FPKM News
Gramedia Book Fair – Pesta Buku Gramedia di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Toko buku Gramedia cabang Plaza Araya kota Malang kembali menggelar Pesta Buku atau yang lebih dikenal dengan Gramedia Book Fair 2008. Pesta buku kali ini berlangsung sejak tanggal 12 Juni hingga 29 Juni 2008. Berbagai jenis buku berkualitas dijual dalam acara pameran ini. Pesta buku ini bertabur diskon, mulai 15% hingga 80%, bukan main. Tentu saja acara obral buku semacam ini kontan mendapat perhatian yang cukup besar dari segenap masyarakat kota Malang, khususnya para pecinta buku. Rupanya tidak hanya penerbit buku Gramedia saja yang turut memeriahkan pesta buku kali ini, tapi juga beberapa penerbit besar lainnya turut berpartisipasi menggelar aneka jenis buku yang mereka terbitkan. Seperti lazimnya sebuah acara pesta buku, acara kali ini dimeriahkan oleh berbagai workshop dan juga permainan/lomba seperti misalnya lomba mewarnai untuk siswa TK dan Sekolah Dasar yang memperebutkan trophy dan hadiah menarik lainnya.
Peluncuran Buku Walikota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto, M.AP. kembali meluncurkan buku tulisannya untuk yang kesekian kalinya. Bukunya kali ini berjudul “Demokrasi di Bumi Arema”. Buku setebal 132 halaman ini diterbitkan oleh Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang bekerja sama dengan Penerbit IndoPress. Editor buku ini adalah juga salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang, yaitu Mas Liga Alam. Bertempat di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang (UM), acara peluncuran buku yang berlangsung pada tanggal 14 Juni 2008 ini berlangsung meriah, dimulai sejak sore hingga malam hari. Buku bertema demokrasi ini juga mendapat sambutan serta endorsement dari Mantan Presiden RI - Ibu Megawati Soekarnoputri, yang telah berkenan memberikan kata sambutan di halaman pembuka dalam buku ini. Buku ini merupakan buku keenam yang ditulis oleh Walikota Malang. Beberapa bukunya yang lain berjudul “Wasiat Mpu Tantular: Kumpulan Catatan Budaya” (2006), “Di Balik Ramalan Joyoboyo” (2006), “Mari Menanam & Merawat: Konsep Penghijauan Massal” (2007), “Sekolah Seribu Bunga: Konsep Gerakan Penghijauan di Sekolah” (2007), dan “The Rise of The New Tumapel” (2007). Walikota yang cukup produktif dalam menghasilkan buku ini ternyata mempunyai perhatian yang cukup besar terhadap dunia pendidikan khususnya dunia kepenulisan dan perbukuan serta sastra nasional, hal ini tidak mengherankan karena latar belakang pendidikan beliau adalah juga di bidang pendidikan, sehingga semangat dan motivasi beliau untuk mengangkat isyu-isyu pendidikan sebagai ujung tombak pembangunan memang patut diacungi jempol. Dalam kesempatan ini pula, Walikota Malang memberikan santunan pendidikan bagi para anak jalanan dan pengamen kota Malang agar memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan dan kesempatan belajar. Tak lupa ditekankan pula bahwa peran gedung perpustakaan kota Malang juga cukup besar dalam memberikan kesempatan belajar bagi para anak jalanan untuk dapat mengejar ketertinggalan ilmu dan pendidikan. Minat baca masyarakat kota Malang memang harus lebih ditingkatkan lagi.
Rieke Dyah Pitaloka Hadir Saat Peluncuran Buku Walikota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Dalam acara peluncuran buku walikota Malang yang berjudul “Demokrasi di Bumi Arema”, hadir pula artis sekaligus pemerhati seni dan demokrasi sekaligus hak asasi manusia - Rieke Dyah Pitaloka (pemeran Oneng dalam serial televisi “Bajaj Bajuri”). Pada kesempatan ini, Mbak Rieke turut memeriahkan acara dengan menyanyi bersama anak-anak jalanan kota Malang, serta pembacaan puisi bernuansa kritik sosial. Mbak Rieke tak lupa menyemarakkan acara dengan berdialog serta berdiskusi langsung dengan walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP sehubungan dengan isi buku yang bertema demokrasi tersebut. Obrolan santai dan juga guyonan khas Mbak Rieke turut memeriahkan acara yang dipadati oleh para warga kota Malang, seniman, komunitas-komunitas penulis, wartawan, maupun para reporter televisi. Turut hadir dalam acara ini, penulis serta sastrawan nasional – Ratna Indraswari Ibrahim. Di akhir acara, Mbak Rieke bahkan sempat mengenakan kaos khas “Arema” yang ditandatangani oleh walikota Malang, dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para pengunjung. Beliau juga menyempatkan diri menyapa dan beramah tamah dengan Ratna Indraswari salah seorang penulis senior dalam dunia kepenulisan tanah air. Tak lupa acara foto bersama dan bagi-bagi tanda tangan pun digelar sebagai sesi penutup acara ini.
Pelatihan Guru Profesional di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Seminar pendidikan tampaknya tak pernah habis diselenggarakan dan mendapat perhatian cukup besar dari warga kota Malang, khususnya guru sebagai praktisi pendidikan di kota ini. Pelatihan Guru Profesional dengan tema “Teknik Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching & Learning = CTL) berlangsung di Gedung Perpustakaan Kota Malang pada hari Minggu, 15 Juni 2008, sejak pagi hingga siang hari. Pembicara dalam seminar dan pelatihan ini adalah seorang praktisi pembelajar kontekstual dan assesor dari Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Sulthon, MPd. Kegiatan yang diselenggarakan dan dipanitiai oleh Komunitas Bengkel Kreasi Mandiri ini terbukti menyedot perhatian pengunjung, terutama para guru sebagai ujung tombak pendidikan.
Pameran Seni Rupa di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pameran Seni Rupa Lentera Volume VII Rumah Pohon yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Rupa Lentera – Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 9 – 13 Juni 2008 dengan bertempat di Perpustakaan Kota Malang berlangsung meriah dan dipadati pengunjung. Pameran yang dibuka sejak tanggal 9 Juni 2008 ini di Perpustakaan Kota Malang, kemudian dilanjutkan dengan acara sarasehan seni pada tanggal 13 Juni 2008. Turut hadir dalam acara tersebut para pecinta seni, seniman, penulis, jurnalis, dan para pelajar serta mahasiswa di kota Malang. Tampaknya apresiasi seni dan perhatian warga Malang pada berbagai aspek kesenian semakin hari semakin mengemuka, terbukti dalam setiap acara pameran seni di kota Malang selalu mendapat tempat di hati para pengunjung.
Seminar Nasional Teknologi Informasi di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Peran serta dunia teknologi informasi tidak bisa dipungkiri lagi. Teknologi informasi telah begitu menyatu dengan dunia perbukuan, pendidikan dan keilmuwan. Pengaruh budaya luar akibat globalisasi seakan menyerbu negeri ini melalui dunia maya, dalam hal ini internet. Menyadari akan pentingnya hal tersebut, maka di kota Malang diselenggarakan sebuah seminar nasional bertema “Membuka Mata Dunia Terhadap Perkembangan IT di Jawa Timur” dan juga seminar “Teknik Memblokir Situs Porno” dengan pembicara dan nara sumber, pakar teknologi informasi terkemuka, Onno W Purbo. Acara seminar yang diselenggarakan sebagai kelanjutan dari Pekan Gebyar ICT (11 – 14 Juni 2008) dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Islam Negeri Malang ini juga dimeriahkan dengan pameran komputer dan teknologi informasi yang bertempat di Gedung Perpustakaan Universitas Islam Negeri Malang. Event kegiatan bertema dunia teknologi informasi ini terselenggara berkat usaha keras Forum Komunikasi Mahasiswa Teknologi Informasi Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Malang.
Bincang Sastra di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bincang sastra dan diskusi cerita pendek pada hari Minggu, tanggal 8 Juni 2008. Kali ini membahas tips dan motivasi menulis sebuah karya sastra, khususnya mengenai penulisan cerita pendek. Sehubungan dengan itu diadakan pula bedah karya sebuah cerpen dengan judul “Pengakuan Jujur Seorang Penulis” karya Vita Priyambada, yang merupakan sebuah cerpen esai yang berhubungan dengan motivasi menulis seorang penulis dalam berkarya. Seperti biasa, acara bincang sastra ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan dilaksanakan secara lesehan di ruang lobby Gedung Perpustakaan Kota Malang. Turut hadir pula para pelajar, mahasiswa, guru pengajar, dan juga para praktisi dunia perbukuan di kota Malang, termasuk pula perwakilan dari pengelola toko buku yang ada di kota Malang. Dunia sastra di kota Malang memang mulai mengemuka, terbukti dari semakin maraknya kegiatan bernuansa sastra, maupun diskusi kepenulisan, seperti yang dilaksanakan kali ini.
Pameran Tunggal Fotografi Bencana Lumpur Lapindo
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah pameran tunggal fotografi hasil jepretan Trisnadi (fotografer dari Associated Press) digelar di Anjungan Ken Arok – Perpustakaan Kota Malang, Jalan Raya Ijen 30A – Malang pada tanggal 31 Mei – 6 Juni 2008. Pameran foto dengan tema “Membincang Masa Depan – Dua Tahun Derita Lumpur Panas LAPINDO” ini mencoba menyentuh nurani masyarakat agar turut menyelami perasaan duka para korban lumpur panas LAPINDO. Taburan bunga tujuh rupa di sekitar pigura foto yang dipamerkan, turut mengangkat rasa haru dan iba para pengunjung saat menyaksikan foto-foto berukuran besar tersebut dipajang di galeri seni Ken Arok, Gedung Perpustakaan Kota Malang. Pameran ini lebih bertujuan amal daripada mencari keuntungan. Hasil penjualan foto rencananya akan disumbangkan untuk para korban lumpur panas LAPINDO yang hingga kini belum juga mendapat kepastian akan nasib dan penghidupan mereka.
Acara Talkshow Kick Andy dan Bedah Sastra Andrea Hirata di Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pesona kota Malang sebagai kota pendidikan ternyata telah mengundang minat Andy F Noya untuk mengadakan syuting acara talkshow “Kick Andy” di kota Malang. Bertempat di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, acara talkshow yang diselenggarakan pada 6 Juni 2008 ini mengundang seorang penulis legendaris – Andrea Hirata sebagai bintang tamu. Seperti telah diketahui, Andrea Hirata yang buku-bukunya tidak saja laris di Indonesia, namun juga telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa asing dan beredar secara luas di Eropa, telah demikian populer dengan karya-karyanya yang demikian menyentuh. Para peminat dan penggemar buku-bukunya tidak saja berasal dari kalangan remaja namun juga orang dewasa, terbukti para penonton dan pengunjung acara ini penuh sesak memadati Dome Universitas Muhammadiyah. Aula gedung olahraga dengan kapasitas ribuan penonton ini dipadati oleh mahasiswa, pelajar, seniman, penulis, hingga masyarakat umum kota Malang yang ingin melihat dari dekat Andrea Hirata maupun Andy F Noya yang cukup populer itu. Bahkan lalu lintas di seputar Universitas Muhammadiyah Malang sempat macet menjelang acara dimulai. Padahal tiket untuk menonton acara ini sudah harus dipesan beberapa hari sebelumnya, dan masih banyak pengunjung yang tidak kebagian tiket nekat hendak menonton secara langsung. Sepertinya rasa antusiasme warga kota Malang akan dunia sastra begitu besar dan tidak dapat dibendung, terlihat dari jumlah penonton yang membanjiri area Dome Universitas Muhammadiyah Malang.
Bincang Santai Sastra Forum Penulis Kota Malang dengan Penerbit Graha Ilmu
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Forum Penulis Kota Malang diundang oleh Penerbit Graha Ilmu dalam acara bincang santai sastra dan ilmu pengetahuan pada tanggal 3 Juni 2008. Bertempat di ruang lobby “UMM Inn”, acara ini berlangsung secara kekeluargaan. Dalam pembicaraan ini sempat dikemukakan berbagai peluang menulis yang ditawarkan kepada Forum Penulis Kota Malang oleh Penerbit Graha Ilmu yang telah terkenal dengan buku-buku materi kuliah yang telah beredar secara luas di Indonesia. Bahkan Direktur Penerbit Graha Ilmu, Bapak Jozep Edyanto, menyempatkan diri berkunjung ke Malang ingin bertemu langsung dan berdiskusi dengan pengurus maupun anggota Forum Penulis Kota Malang. Dengan didampingi oleh beberapa staf dari Penerbit Graha Ilmu acara ini berlangsung hingga malam hari dan diwarnai oleh semangat silaturahmi dan kekeluargaan demi merintis jaringan kepenulisan yang lebih luas dalam skala nasional.
Forum Penulis Kota Malang Merambah Dunia Pendidikan
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Bermula dari keinginan untuk mempopulerkan dunia sastra di kota Malang, Forum Penulis Kota Malang (FPKM) yang berdiri pada 8 Oktober 2006 lalu, kian giat dalam meningkatkan budaya menulis dan membaca di kalangan generasi muda. Situs dan blog FPKM yang sarat akan bahan bacaan sastra maupun ilmu pengetahuan ilmiah ternyata menarik perhatian pemilik sekaligus pengelola situs web “Edu 2000” yang juga merupakan perusahaan content media yang cukup ternama baik di Indonesia maupun di Singapura. Dalam rangka semangat kepedulian terhadap dunia pendidikan dan sastra ini, maka Forum Penulis Kota Malang bersedia menyambut baik tawaran dari Bapak Ir. Kosasih Iskandarsjah selaku pengelola perusahaan multimedia berskala internasional yang berpusat di Singapura itu untuk mengisi content situs pendidikan Edu 2000. Jadi setiap tulisan maupun artikel yang ada di situs maupun blog FPKM juga akan ditayangkan pula di situs Edu 2000 maupun situs-situs jaringan pendidikan lainnya (www.edu2000.org , www.discoveryindonesia.com dan www.esolusi.co.id), yang akan dibaca dan dikonsumsi secara luas tidak saja di Indonesia, namun juga dengan target pasar di Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Walau sudah diketahui bahwa beberapa sudah sejak lama, situs Forum Penulis Kota Malang juga banyak dikunjungi oleh para peminat sastra tidak saja di Indonesia namun juga dari Eropa, Asia, Timur Tengah, hingga Amerika dan Canada.
Pameran Buku Islam di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pameran buku tahunan bertema Islam “Islamic Book Fair” digelar kembali di kota Malang pada tanggal 30 Mei – 4 Juni 2008. Acara pameran buku yang digelar di Aula Skodam Brawijaya Malang yang tepat berada di dekat Kantor Kotamadya Malang ini diikuti oleh puluhan penerbit dan toko buku Islam se-Indonesia. Dengan berbagai acara menarik seperti bedah buku karya Afifah Afra maupun aneka doorprize dan pesta diskon, pameran buku ini dibanjiri oleh para peminat buku di kota Malang. Daya tariknya apalagi kalau bukan ingin melihat dari dekat penulis ternama seperti Afifah Afra maupun ingin mendapatkan buku dengan harga-harga yang jauh berada di bawah harga normal. Apapun jenis buku yang dipamerkan, asalkan ada pameran buku di kota Malang, pastilah selalu dibanjiri pengunjung. Selain untuk cuci gudang, acara pameran buku seperti ini juga merupakan ajang yang baik untuk mempromosikan berbagai buku-buku baru yang terbit di pasaran, maupun memperkenalkan penulis-penulis berbakat Indonesia kepada masyarakat pecinta buku, khususnya masyarakat kota Malang yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan.
Festival Malang Tempo Doeloe
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Kota Malang dimeriahkan oleh sebuah event besar yang merupakan acara tahunan. Event yang terselenggara pada tanggal 22 – 25 Mei 2008 tersebut adalah Festival Budaya dan Nostalgia “Malang Tempo Doeloe” atau lebih dikenal dengan sebutan “Festival Malang Kembali”. Festival tahunan ini dimeriahkan oleh berbagai atraksi dan tontonan hiburan rakyat, seperti acara pementasan sendratari, ketoprak, wayang orang, lagu-lagu tradisional campur sari, pameran buku-buku kuno (buku-buku jaman penjajahan Belanda, jaman Jepang serta buku-buku langka yang unik serta menarik), pameran foto kota Malang saat jaman penjajahan, kendaraan kuno, pameran benda-benda pos tempo dulu, aneka lomba dan permainan tradisional, festival makanan dan jajanan tradisional khas Malang pada jaman kolonial, serta berbagai pameran pernak-pernik benda-benda kuno peninggalan jaman purbakala hingga saat jaman kolonial penjajahan Belanda di Malang. Yang unik dari festival budaya ini adalah bahwa setiap pengunjung, panitia, maupun peserta festival diwajibkan memakai busana nasional, ataupun pakaian jaman dulu saat negeri ini belum merdeka. Yang cukup menarik dari festival ini adalah bahwa setiap tulisan dan papan penunjuk arah yang merupakan ornamen pameran juga menggunakan ejaan jaman dahulu (ejaan yang dipakai saat jaman penjajahan Belanda). Desain setiap stan pameran juga bercorak seperti tahun 1920-1930-an. Berbagai poster berukuran raksasa memajang foto-foto kota Malang jaman dahulu kala, berbagai foto candi-candi kuno yang terdapat di kota Malang, serta foto-foto menarik yang membuat pengunjung seakan kembali berada di masa lalu.
Para pengunjung yang hadir serta para peserta festival ini memakai pakaian dan dandanan yang menarik, mulai dari yang memakai pakaian tradisional Jawa jaman dulu, hingga yang berpakaian ala polisi jaman Belanda yang memakai topi polka. Acara ini merupakan gabungan antara pesta kostum maupun festival budaya, makanan, festival buku, serta benda-benda seni yang diharapkan dapat mendongkrak potensi pariwisata di kota Malang. Benar saja, banyak dijumpai wisatawan asing, terutama dari Belanda dan Eropa, karena festival ini bahkan terdengar gaungnya hingga ke negeri Belanda, dan sempat diberitakan di berbagai majalah terkemuka di sana. Meniru berbagai festival sejenis yang banyak diselenggarakan di luar negeri demi mengenang kembali bagaimana suasana jaman perjuangan serta membangkitkan kembali rasa nasionalisme dengan memakai pakaian tradisional, acara tahunan yang diselenggarakan di sepanjang jalan raya Ijen kota Malang ini seharusnya juga dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia sehingga selain untuk menarik wisatawan juga untuk mengeksplorasi daya kreativitas seni dan sebagai hiburan atau tontonan yang menarik bagi masyarakat.
Pameran Buku “Malang Membaca” di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Acara pameran buku kembali diadakan di kota Malang. Kali ini dengan tema “Malang Membaca” – sebuah pameran buku yang cukup eksotik dan dahsyat yang diselenggarakan di Perpustakaan Kota Malang pada tanggal 10 – 20 Mei 2008. Acara pameran buku yang menggelar buku-buku best seller dan buku-buku top lainnya ini terwujud atas kerjasama antara Perpustakaan Kota Malang, Forum Penulis Kota Malang, Toko Buku TogaMas dan juga Penerbit Kanisius. Turut berpartisipasi pula dalam pameran buku ini, puluhan penerbit maupun toko buku terkemuka di Indonesia.
Pameran buku ini dimeriahkan pula oleh berbagai acara bedah buku dengan para pembicara penulis top seperti Raditya Dika (penulis novel remaja “Kambing Jantan” dan “Babi Ngesot”), Moeammar Emka (penulis buku “Jakarta Undercover”), Ratna Indraswari Ibrahim maupun juga Sigit Susanto (penulis buku catatan perjalanan “Menyusuri Lorong-Lorong Dunia”). Beberapa acara lain yang turut memeriahkan pekan pameran buku ini adalah acara lomba mewarnai dan lomba menggambar untuk siswa siswi sekolah dasar, lomba menulis esai untuk pelajar sekolah menengah, workshop “penulisan, mendongeng dan kartun”, mendongeng cerita anak, pemutaran film serta acara permainan dan pembagian door prize bagi para pengunjung.
Seperti lazimnya berbagai acara pameran yang biasa digelar di kota Malang, acara pameran kali ini cukup ramai dan dibanjiri oleh pengunjung yang jumlahnya bisa membludak hingga ribuan orang dalam sehari. Daya tariknya apalagi kalau bukan diskon besar-besaran buku-buku laris yang digelar dalam acara pameran. Buku-buku yang dijual bahkan didiskon besar-besaran dan dijual murah sehingga banyak digandrungi oleh para peminat buku maupun kolektor buku. Dalam hal ini terbukti bahwa minat baca dan tulis di kota Malang tidak kalah bila dibanding dengan kota-kota besar lain di Indonesia.
Pekan Karikatur di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Memeriahkan pekan karikatur “Katakanlah dengan Karikatur”, pada tanggal 11 Mei 2008 diadakan talk show (bincang santai) serta pelatihan dengan tema “Peranan Karikatur dalam Dunia Jurnalistik” dengan bertempat di Gedung PPI Universitas Brawijaya - Malang. Acara talk show (bincang santai) bertema dunia karikatur ini merupakan acara puncak pekan karikatur di kota Malang setelah sebelumnya diadakan lomba menggambar karikatur dengan tema “Pendidikan Kok Mahal” yang mendapat sambutan yang cukup baik dari para mahasiswa maupun para seniman karikatur kota Malang.
Seminar Pendidikan Nasional di Surabaya
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Seminar bertema pendidikan kembali diadakan di Jawa Timur. Kali ini berlangsung di Surabaya pada tanggal 11 Mei 2008 dengan bertempat di Asrama Haji Sukolilo – Surabaya. Seminar yang mengambil tema “Kiat Sukses Sertifikasi dalam Sistem Pendidikan Nasional ini dibawakan oleh pembicara Prof. Dr. H. Muslimin Ibrahim yang merupakan asesor sertifikasi pendidikan sekaligus dosen pengajar UNESA Surabaya. Walau tidak gratis, seminar yang cukup bermanfaat ini banyak mendapat sambutan dari para guru pendidik yang ingin memperoleh pengetahuan lebih lewat seminar ini.
Seminar “Kiat Jitu Membuat Karya Tulis” di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah seminar pendidikan digelar di kota Malang pada tanggal 11 Mei 2008 dengan bertempat di Aula Gedung Perpustakaan Kota Malang, Jalan Raya Ijen 30 A - Malang. “Seminar Regional Guru Menulis” demikian tema seminar yang digelar. Dengan bahan diskusi seminar yang berjudul “Kiat Jitu Membuat Karya Tulis (Artikel, Buku dan Karya Tulis Ilmiah)”, seminar ini merupakan seminar angkatan yang kedua. Acara seminar yang dilaksanakan sejak pagi ini, hadir dengan para pembicara kawakan seperti M. Hasyim Ashari S,Pd (guru dan penulis), Dr. Bagyo Yanuwiadi (dosen MIPA Universitas Brawijaya Malang), para pemateri dari Penerbit Buku Erlangga dan juga komunitas Bengkel Kreasi Guru Insan Mandiri yang beralamat di Jalan Sunan Kalijaga 9A – Malang. Acara seminar seperti ini seharusnya sering-sering digelar di kota Malang, agar memberikan wawasan dan pengetahuan bagi warga masyarakat, khususnya para guru pendidik.
Diskusi Sastra Puisi di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 6 Mei 2008, UKMP Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan acara diskusi sastra khususnya mengenai sastra puisi. Dengan pembicara Komang Ira, seorang sastrawan yang datang jauh-jauh dari Yogya, acara yang berlangsung sejak pukul 18.30 WIB ini mengupas banyak hal seputar dunia sastra khususnya puisi. Komang Ira sendiri adalah seorang penyair yang cukup aktif dalam berkarya dan juga sempat menjadi nominator Pena Kencana Award. Acara diskusi yang berlangsung di kantor sekretariat UKMP Universitas Negeri Malang ini banyak dihadiri para mahasiswa maupun pecinta seni sastra di kota Malang.
Diklat Penulisan Buku di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada bulan Mei 2008 berlangsung sebuah acara diklat / pelatihan pembuatan buku bahan pengajaran serta cara menerbitkan sendiri buku bahan pengajaran tersebut di kota Malang. Acara diklat ini terasa begitu menarik dan banyak diikuti oleh para guru di Jawa Timur. Dengan para pembicara seperti Bpk. Drs. Susilo, M.M (instruktur guru tingkat propinsi Jawa Timur) serta Bpk. M. Romzul Islam, ST (direktur penerbit dan percetakan CV. PenaSuci – Surabaya), acara yang berlangsung pada hari Minggu, 4 Mei 2008 di SMK Negeri 3, Jl. Surabaya 1 – Malang ini berlangsung cukup menarik dengan acara dialog dan tanya jawab seputar penulisan buku bahan pengajaran yang patut diketahui oleh para guru pengajar.
Diskusi Sastra di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 4 Mei, Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara diskusi sastra dan bedah cerita pendek “Seorang Buta dan Lima Sosok Lainnya” karya David Ardy di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara diskusi yang bernuansa santai dengan lesehan ini, dihadiri oleh para peminat sastra, seniman, penulis, dan kritikus seni di kota Malang. Dalam acara ini pula banyak dibicarakan mengenai beberapa kekurangan maupun kelebihan karya-karya sastra Indonesia, dan juga tukar menukar pengalaman dalam menulis sebuah karya cerita pendek sehingga bisa menjadi sebuah karya yang berbobot dan berkualitas.
Pekan Jurnalistik dan Lomba Menulis di Universitas Brawijaya Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Universitas Brawijaya Malang kembali mengadakan acara workshop atau pelatihan jurnalistik. Acara yang berlangsung pada tanggal 3 Mei – 4 Mei 2008 ini dimeriahkan pula dengan acara talkshow atau bincang santai dengan penulis novel remaja – Boim Lebon. Bertempat di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang, acara pelatihan penulisan karya ilmiah populer maupun artikel jurnalistik ini dibawakan oleh pemateri-pemateri profesional seperti Erani (Dosen pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya) dan tak ketinggalan pula panduan praktis menulis yang dibawakan oleh Rohman Budianto (Pimpinan Redaksi Jawa Pos). Acara yang diprakarsai oleh Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini berlangsung cukup meriah dan banyak diminati baik oleh kalangan mahasiswa, wartawan maupun masyarakat umum. Pekan workshop jurnalistik ini diawali oleh beberapa kegiatan pendahuluan seperti acara lomba menulis resensi novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata yang diselenggarakan antara tanggal 5 – 30 April 2008, maupun lomba menulis esai untuk rektor dengan tema “Brawijaya Goes to Entrepreneurial University”. Tak ketinggalan pula gegap gempita acara “Book Fair & Pameran Fotografi” yang diselenggarakan di lapangan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, turut memeriahkan acara pekan workshop jurnalistik di tahun 2008 ini.
Bedah Sastra di Perpustakaan Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 4 Mei, Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara diskusi sastra dan bedah cerita pendek “Seorang Buta dan Lima Sosok Lainnya” karya David Ardy di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara diskusi dan bedah sastra yang bernuansa santai dengan lesehan ini, dihadiri oleh para peminat sastra, seniman, penulis, dan kritikus seni di kota Malang. Dalam acara ini pula banyak dibicarakan mengenai beberapa kekurangan maupun kelebihan karya-karya sastra Indonesia, dan juga tukar menukar pengalaman dalam menulis sebuah karya cerita pendek sehingga bisa menjadi sebuah karya yang berbobot dan berkualitas.
Acara Bedah Buku karya Nagib Machfus
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bedah buku. Kali ini buku yang dibedah adalah buku berjudul "Harafisy" karya Nagib Machfus, dengan pembicara oleh Santi Octavia. Acara bedah buku ini diselenggarakan pada hari Minggu pagi, 27 April 2008 bertempat di gedung perpustakaan kota Malang. Acara diskusi ini digelar cukup santai dengan lesehan dan temu akrab rutin para anggota komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Nagib Machfus sendiri adalah seorang sastrawan legendaris dunia yang karyanya akhir-akhir ini sedang tren dan banyak dibicarakan oleh berbagai komunitas penulis di Eropa maupun di Amerika. Di Indonesia, Forum Penulis Kota Malang mencoba mengangkat tema yang menarik mengenai buku ini dalam sebuah diskusi sastra dan bedah buku untuk meningkatkan gairah baca karya sastra dunia. Dalam acara ini dibahas pula beragam topik menarik tentang info kepenulisan maupun peluang menulis.
Acara Bedah Naskah Skenario Film di Perpustakaan Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Acara bedah karya dua mingguan yang rutin diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang (FPKM) kembali digelar di kota Malang. Dengan bertempat di teras Gedung Perpustakaan Kota Malang, pada tanggal 13 April 2008, acara diskusi dengan cara lesehan kali ini membahas penulisan naskah skenario film yang masih dalam bentuk draft. Acara bedah karya dan diskusi ini dihadiri oleh segenap anggota dan pengurus komunitas penulis FPKM. Naskah skenario film yang dibahas, berjudul “Secercah Harapan”, buah karya Mas Jamsari (ZamZam) – seorang penyair dan juga penulis skenario yang merupakan anggota Forum Penulis Kota Malang. Naskah skenario film ini menceritakan sebuah cerita sosial dengan mengambil tema refleksi pendidikan yang dialami oleh sebagian besar anak bangsa ini – bangsa Indonesia. Proses kreatif dari penulisan naskah film ini sebenarnya diilhami oleh lahirnya demokrasi reformasi dalam dunia pendidikan di tanah air akhir-akhir ini dan dengan mengambil setting dan tokoh-tokoh masyarakat kelas bawah, naskah skenario film ini seakan mencoba mengais potret kehidupan warga miskin negeri ini yang berusaha menggapai cita-cita dalam memperoleh pendidikan yang lebih layak. Diceritakan bahwa seorang tokoh dalam cerita ini, yaitu seorang janda bernama Sumirah yang tinggal di desa kampung nelayan, memiliki anak semata wayangnya yang bernama Dino. Wanita ini harus hidup membanting tulang untuk menghidupi keluarganya sejak kepergian suami tercintanya (Dadang) menghadap Sang Pencipta. Di kala menghadapi kerasnya kehidupan bergelut dengan kemiskinan inilah, Sumirah berusaha keras untuk mewujudkan cita-cita anaknya yang bersikeras ingin menuntut ilmu dan tetap duduk di bangku sekolah, walau kemiskinan telah mendera mereka demikian kejamnya. Naskah cerita film yang sedikit unik ini seakan menjadi alternatif diantara begitu banyak cerita dan film bertema cinta remaja yang akhir-akhir ini banyak melanda tanah air. Tentu saja dengan cara bercerita dan alur cerita yang unik, naskah film ini menarik untuk dibahas dan bahkan mungkin diangkat ke layar televisi atau layar lebar. Bagi yang ingin menghubungi penulis naskah film ini (Mas Jamsari) sekedar untuk berdiskusi bisa menghubungi beliau di nomor telepon +62-085850556786 atau bisa juga melalui forum diskusi FPKM di mailing list internet yaitu yang beralamat di http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang/
Pameran Buku Islam di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pameran buku tahunan bertema Islam “Islamic Book Fair” digelar kembali di kota Malang pada tanggal 30 Mei – 4 Juni 2008. Acara pameran buku yang digelar di Aula Skodam Brawijaya Malang yang tepat berada di dekat Kantor Kotamadya Malang ini diikuti oleh puluhan penerbit dan toko buku Islam se-Indonesia. Dengan berbagai acara menarik seperti bedah buku karya Afifah Afra maupun aneka doorprize dan pesta diskon, pameran buku ini dibanjiri oleh para peminat buku di kota Malang. Daya tariknya apalagi kalau bukan ingin melihat dari dekat penulis ternama seperti Afifah Afra maupun ingin mendapatkan buku dengan harga-harga yang jauh berada di bawah harga normal. Apapun jenis buku yang dipamerkan, asalkan ada pameran buku di kota Malang, pastilah selalu dibanjiri pengunjung. Selain untuk cuci gudang, acara pameran buku seperti ini juga merupakan ajang yang baik untuk mempromosikan berbagai buku-buku baru yang terbit di pasaran, maupun memperkenalkan penulis-penulis berbakat Indonesia kepada masyarakat pecinta buku, khususnya masyarakat kota Malang yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan.
