah buku ini terselenggara berkat kerjasama Mila Duchlun dengan Forum Penulis Kota Malang (FPKM) - sebuah komunitas penulis di kota Malang serta Toko Buku Toga Mas di Malang. Bertempat di lantai tiga ruang audio visual Toko Buku Toga Mas, acara bedah buku ini dihadiri oleh puluhan pecinta buku, seniman, pengajar, penulis, pelajar dan mahasiswa di kota Malang. Beberapa penyair asal kota Malang, seperti Abdul Mukhid dan penyair-penyair kota Malang sempat membacakan beberapa puisi yang ada dalam buku kumpulan puisi Mila Duchlun tersebut. Puisi-puisi Mila yang lugas, polos,serta ekspresif mengangkat isu-isu seputar gender, kisah hidup seorang wanita Indonesia, dan juga rasa nasionalisme para generasi muda Indonesia. Puisi yang berjudul “Bendera” bahkan ditulis Mila di kedalaman samudera Hindia, 17 meter di bawah permukaan laut dengan menggunakan peralatan tulis khusus, sambil mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Buku antologi puisi setebal 83 halaman dengan ilustrasi gambar sosok perempuan yang mempunyai sepasang sayap ini rupanya ingin menggambarkan sosok wanita Indonesia yang selalu ingin terbang meraih mimpi dan cita-citanya.
PAMERAN BUKU ISLAM MENYAMBUT MUSYAWARAH DAERAH MUHAMMADIYAH
Pameran buku bertema Islam kembali digelar di kota Malang. Kali ini diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Muhammadiyah kota Malang. Bertempat di pelataran parkir gedung PDM (Pengurus Daerah Muhammadiyah) Jl. Gajayana – Malang, pameran buku bertema Islam ini berlangsung pada 15 Juni hingga 17 Juni 2007, dengan diikuti oleh toko-toko buku Islam di kota Malang, Penerbit Agromedia group, toko buku rabat “Yusuf Agency” dengan potongan harganya yang fenomenal, serta penerbit-penerbit lainnya, seperti Penerbit Pena yang sempat mengadakan bedah buku “Khadijah The True Love Story of Muhammad”. Tak ketinggalan dalam pameran buku ini juga dimeriahkan oleh berbagai lomba untuk anak-anak seperti lomba baca puisi, lomba menulis dan berbagai kegiatan menarik lainnya. Diskon besar-besaran pun digelar. Seorang teman bahkan berhasil membeli edisi terbaru majalah “Ummi” terbitan Ummigroup hanya dengan harga Rp 3000,-, padahal harga normalnya biasanya lebih dari nominal tersebut. Acara ini cukup sukses digelar terbukti oleh jumlah pengunjung yang cukup membludak.