Festival Malang Tempo Doeloe
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Kota Malang dimeriahkan oleh sebuah event besar yang merupakan acara tahunan. Event yang terselenggara pada tanggal 22 – 25 Mei 2008 tersebut adalah Festival Budaya dan Nostalgia “Malang Tempo Doeloe” atau lebih dikenal dengan sebutan “Festival Malang Kembali”. Festival tahunan ini dimeriahkan oleh berbagai atraksi dan tontonan hiburan rakyat, seperti acara pementasan sendratari, ketoprak, wayang orang, lagu-lagu tradisional campur sari, pameran buku-buku kuno (buku-buku jaman penjajahan Belanda, jaman Jepang serta buku-buku langka yang unik serta menarik), pameran foto kota Malang saat jaman penjajahan, kendaraan kuno, pameran benda-benda pos tempo dulu, aneka lomba dan permainan tradisional, festival makanan dan jajanan tradisional khas Malang pada jaman kolonial, serta berbagai pameran pernak-pernik benda-benda kuno peninggalan jaman purbakala hingga saat jaman kolonial penjajahan Belanda di Malang. Yang unik dari festival budaya ini adalah bahwa setiap pengunjung, panitia, maupun peserta festival diwajibkan memakai busana nasional, ataupun pakaian jaman dulu saat negeri ini belum merdeka. Yang cukup menarik dari festival ini adalah bahwa setiap tulisan dan papan penunjuk arah yang merupakan ornamen pameran juga menggunakan ejaan jaman dahulu (ejaan yang dipakai saat jaman penjajahan Belanda). Desain setiap stan pameran juga bercorak seperti tahun 1920-1930-an. Berbagai poster berukuran raksasa memajang foto-foto kota Malang jaman dahulu kala, berbagai foto candi-candi kuno yang terdapat di kota Malang, serta foto-foto menarik yang membuat pengunjung seakan kembali berada di masa lalu.
Para pengunjung yang hadir serta para peserta festival ini memakai pakaian dan dandanan yang menarik, mulai dari yang memakai pakaian tradisional Jawa jaman dulu, hingga yang berpakaian ala polisi jaman Belanda yang memakai topi polka. Acara ini merupakan gabungan antara pesta kostum maupun festival budaya, makanan, festival buku, serta benda-benda seni yang diharapkan dapat mendongkrak potensi pariwisata di kota Malang. Benar saja, banyak dijumpai wisatawan asing, terutama dari Belanda dan Eropa, karena festival ini bahkan terdengar gaungnya hingga ke negeri Belanda, dan sempat diberitakan di berbagai majalah terkemuka di sana. Meniru berbagai festival sejenis yang banyak diselenggarakan di luar negeri demi mengenang kembali bagaimana suasana jaman perjuangan serta membangkitkan kembali rasa nasionalisme dengan memakai pakaian tradisional, acara tahunan yang diselenggarakan di sepanjang jalan raya Ijen kota Malang ini seharusnya juga dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia sehingga selain untuk menarik wisatawan juga untuk mengeksplorasi daya kreativitas seni dan sebagai hiburan atau tontonan yang menarik bagi masyarakat.
Pameran Buku “Malang Membaca” di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Acara pameran buku kembali diadakan di kota Malang. Kali ini dengan tema “Malang Membaca” – sebuah pameran buku yang cukup eksotik dan dahsyat yang diselenggarakan di Perpustakaan Kota Malang pada tanggal 10 – 20 Mei 2008. Acara pameran buku yang menggelar buku-buku best seller dan buku-buku top lainnya ini terwujud atas kerjasama antara Perpustakaan Kota Malang, Forum Penulis Kota Malang, Toko Buku TogaMas dan juga Penerbit Kanisius. Turut berpartisipasi pula dalam pameran buku ini, puluhan penerbit maupun toko buku terkemuka di Indonesia.
Pameran buku ini dimeriahkan pula oleh berbagai acara bedah buku dengan para pembicara penulis top seperti Raditya Dika (penulis novel remaja “Kambing Jantan” dan “Babi Ngesot”), Moeammar Emka (penulis buku “Jakarta Undercover”), Ratna Indraswari Ibrahim maupun juga Sigit Susanto (penulis buku catatan perjalanan “Menyusuri Lorong-Lorong Dunia”). Beberapa acara lain yang turut memeriahkan pekan pameran buku ini adalah acara lomba mewarnai dan lomba menggambar untuk siswa siswi sekolah dasar, lomba menulis esai untuk pelajar sekolah menengah, workshop “penulisan, mendongeng dan kartun”, mendongeng cerita anak, pemutaran film serta acara permainan dan pembagian door prize bagi para pengunjung.
Seperti lazimnya berbagai acara pameran yang biasa digelar di kota Malang, acara pameran kali ini cukup ramai dan dibanjiri oleh pengunjung yang jumlahnya bisa membludak hingga ribuan orang dalam sehari. Daya tariknya apalagi kalau bukan diskon besar-besaran buku-buku laris yang digelar dalam acara pameran. Buku-buku yang dijual bahkan didiskon besar-besaran dan dijual murah sehingga banyak digandrungi oleh para peminat buku maupun kolektor buku. Dalam hal ini terbukti bahwa minat baca dan tulis di kota Malang tidak kalah bila dibanding dengan kota-kota besar lain di Indonesia.
Pekan Karikatur di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Memeriahkan pekan karikatur “Katakanlah dengan Karikatur”, pada tanggal 11 Mei 2008 diadakan talk show (bincang santai) serta pelatihan dengan tema “Peranan Karikatur dalam Dunia Jurnalistik” dengan bertempat di Gedung PPI Universitas Brawijaya - Malang. Acara talk show (bincang santai) bertema dunia karikatur ini merupakan acara puncak pekan karikatur di kota Malang setelah sebelumnya diadakan lomba menggambar karikatur dengan tema “Pendidikan Kok Mahal” yang mendapat sambutan yang cukup baik dari para mahasiswa maupun para seniman karikatur kota Malang.
Seminar Pendidikan Nasional di Surabaya
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Seminar bertema pendidikan kembali diadakan di Jawa Timur. Kali ini berlangsung di Surabaya pada tanggal 11 Mei 2008 dengan bertempat di Asrama Haji Sukolilo – Surabaya. Seminar yang mengambil tema “Kiat Sukses Sertifikasi dalam Sistem Pendidikan Nasional ini dibawakan oleh pembicara Prof. Dr. H. Muslimin Ibrahim yang merupakan asesor sertifikasi pendidikan sekaligus dosen pengajar UNESA Surabaya. Walau tidak gratis, seminar yang cukup bermanfaat ini banyak mendapat sambutan dari para guru pendidik yang ingin memperoleh pengetahuan lebih lewat seminar ini.
Seminar “Kiat Jitu Membuat Karya Tulis” di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah seminar pendidikan digelar di kota Malang pada tanggal 11 Mei 2008 dengan bertempat di Aula Gedung Perpustakaan Kota Malang, Jalan Raya Ijen 30 A - Malang. “Seminar Regional Guru Menulis” demikian tema seminar yang digelar. Dengan bahan diskusi seminar yang berjudul “Kiat Jitu Membuat Karya Tulis (Artikel, Buku dan Karya Tulis Ilmiah)”, seminar ini merupakan seminar angkatan yang kedua. Acara seminar yang dilaksanakan sejak pagi ini, hadir dengan para pembicara kawakan seperti M. Hasyim Ashari S,Pd (guru dan penulis), Dr. Bagyo Yanuwiadi (dosen MIPA Universitas Brawijaya Malang), para pemateri dari Penerbit Buku Erlangga dan juga komunitas Bengkel Kreasi Guru Insan Mandiri yang beralamat di Jalan Sunan Kalijaga 9A – Malang. Acara seminar seperti ini seharusnya sering-sering digelar di kota Malang, agar memberikan wawasan dan pengetahuan bagi warga masyarakat, khususnya para guru pendidik.
Diskusi Sastra Puisi di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 6 Mei 2008, UKMP Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan acara diskusi sastra khususnya mengenai sastra puisi. Dengan pembicara Komang Ira, seorang sastrawan yang datang jauh-jauh dari Yogya, acara yang berlangsung sejak pukul 18.30 WIB ini mengupas banyak hal seputar dunia sastra khususnya puisi. Komang Ira sendiri adalah seorang penyair yang cukup aktif dalam berkarya dan juga sempat menjadi nominator Pena Kencana Award. Acara diskusi yang berlangsung di kantor sekretariat UKMP Universitas Negeri Malang ini banyak dihadiri para mahasiswa maupun pecinta seni sastra di kota Malang.
Diklat Penulisan Buku di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada bulan Mei 2008 berlangsung sebuah acara diklat / pelatihan pembuatan buku bahan pengajaran serta cara menerbitkan sendiri buku bahan pengajaran tersebut di kota Malang. Acara diklat ini terasa begitu menarik dan banyak diikuti oleh para guru di Jawa Timur. Dengan para pembicara seperti Bpk. Drs. Susilo, M.M (instruktur guru tingkat propinsi Jawa Timur) serta Bpk. M. Romzul Islam, ST (direktur penerbit dan percetakan CV. PenaSuci – Surabaya), acara yang berlangsung pada hari Minggu, 4 Mei 2008 di SMK Negeri 3, Jl. Surabaya 1 – Malang ini berlangsung cukup menarik dengan acara dialog dan tanya jawab seputar penulisan buku bahan pengajaran yang patut diketahui oleh para guru pengajar.
Diskusi Sastra di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 4 Mei, Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara diskusi sastra dan bedah cerita pendek “Seorang Buta dan Lima Sosok Lainnya” karya David Ardy di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara diskusi yang bernuansa santai dengan lesehan ini, dihadiri oleh para peminat sastra, seniman, penulis, dan kritikus seni di kota Malang. Dalam acara ini pula banyak dibicarakan mengenai beberapa kekurangan maupun kelebihan karya-karya sastra Indonesia, dan juga tukar menukar pengalaman dalam menulis sebuah karya cerita pendek sehingga bisa menjadi sebuah karya yang berbobot dan berkualitas.
Pekan Jurnalistik dan Lomba Menulis di Universitas Brawijaya Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Universitas Brawijaya Malang kembali mengadakan acara workshop atau pelatihan jurnalistik. Acara yang berlangsung pada tanggal 3 Mei – 4 Mei 2008 ini dimeriahkan pula dengan acara talkshow atau bincang santai dengan penulis novel remaja – Boim Lebon. Bertempat di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang, acara pelatihan penulisan karya ilmiah populer maupun artikel jurnalistik ini dibawakan oleh pemateri-pemateri profesional seperti Erani (Dosen pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya) dan tak ketinggalan pula panduan praktis menulis yang dibawakan oleh Rohman Budianto (Pimpinan Redaksi Jawa Pos). Acara yang diprakarsai oleh Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini berlangsung cukup meriah dan banyak diminati baik oleh kalangan mahasiswa, wartawan maupun masyarakat umum. Pekan workshop jurnalistik ini diawali oleh beberapa kegiatan pendahuluan seperti acara lomba menulis resensi novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata yang diselenggarakan antara tanggal 5 – 30 April 2008, maupun lomba menulis esai untuk rektor dengan tema “Brawijaya Goes to Entrepreneurial University”. Tak ketinggalan pula gegap gempita acara “Book Fair & Pameran Fotografi” yang diselenggarakan di lapangan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, turut memeriahkan acara pekan workshop jurnalistik di tahun 2008 ini.
Kontes Membaca Berita di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah acara kontes bakat membaca berita dan lomba penyiar diadakan di kota Malang pada tanggal 26 – 27 April 2008 dengan bertempat di Aula Gedung Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM). Acara yang berjudul “News Reading Contest” ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa IPRI (Ikatan Pecinta Retorika Indonesia) Universitas Negeri Malang. Kontes lomba membaca berita ini mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat kota Malang. Tidak saja di kalangan mahasiswa dan pelajar, acara seperti ini juga menarik perhatian para warga masyarakat kota Malang, karena acara yang diselenggarakan ini memperebutkan piala trophy Walikota Malang, serta piala dari Kepala Dinas / Rektor Universitas Negeri Malang dan juga hadiah uang sebesar 1,2 juta rupiah. Tentu saja acara seperti ini tidak boleh dilewatkan begitu saja, terlihat dari sambutan yang cukup meriah di kalangan para peserta maupun penonton.
Acara Diskusi dan Bedah Film Ayat-Ayat Cinta di UIN Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
“Ayat-Ayat Cinta” - sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berhasil diangkat ke layar lebar, terbukti telah banyak mendapat sorotan dan juga pujian dari masyarakat, termasuk juga warga kota Malang. Selain buku novelnya yang laris manis terjual, filmnya pun juga banyak diperbincangkan. Film yang telah banyak mendapat sambutan dari masyarakat ini akhirnya diangkat sebagai bahan diskusi dalam acara “Bedah film Ayat-Ayat Cinta” yang diselenggarakan di Gedung Sport Centre – Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Jawa Timur, pada tanggal 17 April 2008. Dengan pembicara seorang penulis skenario film – Salman Aristo dan juga aktor Fedi Nuril, acara yang banyak dihadiri oleh para mahasiswa, dosen maupun masyarakat umum di kota Malang ini terbukti sukses. Walau tidak gratis, namun dengan harga tiket masuk yang cukup murah (sekitar lima ribu rupiah), acara ini tetap menjadi pilihan bagi penggemar sastra, pecinta buku dan peminat film tanah air.
Acara Bedah Naskah Skenario Film di Perpustakaan Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Acara bedah karya dua mingguan yang rutin diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang (FPKM) kembali digelar di kota Malang. Dengan bertempat di teras Gedung Perpustakaan Kota Malang, pada tanggal 13 April 2008, acara diskusi dengan cara lesehan kali ini membahas penulisan naskah skenario film yang masih dalam bentuk draft. Acara bedah karya dan diskusi ini dihadiri oleh segenap anggota dan pengurus komunitas penulis FPKM. Naskah skenario film yang dibahas, berjudul “Secercah Harapan”, buah karya Mas Jamsari (ZamZam) – seorang penyair dan juga penulis skenario yang merupakan anggota Forum Penulis Kota Malang. Naskah skenario film ini menceritakan sebuah cerita sosial dengan mengambil tema refleksi pendidikan yang dialami oleh sebagian besar anak bangsa ini – bangsa Indonesia. Proses kreatif dari penulisan naskah film ini sebenarnya diilhami oleh lahirnya demokrasi reformasi dalam dunia pendidikan di tanah air akhir-akhir ini dan dengan mengambil setting dan tokoh-tokoh masyarakat kelas bawah, naskah skenario film ini seakan mencoba mengais potret kehidupan warga miskin negeri ini yang berusaha menggapai cita-cita dalam memperoleh pendidikan yang lebih layak. Diceritakan bahwa seorang tokoh dalam cerita ini, yaitu seorang janda bernama Sumirah yang tinggal di desa kampung nelayan, memiliki anak semata wayangnya yang bernama Dino. Wanita ini harus hidup membanting tulang untuk menghidupi keluarganya sejak kepergian suami tercintanya (Dadang) menghadap Sang Pencipta. Di kala menghadapi kerasnya kehidupan bergelut dengan kemiskinan inilah, Sumirah berusaha keras untuk mewujudkan cita-cita anaknya yang bersikeras ingin menuntut ilmu dan tetap duduk di bangku sekolah, walau kemiskinan telah mendera mereka demikian kejamnya. Naskah cerita film yang sedikit unik ini seakan menjadi alternatif diantara begitu banyak cerita dan film bertema cinta remaja yang akhir-akhir ini banyak melanda tanah air. Tentu saja dengan cara bercerita dan alur cerita yang unik, naskah film ini menarik untuk dibahas dan bahkan mungkin diangkat ke layar televisi atau layar lebar. Bagi yang ingin menghubungi penulis naskah film ini (Mas Jamsari) sekedar untuk berdiskusi bisa menghubungi beliau di nomor telepon +62-085850556786 atau bisa juga melalui forum diskusi FPKM di mailing list internet yaitu yang beralamat di http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang/
Bedah Film dan Buku Fidel Castro di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Forum Pelangi pimpinan Ratna Indraswari Ibrahim bekerja sama dengan Toko Buku Poestaka Rakjat kota Malang, mengadakan acara nonton bareng film “Looking for Fidel – Mencari Fidel” yang diikuti dengan diskusi buku-buku sastra politik yang membahas berbagai hal mengenai diri Fidel Castro, sang presiden Kuba. Bertempat di Rumah Budaya Ratna Indraswari di jalan Diponegoro kota Malang, acara yang diselenggarakan pada 28 Maret 2008 dan baru dimulai sejak pukul delapan malam, berlangsung semarak oleh kehadiran para peminat buku, seniman, penulis serta sekaligus para pecinta film dokumenter di kota Malang. Buku-buku mengenai biografi Fidel Castro sebagai seorang tokoh politik kontroversial seperti halnya Soeharto, memang cukup laris manis di pasaran. Apalagi di era keterbukaan seperti sekarang di saat buku-buku politik maupun sastra politik semakin bebas beredar di pasaran, maka tak pelak lagi minat masyarakat yang haus akan rasa keingintahuan tentang berbagai hal khususnya mengenai sejarah dunia dan politik dunia seakan terpuaskan dengan kehadiran buku-buku politik yang semakin banyak saja dijumpai di pasaran. Film “Looking for Fidel” lebih banyak mengupas tentang diri Fidel Castro sebagai seorang pribadi dan manusia yang berkebudayaan, juga diwarnai oleh begitu banyak wawancara ekslusif yang ditayangkan dalam film berdurasi dua jam tersebut. Seperti biasa, setelah film selesai diputar, baru kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tukar pikiran mengenai topik yang sedang dibahas. Forum Pelangi, pimpinan penulis nasional - Ratna Indraswari Ibrahim, memang selalu mengetengahkan berbagai topik bahasan unik di setiap pertemuannya. Jadi bukan hanya sastra fiksi saja yang dibahas, melainkan berbagai hal yang berhubungan dengan seni drama, puisi, kepenulisan dan tentu saja film, seperti topik yang sedang dibahas kali ini.
Bedah Buku Kumpulan Puisi Alejandra Pizarnik di Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bedah buku yang merupakan kegiatan rutin dua mingguan. Kali ini buku yang dibahas adalah buku kumpulan puisi karya penyair Amerika Latin – Alejandra Pizarnik “Luka Tunggal Sang Pencinta” yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Buku aslinya sendiri ditulis dalam bahasa Spanyol, namun versi Indonesianya telah banyak beredar di toko-toko buku. Bedah buku kumpulan puisi yang diselenggarakan pada tanggal 23 Maret 2008 ini berlangsung santai dan penuh kekeluargaaan. Dengan gaya lesehan, acara bedah buku yang diselenggarakan di Anjungan Ken Arok, Gedung Perpustakaan Kota Malang ini dihadiri oleh para penikmat seni, khususnya penyair dan penulis. Sebagai pembicara dalam bedah buku ini adalah Fery Moniagara, seorang penulis sekaligus penyair kota Malang yang peduli dengan karya-karya besar penyair dunia abad ini.
Seminar Jurnalistik di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Seminar jurnalistik dengan topik menarik, “Intimidasi terhadap Profesi Wartawan” digelar di kota Malang, yaitu tepatnya pada tanggal 23 Maret 2008. Acara seminar yang cukup menggugah minat banyak kalangan dan menarik untuk diikuti ini diselenggarakan oleh Jurnalistik Fotografi Club (JUFOC) – Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Muhammadiyah Malang. Pembicara dalam acara seminar ini adalah Bpk. Iman D. Nugroho – ketua aliansi jurnalis independen (AJI) cabang Surabaya periode 2006-2007 dan juga Bpk. Andreas Wicaksono dari Media Nusantara Citra Surabaya. Turut pula hadir sebagai pembicara, pakar foto jurnalistik sekaligus fotografer senior Harian Kompas – Bpk. Eddy Hasby. Acara seminar yang bertempat di Gedung Theater Dome, kampus Universitas Muhammadiyah Malang ini terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa aktivis pers kampus, para wartawan dari berbagai media, hingga para praktisi pendidikan maupun masyarakat umum.
Seminar dan Lokakarya Dunia Kepenulisan di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah seminar dan lokakarya tentang dunia kepenulisan kembali digelar di kota Malang. Seminar yang mengambil tema “Mengarang Itu Gampang” dan diselenggarakan pada tanggal 19 Maret 2008 di gedung PPI Universitas Brawijaya ini terbilang cukup menarik. Bahkan sejak jauh-jauh hari panitia penyelenggara seminar sudah kebanjiran permintaan registrasi undangan lewat sms dari para calon peserta yang datang dari berbagai penjuru kota Malang. Maklum saja, seminar yang diselenggarakan oleh Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya yang bekerja sama dengan Grup perusahaan Sampoerna ini memang menyelenggarakan seminar secara gratis dan terbuka untuk masyarakat umum. Dengan pembicara para penulis kawakan Indonesia seperti, Arswendo Atmowiloto, Andrea Hirata dan Ratna Indraswari Ibrahim, tentu saja acara seminar kepenulisan seperti ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Topik-topik yang dibahas dalam seminar ini antara lain adalah kiat-kiat menulis, motivasi dan juga berbagai aspek dari dunia kepenulisan yang patut untuk diperhatikan. Acara seminar tentang dunia kepenulisan yang diselenggarakan di kota Malang ini sebenarnya merupakan tur promo peduli pendidikan untuk membangkitkan minat masyarakat terhadap hobi baca tulis. Kota Malang adalah kota kelima yang disinggahi para penulis ternama Indonesia ini dengan seminar “Mengarang Itu Gampang”. Sebelumnya, pertama kali seminar dengan tema “Mengarang Itu Gampang” diselenggarakan di Yogyakarta pada 10 Februari 2008 dengan bertempat di Auditorium FIB Universitas Gajah Mada. Kemudian seminar ini singgah di kota Semarang pada tanggal 23 Februari 2008 dan diadakan di Auditorium PLU Soenardi Universitas Diponegoro. Di Surabaya, acara seminar ini diselenggarakan di Auditorium Fakultas Sastra – Kampus B, Universitas Airlangga pada tanggal 6 Maret 2008. Sementara di Jakarta, acara seminar ini bertempat di Gedung P.101 dan P.102, Universitas Trisakti dan diselenggarakan pada tanggal 14 Maret 2008. Di Surabaya dan Jakarta, acara ini juga sempat dihadiri pula oleh penulis novel, Ayu Utami yang terkenal oleh novel-novel kontroversialnya.
Pelatihan Membaca Cepat di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 17 – 18 Maret 2008, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang menyelenggarakan sebuah acara menarik. Event kegiatan yang bertepatan dengan acara tahunan “Economic Education Fair 2008” ini dimeriahkan oleh acara pelatihan membaca cepat, acara talk show (ngobrol bareng), dan nonton bareng film bertema motivasi “Pursuit of Happiness (Mengejar Kebahagiaan)” dan dilanjutkan dengan acara bedah film yang diwarnai diskusi meriah antara para pembicara dan para peserta acara ini. Acara yang bertempat di Widyaloka Convention Hall, Universitas Brawijaya ini dimulai sejak pagi hari yaitu sejak pukul sembilan pagi dan baru diakhiri menjelang sore hari. Kegiatan ini dimeriahkan pula oleh acara pameran anime Jepang dan lomba action figur (memakai kostum tokoh-tokoh komik dan film Jepang). Mungkin lomba unik yang turut memeriahkan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari acara festival budaya Jepang yang diselenggarakan pada tanggal 15 Maret 2008 di gedung PPI Universitas Brawijaya Malang.
Seminar Wira Usaha Bersama Bob Sadino di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah seminar kewirausahaan dengan pembicara para pakar wirausaha digelar di kota Malang pada hari Senin, 17 Maret 2008. Dengan bertempat di Gedung Fakultas Ilmu Administrasi lantai 4, Universitas Brawijaya, seminar entrepreneurship (kewirausahaan) yang dimulai sejak pagi hari ini menghadirkan beberapa pembicara yang pakar di bidangnya seperti Bob Sadino, Aldy Menzhu, Unggul Abinawa dan juga para staf perkreditan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tak lengkap rasanya bila seminar kewirausahaan tidak dibarengi dengan bursa buku bertema wirausaha. Panitia seminar juga menggelar bursa buku murah dengan aneka tema buku tentang dunia wirausaha. Acara ini mendapat sambutan yang baik dari para pebisnis muda kota Malang dan juga para pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum.
Bazaar Buku Jepang dan Festival Budaya Jepang di Universitas Brawijaya Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Kota Malang sebagai kota pendidikan di bulan Maret tahun 2008 ini dimeriahkan oleh adanya Festival Budaya Jepang yang diselenggarakan di Gedung PPI, Universitas Brawijaya. Acara yang diselenggarakan selama satu hari ini yaitu pada tanggal 15 Maret 2008 diikuti oleh siswa-siswi perwakilan sekolah-sekolah menengah atas dan universitas-universitas dari seluruh Indonesia. Dalam festival budaya ini diadakan lomba cerdas cermat dalam bahasa Jepang, juga aneka lomba menarik lainnya seperti pembacaan puisi berbahasa Jepang dan juga bazaar aneka pernak-pernik khas Jepang. Ada juga stand penjualan buku-buku yang ditulis dengan bahasa dan huruf Hiragana dan Katakana yang merupakan tulisan khas Jepang. Bahkan di pintu masuk menuju area festival dibuat sebuah pintu gerbang cantik berwarna merah dengan ornamen khas Jepang. Dalam acara ini juga dijumpai beberapa peserta maupun panitia yang memakai pakaian tradisional khas Jepang. Acara bazaar buku yang menggelar aneka buku komik, pernak-pernik miniatur tokoh action figur maupun buku-buku sastra berbahasa Jepang ini cukup meriah dan diminati terutama oleh para pelajar program studi sastra Jepang maupun masyarakat umum yang datang sekedar untuk melihat-lihat.
Bursa Buku Super Lengkap di Universitas Brawijaya Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Bursa buku super lengkap kembali digelar di Universitas Brawijaya Malang. Acara tahunan ini seperti biasa menawarkan berbagai buku dengan harga murah dan bertabur diskon. Acara yang digelar di Basement Gedung Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang sejak tanggal 3 Maret dan berakhir pada 13 Maret 2008 mulai pagi hingga sore hari, berlangsung marak dan dibanjiri para pengunjung yang sebagian besar adalah para mahasiswa. Bursa dan pameran buku memang sudah menjadi semacam tren di kota Malang yang terkenal sebagai kota pelajar. Ajang seperti ini biasanya mendapat sambutan yang baik dari masyarakat dan terutama para pelajar yang ada di kota Malang.
Bursa Buku Murah di Gramedia Malang Town Square
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Toko buku Gramedia di kota Malang kembali mengadakan acara obral buku dan bursa buku murah yang diadakan di Toko buku Gramedia yang ada di Malang Town Square Plaza, Jalan Veteran, kota Malang. Acara bursa buku murah yang digelar sepanjang bulan Maret 2008 ini seperti biasa diminati dan dinanti-nantikan oleh para warga kota Malang yang gemar membaca buku. Buku-buku best seller seperti halnya novel anak berseri, “Spiderwick Chronicles” laris manis diserbu pembeli. Apalagi novel serial fantasi dengan tema petualangan anak-anak di dunia peri ini juga sudah difilmkan, dan saat ini sedang marak diputar di bioskop-bioskop kota Malang. Seperti halnya novel Ayat-Ayat Cinta yang merupakan karya anak bangsa yang sempat laris saat ceritanya difilmkan dan diputar di bioskop-bioskop, novel anak terjemahan yang satu ini rupanya mengikuti tren semacam itu. Tampaknya kesuksesan penjualan sebuah buku novel akan berlipat ganda bila ceritanya sudah difilmkan dan saat itu sedang tren diputar di gedung-gedung bioskop ternama.
Ada juga yang menarik dari toko buku Gramedia cabang Malang Town Square Plaza ini. Bagi para pengunjung yang membeli buku bertema dunia pertanian dan peternakan dengan nominal belanja minimal lima puluh ribu rupiah maka akan mendapatkan hadiah satu pot kaktus cantik yang bisa dipilih. Tentu saja iming-iming hadiah seperti ini banyak diminati oleh para pengunjung toko buku yang biasa membanjiri toko-toko buku di Malang setiap awal bulan. Maklum habis gajian, he…he.. he…
Sinetron FTV Karya Penulis Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Wahyu Indah Retnowati, salah seorang pengurus sekaligus anggota komunitas Forum Penulis Kota Malang, baru saja menuangkan ide kreatifnya yang berhasil ditayangkan dalam acara sinetron FTV di SCTV. Sinetron yang berjudul “Aroma Cinta Olen” ini ditayangkan pada tanggal 6 Maret 2008 pukul 22.45 WIB dan terbukti telah berhasil menggugah minat maupun semangat para penulis di kota Malang untuk terus memunculkan ide-ide kreatif dalam menulis. Semangat menulis hendaknya dimulai dari diri sendiri dengan terus menggali berbagai hal untuk bahan penulisan. Wahyu Indah Retnowati termasuk salah seorang penulis muda yang giat dalam aktivitas menulisnya. Penulis yang telah menelurkan dua buah buku ini, bertekad untuk terus maju dan membawa nama baik kota Malang di kancah dunia kepenulisan tanah air.
ANEKA BLOG UNIK
Oleh: Haryo Bagus Handoko – http://haryobagushandoko.multiply.com
PARABOLAKU – BLOG UNTUK PENGGEMAR SIARAN TELEVISI SATELIT
Dewasa ini, antena parabola bukan lagi barang mewah. Benda ini bahkan semakin banyak dijumpai di kampung-kampung dan desa-desa. Hal ini tidak mengherankan karena daya tarik siaran televisi satelit dari hari ke hari semakin merebut hati para pemirsa televisi di tanah air. Terdapat puluhan satelit yang bisa diakses dari tanah nusantara ini, di mana masing-masing satelit memiliki puluhan saluran televisi yang bisa didownlink (diunduh) ke alat yang bernama receiver sehingga bisa ditonton oleh seluruh anggota keluarga di rumah. Dengan semakin banyaknya penggemar siaran televisi satelit melalui antena parabola, maka semakin dibutuhkan wadah untuk saling berbagi info seputar hobi yang satu ini, sehingga banyak bermunculan situs dan milis yang membahas mengenai hal ini. Blog unik yang berjudul “Parabolaku” berusaha menjembatani berbagai informasi mengenai antena parabola, perlengkapan alat yang dibutuhkan, frekuensi sinyal siaran televisi satelit, dan bahkan majalah yang membahas mengenai hal tersebut. Semua link tersedia di dalam blog dengan tampilan yang sederhana ini. Link yang ada dalam blog ini bukan melulu mengenai parabola saja, namun juga terdapat puluhan link download musik, download video, serta download e-book dari internet yang semuanya gratis. Juga terdapat pula link ke beberapa radio internet, televisi internet, dan banyak lagi. Jadi bagi para penggila dunia hiburan dan informasi, blog ini sedikit banyak bisa membantu mengatasi rasa penasaran atau sekedar membunuh kejenuhan setelah seharian beraktivitas. http://parabolaku.blogspot.com
PACHYPODIUM INDONESIA – BLOG PECINTA TANAMAN HIAS PURBA
Aneka ragam tanaman hias semakin banyak saja dijumpai di tanah air. Setelah marak booming trend tanaman hias adenium dan tanaman hias anthurium, kini giliran Pachypodium – tanaman hias langka yang merupakan sisa-sisa tanaman purba yang masih lestari hidup hingga saat ini. Walau harganya tidak murah, namun para hobiis tanaman hias bahkan rela merogoh kocek dalam-dalam demi melengkapi koleksi tanaman hiasnya dengan tanaman yang satu ini. Tanaman hias yang berasal dari Afrika dan Madagaskar ini, konon dipercaya sudah ada sejak 230 juta tahun yang lalu dan hingga kini masih menjadi komoditi yang diperdagangkan, walau beberapa spesies langka sudah banyak yang terancam punah dan dilindungi secara ketat oleh undang-undang internasional. Namun demikian, tanaman ini masih banyak dijumpai di Indonesia. Entah karena berhasil lolos diselundupkan keluar Afrika dan Madagaskar dan sampai ke Indonesia melalui Thailand atau entah bagaimana, yang jelas tanaman ini semakin banyak digemari di tanah air.
Sebuah blog forum pecinta tanaman hias Pachypodium baru saja diluncurkan di internet. Blog ini berfungsi untuk menjembatani para pecinta tanaman hias dengan para pedagang tanaman langka ini selain juga sebagai sarana bertukar informasi mengenai tanaman yang satu ini. Bagi Anda yang merupakan pecinta tanaman hias langka atau kolektor, sebaiknya tidak melewatkan informasi penting yang terdapat dalam blog sederhana ini.
http://pachypodium-indonesia.blogspot.com
BLOG ANEKA RESEP MASAKAN
Seni masak-memasak sudah banyak kita saksikan sehari-hari di televisi, namun sebenarnya bila kita mau berburu resep masakan di internet, terdapat begitu banyak situs dan blog yang menampilkan aneka resep masakan. Hanya saja, biasanya resep tersebut tertulis dalam bahasa Inggris. Bagi Anda pecinta dunia kuliner yang gemar memasak, mungkin akan sangat menyenangkan bila mengunjungi blog yang dipenuhi dengan aneka resep masakan lezat yang mengundang selera. Kini sudah terdapat blog sederhana yang memuat begitu banyak resep masakan dari seluruh dunia, dan semuanya tertulis dalam bahasa Indonesia. Masakan-masakan mahal yang dahulunya hanya terdapat di restoran-restoran mahal, kini bisa Anda buat sendiri setelah membaca blog ini. Resep masakan yang diulas dalam blog memasak ini bermacam-macam, mulai dari makanan pembuka, hidangan utama, kue-kue hingga makanan pencuci mulut. Jadi bagi yang gemar memasak atau sekedar mengkoleksi resep masakan, blog yang satu ini tidak boleh dilewatkan. http://ayomemasak.blogspot.com
KOMUNITAS PENULIS, FORUM PENULIS KOTA MALANG
Oleh : Haryo Bagus Handoko*)
*) Penulis adalah pengurus komunitas FPKM selaku bagian informasi dan dokumentasi, selain profesinya sebagai penulis kreatif dan penulis fiksi.
Di saat begitu banyak bermunculannya komunitas penulis di negeri ini, kota Malang yang terkenal pula sebagai kota pelajar tidak mau kalah. Pada beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan Oktober 2006, telah berdiri sebuah komunitas penulis di kota Malang, Jawa Timur, yang bernama FPKM (Forum Penulis Kota Malang). Forum Penulis Kota Malang (FPKM) adalah sebuah komunitas dan wadah aspirasi serta kreativitas para penulis di Kota Malang. Berdiri pada tanggal 8 Oktober 2006, dengan anggota awal sekitar 77 orang, forum penulis ini bertekad untuk terus maju dan berkembang di masa-masa mendatang. Dengan pertemuan rutin yang diselenggarakan dua minggu sekali pada hari Minggu yang bertempat di base camp resmi yaitu di Gedung Perpustakaan Kota Malang - Jl. Raya Ijen 30A - Malang, forum ini aktif dengan berbagai kegiatan dan program kerja yang telah terjadwal dengan baik. Berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi, bedah buku, dan banyak lagi kegiatan yang aktif dilakukan setiap bulannya bertujuan untuk terus mengembangkan wawasan, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan menulis para anggotanya. Forum ini mengundang para penulis dari komunitas lain untuk juga saling bertukar pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan serta hasil karya tulisnya melalui forum ini.
Forum ini juga menerima sumbangan buku karya para penulis yang ingin bukunya dibedah dalam diskusi forum ini. Dengan anggota yang beragam yang umumnya berprofesi sebagai penulis, maupun profesi lain (dosen, wartawan, seniman, pelajar SMP hingga mahasiswa), komunitas ini tampil dengan ciri khas tersendiri yang kaya akan ide tanpa batas. Hal ini karena dengan beragamnya latar belakang pendidikan, pengalaman, maupun profesi para anggotanya menjadikan beragam pula daya kreativitas, ide, maupun hasil tulisan yang menghiasi berbagai media cetak dan majalah tanah air. Beberapa karya anggota komunitas ini bahkan sudah berkali-kali terbit dalam bentuk novel fiksi, hingga buku bertema religi. Para anggota komunitas ini secara aktif selalu mengikuti berbagai lomba kepenulisan yang diselenggarakan baik oleh komunitas lain maupun lembaga penerbitan dan lembaga pendidikan di negeri ini.
Forum Penulis Kota Malang juga hadir di dunia maya dengan adanya situs dan blog maupun mailing list. Situs dan blog Forum Penulis Kota Malang bukan hanya melulu diperuntukkan untuk sesama anggota intern FPKM, namun juga diharapkan sebagai sarana tukar menukar informasi antar berbagai komunitas penulis di berbagai daerah di tanah air. Suatu acara atau even kegiatan yang diselenggarakan oleh suatu komunitas penulis di suatu daerah diharapkan bisa diketahui pula oleh komunitas penulis di daerah yang lain. Untuk itulah maka Forum Penulis Kota Malang juga melengkapi dirinya dengan fasilitas mailing list yang diharapkan bisa menampung berbagai informasi dan juga sebagai sarana diskusi interaktif di dunia maya antar berbagai komunitas penulis dan juga sarana pembelajaran dan tukar menukar pikiran di antara sesama penulis.
Interaksi secara korespondensi maupun mengakses berbagai informasi terbaru bisa dilakukan melalui berbagai situs weblog pribadi para anggota dan pengurus komunitas ini. Berbagai link yang akan mengantarkan kita ke berbagai situs (situs stasiun televisi seluruh dunia, situs surat kabar seluruh dunia, situs penerbit seluruh Indonesia, situs tutorial menulis dan dunia perbukuan, resensi buku, hingga situs perpustakaan digital di seluruh dunia dan masih banyak lagi link-link menarik lainnya) bisa kita jumpai dalam halaman situs maupun blog Forum Penulis Kota Malang ini. Dengan adanya situs dan blog resmi Forum Penulis Kota Malang, kita sebagai penulis bisa lebih terbuka wawasan dan juga peluangnya untuk bisa lebih mengembangkan diri dan juga berkreativitas secara produktif demi khasanah bacaan dan tulisan yang turut mewarnai negeri ini.
Forum Penulis Kota Malang (FPKM) juga meluncurkan publikasi digital dalam bentuk majalah digital (e-magazine) yang bisa didownload dari situs resminya di internet. Majalah digital Forum Penulis Kota Malang memakai format PDF, sebuah format yang cukup umum untuk sebuah majalah digital. Berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi, bedah buku, dan banyak lagi kegiatan yang aktif dilakukan setiap bulannya yang bertujuan untuk terus mengembangkan wawasan, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan menulis para anggota forum ini juga diusahakan untuk senantiasa diliput dan ditulis dalam majalah digital ini.
Anda bisa mengunjungi situs resmi dan blog Forum Penulis Kota Malang (FPKM) serta forum diskusi komunitas ini di internet yaitu di alamat berikut :
http://forumpenuliskotamalang.blogspot.com
http://belajarmenulis.tripod.com dan http://panduanmenulis.tripod.com
http://tutorialmenulis.blog.com
http://tutorialmenulis.blogspot.com
http://mediasedunia.tripod.com
http://klipingfpkm.multiply.com dan http://resensibukufpkm.multiply.com
http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang/
Berbagai informasi terkini dunia kepenulisan dapat Anda akses dengan mudah di situs ini. Kesempatan untuk berbagi ilmu dan berdiskusi mengenai berbagai aspek dunia kepenulisan terbuka seluas-luasnya di forum diskusi komunitas penulis ini. Anda bisa bergabung dengan cara mendaftarkan alamat e-mail Anda di Yahoo Group untuk memperoleh fasilitas kemudahan berdiskusi secara online. Cukup ketik link url ini di browser komputer Anda saat Anda terhubung ke internet, dan nikmati kemudahan akses informasi dan tanya jawab dengan sesama anggota komunitas ini.
http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang/join
FORUM PELANGI – KOMUNITAS SENI DI KOTA MALANG
Oleh: Haryo Bagus Handoko*
* Penulis adalah anggota Forum Pelangi dan juga pengurus komunitas Forum Penulis Kota Malang, selain aktivitasnya sebagai penulis, penterjemah dan koresponden lepas untuk berbagai media.
“Forum Pelangi”, demikian nama komunitas ini dikenal. Komunitas penulis, sastrawan maupun seniman di kota Malang ini mencoba merangkul semua aspek seni, baik seni tulis menulis, kewartawanan, seni puisi maupun para praktisi dan kritikus seni di kota Malang. Komunitas hasil binaan novelis kenamaan Ratna Indraswari ini para anggotanya terdiri dari berbagai lapisan umur maupun juga berbagai komunitas yang ada di kota Malang. Komunitas yang bermarkas di kediaman Ratna Indraswari Ibrahim di Jalan Diponegoro, Malang, ini juga dilengkapi dengan kehadiran toko buku “Tobuki” yang menyediakan buku-buku bermutu dengan harga yang cukup terjangkau. Sudah menjadi kebiasaan di kota Malang, antar komunitas seni yang satu dengan komunitas seni yang lain saling berkoordinasi dan berinteraksi. Dalam Forum Pelangi ini misalnya, para anggotanya juga merupakan anggota dan pengurus komunitas-komunitas yang ada di kota Malang, seperti para aktivis pers kampus, komunitas wartawan, komunitas penulis “Forum Penulis Kota Malang”, sanggar-sanggar seni (para pelukis, dramawan, seni topeng), toko-toko buku dan penerbit di kota Malang, maupun para penikmat seni secara umum. Tak kenal maka tak sayang, mungkin itulah kata yang tepat untuk komunitas yang satu ini.
Dalam setiap pertemuan, yang biasanya diadakan di akhir bulan, tema yang diangkat senantiasa beragam dan cukup variatif. Mulai dari kiat menulis, aspek pertelevisian, bedah buku, maupun dialog antar komunitas. Pertemuan bulanan ini biasanya dimulai pada sore hari hingga malam hari, dan terkadang hingga tengah malam, karena para anggota komunitas ini sangat tekun untuk saling berbagi dan berdiskusi mengenai banyak hal. “Yang paling sering biasanya kalau kumpul ya foto-fotoan, selain berdiskusi santai sambil makan penganan sekedarnya”, menurut salah satu anggota komunitas ini. Yang menarik, untuk menjadi anggota komunitas ini tidak dipungut biaya, jadi siapa saja, tua maupun muda boleh menjadi anggota, asalkan mempunyai minat dalam hal seni dan juga harus dituntut kreatif untuk terus berkarya.
Dengan didukung oleh toko buku “Tobuki”, toko buku milik Mbak Ratna Indraswari Ibrahim ini, maka biasanya kalau ada buku baru yang dipajang di toko buku tersebut, maka pada setiap pertemuan akan dibahas atau dijadikan bahan diskusi, terutama bila penulisnya adalah penulis yang bersedia hadir dalam acara komunitas ini. Sudah sekian banyak penulis buku turut meramaikan kegiatan bedah buku yang diselenggarakan oleh komunitas ini. Tentu saja, karena dengan kehadiran komunitas ini maka bisa menjadi ajang promosi bagi para penulis berbakat untuk mempromosikan buku tulisannya. Mulai dari buku bertema sastra, hingga yang bertema relijius pernah dibahas di komunitas ini. Biasanya para penulis yang bukunya dibedah di komunitas “Forum Penulis Kota Malang”, juga akan dibedah pula dalam acara diskusi di komunitas “Forum Pelangi” ini. Buku-buku yang dibahas bukan melulu buku-buku terbitan baru, namun juga buku-buku terbitan lama, atau bahkan buku-buku antik jaman Belanda atau era orde lama. Hal ini tidak mengherankan karena anggota komunitas ini ada juga yang mempunyai usaha dagang buku-buku antik, sehingga komunitas ini menjadi sarana yang tepat untuk mempromosikan buku-buku yang dijual di toko-toko buku di kota Malang.
Saking terkenalnya nama Ratna Indraswari Ibrahim dan komunitasnya, maka Mbak Ratna Indraswari bahkan pernah sempat diwawancarai dan diliput oleh kru Trans7 – sebuah televisi swasta nasional. Tentu saja tak ketinggalan acara foto-fotoan bersama kru televisi Trans7. Mas Agung, salah satu pengurus komunitas “Forum Pelangi” biasanya tampil sebagai moderator dalam setiap pertemuan komunitas ini dan juga berperan sebagai secretariat dan informasi bilamana ada yang tertarik untuk turut meramaikan kegiatan komunitas ini.
Sebagai seorang novelis senior tanah air, Mbak Ratna Indraswari Ibrahim dalam setiap pertemuan senantiasa memberikan motivasi dan juga berbagi pengalamannya sebagai seorang penulis pada rekan-rekan komunitas yang masih pemula dalam dunia tulis menulis dan seni. Jadi, dialog dan diskusi sepenuhnya berlangsung secara santai, tanpa ada istilah sungkan dan malu untuk bertanya. Siapapun akan dengan senang hati untuk membantu memecahkan masalah maupun pertanyaan yang dihadapi oleh para penulis pemula. Bahkan rekan-rekan wartawan baik dari komunitas pers kampus maupun wartawan koresponden berbagai surat kabar yang ada di Malang juga turut berbagi ilmu dan saling menimba pengalaman.
“Hidup adalah sebuah proses belajar, jadi tidak ada kata terlambat untuk menimba ilmu dan berbagi pengetahuan dengan orang lain!” Jadi semua orang perlu untuk terus belajar dan terus berkarya, karena dengan berkarya pengetahuan dan wawasan kita akan turut berkembang. Mengenai jadwal pertemuan biasanya diinformasikan dari mulut ke mulut antar para anggota baik lewat sms maupun lewat telepon. Karena para anggota komunitas ini juga merupakan anggota dan pengurus dari berbagai komunitas di Malang, maka setiap kali diadakan pertemuan, maka biasanya anggota komunitas ini yang hadir jumlahnya selalu membludak, bahkan pernah ada yang sampai hanya kebagian duduk di teras rumah karena ruang tamu rumah Mbak Ratna dipenuhi para anggota yang hadir. Tampaknya Mbak Ratna dan kreativitasnya telah mengundang banyak orang untuk turut berbagi dan menimba ilmu. Salut untuk Mbak Ratna!
Buku tentang Tanaman Hias Purba
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Bagi penggemar buku-buku hobi tanaman hias, pada bulan Januari 2008, PT. Gramedia Pustaka Utama akan meluncurkan sebuah buku tentang tanaman hias purba yang masih lestari hingga sekarang. Buku hasil tulisan saya yang berjudul “Pachypodium” ini memuat begitu banyak informasi berharga maupun ilustrasi foto yang menarik untuk dibaca. Bagi para penggemar dan kolektor tanaman hias, kesempatan ini sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja, mengingat tanaman hias yang satu ini sudah banyak dijumpai di Indonesia dan harganya cukup bervariasi mulai dari yang murah hingga yang mahal. Bagi yang tertarik untuk memperoleh buku ini, bisa segera bergegas ke toko buku Gramedia yang terdekat, sekaligus juga sambil membeli buku Harry Potter yang terbaru yang juga akan segera beredar sekitar bulan April 2008.
Komik The 99, Komik Kontroversial Best Seller di Eropa, Amerika dan Jazirah Arab
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah buku komik yang cukup kontroversial hasil kerja bareng para komikus Kuwait, Amerika dan Inggris, baru saja dirilis di bulan September 2007 dan hasil penjualannya cukup mengejutkan. Buku komik dengan tokoh utama para pahlawan (superhero) dengan warna kulit dan ras yang berbeda, ini telah menjadi komik best seller di Arab (Kuwait, Iran, Uni Emirat Arab, dan juga Saudi Arabia), Eropa (Paris dan London), serta Amerika (khususnya New York). Novel ini menjadi kontroversial karena mengangkat tema filosofi Islam dan misi perdamaian serta kasih sayang yang diajarkan oleh agama Islam. Dengan mengambil tema para pahlawan penyelamat dunia yang berusaha menyelamatkan dunia dari peperangan, perpecahan dan kehancuran, komik ini mengangkat isyu/tema seputar 99 kebijaksanaan (wisdom) dibalik 99 nama Tuhan (Allah) – yang biasa dikenal dengan Asmaul Husna (99 Nama Tuhan), yang secara ajaib tiba-tiba terkandung dalam batu-batu mustika yang tersembunyi di dasar sungai Tigris (Irak).
Legenda mengenai 99 batu mustika permata ini menggugah para pemuda-pemudi yang peduli dengan nasib dunia, yang ingin menyelamatkan dunia dari kehancuran akibat perang dan kebencian. Setelah mereka memperoleh 99 batu mustika itu, Tuhan (Allah) memberikan hikmah berupa sifat kebijaksanaan, kasih sayang dan keadilan sehingga para tokoh superhero itu pun mempunyai karomah (kekuatan suci) sehingga kekuatan yang mereka miliki diarahkan demi mengemban misi utama, yaitu mempersatukan dunia, dan menghentikan segala peperangan dan kebencian antar umat beragama di dunia. Komik dengan ide utama cerita hasil pemikiran Naif al-Mutawa (dari Kuwait), serta berkolaborasi dengan para komikus Arab, Amerika, dan Inggris ini benar-benar menghasilkan komik berkualitas yang setara dengan komik-komik buatan DC Comics atau pun Marvell. Maka tak heran, para muda-mudi metropolitan pun dibuat kesengsem dengan indahnya gambar-gambar maupun alur cerita dalam komik pertama yang tokoh-tokohnya bukan orang bule ini. Walau gaya penggambarannya khas Amerika (western) namun tokoh-tokohnya sama sekali bukan bule dan tema ceritanya bersifat universal.
Teshkeel Media, sebagai penerbit utama komik ini di Kuwait, bekerja sama dengan berbagai penerbit di Eropa maupun Amerika berusaha untuk menerbitkan komik ini dalam skala besar dan menyebarkannya ke berbagai negara. Komik yang terbit dalam dua bahasa ini (bahasa Arab dan bahasa Inggris), sampul / kovernya sangat “remaja” dan eye catching – menarik perhatian bagi setiap pecinta buku yang gemar membaca komik. Para tokoh komik ini, seperti Mumita (Si Cepat), Dr. Razem (ahli batu mulia), Rughal (pemilik kekuatan ajaib nan misteri), Jabbar (manusia elastis) and Noora (ahli melihat kebenaran yang akan terjadi di masa depan / hikmah), segera saja menjadi populer di jazirah Arab, Eropa dan Amerika mengalahkan tokoh-tokoh komik bule ala Marvell dan DC Comics. Bahkan banyak generasi muda Amerika maupun Inggris sendiri yang mengakui bahwa komik ini tidak mendewa-dewakan suatu ras tertentu seperti halnya tokoh-tokoh komik khas Amerika lainnya.
Naif al-Mutawa, pencipta komik ini tidak terlalu mempunyai latar belakang dunia komik atau perbukuan (lulusan Universitas Columbia – USA, bidang psikologi klinis), namun merupakan pecinta komik-komik terbitan Amerika seperti komik Archie, dan komik-komik lain. Pria berusia 34 tahun ini menemukan ide pembuatan komik ini saat sedang berada di dalam taksi saat melakukan perjalanan di London dengan sang adik perempuannya yang bernama Samar pada tahun 2003. Mungkin para penulis besar biasa menemukan ide saat dalam perjalanan, seperti halnya JK Rowling yang menemukan ide penulisan Harry Potter saat kereta api yang ditumpanginya baru saja meninggalkan stasiun King’s Cross di London. Begitu banyak tokoh yang bekerja keras di balik pembuatan komik ini, sebut saja Tom DiFalco, mantan editor Marvel Comics, Neil Adams – juga tokoh dari Marvel Comics, Tarek Hosni – pimpinan editor di Teshkel Media, Mirna Dakik – editor gambar, Hasaan Kanaan dan Mohamed Azab – desainer gambar dan layout, Ilustrator komik - Dan Panosian and penulis naskah komik - Fabian Nicieza (keduanya sudah banyak menggarap proyek-proyek komik keluaran Marvel), Vivian Salameh (penterjemah naskah komik), Saad Al-Bitar - supervisor produksi, Sven Larsen – manajer operasional, maupun Frankie Shum – President urusan finansial Teshkel Media yang telah berjasa mengumpulkan para investor demi memperoleh dana sekitar 7 juta dolar untuk pembuatan dan publikasi komik bergenre Islam ini.
Komik dengan dana pembuatan dan publikasi yang mencapai angka 7 juta dolar ini merupakan hasil kerjasama Teshkeel Media dengan banyak media penerbitan maupun investor di Arab, Eropa maupun di Amerika yang jumlahnya mencapai 54 investor dari berbagai negara.. Walau komik ini bertema sedikit agak Islamisentris, namun pembelinya di Eropa datang dari berbagai kalangan maupun dari pemeluk agama yang beragam. Di London, dan New York, para pembeli sudah antre dan datang berduyun-duyun saat peluncuran perdana komik ini di toko-toko buku ternama di sana. Bahkan ada yang sampai rela harus tidur di depan toko buku demi memperoleh kesempatan pertama membeli buku komik yang kontroversial ini. Kontroversial dalam hal yang baik tentunya. Entah kapan komik ini bisa segera terbit di Indonesia, yang mayoritas penduduknya muslim.
RESENSI BUKU KONTROVERSIAL PENGUNGKAPAN FAKTA KEKEJIAN CIA
Liputan oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah buku yang cukup kontroversial baru saja terbit. Buku hasil tulisan Stephen Grey ini bertema pengungkapan fakta konspirasi politik dunia yang didalangi Amerika dengan agen CIA-nya. Buku ini cukup menarik untuk dibaca sebagai penambah wawasan. Walau cukup banyak mengundang reaksi pro dan kontra, buku ini tampaknya ditulis dengan maksud untuk mengimbangi propaganda anti terorisme yang sebenarnya membawa misi politik tertentu. Buku yang mengkritik secara tajam politik Amerika dan sekutunya dalam memaksakan perang melawan terorisme ini bukan tidak disertai dengan fakta-fakta.
Beberapa narasumber turut dihadirkan kesaksiannya dalam pengungkapan fakta yang sebenarnya terjadi. Bahkan dalam acara bedah buku yang disiarkan secara langsung oleh Press TV di London beberapa waktu lalu, beberapa narasumber korban kekejian CIA turut hadir dan memberikan kesaksian sebagai pengukuh fakta-fakta yang tertulis dalam buku yang cukup kontroversial ini. Dalam buku ini ditulis bagaimana sebuah aksi penculikan dan penangkapan terhadap para penduduk sipil tak berdosa dari berbagai negara telah dilakukan oleh CIA dengan tuduhan perencanaan tindak terorisme. Aksi penculikan dan penangkapan ini tidak hanya menimpa orang-orang yang beragama Islam saja atau orang-orang yang berasal dari negara berpenduduk mayoritas muslim, namun lebih parah lagi terjadi secara acak, dan bahkan bisa menimpa wisatawan asing yang kebetulan sedang berlibur di wilayah netral yang jauh dari medan perang. Bahkan seorang wisatawan asal Inggris yang beragama Islam ditangkap saat sedang berlibur, diculik dan dipaksa CIA untuk mengakui bahwa ia adalah teroris serta mengalami penyiksaan secara keji yang melanggar undang-undang konvensi Jenewa. Setelah akhirnya dibebaskan berkat usaha keras para diplomat Inggris, Martin Mubanga – warga Inggris keturunan Afrika yang mengalami tindak kekejian CIA ini akhirnya mengungkapkan segalanya pada Stephen Grey, sang penulis buku “Ghost Plane – The True Story of The CIA Torture Program”. Dalam wawancara televisi saat peluncuran dan bedah buku “Ghost Plane – The True Story of The CIA Torture Program” di Press TV – London, beberapa waktu yang lalu, Martin Mubanga mengungkapkan panjang lebar mengenai bagaimana aksi penculikan dan penangkapan itu dilakukan CIA secara acak terhadap siapa saja, baik yang beragama Islam atau pun yang beragama selain Islam, walaupun yang bersangkutan sama sekali bukanlah teroris.
Pengungkapan fakta oleh beberapa narasumber lain yang kisahnya ditulis dalam buku ini juga menceritakan pola penangkapan yang sama, dimana ternyata tidak hanya orang-orang kulit berwarna atau yang beragama Islam saja yang diculik, ditangkap, dibawa dengan pesawat milik CIA ke berbagai penjara rahasia milik Amerika yang tersebar di seluruh pelosok dunia. Salah satunya adalah penjara Guantanamo. Dalam buku ini dikisahkan pula bagaimana perlakuan kejam yang diterima para tahanan di berbagai penjara rahasia milik Amerika, termasuk pula penjara Guantanamo.
Bahkan beberapa narasumber dari berbagai negara yang berkulit putih dari jenis ras Kaukasia, beragama Kristen atau Katolik bahkan ada yang diculik dan dipaksa dengan keji melalui serangkaian penyiksaan untuk mengaku bahwa diri mereka adalah anggota dari organisasi teroris, walau pun sebenarnya mereka sama sekali tidak tahu apa-apa. Beberapa narasumber bahkan hanyalah wisatawan yang secara kebetulan sedang berlibur saat mereka ditangkap, diculik dan dijebloskan ke berbagai penjara milik Amerika di berbagai tempat di dunia, dimana salah satu yang terburuk adalah penjara Guantanamo.
Menurut buku ini, pihak Amerika sendiri secara nyata menyangkal aksi penangkapan ini serta menyangkal keberadaan penjara-penjara rahasia tersebut dan bahkan mereka sama sekali tidak memberitahukan atau tidak pula melaporkan ikhwal mengenai penangkapan terhadap orang-orang yang malang ini pada kedutaan besar negara dimana orang-orang ini berasal. Maka sangatlah tepat judul buku ini yang bila diterjemahkan berarti “Pesawat Hantu – Kisah Nyata Program Penyiksaan oleh CIA (badan intelijen Amerika)”. Saat baru saja diluncurkan di Eropa, Amerika dan di negara-negara jazirah Arab, buku ini sempat mendapat protes keras dari pemerintah Amerika, namun di satu sisi telah banyak membuka mata dunia bagaimana politik penjajahan dan genosida (pemusnahan ras etnik atau golongan pemeluk agama tertentu) telah begitu terbungkus rapi oleh sebuah konspirasi yang mengatasnamakan “Perang Melawan Terorisme”.
Buku-Buku Mengenai Soeharto
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Tiga puluh dua tahun masa kepemimpinan Soeharto sudah berlalu, namun pamor mantan orang nomor satu negeri ini masih terabadikan dalam rangkaian kata yang terukir dalam buku-buku baik di era pemerintahannya semasa orde baru maupun di era reformasi sekarang ini. Pro dan kontra mengenai kebijakan selama kepemimpinan beliau dalam memimpin negeri ini tetap menjadi bahan pembicaraan yang menarik, tidak saja di dalam negeri namun juga di luar negeri, baik pemberitaan yang positif hingga pemberitaan yang negatif, kritikan pedas maupun hujatan yang semuanya terangkai dalam kata-kata dan tertulis dalam begitu banyak buku. Ulasan, analisa, dan pembahasan mengenai diri Soeharto tidak hanya seputar dunia politik dan pemerintahan saja, namun bahkan beberapa buku juga mengungkap sisi lain Soeharto yang tidak banyak dibicarakan.
Berbagai tema dan pokok bahasan mengenai Soeharto yang tertuang dalam bentuk buku jumlahnya tak terhitung karena saking banyaknya. Mungkin jumlahnya bisa mencapai ratusan kalau dihitung-hitung, atau bahkan lebih. Hal ini tidak mengherankan, karena selama tiga puluh dua tahun masa pemerintahannya, sepak terjang Soeharto terbukti menjadi komoditi yang menarik untuk diungkap dan dibahas dalam sebuah buku. Baik buku yang berupa biografi, penafsiran, ulasan dan tinjauan dari berbagai segi, hingga pembahasan yang sedikit nyleneh dan nyerempet-nyrempet hingga ke dunia klenik dan mistis. Apa pun sajiannya, buku-buku mengenai Soeharto terbukti laris manis dan bernilai jual. Seperti halnya buku-buku sejarah yang bernilai jual mahal, terutama bila tokoh yang dibahas dalam buku sudah almarhum, fenomena semacam ini tampaknya juga terjadi pada nilai jual buku-buku yang membahas mengenai Soeharto.
Nilai historis sering kali juga ekuivalen dengan nilai ekonomis. Semakin besar pamor dan hubungan seorang tokoh penting dalam sejarah suatu bangsa, semakin besar pula nilai barang yang berhubungan dengan tokoh tersebut. Simak saja buku-buku yang berhubungan dengan mantan presiden Soekarno, nilai ekonominya sangat tinggi, karena selain bernilai historis, buku-buku tersebut juga semakin langka dijumpai di pasaran. Mungkin dalam sepuluh tahun atau dua puluh tahun ke depan, buku-buku yang membahas mengenai mantan presiden Soeharto nilai jualnya bisa berpuluh kali lipat dibanding nilai jual sekarang. Apalagi untuk buku-buku yang cukup fenomenal, kontroversial dan mungkin sedikit tidak umum, karena mengungkap sisi lain yang tidak banyak dibahas.
Simak saja beberapa buku mengenai Soeharto yang saya temukan di Perpustakaan Kota Malang, Jawa Timur. Berbagai tema dan ulasan yang menarik hingga yang aneh mengenai diri Soeharto terbukti cukup menarik perhatian dan mengundang minat kita untuk membacanya. Buku yang ada di perpustakaan kota Malang ini mungkin hanyalah sedemikian kecil koleksi buku mengenai beliau yang bisa ditemukan beredar di pasaran atau bahkan sudah langka dijumpai. Kalau mau sedikit bersusah payah membuat sederet daftar panjang, sebenarnya masih banyak lagi buku-buku yang membahas mengenai diri Soeharto dengan berbagai tinjauan yang menarik, baik buku-buku lama maupun buku-buku terbitan baru. Baiklah, berikut adalah beberapa buku yang mungkin cukup menarik untuk dibaca dan diketahui, walau prosentase keakuratan dan kebenarannya sangat relatif dan bisa juga terlalu subyektif untuk menilai atau pun menghakimi seseorang hanya dengan membaca buku mengenainya.
Beberapa buku biografi Soeharto dengan pembahasan maupun ulasan yang bernilai positif hingga yang netral antara lain bisa dijumpai dalam buku:
- Soeharto - Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya; Otobiografi (tulisan G. Dwipayana, penerbit Citra Lamtoro Gung Persada, xiv bab, 599 halaman)
- Anak Desa: Biografi Presiden Soeharto (tulisan A. Bar Salim, A. Hadi Noor, O.G. Roeder, penerbit Gunung Agung, xvi bab, 416 halaman)
- Soeharto – Bapak Pembangunan Indonesia (tulisan Tjahyadi Nugroho, penerbit Yayasan Telapak, 639 halaman)
Sementara buku-buku ulasan politik sehubungan dengan masa pemerintahan Soeharto, baik yang bernada ulasan positif hingga yang sarkastik maupun yang bernada miring antara lain:
- Pandangan Presiden Soeharto tentang Pancasila (tulisan Krissantono, penerbit Yayasan Proklamasi, dan CSIS, vii bab, 93 halaman)
- Soeharto’s Armed Forces: Problems of Civil Military Relations in Indonesia (tulisan Salim Said, penerbit Pustaka Sinar Harapan, xxiv bab, 298 halaman)
- Soeharto: Mengapa Kekuasaannya Dapat Bertahan Selama 32 Tahun (tulisan Zainuddin Djafar, penerbit FISIP UI Press, xxvii bab, 168 halaman)
- Biografi daripada Soeharto: Dari Kemusuk Hingga “Kudeta Camdessus” (tulisan A.Yogaswara & Tim Media Pressindo, penerbit Media Pressindo, 215 halaman)
- Soeharto File – Sisi Gelap Sejarah Indonesia (tulisan Adam, Asvi Warman, penerbit Ombak, xix bab, 204 halaman)
- Menguak Misteri Kekuasaan Soeharto (tulisan Baskara T, Wardaya SJ, penerbit GalangPress, 296 halaman)
- Tumbangnya Rezim Soeharto (tulisan Haji Suharto, Penerbit Bina Ilmu, xi bab, 147 halaman)
- Soeharto Lengser – Perspektif Luar Negeri (tulisan Wahdiyono, penerbit LKIS, xviii bab, 182 halaman)
- Jalan Transisi Demokrasi Pasca Soeharto (tulisan Gregorius, Sahdan, penerbit Pondok Edukasi, xv bab, 456 halaman)
- Indonesia Pasca Soeharto (tulisan Geoff Forrester, Penterjemah: Abusamah Hamid dan Ismi Silvia, penerbit Tajidu Press, 439 halaman ; judul asli: “Post Soeharto: Renewal or Chaos?”, KITLV Press – The Netherlands Institute of South East Asian Studies – Singapore)
- Harta dan Yayasan Soeharto: Kontroversi tentang Kekayaan dan Dugaan Korupsi Soeharto (tulisan Indra Ismawan & Windy Afiyanti, penerbit Media Pressindo, 7 bab, 239 halaman)
- 10 Penguasa Terkorup Dunia (tulisan M. Yuanda Zara, dkk, penerbit Pustaka Timur, 151 halaman)
Bahkan ada pula beberapa buku yang membahas Soeharto dari kacamata spiritual relijius hingga yang mistis, seperti beberapa buku berikut:
- Presiden Soeharto Ikut Jadwal Allah (tulisan Muhammad, Abuya Syeikh Imam Ashaari, penerbit Al Arqom, xii bab, 136 halaman)
- Rahasia Supranatural Soeharto (tulisan Floriberta Aning & Ki Ageng Pamungkas, penerbit Narasi, 95 halaman)
- Dunia Spiritual Soeharto: Menelusuri Laku Ritual, Tempat-Tempat dan Guru Spiritualnya (tulisan Arwan Tuti Artha & Islah Gusmian, penerbit GalangPress, 198 halaman)
Apapun pembahasannya, Soeharto adalah anak bangsa negeri ini yang telah terbukti berjasa dalam pembangunan negeri, terlepas dari pro dan kontra kebijakan selama pemerintahan beliau. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya, maka sudah sepantasnyalah bahwa jasa-jasa beliau tidak boleh dilupakan begitu saja. Tak ada gading yang tak retak. Selamat jalan Soeharto, kenangan akan dirimu akan terus terukir dalam rangkaian kata!
CERITA DANTE – Sebuah Novel Bertema Kematian
Judul novel : Cerita Dante
Pengarang : Stefani Hid
Tahun Terbit : 2006, Cetakan Pertama
Nama Penerbit : Grasindo – Gramedia Widiasarana Indonesia
Jumlah Halaman : 126 halaman, 12 bab
Peresensi : Haryo Bagus Handoko
Novel dengan judul Cerita Dante ini merupakan novel ketiga buah karya Stefani Hid, setelah sebelumnya menghasilkan novel-novel provokatif yang berjudul “Bukan Saya, Tapi Mereka Yang Gila!” (Penerbit Kata Kita, 2004), dan “Soulmate” (Penerbit Kata Kita, 2004). Buku novel ketiga dengan dua belas bab setebal 126 halaman ini mengisahkan sebuah kisah suram absurditas, suatu hal yang banyak menimpa masyarakat modern dewasa ini. Suatu hal di mana akibat rutinitas dan kerasnya perjuangan hidup membuat banyak orang merasa kehilangan makna dan kebahagiaan hidup.
Diwarnai oleh gaya penceritaan yang unik dengan latar belakang para tokoh dalam novel ini yang lahir dalam kondisi keluarga yang kacau balau akibat perceraian kedua orang tua, kondisi kemiskinan yang memprihatinkan dan sangat membosankan, kediktatoran seorang ayah dalam sebuah potret keluarga kaya, penderitaan seorang sakit jiwa yang berkepribadian ganda, kisah duka seorang keluarga pengedar narkoba di Aceh, hingga sebuah potret suram seorang pengidap gagal ginjal yang putus asa dalam menjalani hidup. Novel ini seakan berusaha merangkum semua realitas pahit dalam kehidupan modern dewasa ini di mana keimanan dan agama tidak lagi banyak bisa menyelamatkan seseorang.
Novel dengan gaya penceritaan yang apa adanya ini berusaha mengungkap semua kenyataan pahit dalam kehidupan dengan akhir cerita yang juga pahit. Bagi Anda yang menyukai novel-novel roman cinta yang berakhir bahagia, mungkin novel ini bukanlah novel yang tepat untuk Anda. Namun bagi Anda yang menyukai sebuah alternatif bacaan lain yang tidak menyuguhkan impian-impian palsu di siang hari bolong, mungkin novel ini adalah bacaan yang tepat untuk membuka mata kita bahwa kehidupan itu tidaklah semudah seperti membalik telapak tangan, dibutuhkan lebih dari sekadar sebuah perjuangan dan keimanan untuk tetap dapat bertahan dalam kondisi yang paling memprihatinkan sekalipun.
Bila dilihat dari judulnya, yaitu “Cerita Dante”, Anda jangan mengharapkan bisa mendengar kisah Dante yang terkenal, karena Dante yang dimaksud di sini adalah seorang remaja pria berumur dua puluh tahunan yang merupakan pengguna dan pengedar ganja di Aceh dengan latar belakang keluarga yang carut marut paska tragedi tsunami. Peran Dante dalam cerita novel ini sesungguhnya tidaklah terlalu banyak, karena sepertinya tokoh Dante dalam kisah ini adalah sebagai pelengkap saja untuk mengakhiri cerita secara tragis. Demikian pula dengan tokoh Djasmin seorang wanita berkepribadian ganda dengan saudara kembar imajinernya yang bernama Lee, semuanya tak lebih dari sekedar tokoh pelengkap novel fiksi ini. Tokoh Djasmin sendiri akhirnya sembuh dari kegilaannya karena secara teratur memeriksakan kondisi kejiwaannya ke klinik dokter jiwa dan menelusuri asal muasal penyebab pecah kepribadiannya itu. Bila dilihat-lihat, tokoh Djasmin bahkan sama sekali tidak berhubungan dengan tokoh manapun dalam novel fiksi ini baik dalam alur cerita maupun dalam kesatuan sebagai sebuah cerita. Tokoh sebenarnya dalam kisah fiksi ini justru adalah Mei Fung, seorang gadis penderita gagal ginjal yang putus asa, di mana secara kebetulan mendapatkan seorang sahabat dan kekasih bernama Peter Chen alias Chen-Chen yang merasa iba kepadanya dan bahkan rela membeli sebuah ginjal milik Angkoso (seorang pemuda miskin dari Surabaya), demi kesembuhan Mei Fung.
Walau akhirnya kisahnya berakhir tragis, namun novel fiksi ini menawarkan sebuah sisi lain kisah carut marutnya kehidupan manusia dilihat dari berbagai sisi, di mana semakin banyak orang yang merasa hampa dalam hidup ini dan cenderung lebih memilih mati daripada berjuang untuk terus hidup. Mungkin itulah sisi moral yang ingin diungkap oleh Stefani Hid dalam novel bertema psikologis dengan begitu banyak obsesi kematian dan absurditas yang diungkap dalam karya ketiganya ini. Secara umum novel ini menarik untuk dibaca karena menyuguhkan sesuatu yang lain, suatu sisi lain dalam hidup ini, sisi gelap manusia yang tidak terlalu sering diungkap dalam novel-novel produksi tanah air.
NOVEL UNIK BERNUANSA ISLAM
Judul Novel : Di Antara Orang-Orang Yang Berthawaf
Pengarang : Haji Ahmad Muhaimin
Penerbit : Pustaka Kayu Tangan, Malang
Tahun Terbit : 2007
Tebal Buku : 225 halaman
Peresensi : Haryo Bagus Handoko
Novel Islami yang satu ini cukup menarik untuk dibaca. Dengan mengambil setting kota Mataram dan obyek-obyek wisata di pulau Lombok yang belum banyak disorot, novel ini mencoba mengetengahkan suasana lain, sebuah romansa cinta bernuansa Islami. Manusia bisa berkehendak, namun Tuhan jugalah yang menentukan perjodohan manusia. Kesucian cinta dua insan manusia dipertemukan kembali oleh Tuhan di sebuah kota suci, Mekah, ribuan mil jauhnya dari tanah air di mana mereka sempat dipisahkan oleh nasib. Walau beberapa tahun telah berlalu, namun akhirnya cinta suci mereka dipersatukan oleh Tuhan saat mereka melaksanakan perjalanan suci ke kota Mekah. Novel indah ini merupakan buku fiksi pertama buah karya Haji Ahmad Muhaimin yang merupakan seorang penulis sekaligus dosen. Novelis ini sebelumnya juga telah menuliskan berbagai buku bertema ilmu teknik kelistrikan sesuai dengan bidang keilmuwan beliau. Haji Ahmad Muhaimin juga merupakan salah satu penulis yang tergabung dalam komunitas penulis Forum Pelangi di kota Malang, di bawah bimbingan novelis kawakan Ratna Indraswari Ibrahim. Dengan mengusung nama penerbit Pustaka Kayutangan yang juga merupakan toko buku milik Ratna Indraswari Ibrahim, buku novel ini jelas telah melewati seleksi kualitas oleh Mbak Ratna Indraswari Ibrahim sendiri yang berperan sebagai penasehat sekaligus penyunting buku novel ini.
Bank BTPN Kota Malang Menyumbang Buku
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Dalam rangka menyambut ulang tahun Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Bank BTPN) yang ke-50 yang jatuh pada tanggal 22 Februari 2008, Bank BTPN turut berpartisipasi dalam menyumbang puluhan buku pengetahuan dan pendidikan pada Perpustakaan Umum Kota Malang. Tema gerakan menyumbang buku ini adalah “BTPN Peduli Pendidikan”. Tampaknya niat baik dan perhatian Bank BTPN cabang kota Malang ini pada dunia pendidikan, disambut dengan baik oleh pihak Perpustakaan Umum Kota Malang yang saat ini telah mempunyai koleksi lebih dari 100.000 buku. Bank BTPN juga turut pula berpartisipasi dalam gerakan kebersihan kota Malang, terbukti sebelum dimulainya acara menyumbangkan buku ini, bank nasional yang genap berumur lima puluh tahun ini, pagi harinya sempat mengerahkan segenap karyawan dan pimpinannya untuk memunguti sampah dan membersihkan area pasar besar kota Malang. Acara bersih-bersih ini juga disambut baik oleh Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto yang turut hadir dalam acara bersih-bersih pasar besar di kota Malang ini. Memang sejak dahulu, titik berat perhatian pemerintah kotamadya Malang maupun kalangan ekonom kota itu lebih kepada pembangunan sumberdaya manusia yang diwujudkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pelestarian lingkungan dan kebersihan. Salut pada Bank BTPN! Selamat hari jadi yang ke-50.
Peluncuran Buku “Kemarin Lusa Sampai Besok Lusa – Antologi Sastra Pelajar” di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Rumah Budaya Ratna Indraswari Ibrahim yang terletak di Jalan Diponegoro 3 kota Malang, kembali meriah oleh acara peluncuran buku “Kemarin Lusa Sampai Besok Lusa – Antologi Sastra Pelajar” yang diterbitkan oleh SMAK St. Albertus (SMA Dempo) bekerja sama dengan Penerbit Pustaka Kayu Tangan yang dimotori oleh penulis novel legendaris Ratna Indraswari Ibrahim. Acara peluncuran buku yang bertempat di kediaman Mbak Ratna Indraswari Ibrahim ini diselenggarakan pada tanggal 24 Februari 2008 sejak pukul 18.00 WIB ini berlangsung semarak hingga larut malam. Turut hadir pula dalam acara peluncuran buku ini, Romo Paulus Waris, O. Carm. (Pjs. Kepsek Dempo). Sebagai pengulas maupun moderator dalam acara peluncuran buku ini adalah Doniq Pr, seorang cerpenis kota Malang yang juga adalah seorang penterjemah. Hadir pula dalam acara ini, berbagai komunitas penulis yang ada di kota Malang, para praktisi sastra dan budaya kota Malang serta para seniman yang tak mau ketinggalan untuk mengikuti acara peluncuran buku kumpulan puisi karya pelajar ini.
Bedah Buku Novel “Aduh, Kawat Gigi” di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Forum Penulis Kota Malang kembali menyelenggarakan acara bedah naskah buku novel karya salah satu anggotanya, Wahyu Indah Retnowati. Penulis novel yang juga merupakan penulis ide cerita sekaligus penulis skenario sinetron ini memang terbilang cukup aktif dalam setiap kegiatan tulis menulis. Buku novel karyanya yang rencananya akan segera beredar dalam waktu dekat di toko-toko buku di seluruh Indonesia ini berjudul “Aduh, Kawat Gigi”. Buku novel yang gaya penceritaannya cukup unik ini mengangkat topik kawat gigi yang menjadi sumber dari segala permasalahan dan timbulnya cerita maupun konflik dalam novel remaja ini. Sebenarnya judul awal novel ini adalah “Secret Love Lily”, namun akhirnya judul itu diganti oleh sang penulis dengan pertimbangan bahwa semua alur cerita dalam novel ini diawali oleh kawat gigi Lily, sehingga judulnya pun kemudian diubah menjadi “Aduh, Kawat Gigi”.
Dikisahkan, seorang tokoh utama cerita yang bernama Lily yang mempunyai masalah dengan kepercayaan diri (minder), menjadi seorang pribadi yang semakin tertutup saat mendapatkan perawatan gigi yang mengharuskan dirinya memakai kawat gigi. Bahkan tokoh Lily dalam cerita ini akhirnya memutuskan pindah ke kota Malang akibat rasa percaya dirinya yang sangat kurang dalam pergaulannya di kota asal (Bandung). Di kota Malang inilah Lily akhirnya memperoleh kembali kepercayaan dirinya saat ia memperoleh seorang pacar yang benar-benar mencintainya. Akankah cintanya berlanjut atau kandas akibat kawat giginya, dan benarkah kematian sang nenek disebabkan juga oleh kawat gigi Lily?
Untuk mengetahui lebih lanjut cerita unik ini, sebaiknya Anda membaca sendiri kisah Lily dalam buku novel yang berjudul “Aduh, Kawat Gigi”. Buku novel dengan genre teenlit yang diterbitkan oleh Penerbit Citra Media Jakarta ini mungkin baru akan diluncurkan sekitar bulan April 2008, dan bisa diperoleh di Toko Buku Gramedia maupun di toko-toko buku terdekat di kota Anda.
Promosi Buku Boim Lebon di Toko Buku Gramedia Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Toko Buku Gramedia jalan Basuki Rahmad kota Malang, dipadati pengunjung yang ingin sekedar menyaksikan penulis kenamaan Boim Lebon yang sudah banyak menulis karya novel remaja, seperti serial Lupus (terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama) dan juga buku novel remaja terbarunya yang berjudul “Badman: Bidin!” yang diterbitkan oleh PT. Lingkar Pena Kreativa. Acara jumpa fans dan promosi buku-buku novel terbaru karya Boim Lebon begitu meriah dengan aneka games, kuis dan juga tanya jawab santai antara penulis buku novel remaja ini dengan para pengunjung Toko Buku Gramedia yang begitu antusias ingin berpartisipasi memeriahkan acara ini. Bahkan beberapa pengunjung banyak yang mengaku jauh-jauh datang dari kota lain, hanya untuk menyempatkan menonton dari dekat presentasi penulis novel Boim Lebon seputar karya-karyanya maupun diskusi seputar dunia kepenulisan dan sastra novel remaja. Sehari sebelumnya, Boim Lebon bahkan juga sempat mengunjungi kota Pasuruan, Jawa Timur, untuk mempromosikan buku novelnya sambil menghadiri peresmian berdirinya komunitas Forum Lingkar Pena Cabang Kota Pasuruan. Antusiasme pengunjung di kota Pasuruan tampaknya begitu besar, sehingga rupanya masih kurang puas ingin berdialog lebih banyak dengan penulis ini. Bahkan banyak para pecinta buku yang ada di kota Pasuruan akhirnya rela jauh-jauh menempuh perjalanan menuju kota Malang untuk sekedar mengikuti kelanjutan tur promosi buku penulis novel remaja yang juga sekaligus aktivis komunitas Forum Lingkar Pena ini. Penulis novel remaja yang saat ini bekerja di salah sebuah televisi swasta nasional di Jakarta ini dengan gayanya yang santai dan kocak banyak mengocok perut para pengunjung Toko Buku Gramedia dengan guyonan-guyonannya yang khas. Tak lupa ada pula acara pembagian hadiah door prize berupa buku-buku novel karya Boim Lebon serta beberapa buah edisi terbaru Tabloid Gaul kepada para pengunjung yang berpartisipasi dalam acara games maupun tanya jawab. Saat acara jumpa penggemar di Toko Buku Gramedia ini selesai sekitar pukul 16.30 WIB, acara jumpa penggemar ternyata masih diteruskan lagi dengan dialog santai yang bertempat di lobi Hotel Regents. Dalam acara dialog santai bersama Boim Lebon ini, dihadiri oleh para antusias sastra, para penulis, dan terutama para anggota dan pengurus komunitas penulis Forum Lingkar Pena cabang Malang serta beberapa anggota dari komunitas penulis di kota Malang yang dengan antusias senantiasa mengikuti jalannya acara. Buku-buku karya Boim Lebon bisa diperoleh dengan mudah di Toko Buku Gramedia maupun toko-toko buku terdekat.
Acara Bedah Buku dan Jumpa Penggemar Penulis Novel - Habiburrahman El Shirazy dan Boim Lebon di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 23 Februari 2008, Penulis novel Habiburrahman El Shirazy dan Boim Lebon (Penulis novel cerita remaja LUPUS) mengadakan acara jumpa fans dan konferensi pers sehubungan dengan tur promosi buku sekaligus acara bedah buku “Ayat-Ayat Cinta”. Acara fenomenal ini digelar di area lobi gedung perpustakaan kota Malang. Dalam acara tersebut sempat disinggung pula tentang kiat-kiat menulis novel yang baik serta ajakan pada para generasi muda kota Malang untuk tetap kreatif menulis.
Keesokan harinya, tepatnya pada tanggal 24 Februari 2008, kedua penulis ini menghadiri acara talk show/dialog bertema “Remaja Muslim Jatuh Cinta – Asyik Bangets” serta bedah buku novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih”. Acara yang bertempat di Gedung Aula Skodam Brawijaya – Malang, ini dipadati pengunjung yang sebagian besar merupakan pelajar dan kawula muda kota Malang. Acara yang diprakarsai oleh OSIS SMAN 3 Malang serta komunitas penulis Forum Lingkar Pena cabang Malang ini terbuka untuk umum secara gratis bagi pengguna kartu prabayar Indosat. Untuk memeriahkan acara talkshow ini juga diselenggarakan lomba menulis resensi atau sinopsis novel bertema Islami. Tak ketinggalan disisipkan pula beberapa tips menulis dan cerita pengalaman kedua penulis buku ini terutama mengenai proses kreatif mereka dalam menghasilkan karya. Buku novel “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih” saat ini sudah bisa diperoleh di toko buku Gramedia maupun toko-toko buku yang lain di kota Anda.
Bedah Buku Biografi Edgar Allan Poe di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Acara bedah buku “Biografi Edgar Allan Poe” digelar di kota Malang. Edgar Allan Poe yang terkenal dengan karya-karya sastra kanon tulisannya itu begitu fenomenal bahkan hingga kini. Sebagian besar karyanya yang mengupas ketegangan (thriller) itu cukup mengasyikkan untuk dibaca. Buku Biografi Biografi Edgar Allan Poe, sepertinya sebagai pengobat kerinduan para pecinta karya-karyanya. Dengan bertempat di Madrasah Aliyah Negeri Malang (MAN 3), acara yang cukup dibanjiri pengunjung ini berlangsung seru. Apalagi dihadiri pula oleh perwakilan dari pihak penerbit Interlude Yogyakarta yang menerbitkan buku ini sebagai nara sumber, dan juga pembahasan buku yang cukup apik oleh guru pengajar MAN 3. Acara yang disponsori oleh toko buku Poestaka Rakjat (baca: Pustaka Rakyat) ini mencoba menggugah minat baca warga kota Malang agar lebih perhatian pada karya-karya besar dan buku-buku yang mengulas pengalaman penulis besar seperti ini. Minat baca para pelajar maupun warga kota Malang memang tidak boleh dipandang sebelah mata, terbukti setiap acara bedah buku yang diselenggarakan di kota Malang selalu mendapat perhatian dari para pelajar maupun warga masyarakat kota Malang.
Pameran Tunggal Seni Fotografi di Perpustakaan Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah event kegiatan seni kembali diadakan di kota Malang. Kali ini adalah dengan adanya pameran tunggal seni fotografi karya TP Sasongko yang mengambil tema “Kegalauan di Ambang Batas Ruang & Waktu” yang diselenggarakan pada tanggal 18 Februari 2008 dengan bertempat di ruang galeri seni Ken Arok – Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara ini terbukti menyedot pengunjung, karena begitu besarnya apresiasi seni dan antusiasme warga kota Malang. Hadir pula dalam acara ini, beberapa kalangan seniman, penikmat seni, para penulis, wartawan dan tokoh masyarakat kota Malang.
Bedah Buku Kumpulan Puisi Saut Situmorang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada hari Minggu tepatnya pada tanggal 17 Februari 2008, komunitas penulis dan seniman “Forum Pelangi” menyelenggarakan acara bedah buku Otobiografi Saut Situmorang, seorang penyair yang beraliran paham intertekstualisme, sebuah aliran baru dalam jagat sastra dan puisi. Buku “Otobiografi Saut Situmorang” yang tebalnya 282 halaman dan diterbitkan oleh penerbit SIC - Yogyakarta pada tahun 2007 ini, merupakan kumpulan karya puisi terbaik dengan berbagai tema, mulai yang bertema cinta, kehidupan sosial maupun yang bertema politik. Acara yang bertempat di “Rumah Budaya - Ratna Indraswari Ibrahim” di kota Malang ini terbukti berjalan sukses. Acara didahului dengan kata sambutan dari penulis sekaligus penyair, Saut Situmorang, kemudian dilanjutkan dengan acara nonton bareng rekaman video dokumentasi pementasan puisi karya Saut Situmorang saat sedang berada di Australia, dan beberapa karyanya yang lain seperti puisi keprihatinannya atas gempa Yogyakarta serta proses kreatif penulisan puisi dan esainya. Setelah itu barulah acara inti yaitu bedah buku dan pembacaan puisi segera dimulai dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Dengan begitu besarnya antusiasme seniman dan penulis kota Malang, acara yang digelar sejak pukul 19.00 WIB ini baru berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Para tamu yang hadir dalam acara bedah buku yang berlangsung santai dan penuh kekeluargaan ini sebagian besar adalah para anggota dan pengurus sejumlah komunitas penulis dan pecinta seni kota Malang, dosen dan guru bahasa Indonesia, para penyair kota Malang, serta tak ketinggalan pula beberapa wartawan dari sejumlah media surat kabar dan majalah serta para aktivis pers kampus yang ada di kota Malang.
Peluncuran Buku Walikota Malang di Tahun 2008
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 15 Februari 2008, walikota Malang, Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP meluncurkan buku hasil tulisannya. Buku terbaru hasil tulisan beliau ini berjudul “Paradigma & Implementasi Pelayanan Publik – Sumbangan Pemikiran Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Good Governance”. Buku setebal 90 halaman ini yang terdiri dari 5 bab ini diterbitkan oleh Penerbit Kanisius, Yogyakarta dan sempat mendapat tanggapan positif dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, mengingat selama ini belum ada buku yang mengupas mengenai pelayanan publik secara baik. Buku ini juga mendapat dukungan serta pujian dari Bpk. Drs. H. Soekarwo, SH, M.Hum, (sekretaris daerah propinsi Jawa Timur) yang selain memberikan kata pengantar dalam buku ini, juga turut hadir saat peluncuran buku ini pada tanggal 15 Februari 2008 lalu di studio Mahameru TV, kota Malang. Pada acara peluncuran buku tersebut juga dibagikan buku “Paradigma & Implementasi Pelayanan Publik – Sumbangan Pemikiran Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Good Governance” secara gratis kepada para undangan dan wartawan. Buku ini rencananya akan segera beredar di seluruh Indonesia sehingga bisa dibaca oleh semua orang, dan sudah mulai bisa diperoleh di toko-toko buku terdekat di kota Anda.
Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP yang juga peminat budaya, filsafat serta pelestarian lingkungan hidup ini sampai detik ini terbukti telah berhasil menulis sekian banyak judul buku. Beberapa diantara bukunya berjudul “Wasiat Mpu Tantular, Kumpulan Catatan Budaya” (2006), “Di Balik Ramalan Joyoboyo” (2006), “Mari Menanam & Merawat – Konsep Penghijauan Massal” (2007), “Sekolah Seribu Bunga – Konsep Gerakan Penghijauan di Sekolah” (2007), serta gagasannya perihal menyambut tantangan global yang tertuang dalam bukunya yang berjudul “The Rise of The New Tumapel” (2007). Pecinta budaya Jawa yang menguasai bahasa Sansekerta dan bahasa Inggris secara baik ini memang gemar menulis. Beliau juga sering menulis untuk buletin dan majalah pariwisata kota Malang serta beberapa majalah pemerintahan di lingkungan kotamadya Malang. Editor buku-buku beliau, Mas Liga Alam, yang juga merupakan salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang sempat berkomentar bahwa bagi Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP, tiada hari tanpa membaca dan menulis. “Bahkan beliau sendiri sering menyempatkan diri untuk membalas email-email yang masuk dari masyarakat kota Malang demi meningkatkan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat,” demikian menurut penuturannya.
Acara Bedah Buku Franz Kafka di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Bedah buku karya Franz Kafka yang berjudul “The Metamorphosis” yang diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang pada tanggal 10 Februari 2008 di area lobi gedung Perpustakaan Kota Malang berlangsung cukup meriah. Dengan narasumber yaitu Mbak Nasti Mudita - seorang pecinta buku sekaligus penulis yang saat ini sedang menuntut ilmu di Australia, acara ini terasa hidup oleh diskusi dan tanya jawab seputar karya-karya besar Franz Kafka, penulis berkebangsaan Austria yang telah banyak menelorkan beberapa buku novel beraliran absurditas. Tidak hanya Mbak Nasti Mudita yang jauh-jauh datang dari Australia demi menyempatkan diri membedah buku karya Franz Kafka, acara bedah buku ini selain dihadiri oleh para penulis kota Malang, juga dihadiri pula oleh Wawan Eko Yulianto – penterjemah beberapa buku yang karya terjemahannya sempat diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan beberapa penerbit besar lainnya.
Dalam acara bedah buku ini juga sempat disinggung mengenai tulisan resensi Wawan Eko Yulianto yang sempat dibajak habis-habisan oleh seorang dan sempat lolos terbit dalam sebuah surat kabar nasional. Kejadian ini sempat
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Toko buku Gramedia cabang Plaza Araya kota Malang kembali menggelar Pesta Buku atau yang lebih dikenal dengan Gramedia Book Fair 2008. Pesta buku kali ini berlangsung sejak tanggal 12 Juni hingga 29 Juni 2008. Berbagai jenis buku berkualitas dijual dalam acara pameran ini. Pesta buku ini bertabur diskon, mulai 15% hingga 80%, bukan main. Tentu saja acara obral buku semacam ini kontan mendapat perhatian yang cukup besar dari segenap masyarakat kota Malang, khususnya para pecinta buku. Rupanya tidak hanya penerbit buku Gramedia saja yang turut memeriahkan pesta buku kali ini, tapi juga beberapa penerbit besar lainnya turut berpartisipasi menggelar aneka jenis buku yang mereka terbitkan. Seperti lazimnya sebuah acara pesta buku, acara kali ini dimeriahkan oleh berbagai workshop dan juga permainan/lomba seperti misalnya lomba mewarnai untuk siswa TK dan Sekolah Dasar yang memperebutkan trophy dan hadiah menarik lainnya.
Peluncuran Buku Walikota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto, M.AP. kembali meluncurkan buku tulisannya untuk yang kesekian kalinya. Bukunya kali ini berjudul “Demokrasi di Bumi Arema”. Buku setebal 132 halaman ini diterbitkan oleh Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang bekerja sama dengan Penerbit IndoPress. Editor buku ini adalah juga salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang, yaitu Mas Liga Alam. Bertempat di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang (UM), acara peluncuran buku yang berlangsung pada tanggal 14 Juni 2008 ini berlangsung meriah, dimulai sejak sore hingga malam hari. Buku bertema demokrasi ini juga mendapat sambutan serta endorsement dari Mantan Presiden RI - Ibu Megawati Soekarnoputri, yang telah berkenan memberikan kata sambutan di halaman pembuka dalam buku ini. Buku ini merupakan buku keenam yang ditulis oleh Walikota Malang. Beberapa bukunya yang lain berjudul “Wasiat Mpu Tantular: Kumpulan Catatan Budaya” (2006), “Di Balik Ramalan Joyoboyo” (2006), “Mari Menanam & Merawat: Konsep Penghijauan Massal” (2007), “Sekolah Seribu Bunga: Konsep Gerakan Penghijauan di Sekolah” (2007), dan “The Rise of The New Tumapel” (2007). Walikota yang cukup produktif dalam menghasilkan buku ini ternyata mempunyai perhatian yang cukup besar terhadap dunia pendidikan khususnya dunia kepenulisan dan perbukuan serta sastra nasional, hal ini tidak mengherankan karena latar belakang pendidikan beliau adalah juga di bidang pendidikan, sehingga semangat dan motivasi beliau untuk mengangkat isyu-isyu pendidikan sebagai ujung tombak pembangunan memang patut diacungi jempol. Dalam kesempatan ini pula, Walikota Malang memberikan santunan pendidikan bagi para anak jalanan dan pengamen kota Malang agar memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan dan kesempatan belajar. Tak lupa ditekankan pula bahwa peran gedung perpustakaan kota Malang juga cukup besar dalam memberikan kesempatan belajar bagi para anak jalanan untuk dapat mengejar ketertinggalan ilmu dan pendidikan. Minat baca masyarakat kota Malang memang harus lebih ditingkatkan lagi.
Rieke Dyah Pitaloka Hadir Saat Peluncuran Buku Walikota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Dalam acara peluncuran buku walikota Malang yang berjudul “Demokrasi di Bumi Arema”, hadir pula artis sekaligus pemerhati seni dan demokrasi sekaligus hak asasi manusia - Rieke Dyah Pitaloka (pemeran Oneng dalam serial televisi “Bajaj Bajuri”). Pada kesempatan ini, Mbak Rieke turut memeriahkan acara dengan menyanyi bersama anak-anak jalanan kota Malang, serta pembacaan puisi bernuansa kritik sosial. Mbak Rieke tak lupa menyemarakkan acara dengan berdialog serta berdiskusi langsung dengan walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP sehubungan dengan isi buku yang bertema demokrasi tersebut. Obrolan santai dan juga guyonan khas Mbak Rieke turut memeriahkan acara yang dipadati oleh para warga kota Malang, seniman, komunitas-komunitas penulis, wartawan, maupun para reporter televisi. Turut hadir dalam acara ini, penulis serta sastrawan nasional – Ratna Indraswari Ibrahim. Di akhir acara, Mbak Rieke bahkan sempat mengenakan kaos khas “Arema” yang ditandatangani oleh walikota Malang, dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para pengunjung. Beliau juga menyempatkan diri menyapa dan beramah tamah dengan Ratna Indraswari salah seorang penulis senior dalam dunia kepenulisan tanah air. Tak lupa acara foto bersama dan bagi-bagi tanda tangan pun digelar sebagai sesi penutup acara ini.
Pelatihan Guru Profesional di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Seminar pendidikan tampaknya tak pernah habis diselenggarakan dan mendapat perhatian cukup besar dari warga kota Malang, khususnya guru sebagai praktisi pendidikan di kota ini. Pelatihan Guru Profesional dengan tema “Teknik Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching & Learning = CTL) berlangsung di Gedung Perpustakaan Kota Malang pada hari Minggu, 15 Juni 2008, sejak pagi hingga siang hari. Pembicara dalam seminar dan pelatihan ini adalah seorang praktisi pembelajar kontekstual dan assesor dari Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Sulthon, MPd. Kegiatan yang diselenggarakan dan dipanitiai oleh Komunitas Bengkel Kreasi Mandiri ini terbukti menyedot perhatian pengunjung, terutama para guru sebagai ujung tombak pendidikan.
Pameran Seni Rupa di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pameran Seni Rupa Lentera Volume VII Rumah Pohon yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Rupa Lentera – Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 9 – 13 Juni 2008 dengan bertempat di Perpustakaan Kota Malang berlangsung meriah dan dipadati pengunjung. Pameran yang dibuka sejak tanggal 9 Juni 2008 ini di Perpustakaan Kota Malang, kemudian dilanjutkan dengan acara sarasehan seni pada tanggal 13 Juni 2008. Turut hadir dalam acara tersebut para pecinta seni, seniman, penulis, jurnalis, dan para pelajar serta mahasiswa di kota Malang. Tampaknya apresiasi seni dan perhatian warga Malang pada berbagai aspek kesenian semakin hari semakin mengemuka, terbukti dalam setiap acara pameran seni di kota Malang selalu mendapat tempat di hati para pengunjung.
Seminar Nasional Teknologi Informasi di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Peran serta dunia teknologi informasi tidak bisa dipungkiri lagi. Teknologi informasi telah begitu menyatu dengan dunia perbukuan, pendidikan dan keilmuwan. Pengaruh budaya luar akibat globalisasi seakan menyerbu negeri ini melalui dunia maya, dalam hal ini internet. Menyadari akan pentingnya hal tersebut, maka di kota Malang diselenggarakan sebuah seminar nasional bertema “Membuka Mata Dunia Terhadap Perkembangan IT di Jawa Timur” dan juga seminar “Teknik Memblokir Situs Porno” dengan pembicara dan nara sumber, pakar teknologi informasi terkemuka, Onno W Purbo. Acara seminar yang diselenggarakan sebagai kelanjutan dari Pekan Gebyar ICT (11 – 14 Juni 2008) dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Islam Negeri Malang ini juga dimeriahkan dengan pameran komputer dan teknologi informasi yang bertempat di Gedung Perpustakaan Universitas Islam Negeri Malang. Event kegiatan bertema dunia teknologi informasi ini terselenggara berkat usaha keras Forum Komunikasi Mahasiswa Teknologi Informasi Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Malang.
Bincang Sastra di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bincang sastra dan diskusi cerita pendek pada hari Minggu, tanggal 8 Juni 2008. Kali ini membahas tips dan motivasi menulis sebuah karya sastra, khususnya mengenai penulisan cerita pendek. Sehubungan dengan itu diadakan pula bedah karya sebuah cerpen dengan judul “Pengakuan Jujur Seorang Penulis” karya Vita Priyambada, yang merupakan sebuah cerpen esai yang berhubungan dengan motivasi menulis seorang penulis dalam berkarya. Seperti biasa, acara bincang sastra ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan dilaksanakan secara lesehan di ruang lobby Gedung Perpustakaan Kota Malang. Turut hadir pula para pelajar, mahasiswa, guru pengajar, dan juga para praktisi dunia perbukuan di kota Malang, termasuk pula perwakilan dari pengelola toko buku yang ada di kota Malang. Dunia sastra di kota Malang memang mulai mengemuka, terbukti dari semakin maraknya kegiatan bernuansa sastra, maupun diskusi kepenulisan, seperti yang dilaksanakan kali ini.
Pameran Tunggal Fotografi Bencana Lumpur Lapindo
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah pameran tunggal fotografi hasil jepretan Trisnadi (fotografer dari Associated Press) digelar di Anjungan Ken Arok – Perpustakaan Kota Malang, Jalan Raya Ijen 30A – Malang pada tanggal 31 Mei – 6 Juni 2008. Pameran foto dengan tema “Membincang Masa Depan – Dua Tahun Derita Lumpur Panas LAPINDO” ini mencoba menyentuh nurani masyarakat agar turut menyelami perasaan duka para korban lumpur panas LAPINDO. Taburan bunga tujuh rupa di sekitar pigura foto yang dipamerkan, turut mengangkat rasa haru dan iba para pengunjung saat menyaksikan foto-foto berukuran besar tersebut dipajang di galeri seni Ken Arok, Gedung Perpustakaan Kota Malang. Pameran ini lebih bertujuan amal daripada mencari keuntungan. Hasil penjualan foto rencananya akan disumbangkan untuk para korban lumpur panas LAPINDO yang hingga kini belum juga mendapat kepastian akan nasib dan penghidupan mereka.
Acara Talkshow Kick Andy dan Bedah Sastra Andrea Hirata di Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pesona kota Malang sebagai kota pendidikan ternyata telah mengundang minat Andy F Noya untuk mengadakan syuting acara talkshow “Kick Andy” di kota Malang. Bertempat di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, acara talkshow yang diselenggarakan pada 6 Juni 2008 ini mengundang seorang penulis legendaris – Andrea Hirata sebagai bintang tamu. Seperti telah diketahui, Andrea Hirata yang buku-bukunya tidak saja laris di Indonesia, namun juga telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa asing dan beredar secara luas di Eropa, telah demikian populer dengan karya-karyanya yang demikian menyentuh. Para peminat dan penggemar buku-bukunya tidak saja berasal dari kalangan remaja namun juga orang dewasa, terbukti para penonton dan pengunjung acara ini penuh sesak memadati Dome Universitas Muhammadiyah. Aula gedung olahraga dengan kapasitas ribuan penonton ini dipadati oleh mahasiswa, pelajar, seniman, penulis, hingga masyarakat umum kota Malang yang ingin melihat dari dekat Andrea Hirata maupun Andy F Noya yang cukup populer itu. Bahkan lalu lintas di seputar Universitas Muhammadiyah Malang sempat macet menjelang acara dimulai. Padahal tiket untuk menonton acara ini sudah harus dipesan beberapa hari sebelumnya, dan masih banyak pengunjung yang tidak kebagian tiket nekat hendak menonton secara langsung. Sepertinya rasa antusiasme warga kota Malang akan dunia sastra begitu besar dan tidak dapat dibendung, terlihat dari jumlah penonton yang membanjiri area Dome Universitas Muhammadiyah Malang.
Bincang Santai Sastra Forum Penulis Kota Malang dengan Penerbit Graha Ilmu
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Forum Penulis Kota Malang diundang oleh Penerbit Graha Ilmu dalam acara bincang santai sastra dan ilmu pengetahuan pada tanggal 3 Juni 2008. Bertempat di ruang lobby “UMM Inn”, acara ini berlangsung secara kekeluargaan. Dalam pembicaraan ini sempat dikemukakan berbagai peluang menulis yang ditawarkan kepada Forum Penulis Kota Malang oleh Penerbit Graha Ilmu yang telah terkenal dengan buku-buku materi kuliah yang telah beredar secara luas di Indonesia. Bahkan Direktur Penerbit Graha Ilmu, Bapak Jozep Edyanto, menyempatkan diri berkunjung ke Malang ingin bertemu langsung dan berdiskusi dengan pengurus maupun anggota Forum Penulis Kota Malang. Dengan didampingi oleh beberapa staf dari Penerbit Graha Ilmu acara ini berlangsung hingga malam hari dan diwarnai oleh semangat silaturahmi dan kekeluargaan demi merintis jaringan kepenulisan yang lebih luas dalam skala nasional.
Forum Penulis Kota Malang Merambah Dunia Pendidikan
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Bermula dari keinginan untuk mempopulerkan dunia sastra di kota Malang, Forum Penulis Kota Malang (FPKM) yang berdiri pada 8 Oktober 2006 lalu, kian giat dalam meningkatkan budaya menulis dan membaca di kalangan generasi muda. Situs dan blog FPKM yang sarat akan bahan bacaan sastra maupun ilmu pengetahuan ilmiah ternyata menarik perhatian pemilik sekaligus pengelola situs web “Edu 2000” yang juga merupakan perusahaan content media yang cukup ternama baik di Indonesia maupun di Singapura. Dalam rangka semangat kepedulian terhadap dunia pendidikan dan sastra ini, maka Forum Penulis Kota Malang bersedia menyambut baik tawaran dari Bapak Ir. Kosasih Iskandarsjah selaku pengelola perusahaan multimedia berskala internasional yang berpusat di Singapura itu untuk mengisi content situs pendidikan Edu 2000. Jadi setiap tulisan maupun artikel yang ada di situs maupun blog FPKM juga akan ditayangkan pula di situs Edu 2000 maupun situs-situs jaringan pendidikan lainnya (www.edu2000.org , www.discoveryindonesia.com dan www.esolusi.co.id), yang akan dibaca dan dikonsumsi secara luas tidak saja di Indonesia, namun juga dengan target pasar di Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Walau sudah diketahui bahwa beberapa sudah sejak lama, situs Forum Penulis Kota Malang juga banyak dikunjungi oleh para peminat sastra tidak saja di Indonesia namun juga dari Eropa, Asia, Timur Tengah, hingga Amerika dan Canada.
Pameran Buku Islam di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pameran buku tahunan bertema Islam “Islamic Book Fair” digelar kembali di kota Malang pada tanggal 30 Mei – 4 Juni 2008. Acara pameran buku yang digelar di Aula Skodam Brawijaya Malang yang tepat berada di dekat Kantor Kotamadya Malang ini diikuti oleh puluhan penerbit dan toko buku Islam se-Indonesia. Dengan berbagai acara menarik seperti bedah buku karya Afifah Afra maupun aneka doorprize dan pesta diskon, pameran buku ini dibanjiri oleh para peminat buku di kota Malang. Daya tariknya apalagi kalau bukan ingin melihat dari dekat penulis ternama seperti Afifah Afra maupun ingin mendapatkan buku dengan harga-harga yang jauh berada di bawah harga normal. Apapun jenis buku yang dipamerkan, asalkan ada pameran buku di kota Malang, pastilah selalu dibanjiri pengunjung. Selain untuk cuci gudang, acara pameran buku seperti ini juga merupakan ajang yang baik untuk mempromosikan berbagai buku-buku baru yang terbit di pasaran, maupun memperkenalkan penulis-penulis berbakat Indonesia kepada masyarakat pecinta buku, khususnya masyarakat kota Malang yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan.
Festival Malang Tempo Doeloe
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Kota Malang dimeriahkan oleh sebuah event besar yang merupakan acara tahunan. Event yang terselenggara pada tanggal 22 – 25 Mei 2008 tersebut adalah Festival Budaya dan Nostalgia “Malang Tempo Doeloe” atau lebih dikenal dengan sebutan “Festival Malang Kembali”. Festival tahunan ini dimeriahkan oleh berbagai atraksi dan tontonan hiburan rakyat, seperti acara pementasan sendratari, ketoprak, wayang orang, lagu-lagu tradisional campur sari, pameran buku-buku kuno (buku-buku jaman penjajahan Belanda, jaman Jepang serta buku-buku langka yang unik serta menarik), pameran foto kota Malang saat jaman penjajahan, kendaraan kuno, pameran benda-benda pos tempo dulu, aneka lomba dan permainan tradisional, festival makanan dan jajanan tradisional khas Malang pada jaman kolonial, serta berbagai pameran pernak-pernik benda-benda kuno peninggalan jaman purbakala hingga saat jaman kolonial penjajahan Belanda di Malang. Yang unik dari festival budaya ini adalah bahwa setiap pengunjung, panitia, maupun peserta festival diwajibkan memakai busana nasional, ataupun pakaian jaman dulu saat negeri ini belum merdeka. Yang cukup menarik dari festival ini adalah bahwa setiap tulisan dan papan penunjuk arah yang merupakan ornamen pameran juga menggunakan ejaan jaman dahulu (ejaan yang dipakai saat jaman penjajahan Belanda). Desain setiap stan pameran juga bercorak seperti tahun 1920-1930-an. Berbagai poster berukuran raksasa memajang foto-foto kota Malang jaman dahulu kala, berbagai foto candi-candi kuno yang terdapat di kota Malang, serta foto-foto menarik yang membuat pengunjung seakan kembali berada di masa lalu.
Para pengunjung yang hadir serta para peserta festival ini memakai pakaian dan dandanan yang menarik, mulai dari yang memakai pakaian tradisional Jawa jaman dulu, hingga yang berpakaian ala polisi jaman Belanda yang memakai topi polka. Acara ini merupakan gabungan antara pesta kostum maupun festival budaya, makanan, festival buku, serta benda-benda seni yang diharapkan dapat mendongkrak potensi pariwisata di kota Malang. Benar saja, banyak dijumpai wisatawan asing, terutama dari Belanda dan Eropa, karena festival ini bahkan terdengar gaungnya hingga ke negeri Belanda, dan sempat diberitakan di berbagai majalah terkemuka di sana. Meniru berbagai festival sejenis yang banyak diselenggarakan di luar negeri demi mengenang kembali bagaimana suasana jaman perjuangan serta membangkitkan kembali rasa nasionalisme dengan memakai pakaian tradisional, acara tahunan yang diselenggarakan di sepanjang jalan raya Ijen kota Malang ini seharusnya juga dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia sehingga selain untuk menarik wisatawan juga untuk mengeksplorasi daya kreativitas seni dan sebagai hiburan atau tontonan yang menarik bagi masyarakat.
Pameran Buku “Malang Membaca” di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Acara pameran buku kembali diadakan di kota Malang. Kali ini dengan tema “Malang Membaca” – sebuah pameran buku yang cukup eksotik dan dahsyat yang diselenggarakan di Perpustakaan Kota Malang pada tanggal 10 – 20 Mei 2008. Acara pameran buku yang menggelar buku-buku best seller dan buku-buku top lainnya ini terwujud atas kerjasama antara Perpustakaan Kota Malang, Forum Penulis Kota Malang, Toko Buku TogaMas dan juga Penerbit Kanisius. Turut berpartisipasi pula dalam pameran buku ini, puluhan penerbit maupun toko buku terkemuka di Indonesia.
Pameran buku ini dimeriahkan pula oleh berbagai acara bedah buku dengan para pembicara penulis top seperti Raditya Dika (penulis novel remaja “Kambing Jantan” dan “Babi Ngesot”), Moeammar Emka (penulis buku “Jakarta Undercover”), Ratna Indraswari Ibrahim maupun juga Sigit Susanto (penulis buku catatan perjalanan “Menyusuri Lorong-Lorong Dunia”). Beberapa acara lain yang turut memeriahkan pekan pameran buku ini adalah acara lomba mewarnai dan lomba menggambar untuk siswa siswi sekolah dasar, lomba menulis esai untuk pelajar sekolah menengah, workshop “penulisan, mendongeng dan kartun”, mendongeng cerita anak, pemutaran film serta acara permainan dan pembagian door prize bagi para pengunjung.
Seperti lazimnya berbagai acara pameran yang biasa digelar di kota Malang, acara pameran kali ini cukup ramai dan dibanjiri oleh pengunjung yang jumlahnya bisa membludak hingga ribuan orang dalam sehari. Daya tariknya apalagi kalau bukan diskon besar-besaran buku-buku laris yang digelar dalam acara pameran. Buku-buku yang dijual bahkan didiskon besar-besaran dan dijual murah sehingga banyak digandrungi oleh para peminat buku maupun kolektor buku. Dalam hal ini terbukti bahwa minat baca dan tulis di kota Malang tidak kalah bila dibanding dengan kota-kota besar lain di Indonesia.
Pekan Karikatur di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Memeriahkan pekan karikatur “Katakanlah dengan Karikatur”, pada tanggal 11 Mei 2008 diadakan talk show (bincang santai) serta pelatihan dengan tema “Peranan Karikatur dalam Dunia Jurnalistik” dengan bertempat di Gedung PPI Universitas Brawijaya - Malang. Acara talk show (bincang santai) bertema dunia karikatur ini merupakan acara puncak pekan karikatur di kota Malang setelah sebelumnya diadakan lomba menggambar karikatur dengan tema “Pendidikan Kok Mahal” yang mendapat sambutan yang cukup baik dari para mahasiswa maupun para seniman karikatur kota Malang.
Seminar Pendidikan Nasional di Surabaya
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Seminar bertema pendidikan kembali diadakan di Jawa Timur. Kali ini berlangsung di Surabaya pada tanggal 11 Mei 2008 dengan bertempat di Asrama Haji Sukolilo – Surabaya. Seminar yang mengambil tema “Kiat Sukses Sertifikasi dalam Sistem Pendidikan Nasional ini dibawakan oleh pembicara Prof. Dr. H. Muslimin Ibrahim yang merupakan asesor sertifikasi pendidikan sekaligus dosen pengajar UNESA Surabaya. Walau tidak gratis, seminar yang cukup bermanfaat ini banyak mendapat sambutan dari para guru pendidik yang ingin memperoleh pengetahuan lebih lewat seminar ini.
Seminar “Kiat Jitu Membuat Karya Tulis” di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah seminar pendidikan digelar di kota Malang pada tanggal 11 Mei 2008 dengan bertempat di Aula Gedung Perpustakaan Kota Malang, Jalan Raya Ijen 30 A - Malang. “Seminar Regional Guru Menulis” demikian tema seminar yang digelar. Dengan bahan diskusi seminar yang berjudul “Kiat Jitu Membuat Karya Tulis (Artikel, Buku dan Karya Tulis Ilmiah)”, seminar ini merupakan seminar angkatan yang kedua. Acara seminar yang dilaksanakan sejak pagi ini, hadir dengan para pembicara kawakan seperti M. Hasyim Ashari S,Pd (guru dan penulis), Dr. Bagyo Yanuwiadi (dosen MIPA Universitas Brawijaya Malang), para pemateri dari Penerbit Buku Erlangga dan juga komunitas Bengkel Kreasi Guru Insan Mandiri yang beralamat di Jalan Sunan Kalijaga 9A – Malang. Acara seminar seperti ini seharusnya sering-sering digelar di kota Malang, agar memberikan wawasan dan pengetahuan bagi warga masyarakat, khususnya para guru pendidik.
Diskusi Sastra Puisi di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 6 Mei 2008, UKMP Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan acara diskusi sastra khususnya mengenai sastra puisi. Dengan pembicara Komang Ira, seorang sastrawan yang datang jauh-jauh dari Yogya, acara yang berlangsung sejak pukul 18.30 WIB ini mengupas banyak hal seputar dunia sastra khususnya puisi. Komang Ira sendiri adalah seorang penyair yang cukup aktif dalam berkarya dan juga sempat menjadi nominator Pena Kencana Award. Acara diskusi yang berlangsung di kantor sekretariat UKMP Universitas Negeri Malang ini banyak dihadiri para mahasiswa maupun pecinta seni sastra di kota Malang.
Diklat Penulisan Buku di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada bulan Mei 2008 berlangsung sebuah acara diklat / pelatihan pembuatan buku bahan pengajaran serta cara menerbitkan sendiri buku bahan pengajaran tersebut di kota Malang. Acara diklat ini terasa begitu menarik dan banyak diikuti oleh para guru di Jawa Timur. Dengan para pembicara seperti Bpk. Drs. Susilo, M.M (instruktur guru tingkat propinsi Jawa Timur) serta Bpk. M. Romzul Islam, ST (direktur penerbit dan percetakan CV. PenaSuci – Surabaya), acara yang berlangsung pada hari Minggu, 4 Mei 2008 di SMK Negeri 3, Jl. Surabaya 1 – Malang ini berlangsung cukup menarik dengan acara dialog dan tanya jawab seputar penulisan buku bahan pengajaran yang patut diketahui oleh para guru pengajar.
Diskusi Sastra di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 4 Mei, Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara diskusi sastra dan bedah cerita pendek “Seorang Buta dan Lima Sosok Lainnya” karya David Ardy di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara diskusi yang bernuansa santai dengan lesehan ini, dihadiri oleh para peminat sastra, seniman, penulis, dan kritikus seni di kota Malang. Dalam acara ini pula banyak dibicarakan mengenai beberapa kekurangan maupun kelebihan karya-karya sastra Indonesia, dan juga tukar menukar pengalaman dalam menulis sebuah karya cerita pendek sehingga bisa menjadi sebuah karya yang berbobot dan berkualitas.
Pekan Jurnalistik dan Lomba Menulis di Universitas Brawijaya Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Universitas Brawijaya Malang kembali mengadakan acara workshop atau pelatihan jurnalistik. Acara yang berlangsung pada tanggal 3 Mei – 4 Mei 2008 ini dimeriahkan pula dengan acara talkshow atau bincang santai dengan penulis novel remaja – Boim Lebon. Bertempat di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang, acara pelatihan penulisan karya ilmiah populer maupun artikel jurnalistik ini dibawakan oleh pemateri-pemateri profesional seperti Erani (Dosen pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya) dan tak ketinggalan pula panduan praktis menulis yang dibawakan oleh Rohman Budianto (Pimpinan Redaksi Jawa Pos). Acara yang diprakarsai oleh Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini berlangsung cukup meriah dan banyak diminati baik oleh kalangan mahasiswa, wartawan maupun masyarakat umum. Pekan workshop jurnalistik ini diawali oleh beberapa kegiatan pendahuluan seperti acara lomba menulis resensi novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata yang diselenggarakan antara tanggal 5 – 30 April 2008, maupun lomba menulis esai untuk rektor dengan tema “Brawijaya Goes to Entrepreneurial University”. Tak ketinggalan pula gegap gempita acara “Book Fair & Pameran Fotografi” yang diselenggarakan di lapangan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, turut memeriahkan acara pekan workshop jurnalistik di tahun 2008 ini.
Bedah Sastra di Perpustakaan Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 4 Mei, Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara diskusi sastra dan bedah cerita pendek “Seorang Buta dan Lima Sosok Lainnya” karya David Ardy di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara diskusi dan bedah sastra yang bernuansa santai dengan lesehan ini, dihadiri oleh para peminat sastra, seniman, penulis, dan kritikus seni di kota Malang. Dalam acara ini pula banyak dibicarakan mengenai beberapa kekurangan maupun kelebihan karya-karya sastra Indonesia, dan juga tukar menukar pengalaman dalam menulis sebuah karya cerita pendek sehingga bisa menjadi sebuah karya yang berbobot dan berkualitas.
Acara Bedah Buku karya Nagib Machfus
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bedah buku. Kali ini buku yang dibedah adalah buku berjudul "Harafisy" karya Nagib Machfus, dengan pembicara oleh Santi Octavia. Acara bedah buku ini diselenggarakan pada hari Minggu pagi, 27 April 2008 bertempat di gedung perpustakaan kota Malang. Acara diskusi ini digelar cukup santai dengan lesehan dan temu akrab rutin para anggota komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Nagib Machfus sendiri adalah seorang sastrawan legendaris dunia yang karyanya akhir-akhir ini sedang tren dan banyak dibicarakan oleh berbagai komunitas penulis di Eropa maupun di Amerika. Di Indonesia, Forum Penulis Kota Malang mencoba mengangkat tema yang menarik mengenai buku ini dalam sebuah diskusi sastra dan bedah buku untuk meningkatkan gairah baca karya sastra dunia. Dalam acara ini dibahas pula beragam topik menarik tentang info kepenulisan maupun peluang menulis.
Acara Bedah Naskah Skenario Film di Perpustakaan Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Acara bedah karya dua mingguan yang rutin diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang (FPKM) kembali digelar di kota Malang. Dengan bertempat di teras Gedung Perpustakaan Kota Malang, pada tanggal 13 April 2008, acara diskusi dengan cara lesehan kali ini membahas penulisan naskah skenario film yang masih dalam bentuk draft. Acara bedah karya dan diskusi ini dihadiri oleh segenap anggota dan pengurus komunitas penulis FPKM. Naskah skenario film yang dibahas, berjudul “Secercah Harapan”, buah karya Mas Jamsari (ZamZam) – seorang penyair dan juga penulis skenario yang merupakan anggota Forum Penulis Kota Malang. Naskah skenario film ini menceritakan sebuah cerita sosial dengan mengambil tema refleksi pendidikan yang dialami oleh sebagian besar anak bangsa ini – bangsa Indonesia. Proses kreatif dari penulisan naskah film ini sebenarnya diilhami oleh lahirnya demokrasi reformasi dalam dunia pendidikan di tanah air akhir-akhir ini dan dengan mengambil setting dan tokoh-tokoh masyarakat kelas bawah, naskah skenario film ini seakan mencoba mengais potret kehidupan warga miskin negeri ini yang berusaha menggapai cita-cita dalam memperoleh pendidikan yang lebih layak. Diceritakan bahwa seorang tokoh dalam cerita ini, yaitu seorang janda bernama Sumirah yang tinggal di desa kampung nelayan, memiliki anak semata wayangnya yang bernama Dino. Wanita ini harus hidup membanting tulang untuk menghidupi keluarganya sejak kepergian suami tercintanya (Dadang) menghadap Sang Pencipta. Di kala menghadapi kerasnya kehidupan bergelut dengan kemiskinan inilah, Sumirah berusaha keras untuk mewujudkan cita-cita anaknya yang bersikeras ingin menuntut ilmu dan tetap duduk di bangku sekolah, walau kemiskinan telah mendera mereka demikian kejamnya. Naskah cerita film yang sedikit unik ini seakan menjadi alternatif diantara begitu banyak cerita dan film bertema cinta remaja yang akhir-akhir ini banyak melanda tanah air. Tentu saja dengan cara bercerita dan alur cerita yang unik, naskah film ini menarik untuk dibahas dan bahkan mungkin diangkat ke layar televisi atau layar lebar. Bagi yang ingin menghubungi penulis naskah film ini (Mas Jamsari) sekedar untuk berdiskusi bisa menghubungi beliau di nomor telepon +62-085850556786 atau bisa juga melalui forum diskusi FPKM di mailing list internet yaitu yang beralamat di http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang/
Pameran Buku Islam di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pameran buku tahunan bertema Islam “Islamic Book Fair” digelar kembali di kota Malang pada tanggal 30 Mei – 4 Juni 2008. Acara pameran buku yang digelar di Aula Skodam Brawijaya Malang yang tepat berada di dekat Kantor Kotamadya Malang ini diikuti oleh puluhan penerbit dan toko buku Islam se-Indonesia. Dengan berbagai acara menarik seperti bedah buku karya Afifah Afra maupun aneka doorprize dan pesta diskon, pameran buku ini dibanjiri oleh para peminat buku di kota Malang. Daya tariknya apalagi kalau bukan ingin melihat dari dekat penulis ternama seperti Afifah Afra maupun ingin mendapatkan buku dengan harga-harga yang jauh berada di bawah harga normal. Apapun jenis buku yang dipamerkan, asalkan ada pameran buku di kota Malang, pastilah selalu dibanjiri pengunjung. Selain untuk cuci gudang, acara pameran buku seperti ini juga merupakan ajang yang baik untuk mempromosikan berbagai buku-buku baru yang terbit di pasaran, maupun memperkenalkan penulis-penulis berbakat Indonesia kepada masyarakat pecinta buku, khususnya masyarakat kota Malang yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan.
Festival Malang Tempo Doeloe
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Kota Malang dimeriahkan oleh sebuah event besar yang merupakan acara tahunan. Event yang terselenggara pada tanggal 22 – 25 Mei 2008 tersebut adalah Festival Budaya dan Nostalgia “Malang Tempo Doeloe” atau lebih dikenal dengan sebutan “Festival Malang Kembali”. Festival tahunan ini dimeriahkan oleh berbagai atraksi dan tontonan hiburan rakyat, seperti acara pementasan sendratari, ketoprak, wayang orang, lagu-lagu tradisional campur sari, pameran buku-buku kuno (buku-buku jaman penjajahan Belanda, jaman Jepang serta buku-buku langka yang unik serta menarik), pameran foto kota Malang saat jaman penjajahan, kendaraan kuno, pameran benda-benda pos tempo dulu, aneka lomba dan permainan tradisional, festival makanan dan jajanan tradisional khas Malang pada jaman kolonial, serta berbagai pameran pernak-pernik benda-benda kuno peninggalan jaman purbakala hingga saat jaman kolonial penjajahan Belanda di Malang. Yang unik dari festival budaya ini adalah bahwa setiap pengunjung, panitia, maupun peserta festival diwajibkan memakai busana nasional, ataupun pakaian jaman dulu saat negeri ini belum merdeka. Yang cukup menarik dari festival ini adalah bahwa setiap tulisan dan papan penunjuk arah yang merupakan ornamen pameran juga menggunakan ejaan jaman dahulu (ejaan yang dipakai saat jaman penjajahan Belanda). Desain setiap stan pameran juga bercorak seperti tahun 1920-1930-an. Berbagai poster berukuran raksasa memajang foto-foto kota Malang jaman dahulu kala, berbagai foto candi-candi kuno yang terdapat di kota Malang, serta foto-foto menarik yang membuat pengunjung seakan kembali berada di masa lalu.
Para pengunjung yang hadir serta para peserta festival ini memakai pakaian dan dandanan yang menarik, mulai dari yang memakai pakaian tradisional Jawa jaman dulu, hingga yang berpakaian ala polisi jaman Belanda yang memakai topi polka. Acara ini merupakan gabungan antara pesta kostum maupun festival budaya, makanan, festival buku, serta benda-benda seni yang diharapkan dapat mendongkrak potensi pariwisata di kota Malang. Benar saja, banyak dijumpai wisatawan asing, terutama dari Belanda dan Eropa, karena festival ini bahkan terdengar gaungnya hingga ke negeri Belanda, dan sempat diberitakan di berbagai majalah terkemuka di sana. Meniru berbagai festival sejenis yang banyak diselenggarakan di luar negeri demi mengenang kembali bagaimana suasana jaman perjuangan serta membangkitkan kembali rasa nasionalisme dengan memakai pakaian tradisional, acara tahunan yang diselenggarakan di sepanjang jalan raya Ijen kota Malang ini seharusnya juga dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia sehingga selain untuk menarik wisatawan juga untuk mengeksplorasi daya kreativitas seni dan sebagai hiburan atau tontonan yang menarik bagi masyarakat.
Pameran Buku “Malang Membaca” di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Acara pameran buku kembali diadakan di kota Malang. Kali ini dengan tema “Malang Membaca” – sebuah pameran buku yang cukup eksotik dan dahsyat yang diselenggarakan di Perpustakaan Kota Malang pada tanggal 10 – 20 Mei 2008. Acara pameran buku yang menggelar buku-buku best seller dan buku-buku top lainnya ini terwujud atas kerjasama antara Perpustakaan Kota Malang, Forum Penulis Kota Malang, Toko Buku TogaMas dan juga Penerbit Kanisius. Turut berpartisipasi pula dalam pameran buku ini, puluhan penerbit maupun toko buku terkemuka di Indonesia.
Pameran buku ini dimeriahkan pula oleh berbagai acara bedah buku dengan para pembicara penulis top seperti Raditya Dika (penulis novel remaja “Kambing Jantan” dan “Babi Ngesot”), Moeammar Emka (penulis buku “Jakarta Undercover”), Ratna Indraswari Ibrahim maupun juga Sigit Susanto (penulis buku catatan perjalanan “Menyusuri Lorong-Lorong Dunia”). Beberapa acara lain yang turut memeriahkan pekan pameran buku ini adalah acara lomba mewarnai dan lomba menggambar untuk siswa siswi sekolah dasar, lomba menulis esai untuk pelajar sekolah menengah, workshop “penulisan, mendongeng dan kartun”, mendongeng cerita anak, pemutaran film serta acara permainan dan pembagian door prize bagi para pengunjung.
Seperti lazimnya berbagai acara pameran yang biasa digelar di kota Malang, acara pameran kali ini cukup ramai dan dibanjiri oleh pengunjung yang jumlahnya bisa membludak hingga ribuan orang dalam sehari. Daya tariknya apalagi kalau bukan diskon besar-besaran buku-buku laris yang digelar dalam acara pameran. Buku-buku yang dijual bahkan didiskon besar-besaran dan dijual murah sehingga banyak digandrungi oleh para peminat buku maupun kolektor buku. Dalam hal ini terbukti bahwa minat baca dan tulis di kota Malang tidak kalah bila dibanding dengan kota-kota besar lain di Indonesia.
Pekan Karikatur di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Memeriahkan pekan karikatur “Katakanlah dengan Karikatur”, pada tanggal 11 Mei 2008 diadakan talk show (bincang santai) serta pelatihan dengan tema “Peranan Karikatur dalam Dunia Jurnalistik” dengan bertempat di Gedung PPI Universitas Brawijaya - Malang. Acara talk show (bincang santai) bertema dunia karikatur ini merupakan acara puncak pekan karikatur di kota Malang setelah sebelumnya diadakan lomba menggambar karikatur dengan tema “Pendidikan Kok Mahal” yang mendapat sambutan yang cukup baik dari para mahasiswa maupun para seniman karikatur kota Malang.
Seminar Pendidikan Nasional di Surabaya
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Seminar bertema pendidikan kembali diadakan di Jawa Timur. Kali ini berlangsung di Surabaya pada tanggal 11 Mei 2008 dengan bertempat di Asrama Haji Sukolilo – Surabaya. Seminar yang mengambil tema “Kiat Sukses Sertifikasi dalam Sistem Pendidikan Nasional ini dibawakan oleh pembicara Prof. Dr. H. Muslimin Ibrahim yang merupakan asesor sertifikasi pendidikan sekaligus dosen pengajar UNESA Surabaya. Walau tidak gratis, seminar yang cukup bermanfaat ini banyak mendapat sambutan dari para guru pendidik yang ingin memperoleh pengetahuan lebih lewat seminar ini.
Seminar “Kiat Jitu Membuat Karya Tulis” di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah seminar pendidikan digelar di kota Malang pada tanggal 11 Mei 2008 dengan bertempat di Aula Gedung Perpustakaan Kota Malang, Jalan Raya Ijen 30 A - Malang. “Seminar Regional Guru Menulis” demikian tema seminar yang digelar. Dengan bahan diskusi seminar yang berjudul “Kiat Jitu Membuat Karya Tulis (Artikel, Buku dan Karya Tulis Ilmiah)”, seminar ini merupakan seminar angkatan yang kedua. Acara seminar yang dilaksanakan sejak pagi ini, hadir dengan para pembicara kawakan seperti M. Hasyim Ashari S,Pd (guru dan penulis), Dr. Bagyo Yanuwiadi (dosen MIPA Universitas Brawijaya Malang), para pemateri dari Penerbit Buku Erlangga dan juga komunitas Bengkel Kreasi Guru Insan Mandiri yang beralamat di Jalan Sunan Kalijaga 9A – Malang. Acara seminar seperti ini seharusnya sering-sering digelar di kota Malang, agar memberikan wawasan dan pengetahuan bagi warga masyarakat, khususnya para guru pendidik.
Diskusi Sastra Puisi di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 6 Mei 2008, UKMP Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan acara diskusi sastra khususnya mengenai sastra puisi. Dengan pembicara Komang Ira, seorang sastrawan yang datang jauh-jauh dari Yogya, acara yang berlangsung sejak pukul 18.30 WIB ini mengupas banyak hal seputar dunia sastra khususnya puisi. Komang Ira sendiri adalah seorang penyair yang cukup aktif dalam berkarya dan juga sempat menjadi nominator Pena Kencana Award. Acara diskusi yang berlangsung di kantor sekretariat UKMP Universitas Negeri Malang ini banyak dihadiri para mahasiswa maupun pecinta seni sastra di kota Malang.
Diklat Penulisan Buku di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada bulan Mei 2008 berlangsung sebuah acara diklat / pelatihan pembuatan buku bahan pengajaran serta cara menerbitkan sendiri buku bahan pengajaran tersebut di kota Malang. Acara diklat ini terasa begitu menarik dan banyak diikuti oleh para guru di Jawa Timur. Dengan para pembicara seperti Bpk. Drs. Susilo, M.M (instruktur guru tingkat propinsi Jawa Timur) serta Bpk. M. Romzul Islam, ST (direktur penerbit dan percetakan CV. PenaSuci – Surabaya), acara yang berlangsung pada hari Minggu, 4 Mei 2008 di SMK Negeri 3, Jl. Surabaya 1 – Malang ini berlangsung cukup menarik dengan acara dialog dan tanya jawab seputar penulisan buku bahan pengajaran yang patut diketahui oleh para guru pengajar.
Diskusi Sastra di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 4 Mei, Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara diskusi sastra dan bedah cerita pendek “Seorang Buta dan Lima Sosok Lainnya” karya David Ardy di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara diskusi yang bernuansa santai dengan lesehan ini, dihadiri oleh para peminat sastra, seniman, penulis, dan kritikus seni di kota Malang. Dalam acara ini pula banyak dibicarakan mengenai beberapa kekurangan maupun kelebihan karya-karya sastra Indonesia, dan juga tukar menukar pengalaman dalam menulis sebuah karya cerita pendek sehingga bisa menjadi sebuah karya yang berbobot dan berkualitas.
Pekan Jurnalistik dan Lomba Menulis di Universitas Brawijaya Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Universitas Brawijaya Malang kembali mengadakan acara workshop atau pelatihan jurnalistik. Acara yang berlangsung pada tanggal 3 Mei – 4 Mei 2008 ini dimeriahkan pula dengan acara talkshow atau bincang santai dengan penulis novel remaja – Boim Lebon. Bertempat di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang, acara pelatihan penulisan karya ilmiah populer maupun artikel jurnalistik ini dibawakan oleh pemateri-pemateri profesional seperti Erani (Dosen pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya) dan tak ketinggalan pula panduan praktis menulis yang dibawakan oleh Rohman Budianto (Pimpinan Redaksi Jawa Pos). Acara yang diprakarsai oleh Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini berlangsung cukup meriah dan banyak diminati baik oleh kalangan mahasiswa, wartawan maupun masyarakat umum. Pekan workshop jurnalistik ini diawali oleh beberapa kegiatan pendahuluan seperti acara lomba menulis resensi novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata yang diselenggarakan antara tanggal 5 – 30 April 2008, maupun lomba menulis esai untuk rektor dengan tema “Brawijaya Goes to Entrepreneurial University”. Tak ketinggalan pula gegap gempita acara “Book Fair & Pameran Fotografi” yang diselenggarakan di lapangan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, turut memeriahkan acara pekan workshop jurnalistik di tahun 2008 ini.
Kontes Membaca Berita di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah acara kontes bakat membaca berita dan lomba penyiar diadakan di kota Malang pada tanggal 26 – 27 April 2008 dengan bertempat di Aula Gedung Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM). Acara yang berjudul “News Reading Contest” ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa IPRI (Ikatan Pecinta Retorika Indonesia) Universitas Negeri Malang. Kontes lomba membaca berita ini mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat kota Malang. Tidak saja di kalangan mahasiswa dan pelajar, acara seperti ini juga menarik perhatian para warga masyarakat kota Malang, karena acara yang diselenggarakan ini memperebutkan piala trophy Walikota Malang, serta piala dari Kepala Dinas / Rektor Universitas Negeri Malang dan juga hadiah uang sebesar 1,2 juta rupiah. Tentu saja acara seperti ini tidak boleh dilewatkan begitu saja, terlihat dari sambutan yang cukup meriah di kalangan para peserta maupun penonton.
Acara Diskusi dan Bedah Film Ayat-Ayat Cinta di UIN Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
“Ayat-Ayat Cinta” - sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berhasil diangkat ke layar lebar, terbukti telah banyak mendapat sorotan dan juga pujian dari masyarakat, termasuk juga warga kota Malang. Selain buku novelnya yang laris manis terjual, filmnya pun juga banyak diperbincangkan. Film yang telah banyak mendapat sambutan dari masyarakat ini akhirnya diangkat sebagai bahan diskusi dalam acara “Bedah film Ayat-Ayat Cinta” yang diselenggarakan di Gedung Sport Centre – Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Jawa Timur, pada tanggal 17 April 2008. Dengan pembicara seorang penulis skenario film – Salman Aristo dan juga aktor Fedi Nuril, acara yang banyak dihadiri oleh para mahasiswa, dosen maupun masyarakat umum di kota Malang ini terbukti sukses. Walau tidak gratis, namun dengan harga tiket masuk yang cukup murah (sekitar lima ribu rupiah), acara ini tetap menjadi pilihan bagi penggemar sastra, pecinta buku dan peminat film tanah air.
Acara Bedah Naskah Skenario Film di Perpustakaan Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Acara bedah karya dua mingguan yang rutin diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang (FPKM) kembali digelar di kota Malang. Dengan bertempat di teras Gedung Perpustakaan Kota Malang, pada tanggal 13 April 2008, acara diskusi dengan cara lesehan kali ini membahas penulisan naskah skenario film yang masih dalam bentuk draft. Acara bedah karya dan diskusi ini dihadiri oleh segenap anggota dan pengurus komunitas penulis FPKM. Naskah skenario film yang dibahas, berjudul “Secercah Harapan”, buah karya Mas Jamsari (ZamZam) – seorang penyair dan juga penulis skenario yang merupakan anggota Forum Penulis Kota Malang. Naskah skenario film ini menceritakan sebuah cerita sosial dengan mengambil tema refleksi pendidikan yang dialami oleh sebagian besar anak bangsa ini – bangsa Indonesia. Proses kreatif dari penulisan naskah film ini sebenarnya diilhami oleh lahirnya demokrasi reformasi dalam dunia pendidikan di tanah air akhir-akhir ini dan dengan mengambil setting dan tokoh-tokoh masyarakat kelas bawah, naskah skenario film ini seakan mencoba mengais potret kehidupan warga miskin negeri ini yang berusaha menggapai cita-cita dalam memperoleh pendidikan yang lebih layak. Diceritakan bahwa seorang tokoh dalam cerita ini, yaitu seorang janda bernama Sumirah yang tinggal di desa kampung nelayan, memiliki anak semata wayangnya yang bernama Dino. Wanita ini harus hidup membanting tulang untuk menghidupi keluarganya sejak kepergian suami tercintanya (Dadang) menghadap Sang Pencipta. Di kala menghadapi kerasnya kehidupan bergelut dengan kemiskinan inilah, Sumirah berusaha keras untuk mewujudkan cita-cita anaknya yang bersikeras ingin menuntut ilmu dan tetap duduk di bangku sekolah, walau kemiskinan telah mendera mereka demikian kejamnya. Naskah cerita film yang sedikit unik ini seakan menjadi alternatif diantara begitu banyak cerita dan film bertema cinta remaja yang akhir-akhir ini banyak melanda tanah air. Tentu saja dengan cara bercerita dan alur cerita yang unik, naskah film ini menarik untuk dibahas dan bahkan mungkin diangkat ke layar televisi atau layar lebar. Bagi yang ingin menghubungi penulis naskah film ini (Mas Jamsari) sekedar untuk berdiskusi bisa menghubungi beliau di nomor telepon +62-085850556786 atau bisa juga melalui forum diskusi FPKM di mailing list internet yaitu yang beralamat di http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang/
Bedah Film dan Buku Fidel Castro di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Forum Pelangi pimpinan Ratna Indraswari Ibrahim bekerja sama dengan Toko Buku Poestaka Rakjat kota Malang, mengadakan acara nonton bareng film “Looking for Fidel – Mencari Fidel” yang diikuti dengan diskusi buku-buku sastra politik yang membahas berbagai hal mengenai diri Fidel Castro, sang presiden Kuba. Bertempat di Rumah Budaya Ratna Indraswari di jalan Diponegoro kota Malang, acara yang diselenggarakan pada 28 Maret 2008 dan baru dimulai sejak pukul delapan malam, berlangsung semarak oleh kehadiran para peminat buku, seniman, penulis serta sekaligus para pecinta film dokumenter di kota Malang. Buku-buku mengenai biografi Fidel Castro sebagai seorang tokoh politik kontroversial seperti halnya Soeharto, memang cukup laris manis di pasaran. Apalagi di era keterbukaan seperti sekarang di saat buku-buku politik maupun sastra politik semakin bebas beredar di pasaran, maka tak pelak lagi minat masyarakat yang haus akan rasa keingintahuan tentang berbagai hal khususnya mengenai sejarah dunia dan politik dunia seakan terpuaskan dengan kehadiran buku-buku politik yang semakin banyak saja dijumpai di pasaran. Film “Looking for Fidel” lebih banyak mengupas tentang diri Fidel Castro sebagai seorang pribadi dan manusia yang berkebudayaan, juga diwarnai oleh begitu banyak wawancara ekslusif yang ditayangkan dalam film berdurasi dua jam tersebut. Seperti biasa, setelah film selesai diputar, baru kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tukar pikiran mengenai topik yang sedang dibahas. Forum Pelangi, pimpinan penulis nasional - Ratna Indraswari Ibrahim, memang selalu mengetengahkan berbagai topik bahasan unik di setiap pertemuannya. Jadi bukan hanya sastra fiksi saja yang dibahas, melainkan berbagai hal yang berhubungan dengan seni drama, puisi, kepenulisan dan tentu saja film, seperti topik yang sedang dibahas kali ini.
Bedah Buku Kumpulan Puisi Alejandra Pizarnik di Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bedah buku yang merupakan kegiatan rutin dua mingguan. Kali ini buku yang dibahas adalah buku kumpulan puisi karya penyair Amerika Latin – Alejandra Pizarnik “Luka Tunggal Sang Pencinta” yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Buku aslinya sendiri ditulis dalam bahasa Spanyol, namun versi Indonesianya telah banyak beredar di toko-toko buku. Bedah buku kumpulan puisi yang diselenggarakan pada tanggal 23 Maret 2008 ini berlangsung santai dan penuh kekeluargaaan. Dengan gaya lesehan, acara bedah buku yang diselenggarakan di Anjungan Ken Arok, Gedung Perpustakaan Kota Malang ini dihadiri oleh para penikmat seni, khususnya penyair dan penulis. Sebagai pembicara dalam bedah buku ini adalah Fery Moniagara, seorang penulis sekaligus penyair kota Malang yang peduli dengan karya-karya besar penyair dunia abad ini.
Seminar Jurnalistik di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Seminar jurnalistik dengan topik menarik, “Intimidasi terhadap Profesi Wartawan” digelar di kota Malang, yaitu tepatnya pada tanggal 23 Maret 2008. Acara seminar yang cukup menggugah minat banyak kalangan dan menarik untuk diikuti ini diselenggarakan oleh Jurnalistik Fotografi Club (JUFOC) – Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Muhammadiyah Malang. Pembicara dalam acara seminar ini adalah Bpk. Iman D. Nugroho – ketua aliansi jurnalis independen (AJI) cabang Surabaya periode 2006-2007 dan juga Bpk. Andreas Wicaksono dari Media Nusantara Citra Surabaya. Turut pula hadir sebagai pembicara, pakar foto jurnalistik sekaligus fotografer senior Harian Kompas – Bpk. Eddy Hasby. Acara seminar yang bertempat di Gedung Theater Dome, kampus Universitas Muhammadiyah Malang ini terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa aktivis pers kampus, para wartawan dari berbagai media, hingga para praktisi pendidikan maupun masyarakat umum.
Seminar dan Lokakarya Dunia Kepenulisan di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah seminar dan lokakarya tentang dunia kepenulisan kembali digelar di kota Malang. Seminar yang mengambil tema “Mengarang Itu Gampang” dan diselenggarakan pada tanggal 19 Maret 2008 di gedung PPI Universitas Brawijaya ini terbilang cukup menarik. Bahkan sejak jauh-jauh hari panitia penyelenggara seminar sudah kebanjiran permintaan registrasi undangan lewat sms dari para calon peserta yang datang dari berbagai penjuru kota Malang. Maklum saja, seminar yang diselenggarakan oleh Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya yang bekerja sama dengan Grup perusahaan Sampoerna ini memang menyelenggarakan seminar secara gratis dan terbuka untuk masyarakat umum. Dengan pembicara para penulis kawakan Indonesia seperti, Arswendo Atmowiloto, Andrea Hirata dan Ratna Indraswari Ibrahim, tentu saja acara seminar kepenulisan seperti ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Topik-topik yang dibahas dalam seminar ini antara lain adalah kiat-kiat menulis, motivasi dan juga berbagai aspek dari dunia kepenulisan yang patut untuk diperhatikan. Acara seminar tentang dunia kepenulisan yang diselenggarakan di kota Malang ini sebenarnya merupakan tur promo peduli pendidikan untuk membangkitkan minat masyarakat terhadap hobi baca tulis. Kota Malang adalah kota kelima yang disinggahi para penulis ternama Indonesia ini dengan seminar “Mengarang Itu Gampang”. Sebelumnya, pertama kali seminar dengan tema “Mengarang Itu Gampang” diselenggarakan di Yogyakarta pada 10 Februari 2008 dengan bertempat di Auditorium FIB Universitas Gajah Mada. Kemudian seminar ini singgah di kota Semarang pada tanggal 23 Februari 2008 dan diadakan di Auditorium PLU Soenardi Universitas Diponegoro. Di Surabaya, acara seminar ini diselenggarakan di Auditorium Fakultas Sastra – Kampus B, Universitas Airlangga pada tanggal 6 Maret 2008. Sementara di Jakarta, acara seminar ini bertempat di Gedung P.101 dan P.102, Universitas Trisakti dan diselenggarakan pada tanggal 14 Maret 2008. Di Surabaya dan Jakarta, acara ini juga sempat dihadiri pula oleh penulis novel, Ayu Utami yang terkenal oleh novel-novel kontroversialnya.
Pelatihan Membaca Cepat di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 17 – 18 Maret 2008, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang menyelenggarakan sebuah acara menarik. Event kegiatan yang bertepatan dengan acara tahunan “Economic Education Fair 2008” ini dimeriahkan oleh acara pelatihan membaca cepat, acara talk show (ngobrol bareng), dan nonton bareng film bertema motivasi “Pursuit of Happiness (Mengejar Kebahagiaan)” dan dilanjutkan dengan acara bedah film yang diwarnai diskusi meriah antara para pembicara dan para peserta acara ini. Acara yang bertempat di Widyaloka Convention Hall, Universitas Brawijaya ini dimulai sejak pagi hari yaitu sejak pukul sembilan pagi dan baru diakhiri menjelang sore hari. Kegiatan ini dimeriahkan pula oleh acara pameran anime Jepang dan lomba action figur (memakai kostum tokoh-tokoh komik dan film Jepang). Mungkin lomba unik yang turut memeriahkan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari acara festival budaya Jepang yang diselenggarakan pada tanggal 15 Maret 2008 di gedung PPI Universitas Brawijaya Malang.
Seminar Wira Usaha Bersama Bob Sadino di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah seminar kewirausahaan dengan pembicara para pakar wirausaha digelar di kota Malang pada hari Senin, 17 Maret 2008. Dengan bertempat di Gedung Fakultas Ilmu Administrasi lantai 4, Universitas Brawijaya, seminar entrepreneurship (kewirausahaan) yang dimulai sejak pagi hari ini menghadirkan beberapa pembicara yang pakar di bidangnya seperti Bob Sadino, Aldy Menzhu, Unggul Abinawa dan juga para staf perkreditan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tak lengkap rasanya bila seminar kewirausahaan tidak dibarengi dengan bursa buku bertema wirausaha. Panitia seminar juga menggelar bursa buku murah dengan aneka tema buku tentang dunia wirausaha. Acara ini mendapat sambutan yang baik dari para pebisnis muda kota Malang dan juga para pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum.
Bazaar Buku Jepang dan Festival Budaya Jepang di Universitas Brawijaya Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Kota Malang sebagai kota pendidikan di bulan Maret tahun 2008 ini dimeriahkan oleh adanya Festival Budaya Jepang yang diselenggarakan di Gedung PPI, Universitas Brawijaya. Acara yang diselenggarakan selama satu hari ini yaitu pada tanggal 15 Maret 2008 diikuti oleh siswa-siswi perwakilan sekolah-sekolah menengah atas dan universitas-universitas dari seluruh Indonesia. Dalam festival budaya ini diadakan lomba cerdas cermat dalam bahasa Jepang, juga aneka lomba menarik lainnya seperti pembacaan puisi berbahasa Jepang dan juga bazaar aneka pernak-pernik khas Jepang. Ada juga stand penjualan buku-buku yang ditulis dengan bahasa dan huruf Hiragana dan Katakana yang merupakan tulisan khas Jepang. Bahkan di pintu masuk menuju area festival dibuat sebuah pintu gerbang cantik berwarna merah dengan ornamen khas Jepang. Dalam acara ini juga dijumpai beberapa peserta maupun panitia yang memakai pakaian tradisional khas Jepang. Acara bazaar buku yang menggelar aneka buku komik, pernak-pernik miniatur tokoh action figur maupun buku-buku sastra berbahasa Jepang ini cukup meriah dan diminati terutama oleh para pelajar program studi sastra Jepang maupun masyarakat umum yang datang sekedar untuk melihat-lihat.
Bursa Buku Super Lengkap di Universitas Brawijaya Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Bursa buku super lengkap kembali digelar di Universitas Brawijaya Malang. Acara tahunan ini seperti biasa menawarkan berbagai buku dengan harga murah dan bertabur diskon. Acara yang digelar di Basement Gedung Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang sejak tanggal 3 Maret dan berakhir pada 13 Maret 2008 mulai pagi hingga sore hari, berlangsung marak dan dibanjiri para pengunjung yang sebagian besar adalah para mahasiswa. Bursa dan pameran buku memang sudah menjadi semacam tren di kota Malang yang terkenal sebagai kota pelajar. Ajang seperti ini biasanya mendapat sambutan yang baik dari masyarakat dan terutama para pelajar yang ada di kota Malang.
Bursa Buku Murah di Gramedia Malang Town Square
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Toko buku Gramedia di kota Malang kembali mengadakan acara obral buku dan bursa buku murah yang diadakan di Toko buku Gramedia yang ada di Malang Town Square Plaza, Jalan Veteran, kota Malang. Acara bursa buku murah yang digelar sepanjang bulan Maret 2008 ini seperti biasa diminati dan dinanti-nantikan oleh para warga kota Malang yang gemar membaca buku. Buku-buku best seller seperti halnya novel anak berseri, “Spiderwick Chronicles” laris manis diserbu pembeli. Apalagi novel serial fantasi dengan tema petualangan anak-anak di dunia peri ini juga sudah difilmkan, dan saat ini sedang marak diputar di bioskop-bioskop kota Malang. Seperti halnya novel Ayat-Ayat Cinta yang merupakan karya anak bangsa yang sempat laris saat ceritanya difilmkan dan diputar di bioskop-bioskop, novel anak terjemahan yang satu ini rupanya mengikuti tren semacam itu. Tampaknya kesuksesan penjualan sebuah buku novel akan berlipat ganda bila ceritanya sudah difilmkan dan saat itu sedang tren diputar di gedung-gedung bioskop ternama.
Ada juga yang menarik dari toko buku Gramedia cabang Malang Town Square Plaza ini. Bagi para pengunjung yang membeli buku bertema dunia pertanian dan peternakan dengan nominal belanja minimal lima puluh ribu rupiah maka akan mendapatkan hadiah satu pot kaktus cantik yang bisa dipilih. Tentu saja iming-iming hadiah seperti ini banyak diminati oleh para pengunjung toko buku yang biasa membanjiri toko-toko buku di Malang setiap awal bulan. Maklum habis gajian, he…he.. he…
Sinetron FTV Karya Penulis Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Wahyu Indah Retnowati, salah seorang pengurus sekaligus anggota komunitas Forum Penulis Kota Malang, baru saja menuangkan ide kreatifnya yang berhasil ditayangkan dalam acara sinetron FTV di SCTV. Sinetron yang berjudul “Aroma Cinta Olen” ini ditayangkan pada tanggal 6 Maret 2008 pukul 22.45 WIB dan terbukti telah berhasil menggugah minat maupun semangat para penulis di kota Malang untuk terus memunculkan ide-ide kreatif dalam menulis. Semangat menulis hendaknya dimulai dari diri sendiri dengan terus menggali berbagai hal untuk bahan penulisan. Wahyu Indah Retnowati termasuk salah seorang penulis muda yang giat dalam aktivitas menulisnya. Penulis yang telah menelurkan dua buah buku ini, bertekad untuk terus maju dan membawa nama baik kota Malang di kancah dunia kepenulisan tanah air.
ANEKA BLOG UNIK
Oleh: Haryo Bagus Handoko – http://haryobagushandoko.multiply.com
PARABOLAKU – BLOG UNTUK PENGGEMAR SIARAN TELEVISI SATELIT
Dewasa ini, antena parabola bukan lagi barang mewah. Benda ini bahkan semakin banyak dijumpai di kampung-kampung dan desa-desa. Hal ini tidak mengherankan karena daya tarik siaran televisi satelit dari hari ke hari semakin merebut hati para pemirsa televisi di tanah air. Terdapat puluhan satelit yang bisa diakses dari tanah nusantara ini, di mana masing-masing satelit memiliki puluhan saluran televisi yang bisa didownlink (diunduh) ke alat yang bernama receiver sehingga bisa ditonton oleh seluruh anggota keluarga di rumah. Dengan semakin banyaknya penggemar siaran televisi satelit melalui antena parabola, maka semakin dibutuhkan wadah untuk saling berbagi info seputar hobi yang satu ini, sehingga banyak bermunculan situs dan milis yang membahas mengenai hal ini. Blog unik yang berjudul “Parabolaku” berusaha menjembatani berbagai informasi mengenai antena parabola, perlengkapan alat yang dibutuhkan, frekuensi sinyal siaran televisi satelit, dan bahkan majalah yang membahas mengenai hal tersebut. Semua link tersedia di dalam blog dengan tampilan yang sederhana ini. Link yang ada dalam blog ini bukan melulu mengenai parabola saja, namun juga terdapat puluhan link download musik, download video, serta download e-book dari internet yang semuanya gratis. Juga terdapat pula link ke beberapa radio internet, televisi internet, dan banyak lagi. Jadi bagi para penggila dunia hiburan dan informasi, blog ini sedikit banyak bisa membantu mengatasi rasa penasaran atau sekedar membunuh kejenuhan setelah seharian beraktivitas. http://parabolaku.blogspot.com
PACHYPODIUM INDONESIA – BLOG PECINTA TANAMAN HIAS PURBA
Aneka ragam tanaman hias semakin banyak saja dijumpai di tanah air. Setelah marak booming trend tanaman hias adenium dan tanaman hias anthurium, kini giliran Pachypodium – tanaman hias langka yang merupakan sisa-sisa tanaman purba yang masih lestari hidup hingga saat ini. Walau harganya tidak murah, namun para hobiis tanaman hias bahkan rela merogoh kocek dalam-dalam demi melengkapi koleksi tanaman hiasnya dengan tanaman yang satu ini. Tanaman hias yang berasal dari Afrika dan Madagaskar ini, konon dipercaya sudah ada sejak 230 juta tahun yang lalu dan hingga kini masih menjadi komoditi yang diperdagangkan, walau beberapa spesies langka sudah banyak yang terancam punah dan dilindungi secara ketat oleh undang-undang internasional. Namun demikian, tanaman ini masih banyak dijumpai di Indonesia. Entah karena berhasil lolos diselundupkan keluar Afrika dan Madagaskar dan sampai ke Indonesia melalui Thailand atau entah bagaimana, yang jelas tanaman ini semakin banyak digemari di tanah air.
Sebuah blog forum pecinta tanaman hias Pachypodium baru saja diluncurkan di internet. Blog ini berfungsi untuk menjembatani para pecinta tanaman hias dengan para pedagang tanaman langka ini selain juga sebagai sarana bertukar informasi mengenai tanaman yang satu ini. Bagi Anda yang merupakan pecinta tanaman hias langka atau kolektor, sebaiknya tidak melewatkan informasi penting yang terdapat dalam blog sederhana ini.
http://pachypodium-indonesia.blogspot.com
BLOG ANEKA RESEP MASAKAN
Seni masak-memasak sudah banyak kita saksikan sehari-hari di televisi, namun sebenarnya bila kita mau berburu resep masakan di internet, terdapat begitu banyak situs dan blog yang menampilkan aneka resep masakan. Hanya saja, biasanya resep tersebut tertulis dalam bahasa Inggris. Bagi Anda pecinta dunia kuliner yang gemar memasak, mungkin akan sangat menyenangkan bila mengunjungi blog yang dipenuhi dengan aneka resep masakan lezat yang mengundang selera. Kini sudah terdapat blog sederhana yang memuat begitu banyak resep masakan dari seluruh dunia, dan semuanya tertulis dalam bahasa Indonesia. Masakan-masakan mahal yang dahulunya hanya terdapat di restoran-restoran mahal, kini bisa Anda buat sendiri setelah membaca blog ini. Resep masakan yang diulas dalam blog memasak ini bermacam-macam, mulai dari makanan pembuka, hidangan utama, kue-kue hingga makanan pencuci mulut. Jadi bagi yang gemar memasak atau sekedar mengkoleksi resep masakan, blog yang satu ini tidak boleh dilewatkan. http://ayomemasak.blogspot.com
KOMUNITAS PENULIS, FORUM PENULIS KOTA MALANG
Oleh : Haryo Bagus Handoko*)
*) Penulis adalah pengurus komunitas FPKM selaku bagian informasi dan dokumentasi, selain profesinya sebagai penulis kreatif dan penulis fiksi.
Di saat begitu banyak bermunculannya komunitas penulis di negeri ini, kota Malang yang terkenal pula sebagai kota pelajar tidak mau kalah. Pada beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan Oktober 2006, telah berdiri sebuah komunitas penulis di kota Malang, Jawa Timur, yang bernama FPKM (Forum Penulis Kota Malang). Forum Penulis Kota Malang (FPKM) adalah sebuah komunitas dan wadah aspirasi serta kreativitas para penulis di Kota Malang. Berdiri pada tanggal 8 Oktober 2006, dengan anggota awal sekitar 77 orang, forum penulis ini bertekad untuk terus maju dan berkembang di masa-masa mendatang. Dengan pertemuan rutin yang diselenggarakan dua minggu sekali pada hari Minggu yang bertempat di base camp resmi yaitu di Gedung Perpustakaan Kota Malang - Jl. Raya Ijen 30A - Malang, forum ini aktif dengan berbagai kegiatan dan program kerja yang telah terjadwal dengan baik. Berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi, bedah buku, dan banyak lagi kegiatan yang aktif dilakukan setiap bulannya bertujuan untuk terus mengembangkan wawasan, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan menulis para anggotanya. Forum ini mengundang para penulis dari komunitas lain untuk juga saling bertukar pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan serta hasil karya tulisnya melalui forum ini.
Forum ini juga menerima sumbangan buku karya para penulis yang ingin bukunya dibedah dalam diskusi forum ini. Dengan anggota yang beragam yang umumnya berprofesi sebagai penulis, maupun profesi lain (dosen, wartawan, seniman, pelajar SMP hingga mahasiswa), komunitas ini tampil dengan ciri khas tersendiri yang kaya akan ide tanpa batas. Hal ini karena dengan beragamnya latar belakang pendidikan, pengalaman, maupun profesi para anggotanya menjadikan beragam pula daya kreativitas, ide, maupun hasil tulisan yang menghiasi berbagai media cetak dan majalah tanah air. Beberapa karya anggota komunitas ini bahkan sudah berkali-kali terbit dalam bentuk novel fiksi, hingga buku bertema religi. Para anggota komunitas ini secara aktif selalu mengikuti berbagai lomba kepenulisan yang diselenggarakan baik oleh komunitas lain maupun lembaga penerbitan dan lembaga pendidikan di negeri ini.
Forum Penulis Kota Malang juga hadir di dunia maya dengan adanya situs dan blog maupun mailing list. Situs dan blog Forum Penulis Kota Malang bukan hanya melulu diperuntukkan untuk sesama anggota intern FPKM, namun juga diharapkan sebagai sarana tukar menukar informasi antar berbagai komunitas penulis di berbagai daerah di tanah air. Suatu acara atau even kegiatan yang diselenggarakan oleh suatu komunitas penulis di suatu daerah diharapkan bisa diketahui pula oleh komunitas penulis di daerah yang lain. Untuk itulah maka Forum Penulis Kota Malang juga melengkapi dirinya dengan fasilitas mailing list yang diharapkan bisa menampung berbagai informasi dan juga sebagai sarana diskusi interaktif di dunia maya antar berbagai komunitas penulis dan juga sarana pembelajaran dan tukar menukar pikiran di antara sesama penulis.
Interaksi secara korespondensi maupun mengakses berbagai informasi terbaru bisa dilakukan melalui berbagai situs weblog pribadi para anggota dan pengurus komunitas ini. Berbagai link yang akan mengantarkan kita ke berbagai situs (situs stasiun televisi seluruh dunia, situs surat kabar seluruh dunia, situs penerbit seluruh Indonesia, situs tutorial menulis dan dunia perbukuan, resensi buku, hingga situs perpustakaan digital di seluruh dunia dan masih banyak lagi link-link menarik lainnya) bisa kita jumpai dalam halaman situs maupun blog Forum Penulis Kota Malang ini. Dengan adanya situs dan blog resmi Forum Penulis Kota Malang, kita sebagai penulis bisa lebih terbuka wawasan dan juga peluangnya untuk bisa lebih mengembangkan diri dan juga berkreativitas secara produktif demi khasanah bacaan dan tulisan yang turut mewarnai negeri ini.
Forum Penulis Kota Malang (FPKM) juga meluncurkan publikasi digital dalam bentuk majalah digital (e-magazine) yang bisa didownload dari situs resminya di internet. Majalah digital Forum Penulis Kota Malang memakai format PDF, sebuah format yang cukup umum untuk sebuah majalah digital. Berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi, bedah buku, dan banyak lagi kegiatan yang aktif dilakukan setiap bulannya yang bertujuan untuk terus mengembangkan wawasan, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan menulis para anggota forum ini juga diusahakan untuk senantiasa diliput dan ditulis dalam majalah digital ini.
Anda bisa mengunjungi situs resmi dan blog Forum Penulis Kota Malang (FPKM) serta forum diskusi komunitas ini di internet yaitu di alamat berikut :
http://forumpenuliskotamalang.blogspot.com
http://belajarmenulis.tripod.com dan http://panduanmenulis.tripod.com
http://tutorialmenulis.blog.com
http://tutorialmenulis.blogspot.com
http://mediasedunia.tripod.com
http://klipingfpkm.multiply.com dan http://resensibukufpkm.multiply.com
http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang/
Berbagai informasi terkini dunia kepenulisan dapat Anda akses dengan mudah di situs ini. Kesempatan untuk berbagi ilmu dan berdiskusi mengenai berbagai aspek dunia kepenulisan terbuka seluas-luasnya di forum diskusi komunitas penulis ini. Anda bisa bergabung dengan cara mendaftarkan alamat e-mail Anda di Yahoo Group untuk memperoleh fasilitas kemudahan berdiskusi secara online. Cukup ketik link url ini di browser komputer Anda saat Anda terhubung ke internet, dan nikmati kemudahan akses informasi dan tanya jawab dengan sesama anggota komunitas ini.
http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang/join
FORUM PELANGI – KOMUNITAS SENI DI KOTA MALANG
Oleh: Haryo Bagus Handoko*
* Penulis adalah anggota Forum Pelangi dan juga pengurus komunitas Forum Penulis Kota Malang, selain aktivitasnya sebagai penulis, penterjemah dan koresponden lepas untuk berbagai media.
“Forum Pelangi”, demikian nama komunitas ini dikenal. Komunitas penulis, sastrawan maupun seniman di kota Malang ini mencoba merangkul semua aspek seni, baik seni tulis menulis, kewartawanan, seni puisi maupun para praktisi dan kritikus seni di kota Malang. Komunitas hasil binaan novelis kenamaan Ratna Indraswari ini para anggotanya terdiri dari berbagai lapisan umur maupun juga berbagai komunitas yang ada di kota Malang. Komunitas yang bermarkas di kediaman Ratna Indraswari Ibrahim di Jalan Diponegoro, Malang, ini juga dilengkapi dengan kehadiran toko buku “Tobuki” yang menyediakan buku-buku bermutu dengan harga yang cukup terjangkau. Sudah menjadi kebiasaan di kota Malang, antar komunitas seni yang satu dengan komunitas seni yang lain saling berkoordinasi dan berinteraksi. Dalam Forum Pelangi ini misalnya, para anggotanya juga merupakan anggota dan pengurus komunitas-komunitas yang ada di kota Malang, seperti para aktivis pers kampus, komunitas wartawan, komunitas penulis “Forum Penulis Kota Malang”, sanggar-sanggar seni (para pelukis, dramawan, seni topeng), toko-toko buku dan penerbit di kota Malang, maupun para penikmat seni secara umum. Tak kenal maka tak sayang, mungkin itulah kata yang tepat untuk komunitas yang satu ini.
Dalam setiap pertemuan, yang biasanya diadakan di akhir bulan, tema yang diangkat senantiasa beragam dan cukup variatif. Mulai dari kiat menulis, aspek pertelevisian, bedah buku, maupun dialog antar komunitas. Pertemuan bulanan ini biasanya dimulai pada sore hari hingga malam hari, dan terkadang hingga tengah malam, karena para anggota komunitas ini sangat tekun untuk saling berbagi dan berdiskusi mengenai banyak hal. “Yang paling sering biasanya kalau kumpul ya foto-fotoan, selain berdiskusi santai sambil makan penganan sekedarnya”, menurut salah satu anggota komunitas ini. Yang menarik, untuk menjadi anggota komunitas ini tidak dipungut biaya, jadi siapa saja, tua maupun muda boleh menjadi anggota, asalkan mempunyai minat dalam hal seni dan juga harus dituntut kreatif untuk terus berkarya.
Dengan didukung oleh toko buku “Tobuki”, toko buku milik Mbak Ratna Indraswari Ibrahim ini, maka biasanya kalau ada buku baru yang dipajang di toko buku tersebut, maka pada setiap pertemuan akan dibahas atau dijadikan bahan diskusi, terutama bila penulisnya adalah penulis yang bersedia hadir dalam acara komunitas ini. Sudah sekian banyak penulis buku turut meramaikan kegiatan bedah buku yang diselenggarakan oleh komunitas ini. Tentu saja, karena dengan kehadiran komunitas ini maka bisa menjadi ajang promosi bagi para penulis berbakat untuk mempromosikan buku tulisannya. Mulai dari buku bertema sastra, hingga yang bertema relijius pernah dibahas di komunitas ini. Biasanya para penulis yang bukunya dibedah di komunitas “Forum Penulis Kota Malang”, juga akan dibedah pula dalam acara diskusi di komunitas “Forum Pelangi” ini. Buku-buku yang dibahas bukan melulu buku-buku terbitan baru, namun juga buku-buku terbitan lama, atau bahkan buku-buku antik jaman Belanda atau era orde lama. Hal ini tidak mengherankan karena anggota komunitas ini ada juga yang mempunyai usaha dagang buku-buku antik, sehingga komunitas ini menjadi sarana yang tepat untuk mempromosikan buku-buku yang dijual di toko-toko buku di kota Malang.
Saking terkenalnya nama Ratna Indraswari Ibrahim dan komunitasnya, maka Mbak Ratna Indraswari bahkan pernah sempat diwawancarai dan diliput oleh kru Trans7 – sebuah televisi swasta nasional. Tentu saja tak ketinggalan acara foto-fotoan bersama kru televisi Trans7. Mas Agung, salah satu pengurus komunitas “Forum Pelangi” biasanya tampil sebagai moderator dalam setiap pertemuan komunitas ini dan juga berperan sebagai secretariat dan informasi bilamana ada yang tertarik untuk turut meramaikan kegiatan komunitas ini.
Sebagai seorang novelis senior tanah air, Mbak Ratna Indraswari Ibrahim dalam setiap pertemuan senantiasa memberikan motivasi dan juga berbagi pengalamannya sebagai seorang penulis pada rekan-rekan komunitas yang masih pemula dalam dunia tulis menulis dan seni. Jadi, dialog dan diskusi sepenuhnya berlangsung secara santai, tanpa ada istilah sungkan dan malu untuk bertanya. Siapapun akan dengan senang hati untuk membantu memecahkan masalah maupun pertanyaan yang dihadapi oleh para penulis pemula. Bahkan rekan-rekan wartawan baik dari komunitas pers kampus maupun wartawan koresponden berbagai surat kabar yang ada di Malang juga turut berbagi ilmu dan saling menimba pengalaman.
“Hidup adalah sebuah proses belajar, jadi tidak ada kata terlambat untuk menimba ilmu dan berbagi pengetahuan dengan orang lain!” Jadi semua orang perlu untuk terus belajar dan terus berkarya, karena dengan berkarya pengetahuan dan wawasan kita akan turut berkembang. Mengenai jadwal pertemuan biasanya diinformasikan dari mulut ke mulut antar para anggota baik lewat sms maupun lewat telepon. Karena para anggota komunitas ini juga merupakan anggota dan pengurus dari berbagai komunitas di Malang, maka setiap kali diadakan pertemuan, maka biasanya anggota komunitas ini yang hadir jumlahnya selalu membludak, bahkan pernah ada yang sampai hanya kebagian duduk di teras rumah karena ruang tamu rumah Mbak Ratna dipenuhi para anggota yang hadir. Tampaknya Mbak Ratna dan kreativitasnya telah mengundang banyak orang untuk turut berbagi dan menimba ilmu. Salut untuk Mbak Ratna!
Buku tentang Tanaman Hias Purba
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Bagi penggemar buku-buku hobi tanaman hias, pada bulan Januari 2008, PT. Gramedia Pustaka Utama akan meluncurkan sebuah buku tentang tanaman hias purba yang masih lestari hingga sekarang. Buku hasil tulisan saya yang berjudul “Pachypodium” ini memuat begitu banyak informasi berharga maupun ilustrasi foto yang menarik untuk dibaca. Bagi para penggemar dan kolektor tanaman hias, kesempatan ini sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja, mengingat tanaman hias yang satu ini sudah banyak dijumpai di Indonesia dan harganya cukup bervariasi mulai dari yang murah hingga yang mahal. Bagi yang tertarik untuk memperoleh buku ini, bisa segera bergegas ke toko buku Gramedia yang terdekat, sekaligus juga sambil membeli buku Harry Potter yang terbaru yang juga akan segera beredar sekitar bulan April 2008.
Komik The 99, Komik Kontroversial Best Seller di Eropa, Amerika dan Jazirah Arab
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah buku komik yang cukup kontroversial hasil kerja bareng para komikus Kuwait, Amerika dan Inggris, baru saja dirilis di bulan September 2007 dan hasil penjualannya cukup mengejutkan. Buku komik dengan tokoh utama para pahlawan (superhero) dengan warna kulit dan ras yang berbeda, ini telah menjadi komik best seller di Arab (Kuwait, Iran, Uni Emirat Arab, dan juga Saudi Arabia), Eropa (Paris dan London), serta Amerika (khususnya New York). Novel ini menjadi kontroversial karena mengangkat tema filosofi Islam dan misi perdamaian serta kasih sayang yang diajarkan oleh agama Islam. Dengan mengambil tema para pahlawan penyelamat dunia yang berusaha menyelamatkan dunia dari peperangan, perpecahan dan kehancuran, komik ini mengangkat isyu/tema seputar 99 kebijaksanaan (wisdom) dibalik 99 nama Tuhan (Allah) – yang biasa dikenal dengan Asmaul Husna (99 Nama Tuhan), yang secara ajaib tiba-tiba terkandung dalam batu-batu mustika yang tersembunyi di dasar sungai Tigris (Irak).
Legenda mengenai 99 batu mustika permata ini menggugah para pemuda-pemudi yang peduli dengan nasib dunia, yang ingin menyelamatkan dunia dari kehancuran akibat perang dan kebencian. Setelah mereka memperoleh 99 batu mustika itu, Tuhan (Allah) memberikan hikmah berupa sifat kebijaksanaan, kasih sayang dan keadilan sehingga para tokoh superhero itu pun mempunyai karomah (kekuatan suci) sehingga kekuatan yang mereka miliki diarahkan demi mengemban misi utama, yaitu mempersatukan dunia, dan menghentikan segala peperangan dan kebencian antar umat beragama di dunia. Komik dengan ide utama cerita hasil pemikiran Naif al-Mutawa (dari Kuwait), serta berkolaborasi dengan para komikus Arab, Amerika, dan Inggris ini benar-benar menghasilkan komik berkualitas yang setara dengan komik-komik buatan DC Comics atau pun Marvell. Maka tak heran, para muda-mudi metropolitan pun dibuat kesengsem dengan indahnya gambar-gambar maupun alur cerita dalam komik pertama yang tokoh-tokohnya bukan orang bule ini. Walau gaya penggambarannya khas Amerika (western) namun tokoh-tokohnya sama sekali bukan bule dan tema ceritanya bersifat universal.
Teshkeel Media, sebagai penerbit utama komik ini di Kuwait, bekerja sama dengan berbagai penerbit di Eropa maupun Amerika berusaha untuk menerbitkan komik ini dalam skala besar dan menyebarkannya ke berbagai negara. Komik yang terbit dalam dua bahasa ini (bahasa Arab dan bahasa Inggris), sampul / kovernya sangat “remaja” dan eye catching – menarik perhatian bagi setiap pecinta buku yang gemar membaca komik. Para tokoh komik ini, seperti Mumita (Si Cepat), Dr. Razem (ahli batu mulia), Rughal (pemilik kekuatan ajaib nan misteri), Jabbar (manusia elastis) and Noora (ahli melihat kebenaran yang akan terjadi di masa depan / hikmah), segera saja menjadi populer di jazirah Arab, Eropa dan Amerika mengalahkan tokoh-tokoh komik bule ala Marvell dan DC Comics. Bahkan banyak generasi muda Amerika maupun Inggris sendiri yang mengakui bahwa komik ini tidak mendewa-dewakan suatu ras tertentu seperti halnya tokoh-tokoh komik khas Amerika lainnya.
Naif al-Mutawa, pencipta komik ini tidak terlalu mempunyai latar belakang dunia komik atau perbukuan (lulusan Universitas Columbia – USA, bidang psikologi klinis), namun merupakan pecinta komik-komik terbitan Amerika seperti komik Archie, dan komik-komik lain. Pria berusia 34 tahun ini menemukan ide pembuatan komik ini saat sedang berada di dalam taksi saat melakukan perjalanan di London dengan sang adik perempuannya yang bernama Samar pada tahun 2003. Mungkin para penulis besar biasa menemukan ide saat dalam perjalanan, seperti halnya JK Rowling yang menemukan ide penulisan Harry Potter saat kereta api yang ditumpanginya baru saja meninggalkan stasiun King’s Cross di London. Begitu banyak tokoh yang bekerja keras di balik pembuatan komik ini, sebut saja Tom DiFalco, mantan editor Marvel Comics, Neil Adams – juga tokoh dari Marvel Comics, Tarek Hosni – pimpinan editor di Teshkel Media, Mirna Dakik – editor gambar, Hasaan Kanaan dan Mohamed Azab – desainer gambar dan layout, Ilustrator komik - Dan Panosian and penulis naskah komik - Fabian Nicieza (keduanya sudah banyak menggarap proyek-proyek komik keluaran Marvel), Vivian Salameh (penterjemah naskah komik), Saad Al-Bitar - supervisor produksi, Sven Larsen – manajer operasional, maupun Frankie Shum – President urusan finansial Teshkel Media yang telah berjasa mengumpulkan para investor demi memperoleh dana sekitar 7 juta dolar untuk pembuatan dan publikasi komik bergenre Islam ini.
Komik dengan dana pembuatan dan publikasi yang mencapai angka 7 juta dolar ini merupakan hasil kerjasama Teshkeel Media dengan banyak media penerbitan maupun investor di Arab, Eropa maupun di Amerika yang jumlahnya mencapai 54 investor dari berbagai negara.. Walau komik ini bertema sedikit agak Islamisentris, namun pembelinya di Eropa datang dari berbagai kalangan maupun dari pemeluk agama yang beragam. Di London, dan New York, para pembeli sudah antre dan datang berduyun-duyun saat peluncuran perdana komik ini di toko-toko buku ternama di sana. Bahkan ada yang sampai rela harus tidur di depan toko buku demi memperoleh kesempatan pertama membeli buku komik yang kontroversial ini. Kontroversial dalam hal yang baik tentunya. Entah kapan komik ini bisa segera terbit di Indonesia, yang mayoritas penduduknya muslim.
RESENSI BUKU KONTROVERSIAL PENGUNGKAPAN FAKTA KEKEJIAN CIA
Liputan oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah buku yang cukup kontroversial baru saja terbit. Buku hasil tulisan Stephen Grey ini bertema pengungkapan fakta konspirasi politik dunia yang didalangi Amerika dengan agen CIA-nya. Buku ini cukup menarik untuk dibaca sebagai penambah wawasan. Walau cukup banyak mengundang reaksi pro dan kontra, buku ini tampaknya ditulis dengan maksud untuk mengimbangi propaganda anti terorisme yang sebenarnya membawa misi politik tertentu. Buku yang mengkritik secara tajam politik Amerika dan sekutunya dalam memaksakan perang melawan terorisme ini bukan tidak disertai dengan fakta-fakta.
Beberapa narasumber turut dihadirkan kesaksiannya dalam pengungkapan fakta yang sebenarnya terjadi. Bahkan dalam acara bedah buku yang disiarkan secara langsung oleh Press TV di London beberapa waktu lalu, beberapa narasumber korban kekejian CIA turut hadir dan memberikan kesaksian sebagai pengukuh fakta-fakta yang tertulis dalam buku yang cukup kontroversial ini. Dalam buku ini ditulis bagaimana sebuah aksi penculikan dan penangkapan terhadap para penduduk sipil tak berdosa dari berbagai negara telah dilakukan oleh CIA dengan tuduhan perencanaan tindak terorisme. Aksi penculikan dan penangkapan ini tidak hanya menimpa orang-orang yang beragama Islam saja atau orang-orang yang berasal dari negara berpenduduk mayoritas muslim, namun lebih parah lagi terjadi secara acak, dan bahkan bisa menimpa wisatawan asing yang kebetulan sedang berlibur di wilayah netral yang jauh dari medan perang. Bahkan seorang wisatawan asal Inggris yang beragama Islam ditangkap saat sedang berlibur, diculik dan dipaksa CIA untuk mengakui bahwa ia adalah teroris serta mengalami penyiksaan secara keji yang melanggar undang-undang konvensi Jenewa. Setelah akhirnya dibebaskan berkat usaha keras para diplomat Inggris, Martin Mubanga – warga Inggris keturunan Afrika yang mengalami tindak kekejian CIA ini akhirnya mengungkapkan segalanya pada Stephen Grey, sang penulis buku “Ghost Plane – The True Story of The CIA Torture Program”. Dalam wawancara televisi saat peluncuran dan bedah buku “Ghost Plane – The True Story of The CIA Torture Program” di Press TV – London, beberapa waktu yang lalu, Martin Mubanga mengungkapkan panjang lebar mengenai bagaimana aksi penculikan dan penangkapan itu dilakukan CIA secara acak terhadap siapa saja, baik yang beragama Islam atau pun yang beragama selain Islam, walaupun yang bersangkutan sama sekali bukanlah teroris.
Pengungkapan fakta oleh beberapa narasumber lain yang kisahnya ditulis dalam buku ini juga menceritakan pola penangkapan yang sama, dimana ternyata tidak hanya orang-orang kulit berwarna atau yang beragama Islam saja yang diculik, ditangkap, dibawa dengan pesawat milik CIA ke berbagai penjara rahasia milik Amerika yang tersebar di seluruh pelosok dunia. Salah satunya adalah penjara Guantanamo. Dalam buku ini dikisahkan pula bagaimana perlakuan kejam yang diterima para tahanan di berbagai penjara rahasia milik Amerika, termasuk pula penjara Guantanamo.
Bahkan beberapa narasumber dari berbagai negara yang berkulit putih dari jenis ras Kaukasia, beragama Kristen atau Katolik bahkan ada yang diculik dan dipaksa dengan keji melalui serangkaian penyiksaan untuk mengaku bahwa diri mereka adalah anggota dari organisasi teroris, walau pun sebenarnya mereka sama sekali tidak tahu apa-apa. Beberapa narasumber bahkan hanyalah wisatawan yang secara kebetulan sedang berlibur saat mereka ditangkap, diculik dan dijebloskan ke berbagai penjara milik Amerika di berbagai tempat di dunia, dimana salah satu yang terburuk adalah penjara Guantanamo.
Menurut buku ini, pihak Amerika sendiri secara nyata menyangkal aksi penangkapan ini serta menyangkal keberadaan penjara-penjara rahasia tersebut dan bahkan mereka sama sekali tidak memberitahukan atau tidak pula melaporkan ikhwal mengenai penangkapan terhadap orang-orang yang malang ini pada kedutaan besar negara dimana orang-orang ini berasal. Maka sangatlah tepat judul buku ini yang bila diterjemahkan berarti “Pesawat Hantu – Kisah Nyata Program Penyiksaan oleh CIA (badan intelijen Amerika)”. Saat baru saja diluncurkan di Eropa, Amerika dan di negara-negara jazirah Arab, buku ini sempat mendapat protes keras dari pemerintah Amerika, namun di satu sisi telah banyak membuka mata dunia bagaimana politik penjajahan dan genosida (pemusnahan ras etnik atau golongan pemeluk agama tertentu) telah begitu terbungkus rapi oleh sebuah konspirasi yang mengatasnamakan “Perang Melawan Terorisme”.
Buku-Buku Mengenai Soeharto
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Tiga puluh dua tahun masa kepemimpinan Soeharto sudah berlalu, namun pamor mantan orang nomor satu negeri ini masih terabadikan dalam rangkaian kata yang terukir dalam buku-buku baik di era pemerintahannya semasa orde baru maupun di era reformasi sekarang ini. Pro dan kontra mengenai kebijakan selama kepemimpinan beliau dalam memimpin negeri ini tetap menjadi bahan pembicaraan yang menarik, tidak saja di dalam negeri namun juga di luar negeri, baik pemberitaan yang positif hingga pemberitaan yang negatif, kritikan pedas maupun hujatan yang semuanya terangkai dalam kata-kata dan tertulis dalam begitu banyak buku. Ulasan, analisa, dan pembahasan mengenai diri Soeharto tidak hanya seputar dunia politik dan pemerintahan saja, namun bahkan beberapa buku juga mengungkap sisi lain Soeharto yang tidak banyak dibicarakan.
Berbagai tema dan pokok bahasan mengenai Soeharto yang tertuang dalam bentuk buku jumlahnya tak terhitung karena saking banyaknya. Mungkin jumlahnya bisa mencapai ratusan kalau dihitung-hitung, atau bahkan lebih. Hal ini tidak mengherankan, karena selama tiga puluh dua tahun masa pemerintahannya, sepak terjang Soeharto terbukti menjadi komoditi yang menarik untuk diungkap dan dibahas dalam sebuah buku. Baik buku yang berupa biografi, penafsiran, ulasan dan tinjauan dari berbagai segi, hingga pembahasan yang sedikit nyleneh dan nyerempet-nyrempet hingga ke dunia klenik dan mistis. Apa pun sajiannya, buku-buku mengenai Soeharto terbukti laris manis dan bernilai jual. Seperti halnya buku-buku sejarah yang bernilai jual mahal, terutama bila tokoh yang dibahas dalam buku sudah almarhum, fenomena semacam ini tampaknya juga terjadi pada nilai jual buku-buku yang membahas mengenai Soeharto.
Nilai historis sering kali juga ekuivalen dengan nilai ekonomis. Semakin besar pamor dan hubungan seorang tokoh penting dalam sejarah suatu bangsa, semakin besar pula nilai barang yang berhubungan dengan tokoh tersebut. Simak saja buku-buku yang berhubungan dengan mantan presiden Soekarno, nilai ekonominya sangat tinggi, karena selain bernilai historis, buku-buku tersebut juga semakin langka dijumpai di pasaran. Mungkin dalam sepuluh tahun atau dua puluh tahun ke depan, buku-buku yang membahas mengenai mantan presiden Soeharto nilai jualnya bisa berpuluh kali lipat dibanding nilai jual sekarang. Apalagi untuk buku-buku yang cukup fenomenal, kontroversial dan mungkin sedikit tidak umum, karena mengungkap sisi lain yang tidak banyak dibahas.
Simak saja beberapa buku mengenai Soeharto yang saya temukan di Perpustakaan Kota Malang, Jawa Timur. Berbagai tema dan ulasan yang menarik hingga yang aneh mengenai diri Soeharto terbukti cukup menarik perhatian dan mengundang minat kita untuk membacanya. Buku yang ada di perpustakaan kota Malang ini mungkin hanyalah sedemikian kecil koleksi buku mengenai beliau yang bisa ditemukan beredar di pasaran atau bahkan sudah langka dijumpai. Kalau mau sedikit bersusah payah membuat sederet daftar panjang, sebenarnya masih banyak lagi buku-buku yang membahas mengenai diri Soeharto dengan berbagai tinjauan yang menarik, baik buku-buku lama maupun buku-buku terbitan baru. Baiklah, berikut adalah beberapa buku yang mungkin cukup menarik untuk dibaca dan diketahui, walau prosentase keakuratan dan kebenarannya sangat relatif dan bisa juga terlalu subyektif untuk menilai atau pun menghakimi seseorang hanya dengan membaca buku mengenainya.
Beberapa buku biografi Soeharto dengan pembahasan maupun ulasan yang bernilai positif hingga yang netral antara lain bisa dijumpai dalam buku:
- Soeharto - Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya; Otobiografi (tulisan G. Dwipayana, penerbit Citra Lamtoro Gung Persada, xiv bab, 599 halaman)
- Anak Desa: Biografi Presiden Soeharto (tulisan A. Bar Salim, A. Hadi Noor, O.G. Roeder, penerbit Gunung Agung, xvi bab, 416 halaman)
- Soeharto – Bapak Pembangunan Indonesia (tulisan Tjahyadi Nugroho, penerbit Yayasan Telapak, 639 halaman)
Sementara buku-buku ulasan politik sehubungan dengan masa pemerintahan Soeharto, baik yang bernada ulasan positif hingga yang sarkastik maupun yang bernada miring antara lain:
- Pandangan Presiden Soeharto tentang Pancasila (tulisan Krissantono, penerbit Yayasan Proklamasi, dan CSIS, vii bab, 93 halaman)
- Soeharto’s Armed Forces: Problems of Civil Military Relations in Indonesia (tulisan Salim Said, penerbit Pustaka Sinar Harapan, xxiv bab, 298 halaman)
- Soeharto: Mengapa Kekuasaannya Dapat Bertahan Selama 32 Tahun (tulisan Zainuddin Djafar, penerbit FISIP UI Press, xxvii bab, 168 halaman)
- Biografi daripada Soeharto: Dari Kemusuk Hingga “Kudeta Camdessus” (tulisan A.Yogaswara & Tim Media Pressindo, penerbit Media Pressindo, 215 halaman)
- Soeharto File – Sisi Gelap Sejarah Indonesia (tulisan Adam, Asvi Warman, penerbit Ombak, xix bab, 204 halaman)
- Menguak Misteri Kekuasaan Soeharto (tulisan Baskara T, Wardaya SJ, penerbit GalangPress, 296 halaman)
- Tumbangnya Rezim Soeharto (tulisan Haji Suharto, Penerbit Bina Ilmu, xi bab, 147 halaman)
- Soeharto Lengser – Perspektif Luar Negeri (tulisan Wahdiyono, penerbit LKIS, xviii bab, 182 halaman)
- Jalan Transisi Demokrasi Pasca Soeharto (tulisan Gregorius, Sahdan, penerbit Pondok Edukasi, xv bab, 456 halaman)
- Indonesia Pasca Soeharto (tulisan Geoff Forrester, Penterjemah: Abusamah Hamid dan Ismi Silvia, penerbit Tajidu Press, 439 halaman ; judul asli: “Post Soeharto: Renewal or Chaos?”, KITLV Press – The Netherlands Institute of South East Asian Studies – Singapore)
- Harta dan Yayasan Soeharto: Kontroversi tentang Kekayaan dan Dugaan Korupsi Soeharto (tulisan Indra Ismawan & Windy Afiyanti, penerbit Media Pressindo, 7 bab, 239 halaman)
- 10 Penguasa Terkorup Dunia (tulisan M. Yuanda Zara, dkk, penerbit Pustaka Timur, 151 halaman)
Bahkan ada pula beberapa buku yang membahas Soeharto dari kacamata spiritual relijius hingga yang mistis, seperti beberapa buku berikut:
- Presiden Soeharto Ikut Jadwal Allah (tulisan Muhammad, Abuya Syeikh Imam Ashaari, penerbit Al Arqom, xii bab, 136 halaman)
- Rahasia Supranatural Soeharto (tulisan Floriberta Aning & Ki Ageng Pamungkas, penerbit Narasi, 95 halaman)
- Dunia Spiritual Soeharto: Menelusuri Laku Ritual, Tempat-Tempat dan Guru Spiritualnya (tulisan Arwan Tuti Artha & Islah Gusmian, penerbit GalangPress, 198 halaman)
Apapun pembahasannya, Soeharto adalah anak bangsa negeri ini yang telah terbukti berjasa dalam pembangunan negeri, terlepas dari pro dan kontra kebijakan selama pemerintahan beliau. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya, maka sudah sepantasnyalah bahwa jasa-jasa beliau tidak boleh dilupakan begitu saja. Tak ada gading yang tak retak. Selamat jalan Soeharto, kenangan akan dirimu akan terus terukir dalam rangkaian kata!
CERITA DANTE – Sebuah Novel Bertema Kematian
Judul novel : Cerita Dante
Pengarang : Stefani Hid
Tahun Terbit : 2006, Cetakan Pertama
Nama Penerbit : Grasindo – Gramedia Widiasarana Indonesia
Jumlah Halaman : 126 halaman, 12 bab
Peresensi : Haryo Bagus Handoko
Novel dengan judul Cerita Dante ini merupakan novel ketiga buah karya Stefani Hid, setelah sebelumnya menghasilkan novel-novel provokatif yang berjudul “Bukan Saya, Tapi Mereka Yang Gila!” (Penerbit Kata Kita, 2004), dan “Soulmate” (Penerbit Kata Kita, 2004). Buku novel ketiga dengan dua belas bab setebal 126 halaman ini mengisahkan sebuah kisah suram absurditas, suatu hal yang banyak menimpa masyarakat modern dewasa ini. Suatu hal di mana akibat rutinitas dan kerasnya perjuangan hidup membuat banyak orang merasa kehilangan makna dan kebahagiaan hidup.
Diwarnai oleh gaya penceritaan yang unik dengan latar belakang para tokoh dalam novel ini yang lahir dalam kondisi keluarga yang kacau balau akibat perceraian kedua orang tua, kondisi kemiskinan yang memprihatinkan dan sangat membosankan, kediktatoran seorang ayah dalam sebuah potret keluarga kaya, penderitaan seorang sakit jiwa yang berkepribadian ganda, kisah duka seorang keluarga pengedar narkoba di Aceh, hingga sebuah potret suram seorang pengidap gagal ginjal yang putus asa dalam menjalani hidup. Novel ini seakan berusaha merangkum semua realitas pahit dalam kehidupan modern dewasa ini di mana keimanan dan agama tidak lagi banyak bisa menyelamatkan seseorang.
Novel dengan gaya penceritaan yang apa adanya ini berusaha mengungkap semua kenyataan pahit dalam kehidupan dengan akhir cerita yang juga pahit. Bagi Anda yang menyukai novel-novel roman cinta yang berakhir bahagia, mungkin novel ini bukanlah novel yang tepat untuk Anda. Namun bagi Anda yang menyukai sebuah alternatif bacaan lain yang tidak menyuguhkan impian-impian palsu di siang hari bolong, mungkin novel ini adalah bacaan yang tepat untuk membuka mata kita bahwa kehidupan itu tidaklah semudah seperti membalik telapak tangan, dibutuhkan lebih dari sekadar sebuah perjuangan dan keimanan untuk tetap dapat bertahan dalam kondisi yang paling memprihatinkan sekalipun.
Bila dilihat dari judulnya, yaitu “Cerita Dante”, Anda jangan mengharapkan bisa mendengar kisah Dante yang terkenal, karena Dante yang dimaksud di sini adalah seorang remaja pria berumur dua puluh tahunan yang merupakan pengguna dan pengedar ganja di Aceh dengan latar belakang keluarga yang carut marut paska tragedi tsunami. Peran Dante dalam cerita novel ini sesungguhnya tidaklah terlalu banyak, karena sepertinya tokoh Dante dalam kisah ini adalah sebagai pelengkap saja untuk mengakhiri cerita secara tragis. Demikian pula dengan tokoh Djasmin seorang wanita berkepribadian ganda dengan saudara kembar imajinernya yang bernama Lee, semuanya tak lebih dari sekedar tokoh pelengkap novel fiksi ini. Tokoh Djasmin sendiri akhirnya sembuh dari kegilaannya karena secara teratur memeriksakan kondisi kejiwaannya ke klinik dokter jiwa dan menelusuri asal muasal penyebab pecah kepribadiannya itu. Bila dilihat-lihat, tokoh Djasmin bahkan sama sekali tidak berhubungan dengan tokoh manapun dalam novel fiksi ini baik dalam alur cerita maupun dalam kesatuan sebagai sebuah cerita. Tokoh sebenarnya dalam kisah fiksi ini justru adalah Mei Fung, seorang gadis penderita gagal ginjal yang putus asa, di mana secara kebetulan mendapatkan seorang sahabat dan kekasih bernama Peter Chen alias Chen-Chen yang merasa iba kepadanya dan bahkan rela membeli sebuah ginjal milik Angkoso (seorang pemuda miskin dari Surabaya), demi kesembuhan Mei Fung.
Walau akhirnya kisahnya berakhir tragis, namun novel fiksi ini menawarkan sebuah sisi lain kisah carut marutnya kehidupan manusia dilihat dari berbagai sisi, di mana semakin banyak orang yang merasa hampa dalam hidup ini dan cenderung lebih memilih mati daripada berjuang untuk terus hidup. Mungkin itulah sisi moral yang ingin diungkap oleh Stefani Hid dalam novel bertema psikologis dengan begitu banyak obsesi kematian dan absurditas yang diungkap dalam karya ketiganya ini. Secara umum novel ini menarik untuk dibaca karena menyuguhkan sesuatu yang lain, suatu sisi lain dalam hidup ini, sisi gelap manusia yang tidak terlalu sering diungkap dalam novel-novel produksi tanah air.
NOVEL UNIK BERNUANSA ISLAM
Judul Novel : Di Antara Orang-Orang Yang Berthawaf
Pengarang : Haji Ahmad Muhaimin
Penerbit : Pustaka Kayu Tangan, Malang
Tahun Terbit : 2007
Tebal Buku : 225 halaman
Peresensi : Haryo Bagus Handoko
Novel Islami yang satu ini cukup menarik untuk dibaca. Dengan mengambil setting kota Mataram dan obyek-obyek wisata di pulau Lombok yang belum banyak disorot, novel ini mencoba mengetengahkan suasana lain, sebuah romansa cinta bernuansa Islami. Manusia bisa berkehendak, namun Tuhan jugalah yang menentukan perjodohan manusia. Kesucian cinta dua insan manusia dipertemukan kembali oleh Tuhan di sebuah kota suci, Mekah, ribuan mil jauhnya dari tanah air di mana mereka sempat dipisahkan oleh nasib. Walau beberapa tahun telah berlalu, namun akhirnya cinta suci mereka dipersatukan oleh Tuhan saat mereka melaksanakan perjalanan suci ke kota Mekah. Novel indah ini merupakan buku fiksi pertama buah karya Haji Ahmad Muhaimin yang merupakan seorang penulis sekaligus dosen. Novelis ini sebelumnya juga telah menuliskan berbagai buku bertema ilmu teknik kelistrikan sesuai dengan bidang keilmuwan beliau. Haji Ahmad Muhaimin juga merupakan salah satu penulis yang tergabung dalam komunitas penulis Forum Pelangi di kota Malang, di bawah bimbingan novelis kawakan Ratna Indraswari Ibrahim. Dengan mengusung nama penerbit Pustaka Kayutangan yang juga merupakan toko buku milik Ratna Indraswari Ibrahim, buku novel ini jelas telah melewati seleksi kualitas oleh Mbak Ratna Indraswari Ibrahim sendiri yang berperan sebagai penasehat sekaligus penyunting buku novel ini.
Bank BTPN Kota Malang Menyumbang Buku
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Dalam rangka menyambut ulang tahun Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Bank BTPN) yang ke-50 yang jatuh pada tanggal 22 Februari 2008, Bank BTPN turut berpartisipasi dalam menyumbang puluhan buku pengetahuan dan pendidikan pada Perpustakaan Umum Kota Malang. Tema gerakan menyumbang buku ini adalah “BTPN Peduli Pendidikan”. Tampaknya niat baik dan perhatian Bank BTPN cabang kota Malang ini pada dunia pendidikan, disambut dengan baik oleh pihak Perpustakaan Umum Kota Malang yang saat ini telah mempunyai koleksi lebih dari 100.000 buku. Bank BTPN juga turut pula berpartisipasi dalam gerakan kebersihan kota Malang, terbukti sebelum dimulainya acara menyumbangkan buku ini, bank nasional yang genap berumur lima puluh tahun ini, pagi harinya sempat mengerahkan segenap karyawan dan pimpinannya untuk memunguti sampah dan membersihkan area pasar besar kota Malang. Acara bersih-bersih ini juga disambut baik oleh Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto yang turut hadir dalam acara bersih-bersih pasar besar di kota Malang ini. Memang sejak dahulu, titik berat perhatian pemerintah kotamadya Malang maupun kalangan ekonom kota itu lebih kepada pembangunan sumberdaya manusia yang diwujudkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pelestarian lingkungan dan kebersihan. Salut pada Bank BTPN! Selamat hari jadi yang ke-50.
Peluncuran Buku “Kemarin Lusa Sampai Besok Lusa – Antologi Sastra Pelajar” di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Rumah Budaya Ratna Indraswari Ibrahim yang terletak di Jalan Diponegoro 3 kota Malang, kembali meriah oleh acara peluncuran buku “Kemarin Lusa Sampai Besok Lusa – Antologi Sastra Pelajar” yang diterbitkan oleh SMAK St. Albertus (SMA Dempo) bekerja sama dengan Penerbit Pustaka Kayu Tangan yang dimotori oleh penulis novel legendaris Ratna Indraswari Ibrahim. Acara peluncuran buku yang bertempat di kediaman Mbak Ratna Indraswari Ibrahim ini diselenggarakan pada tanggal 24 Februari 2008 sejak pukul 18.00 WIB ini berlangsung semarak hingga larut malam. Turut hadir pula dalam acara peluncuran buku ini, Romo Paulus Waris, O. Carm. (Pjs. Kepsek Dempo). Sebagai pengulas maupun moderator dalam acara peluncuran buku ini adalah Doniq Pr, seorang cerpenis kota Malang yang juga adalah seorang penterjemah. Hadir pula dalam acara ini, berbagai komunitas penulis yang ada di kota Malang, para praktisi sastra dan budaya kota Malang serta para seniman yang tak mau ketinggalan untuk mengikuti acara peluncuran buku kumpulan puisi karya pelajar ini.
Bedah Buku Novel “Aduh, Kawat Gigi” di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Forum Penulis Kota Malang kembali menyelenggarakan acara bedah naskah buku novel karya salah satu anggotanya, Wahyu Indah Retnowati. Penulis novel yang juga merupakan penulis ide cerita sekaligus penulis skenario sinetron ini memang terbilang cukup aktif dalam setiap kegiatan tulis menulis. Buku novel karyanya yang rencananya akan segera beredar dalam waktu dekat di toko-toko buku di seluruh Indonesia ini berjudul “Aduh, Kawat Gigi”. Buku novel yang gaya penceritaannya cukup unik ini mengangkat topik kawat gigi yang menjadi sumber dari segala permasalahan dan timbulnya cerita maupun konflik dalam novel remaja ini. Sebenarnya judul awal novel ini adalah “Secret Love Lily”, namun akhirnya judul itu diganti oleh sang penulis dengan pertimbangan bahwa semua alur cerita dalam novel ini diawali oleh kawat gigi Lily, sehingga judulnya pun kemudian diubah menjadi “Aduh, Kawat Gigi”.
Dikisahkan, seorang tokoh utama cerita yang bernama Lily yang mempunyai masalah dengan kepercayaan diri (minder), menjadi seorang pribadi yang semakin tertutup saat mendapatkan perawatan gigi yang mengharuskan dirinya memakai kawat gigi. Bahkan tokoh Lily dalam cerita ini akhirnya memutuskan pindah ke kota Malang akibat rasa percaya dirinya yang sangat kurang dalam pergaulannya di kota asal (Bandung). Di kota Malang inilah Lily akhirnya memperoleh kembali kepercayaan dirinya saat ia memperoleh seorang pacar yang benar-benar mencintainya. Akankah cintanya berlanjut atau kandas akibat kawat giginya, dan benarkah kematian sang nenek disebabkan juga oleh kawat gigi Lily?
Untuk mengetahui lebih lanjut cerita unik ini, sebaiknya Anda membaca sendiri kisah Lily dalam buku novel yang berjudul “Aduh, Kawat Gigi”. Buku novel dengan genre teenlit yang diterbitkan oleh Penerbit Citra Media Jakarta ini mungkin baru akan diluncurkan sekitar bulan April 2008, dan bisa diperoleh di Toko Buku Gramedia maupun di toko-toko buku terdekat di kota Anda.
Promosi Buku Boim Lebon di Toko Buku Gramedia Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Toko Buku Gramedia jalan Basuki Rahmad kota Malang, dipadati pengunjung yang ingin sekedar menyaksikan penulis kenamaan Boim Lebon yang sudah banyak menulis karya novel remaja, seperti serial Lupus (terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama) dan juga buku novel remaja terbarunya yang berjudul “Badman: Bidin!” yang diterbitkan oleh PT. Lingkar Pena Kreativa. Acara jumpa fans dan promosi buku-buku novel terbaru karya Boim Lebon begitu meriah dengan aneka games, kuis dan juga tanya jawab santai antara penulis buku novel remaja ini dengan para pengunjung Toko Buku Gramedia yang begitu antusias ingin berpartisipasi memeriahkan acara ini. Bahkan beberapa pengunjung banyak yang mengaku jauh-jauh datang dari kota lain, hanya untuk menyempatkan menonton dari dekat presentasi penulis novel Boim Lebon seputar karya-karyanya maupun diskusi seputar dunia kepenulisan dan sastra novel remaja. Sehari sebelumnya, Boim Lebon bahkan juga sempat mengunjungi kota Pasuruan, Jawa Timur, untuk mempromosikan buku novelnya sambil menghadiri peresmian berdirinya komunitas Forum Lingkar Pena Cabang Kota Pasuruan. Antusiasme pengunjung di kota Pasuruan tampaknya begitu besar, sehingga rupanya masih kurang puas ingin berdialog lebih banyak dengan penulis ini. Bahkan banyak para pecinta buku yang ada di kota Pasuruan akhirnya rela jauh-jauh menempuh perjalanan menuju kota Malang untuk sekedar mengikuti kelanjutan tur promosi buku penulis novel remaja yang juga sekaligus aktivis komunitas Forum Lingkar Pena ini. Penulis novel remaja yang saat ini bekerja di salah sebuah televisi swasta nasional di Jakarta ini dengan gayanya yang santai dan kocak banyak mengocok perut para pengunjung Toko Buku Gramedia dengan guyonan-guyonannya yang khas. Tak lupa ada pula acara pembagian hadiah door prize berupa buku-buku novel karya Boim Lebon serta beberapa buah edisi terbaru Tabloid Gaul kepada para pengunjung yang berpartisipasi dalam acara games maupun tanya jawab. Saat acara jumpa penggemar di Toko Buku Gramedia ini selesai sekitar pukul 16.30 WIB, acara jumpa penggemar ternyata masih diteruskan lagi dengan dialog santai yang bertempat di lobi Hotel Regents. Dalam acara dialog santai bersama Boim Lebon ini, dihadiri oleh para antusias sastra, para penulis, dan terutama para anggota dan pengurus komunitas penulis Forum Lingkar Pena cabang Malang serta beberapa anggota dari komunitas penulis di kota Malang yang dengan antusias senantiasa mengikuti jalannya acara. Buku-buku karya Boim Lebon bisa diperoleh dengan mudah di Toko Buku Gramedia maupun toko-toko buku terdekat.
Acara Bedah Buku dan Jumpa Penggemar Penulis Novel - Habiburrahman El Shirazy dan Boim Lebon di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 23 Februari 2008, Penulis novel Habiburrahman El Shirazy dan Boim Lebon (Penulis novel cerita remaja LUPUS) mengadakan acara jumpa fans dan konferensi pers sehubungan dengan tur promosi buku sekaligus acara bedah buku “Ayat-Ayat Cinta”. Acara fenomenal ini digelar di area lobi gedung perpustakaan kota Malang. Dalam acara tersebut sempat disinggung pula tentang kiat-kiat menulis novel yang baik serta ajakan pada para generasi muda kota Malang untuk tetap kreatif menulis.
Keesokan harinya, tepatnya pada tanggal 24 Februari 2008, kedua penulis ini menghadiri acara talk show/dialog bertema “Remaja Muslim Jatuh Cinta – Asyik Bangets” serta bedah buku novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih”. Acara yang bertempat di Gedung Aula Skodam Brawijaya – Malang, ini dipadati pengunjung yang sebagian besar merupakan pelajar dan kawula muda kota Malang. Acara yang diprakarsai oleh OSIS SMAN 3 Malang serta komunitas penulis Forum Lingkar Pena cabang Malang ini terbuka untuk umum secara gratis bagi pengguna kartu prabayar Indosat. Untuk memeriahkan acara talkshow ini juga diselenggarakan lomba menulis resensi atau sinopsis novel bertema Islami. Tak ketinggalan disisipkan pula beberapa tips menulis dan cerita pengalaman kedua penulis buku ini terutama mengenai proses kreatif mereka dalam menghasilkan karya. Buku novel “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih” saat ini sudah bisa diperoleh di toko buku Gramedia maupun toko-toko buku yang lain di kota Anda.
Bedah Buku Biografi Edgar Allan Poe di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Acara bedah buku “Biografi Edgar Allan Poe” digelar di kota Malang. Edgar Allan Poe yang terkenal dengan karya-karya sastra kanon tulisannya itu begitu fenomenal bahkan hingga kini. Sebagian besar karyanya yang mengupas ketegangan (thriller) itu cukup mengasyikkan untuk dibaca. Buku Biografi Biografi Edgar Allan Poe, sepertinya sebagai pengobat kerinduan para pecinta karya-karyanya. Dengan bertempat di Madrasah Aliyah Negeri Malang (MAN 3), acara yang cukup dibanjiri pengunjung ini berlangsung seru. Apalagi dihadiri pula oleh perwakilan dari pihak penerbit Interlude Yogyakarta yang menerbitkan buku ini sebagai nara sumber, dan juga pembahasan buku yang cukup apik oleh guru pengajar MAN 3. Acara yang disponsori oleh toko buku Poestaka Rakjat (baca: Pustaka Rakyat) ini mencoba menggugah minat baca warga kota Malang agar lebih perhatian pada karya-karya besar dan buku-buku yang mengulas pengalaman penulis besar seperti ini. Minat baca para pelajar maupun warga kota Malang memang tidak boleh dipandang sebelah mata, terbukti setiap acara bedah buku yang diselenggarakan di kota Malang selalu mendapat perhatian dari para pelajar maupun warga masyarakat kota Malang.
Pameran Tunggal Seni Fotografi di Perpustakaan Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Sebuah event kegiatan seni kembali diadakan di kota Malang. Kali ini adalah dengan adanya pameran tunggal seni fotografi karya TP Sasongko yang mengambil tema “Kegalauan di Ambang Batas Ruang & Waktu” yang diselenggarakan pada tanggal 18 Februari 2008 dengan bertempat di ruang galeri seni Ken Arok – Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara ini terbukti menyedot pengunjung, karena begitu besarnya apresiasi seni dan antusiasme warga kota Malang. Hadir pula dalam acara ini, beberapa kalangan seniman, penikmat seni, para penulis, wartawan dan tokoh masyarakat kota Malang.
Bedah Buku Kumpulan Puisi Saut Situmorang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada hari Minggu tepatnya pada tanggal 17 Februari 2008, komunitas penulis dan seniman “Forum Pelangi” menyelenggarakan acara bedah buku Otobiografi Saut Situmorang, seorang penyair yang beraliran paham intertekstualisme, sebuah aliran baru dalam jagat sastra dan puisi. Buku “Otobiografi Saut Situmorang” yang tebalnya 282 halaman dan diterbitkan oleh penerbit SIC - Yogyakarta pada tahun 2007 ini, merupakan kumpulan karya puisi terbaik dengan berbagai tema, mulai yang bertema cinta, kehidupan sosial maupun yang bertema politik. Acara yang bertempat di “Rumah Budaya - Ratna Indraswari Ibrahim” di kota Malang ini terbukti berjalan sukses. Acara didahului dengan kata sambutan dari penulis sekaligus penyair, Saut Situmorang, kemudian dilanjutkan dengan acara nonton bareng rekaman video dokumentasi pementasan puisi karya Saut Situmorang saat sedang berada di Australia, dan beberapa karyanya yang lain seperti puisi keprihatinannya atas gempa Yogyakarta serta proses kreatif penulisan puisi dan esainya. Setelah itu barulah acara inti yaitu bedah buku dan pembacaan puisi segera dimulai dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Dengan begitu besarnya antusiasme seniman dan penulis kota Malang, acara yang digelar sejak pukul 19.00 WIB ini baru berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Para tamu yang hadir dalam acara bedah buku yang berlangsung santai dan penuh kekeluargaan ini sebagian besar adalah para anggota dan pengurus sejumlah komunitas penulis dan pecinta seni kota Malang, dosen dan guru bahasa Indonesia, para penyair kota Malang, serta tak ketinggalan pula beberapa wartawan dari sejumlah media surat kabar dan majalah serta para aktivis pers kampus yang ada di kota Malang.
Peluncuran Buku Walikota Malang di Tahun 2008
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Pada tanggal 15 Februari 2008, walikota Malang, Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP meluncurkan buku hasil tulisannya. Buku terbaru hasil tulisan beliau ini berjudul “Paradigma & Implementasi Pelayanan Publik – Sumbangan Pemikiran Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Good Governance”. Buku setebal 90 halaman ini yang terdiri dari 5 bab ini diterbitkan oleh Penerbit Kanisius, Yogyakarta dan sempat mendapat tanggapan positif dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, mengingat selama ini belum ada buku yang mengupas mengenai pelayanan publik secara baik. Buku ini juga mendapat dukungan serta pujian dari Bpk. Drs. H. Soekarwo, SH, M.Hum, (sekretaris daerah propinsi Jawa Timur) yang selain memberikan kata pengantar dalam buku ini, juga turut hadir saat peluncuran buku ini pada tanggal 15 Februari 2008 lalu di studio Mahameru TV, kota Malang. Pada acara peluncuran buku tersebut juga dibagikan buku “Paradigma & Implementasi Pelayanan Publik – Sumbangan Pemikiran Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Good Governance” secara gratis kepada para undangan dan wartawan. Buku ini rencananya akan segera beredar di seluruh Indonesia sehingga bisa dibaca oleh semua orang, dan sudah mulai bisa diperoleh di toko-toko buku terdekat di kota Anda.
Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP yang juga peminat budaya, filsafat serta pelestarian lingkungan hidup ini sampai detik ini terbukti telah berhasil menulis sekian banyak judul buku. Beberapa diantara bukunya berjudul “Wasiat Mpu Tantular, Kumpulan Catatan Budaya” (2006), “Di Balik Ramalan Joyoboyo” (2006), “Mari Menanam & Merawat – Konsep Penghijauan Massal” (2007), “Sekolah Seribu Bunga – Konsep Gerakan Penghijauan di Sekolah” (2007), serta gagasannya perihal menyambut tantangan global yang tertuang dalam bukunya yang berjudul “The Rise of The New Tumapel” (2007). Pecinta budaya Jawa yang menguasai bahasa Sansekerta dan bahasa Inggris secara baik ini memang gemar menulis. Beliau juga sering menulis untuk buletin dan majalah pariwisata kota Malang serta beberapa majalah pemerintahan di lingkungan kotamadya Malang. Editor buku-buku beliau, Mas Liga Alam, yang juga merupakan salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang sempat berkomentar bahwa bagi Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP, tiada hari tanpa membaca dan menulis. “Bahkan beliau sendiri sering menyempatkan diri untuk membalas email-email yang masuk dari masyarakat kota Malang demi meningkatkan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat,” demikian menurut penuturannya.
Acara Bedah Buku Franz Kafka di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko
Bedah buku karya Franz Kafka yang berjudul “The Metamorphosis” yang diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang pada tanggal 10 Februari 2008 di area lobi gedung Perpustakaan Kota Malang berlangsung cukup meriah. Dengan narasumber yaitu Mbak Nasti Mudita - seorang pecinta buku sekaligus penulis yang saat ini sedang menuntut ilmu di Australia, acara ini terasa hidup oleh diskusi dan tanya jawab seputar karya-karya besar Franz Kafka, penulis berkebangsaan Austria yang telah banyak menelorkan beberapa buku novel beraliran absurditas. Tidak hanya Mbak Nasti Mudita yang jauh-jauh datang dari Australia demi menyempatkan diri membedah buku karya Franz Kafka, acara bedah buku ini selain dihadiri oleh para penulis kota Malang, juga dihadiri pula oleh Wawan Eko Yulianto – penterjemah beberapa buku yang karya terjemahannya sempat diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan beberapa penerbit besar lainnya.
Dalam acara bedah buku ini juga sempat disinggung mengenai tulisan resensi Wawan Eko Yulianto yang sempat dibajak habis-habisan oleh seorang dan sempat lolos terbit dalam sebuah surat kabar nasional. Kejadian ini sempat